
setelah Alvian pulang chesa pun membersihkan cangkit bekas kopi Alvian tadi.
kini chesa tengah duduk sendirian suntuk rasanya tanpa Aulia .
dilihatnya akun sosmed di ponsel dan di-like nya
Ting..
sebuah chat WhatsApp masuk.
" how are you cinta, sombongnya kamu itu mentang-mentang sudah mau nikah kamu abaikan aku dan Aryo ya "
chat dari Jonathan yang tiba-tiba mengatakan soal dia kecewa soal pernikahan chesa
^^^" kamu tahu dari mana ?" 📨^^^
" bukannya dijawab. dapat kabar dari pak Hendra , jahara kamu ya sama aku "
^^^" bukan begitu loh Jo , pernikahan ku juga sederhana saja , nanti resepsinya diselenggarakan di M kamu datang ya ."📨^^^
berawal dari chatting kini menjadi panggilan video call.
Jonathan mengundang Aryo gabung kini ke-tiga tertawa begitu lepas.
saling sindir saling menghibur.
namun dilain tempat seorang pria yang baru selesai mandi tapi belum berpakaian lengkap hanya menggunakan celana boxer saja.
Alvian yang tengah duduk disofa kamarnya tengah menatap room chat chesa yang tertulis "online "
dia pun mencoba mengetik sesuatu dan mengirimnya
"kok masih online ? belum tidur ?" 📨
3menit pun berlalu dan tidak ada balasan chat dari chesa yang sedari tadi sedang online.
dia pun mencoba menghubungi namun nada sibuk "sedang dalam panggilan " begitu tulisan yang tertera dilayar ponselnya.
"malam-malam begini sedang teleponan dengan siapa ?" dumel Alvian meletakkan ponselnya diatas meja.
setengah jam kemudian ponsel Alvian berbunyi , dia yang tengah asik menonton siaran sepakbola tidak mendengarnya.
tokk..tok..
" Al.. Alvian sudah tidur belum ? " panggil seseorang dari luar kamar
" sebentar ma " jawab Alvian yang meraih celana selututnya.
ceklek . .
" kenapa ma ?" tanya Alvian yang sudah membukakan pintu kamarnya
" kamu belum tidur ? " tanya mama Rania
" belum ,lagi nonton bola, kenapa ma ?"
" besok kamu jangan lupa ya , jam 8 pagi kamu dan chesa pergi foto prewedding ya "
" iya ma , ya sudah mama istirahat saja , jangan khawatir ."
" ya sudah mama istirahat dulu ,kamu jangan terlalu malam tidurnya besok kesiangan baru tahu kamu "
selesai berbicara dengan mamanya Alvian pun mengunci pintu kamarnya dan melepas celana selututnya.
dia terbiasa dengan hanya memakai celana boxer saat menjelang tidur.
malam ini Alvian menginap di rumah orang tuanya.
apartemennya Alvian sedang di renov karena setelah menikah dia dan chesa akan menempatinya.
dilihat layar ponselnya ada logo WhatsApp, dia pun membukanya.
Tut...Tut..
chesa : " hallo "
Alvian : " lagi ngapain? "
chesa : " baru selesai cuci muka"
Alvian :" tadi teleponan sama siapa ?"
chesa " sama teman kak , kenapa ?"
Alvian :" tidak apa-apa sih cuma tadi aku telepon tapi nada sibuk. oh ya ches aku minta maaf soal tadi."
chesa : "aku lagi nggak mau bahas kak "
Alvian : " ya sudah kalau begitu., oh ya ches besok pagi jam 7 aku jemput ya , soalnya besok jam 8 pagi kita sudah harus sampe sana."
chesa:" iya kak ,tadi mama juga ada ingatkan, ya sudah kalau begitu aku tidur duluan ya, kakak juga buruan tidur ya. "
Alvian : iya , ya sudah kalau begitu love you."
chesa : " hmm bye kak"
Alvian terus memandang foto profil chesa yang sedang tersenyum dengan mengendong seekor kucing.
dia tersenyum sendiri memandang foto kekasihnya.
padahal chesa seorang singel parents tapi kalau dilihat tidak ada yang percaya kalau ia sudah mempunyai anak.
keesokan harinya.
Alvian yang sudah tiba di apartemen langsun memencet bel.
chesa yang baru bangun dari tidurnya mendengar suara bel pintu.
ia melirik jam di atas nakasnya yang baru menunjukkan pukul 6 : 33 wib
"siapa yang datang sepagi ini " chesa melihat di camera intercom
" kak Alvian "
chesa pun membukakan pintu untuk Alvian.
ekspresi Alvian terkejut melihat apa yang didepannya.
dia diam mematung di ambang pintu.
" kak duduk dulu " chesa pergi membuatkan minuman untuk Alvian.
"i..iya." Alvian gugup melihat chesa hanya memakai baju tidur dress berbahan satin.
saat chesa meletakkan kopi panas untuk Alvian , chesa baru menyadari tatapan mata Alvian yang terus memandanginya.
dengan buru-buru ia masuk ke kamar.
" sabar-sabar " Alvian mengelus dadanya.
20 menit pun berlalu chesa meninggalkannya seorang diri.
Alvian memilih berdiri di balkon.
seketika chesa pun keluar dari kamarnya yang sudah berpakaian rapi dan membawa sebuah tas tangan.
chesa langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuknya dan Alvian.
karena sudah janji temu pukul 8 chesa memilih memasak nasi goreng
Alvian mendengar suara dentingan kwali dan spatula, dia pun masuk kedalam.
terlihat chesa sedang berkutat di dapur ,namun ia merasa terganggu dengan rambutnya yang digerainya.
beberapa kali chesa mengibaskan rambutnya ke samping.
Alvian yang melihat pun menghampirinya.
chesa terkejut dengan perlakuan Alvian yang tiba-tiba mengikat rambutnya.
"terimakasih " chesa tersenyum pada Alvian, lalu melanjutkan memasak
" masak apa hem.."
" nasi goreng kak , tidak apa-apa kan aku masak simpel saja " tanya chesa
" tidak apa-apa asal kamu yang memasaknya." Alvian memeluk chesa dari belakang.
chesa langsung gugup dengan perlakuan Alvian yang memeluknya.
selama ini mereka hanya berpegangan tangan saja namun kali ini Alvian memeluknya dari belakang.
" eh.. i iya.. kak bisa minta tolong lepasin dulu , aku mau ambil piring " ucap chesa
Alvian pun melepaskan pelukannya.
chesa meletakkan piringnya diatas meja , keduanya pun sarapan bersama.
selesai dengan sarapannya keduanya pun langsung berangkat pergi ke lokasi prewedding mereka.
*****
" capek ? " tanya Alvian pada chesa yang sedang mengipasi dirinya sendiri.
" iya , kak aku haus "
" sebentar ya aku pergi beli " ucap Alvian
" nona chesa apakah sudah bisa ganti pakaian ? " tanya seorang tukang rias.
" sebentar ya , saya lagu tungguin tunangan saya belikan minuman "
" bisa , nanti kalau sudah siap dan mau ganti pakaian panggil saya ya , saya kesana dulu " ucapnya dan di angguki chesa.
dilain tempat Alvian yang sedang duduk menunggu pesanannya siap , datang seorang perempuan memanggilnya
" mas Al "
Alvian yang merasa tidak asing dengan panggilan itu membuatnya bermencari siapa yang memanggilnya.
Alvian terkejut melihat sosok perempuan yang berdiri disampingnya.
yang sudah lama tidak bertemu, banyak hal yang berbeda dengan perempuan yang disampingnya
"kamu apa kabar mas ? sedang apa disini ?" tanya Nisya
Alvian terus menatap wajah Nisya yang terlihat begitu berbeda dari dulu.
" mas.. " panggil Nisya
" eh.. i.. iya "
" kamu apa kabar , dari tadi aku tanya malah diam aja " ucap Nisya
" aku baik, kamu ?"
" aku juga baik , mas sedang apa disini ? Nisya yang langsung duduk didepan Alvian.
"lagi pesan minuman , "
" nomor 55 , mas Alvian" panggil seorang kasir
Alvian mendengar namanya dipanggil, dia langsung berjalan kekasir .
__ADS_1
" nis, aku duluan ya " pamit Alvian.
" cepat banget mas , nomor telepon mas berapa ? bisa kan sekali-kali aku telepon kamu " ujar Nisya sambil menyerahkan ponselnya pada Alvian.
Alvian pun mengetikkan nomornya di ponsel Nisya .
" mas minumannya satu lagi buat siapa ? " tanya Nisya yang melirik ke kantong plastik Alvian
" punya pacar ku , ya sudah aku pamit ya soalnya aku sudah di tungguin " pamit Alvian lalu pergi.
mendengar Alvian mengatakan bahwa minumannya untuk kekasihnya membuat Nisya sedikit iri.
Alvian yang dulu dikenalnya kini sudah berbedaa.
Alvian yang sekarang terlihat begitu mapan dan lebih tampan dari pada dulu.
" baru juga punya pacar , masih ada kesempatan " seru Nisya sendiri dengan senyum liciknya.
Alvian yang duduk sendiri di tempat pemotretan termenung memikirkan pertemuannya dengan Nisya yang tiba-tiba muncul.
terbayang wajah dan senyuman Nisya dibenaknya.
chesa yang sedari tadi terus melirik ketempat Alvian duduk seperti sedang memikirkan sesuatu.
" sudah , nanti kita ganti pakaian santai ya setelah itu baru foto bersama tunangannya " ucap seorang fotografer.
" iya , terimakasih " ucap chesa yang berjalan menghampiri Alvian.
" kak , kak darimana saja kok lama banget beli minumannya ?" tanya chesa
" oh tadi aku ketemu teman lama jadi ngobrol-ngobrol dulu. maaf ya " ucap Alvian
akhirnya mereka berdua pun selesai dengan foto prewedding hari ini.
sebelum pulang ke apartemen Alvian dan chesa pergi ke mall untuk mengambil cincin pernikahan mereka yang sudah dipesannya.
" kita mau kemana lagi ? " tanya Alvian yang merangkul bahu chesa
"kita ke toko baju anak-anak dulu ya kak , aku pengen beliin kennan baju " ujar chesa
"oke , ayo "
keduanya berjalan beriringan masuk ke dalam toko baju .
saat keduanya asik melihat-lihat pakaian , Alvian melihat baju couple ayah dan anak yang dipakai manekin.
" ches aku kesana dulu ya " ucap Alvian pada chesa
****
" mbak, saya mau yang ini " ucap Alvian pada karyawan toko baju
" baik pak ,ini nanti tunjukkan ke kasir saja pak ,nanti bajunya bisa ambil disana " ucap pramuniaga memberikan secarik kertas.
" terimakasih " ucap Alvian berjalan mengitari beberapa stand pakaian.
Entah kenapa Alvian bisa berjalan sampai ke bagian baju dalam perempuan.
dia merasa sangat malu dilihatin pengunjung perempuan lainnya.
toko baju yang Alvian dan chesa kunjungi adalah toko serba ada .
dari pakaian bayi , anak-anak hingga dewasa.
begitu juga dari pakaian luar hingga pakaian dalam.
saat Alvian berpaling jalan balik , tangannya dirangkul oleh seorang perempuan yang berpakaian seksi hanya dengan balutan dress yang mencetak lekukan tubuhnya juga bagian dadanya hampir terlihat.
" hei , mas sedang apa kamu disini ? tanya Nisya
" a..a.. aku tadi lagi nyari pakaian tapi entah kenapa nyasar kesini " Alvian menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.
" kamu ini masa ga tahu kalau ini bagian pakaian dalam wanita, oh ya mas kamu masih ingat tidak dulu kamu kan sering beliin aku lingerie " nisya masih merangkul tangan Alvian dan dengan sengaja Nisya mendekatkan dadanya pada tangan alvian.
" he-he-he itu kan dulu sekarang kita sudah berbeda " ucap Alvian gelagapan
tanpa Alvian sadari dibelakangnya ada seseorang berdiri melihatnya.
tidak ingin membuat suasana keruh chesa memilih pura-pura tidak melihat , ia langsung pergi ke kasir untuk menyelesaikan belanjaannya.
" mas sama siapa kesini ?" tanya Nisya
"sama pacarku , eh sudah dulu ya aku pergi dulu " Alvian buru-buru menghampiri chesa yang sudah berdiri dikasir
setelah selesai dengan kesibukan mereka hari ini ,chesa meminta alvian untuk langsung pulang.
beberapa kali Alvian menawarkan untuk makan siang terlebih dahulu, namun di tolak chesa.
", ya sudah kakak hati-hati dijalan , aku juga mau langsung istirahat " chesa turun dari mobil Alvian tanpa melihat Alvian .
Alvian yang terlihat begitu bingung dengan perubahan sikapnya yang tidak seperti tadi pagi malah sekarang terlihat begitu dingin.
tring.. ponsel Alvian berdering.
" hallo , iya kenapa ?"
........
"lagi dijalan , mau otw ke rumah sih kenapa ?"
........
" oke nanti malam aku kesana , sip , oke bye "
.......
•••••••••••••••••••••••••Bersambung•••••••••••••••••••••••••••••••••
setelah Alvian pulang chesa pun membersihkan cangkit bekas kopi Alvian tadi.
kini chesa tengah duduk sendirian suntuk rasanya tanpa Aulia .
dilihatnya akun sosmed di ponsel dan di-like nya
Ting..
sebuah chat WhatsApp masuk.
" how are you cinta, sombongnya kamu itu mentang-mentang sudah mau nikah kamu abaikan aku dan Aryo ya "
chat dari Jonathan yang tiba-tiba mengatakan soal dia kecewa soal pernikahan chesa
^^^" kamu tahu dari mana ?" 📨^^^
" bukannya dijawab. dapat kabar dari pak Hendra , jahara kamu ya sama aku "
^^^" bukan begitu loh Jo , pernikahan ku juga sederhana saja , nanti resepsinya diselenggarakan di M kamu datang ya ."📨^^^
berawal dari chatting kini menjadi panggilan video call.
Jonathan mengundang Aryo gabung kini ke-tiga tertawa begitu lepas.
saling sindir saling menghibur.
namun dilain tempat seorang pria yang baru selesai mandi tapi belum berpakaian lengkap hanya menggunakan celana boxer saja.
Alvian yang tengah duduk disofa kamarnya tengah menatap room chat chesa yang tertulis "online "
dia pun mencoba mengetik sesuatu dan mengirimnya
"kok masih online ? belum tidur ?" 📨
3menit pun berlalu dan tidak ada balasan chat dari chesa yang sedari tadi sedang online.
dia pun mencoba menghubungi namun nada sibuk "sedang dalam panggilan " begitu tulisan yang tertera dilayar ponselnya.
"malam-malam begini sedang teleponan dengan siapa ?" dumel Alvian meletakkan ponselnya diatas meja.
setengah jam kemudian ponsel Alvian berbunyi , dia yang tengah asik menonton siaran sepakbola tidak mendengarnya.
tokk..tok..
" Al.. Alvian sudah tidur belum ? " panggil seseorang dari luar kamar
" sebentar ma " jawab Alvian yang meraih celana selututnya.
ceklek . .
" kenapa ma ?" tanya Alvian yang sudah membukakan pintu kamarnya
" kamu belum tidur ? " tanya mama Rania
" belum ,lagi nonton bola, kenapa ma ?"
" besok kamu jangan lupa ya , jam 8 pagi kamu dan chesa pergi foto prewedding ya "
" iya ma , ya sudah mama istirahat saja , jangan khawatir ."
" ya sudah mama istirahat dulu ,kamu jangan terlalu malam tidurnya besok kesiangan baru tahu kamu "
selesai berbicara dengan mamanya Alvian pun mengunci pintu kamarnya dan melepas celana selututnya.
dia terbiasa dengan hanya memakai celana boxer saat menjelang tidur.
malam ini Alvian menginap di rumah orang tuanya.
apartemennya Alvian sedang di renov karena setelah menikah dia dan chesa akan menempatinya.
dilihat layar ponselnya ada logo WhatsApp, dia pun membukanya.
Tut...Tut..
chesa : " hallo "
Alvian : " lagi ngapain? "
chesa : " baru selesai cuci muka"
Alvian :" tadi teleponan sama siapa ?"
chesa " sama teman kak , kenapa ?"
Alvian :" tidak apa-apa sih cuma tadi aku telepon tapi nada sibuk. oh ya ches aku minta maaf soal tadi."
chesa : "aku lagi nggak mau bahas kak "
Alvian : " ya sudah kalau begitu., oh ya ches besok pagi jam 7 aku jemput ya , soalnya besok jam 8 pagi kita sudah harus sampe sana."
chesa:" iya kak ,tadi mama juga ada ingatkan, ya sudah kalau begitu aku tidur duluan ya, kakak juga buruan tidur ya. "
Alvian : iya , ya sudah kalau begitu love you."
chesa : " hmm bye kak"
Alvian terus memandang foto profil chesa yang sedang tersenyum dengan mengendong seekor kucing.
dia tersenyum sendiri memandang foto kekasihnya.
padahal chesa seorang singel parents tapi kalau dilihat tidak ada yang percaya kalau ia sudah mempunyai anak.
keesokan harinya.
Alvian yang sudah tiba di apartemen langsun memencet bel.
__ADS_1
chesa yang baru bangun dari tidurnya mendengar suara bel pintu.
ia melirik jam di atas nakasnya yang baru menunjukkan pukul 6 : 33 wib
"siapa yang datang sepagi ini " chesa melihat di camera intercom
" kak Alvian "
chesa pun membukakan pintu untuk Alvian.
ekspresi Alvian terkejut melihat apa yang didepannya.
dia diam mematung di ambang pintu.
" kak duduk dulu " chesa pergi membuatkan minuman untuk Alvian.
"i..iya." Alvian gugup melihat chesa hanya memakai baju tidur dress berbahan satin.
saat chesa meletakkan kopi panas untuk Alvian , chesa baru menyadari tatapan mata Alvian yang terus memandanginya.
dengan buru-buru ia masuk ke kamar.
" sabar-sabar " Alvian mengelus dadanya.
20 menit pun berlalu chesa meninggalkannya seorang diri.
Alvian memilih berdiri di balkon.
seketika chesa pun keluar dari kamarnya yang sudah berpakaian rapi dan membawa sebuah tas tangan.
chesa langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuknya dan Alvian.
karena sudah janji temu pukul 8 chesa memilih memasak nasi goreng
Alvian mendengar suara dentingan kwali dan spatula, dia pun masuk kedalam.
terlihat chesa sedang berkutat di dapur ,namun ia merasa terganggu dengan rambutnya yang digerainya.
beberapa kali chesa mengibaskan rambutnya ke samping.
Alvian yang melihat pun menghampirinya.
chesa terkejut dengan perlakuan Alvian yang tiba-tiba mengikat rambutnya.
"terimakasih " chesa tersenyum pada Alvian, lalu melanjutkan memasak
" masak apa hem.."
" nasi goreng kak , tidak apa-apa kan aku masak simpel saja " tanya chesa
" tidak apa-apa asal kamu yang memasaknya." Alvian memeluk chesa dari belakang.
chesa langsung gugup dengan perlakuan Alvian yang memeluknya.
selama ini mereka hanya berpegangan tangan saja namun kali ini Alvian memeluknya dari belakang.
" eh.. i iya.. kak bisa minta tolong lepasin dulu , aku mau ambil piring " ucap chesa
Alvian pun melepaskan pelukannya.
chesa meletakkan piringnya diatas meja , keduanya pun sarapan bersama.
selesai dengan sarapannya keduanya pun langsung berangkat pergi ke lokasi prewedding mereka.
*****
" capek ? " tanya Alvian pada chesa yang sedang mengipasi dirinya sendiri.
" iya , kak aku haus "
" sebentar ya aku pergi beli " ucap Alvian
" nona chesa apakah sudah bisa ganti pakaian ? " tanya seorang tukang rias.
" sebentar ya , saya lagu tungguin tunangan saya belikan minuman "
" bisa , nanti kalau sudah siap dan mau ganti pakaian panggil saya ya , saya kesana dulu " ucapnya dan di angguki chesa.
dilain tempat Alvian yang sedang duduk menunggu pesanannya siap , datang seorang perempuan memanggilnya
" mas Al "
Alvian yang merasa tidak asing dengan panggilan itu membuatnya bermencari siapa yang memanggilnya.
Alvian terkejut melihat sosok perempuan yang berdiri disampingnya.
yang sudah lama tidak bertemu, banyak hal yang berbeda dengan perempuan yang disampingnya
"kamu apa kabar mas ? sedang apa disini ?" tanya Nisya
Alvian terus menatap wajah Nisya yang terlihat begitu berbeda dari dulu.
" mas.. " panggil Nisya
" eh.. i.. iya "
" kamu apa kabar , dari tadi aku tanya malah diam aja " ucap Nisya
" aku baik, kamu ?"
" aku juga baik , mas sedang apa disini ? Nisya yang langsung duduk didepan Alvian.
"lagi pesan minuman , "
" nomor 55 , mas Alvian" panggil seorang kasir
Alvian mendengar namanya dipanggil, dia langsung berjalan kekasir .
" nis, aku duluan ya " pamit Alvian.
" cepat banget mas , nomor telepon mas berapa ? bisa kan sekali-kali aku telepon kamu " ujar Nisya sambil menyerahkan ponselnya pada Alvian.
Alvian pun mengetikkan nomornya di ponsel Nisya .
" mas minumannya satu lagi buat siapa ? " tanya Nisya yang melirik ke kantong plastik Alvian
" punya pacar ku , ya sudah aku pamit ya soalnya aku sudah di tungguin " pamit Alvian lalu pergi.
mendengar Alvian mengatakan bahwa minumannya untuk kekasihnya membuat Nisya sedikit iri.
Alvian yang dulu dikenalnya kini sudah berbedaa.
Alvian yang sekarang terlihat begitu mapan dan lebih tampan dari pada dulu.
" baru juga punya pacar , masih ada kesempatan " seru Nisya sendiri dengan senyum liciknya.
Alvian yang duduk sendiri di tempat pemotretan termenung memikirkan pertemuannya dengan Nisya yang tiba-tiba muncul.
terbayang wajah dan senyuman Nisya dibenaknya.
chesa yang sedari tadi terus melirik ketempat Alvian duduk seperti sedang memikirkan sesuatu.
" sudah , nanti kita ganti pakaian santai ya setelah itu baru foto bersama tunangannya " ucap seorang fotografer.
" iya , terimakasih " ucap chesa yang berjalan menghampiri Alvian.
" kak , kak darimana saja kok lama banget beli minumannya ?" tanya chesa
" oh tadi aku ketemu teman lama jadi ngobrol-ngobrol dulu. maaf ya " ucap Alvian
akhirnya mereka berdua pun selesai dengan foto prewedding hari ini.
sebelum pulang ke apartemen Alvian dan chesa pergi ke mall untuk mengambil cincin pernikahan mereka yang sudah dipesannya.
" kita mau kemana lagi ? " tanya Alvian yang merangkul bahu chesa
"kita ke toko baju anak-anak dulu ya kak , aku pengen beliin kennan baju " ujar chesa
"oke , ayo "
keduanya berjalan beriringan masuk ke dalam toko baju .
saat keduanya asik melihat-lihat pakaian , Alvian melihat baju couple ayah dan anak yang dipakai manekin.
" ches aku kesana dulu ya " ucap Alvian pada chesa
****
" mbak, saya mau yang ini " ucap Alvian pada karyawan toko baju
" baik pak ,ini nanti tunjukkan ke kasir saja pak ,nanti bajunya bisa ambil disana " ucap pramuniaga memberikan secarik kertas.
" terimakasih " ucap Alvian berjalan mengitari beberapa stand pakaian.
Entah kenapa Alvian bisa berjalan sampai ke bagian baju dalam perempuan.
dia merasa sangat malu dilihatin pengunjung perempuan lainnya.
toko baju yang Alvian dan chesa kunjungi adalah toko serba ada .
dari pakaian bayi , anak-anak hingga dewasa.
begitu juga dari pakaian luar hingga pakaian dalam.
saat Alvian berpaling jalan balik , tangannya dirangkul oleh seorang perempuan yang berpakaian seksi hanya dengan balutan dress yang mencetak lekukan tubuhnya juga bagian dadanya hampir terlihat.
" hei , mas sedang apa kamu disini ? tanya Nisya
" a..a.. aku tadi lagi nyari pakaian tapi entah kenapa nyasar kesini " Alvian menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.
" kamu ini masa ga tahu kalau ini bagian pakaian dalam wanita, oh ya mas kamu masih ingat tidak dulu kamu kan sering beliin aku lingerie " nisya masih merangkul tangan Alvian dan dengan sengaja Nisya mendekatkan dadanya pada tangan alvian.
" he-he-he itu kan dulu sekarang kita sudah berbeda " ucap Alvian gelagapan
tanpa Alvian sadari dibelakangnya ada seseorang berdiri melihatnya.
tidak ingin membuat suasana keruh chesa memilih pura-pura tidak melihat , ia langsung pergi ke kasir untuk menyelesaikan belanjaannya.
" mas sama siapa kesini ?" tanya Nisya
"sama pacarku , eh sudah dulu ya aku pergi dulu " Alvian buru-buru menghampiri chesa yang sudah berdiri dikasir
setelah selesai dengan kesibukan mereka hari ini ,chesa meminta alvian untuk langsung pulang.
beberapa kali Alvian menawarkan untuk makan siang terlebih dahulu, namun di tolak chesa.
", ya sudah kakak hati-hati dijalan , aku juga mau langsung istirahat " chesa turun dari mobil Alvian tanpa melihat Alvian .
Alvian yang terlihat begitu bingung dengan perubahan sikapnya yang tidak seperti tadi pagi malah sekarang terlihat begitu dingin.
tring.. ponsel Alvian berdering.
" hallo , iya kenapa ?"
........
"lagi dijalan , mau otw ke rumah sih kenapa ?"
........
" oke nanti malam aku kesana , sip , oke bye "
.......
__ADS_1
•••••••••••••••••••••••••Bersambung•••••••••••••••••••••••••••••••••