Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 15


__ADS_3

Hari ini Alvian dan chesa mengantar kedua orang tuanya juga putranya pulang ke Medan.


pada hal papa sudah menolak untuk diantarkan ke bandara namun karena Alvian memaksa mau tidak mau papa pun mau diantarkan ke bandara.


sebelumnya mama Meira sudah mengabari chesa ketika chesa pulang dari rumah mama.


" ches , kamu disini baik-baik ya , ingat kalau ada apa-apa telepon mama atau papa kamu , sekalian mama titip adek mu ya "


" mama tenang saja ya , chesa akan baik-baik disini kan sudah ada aku " seru Alvian.


" mamih jangan nangis , kan besok kita ketemu lagi " ucap kennnan


"nggak sayang , mamih mungkin 3hari lagi baru ke Medan " ujar chesa.


" tapi kata papih besok mamih sama papih mau ke Medan " lanjut kennan.


ketiga orang dewasa melirik ke arah Alvian yang tengah tersenyum dengan memamerkan deretan gigi putihnya.


" iya pa , ma selagi aku belum berkerja di kantor papa Hans jadi aku mau jalan-jalan ke Medan besok karena Minggu depan aku sudah berkerja di kantor papa " jelas Alvian.


" baiklah papa tunggu kedatangan kalian ya, ya sudah papa sama Mama pamit dulu, Ken pamit dulu sama papih dan mamih dulu sayang "


" bye-bye papih , bye-bye mamih " ucap kennan.


setelah selesai mengantarkan mertuanya , kini chesa sedang berada di sebuah mall dan ditemani alvian .


saat perjalanan tadi chesa meminta Alvian untuk mengantarnya ke mall untuk membeli oleh-oleh untuk sahabatnya.


"memangnya mau beliin mereka apa sayang ?" tanya Alvian sambil melirik deretan dompet laki-laki.


"hmm aku nggak tahu yank, gimana kalau aku kasih dasi saja "


" terserah kamu sayang ," ucap Alvian


" ya sudah aku beliin mereka dasi saja " putus chesa.


setelah selesai menetapkan pilihannya chesa pun membayarnya kekasir.


lalu Alvian dan chesa masuk ke supermarket untuk berbelanja menu masakan nanti siang dan makan malam.


keduanya terlihat begitu mesra walaupun pernikahan mereka baru berjalan 3hari yang lalu.


ketika chesa yang sedang memilih daging sapi seseorang memanggil suaminya.


" mas Alvian " teriak Nisya sambil melambaikan tangan


chesa dan Alvian berbalik melihat siapa yang memanggil, ternyata seorang wanita yang memakai mini dress.


Alvian terkejut melihat Nisya ,dia menoleh melihat chesa yang sedang menatap perempuan yang jalan menghampiri mereka berdua.


" mas , kok kebetulan banget sih bisa ketemu kamu disini" yang sudah berdiri dihadapan mereka berdua.


" iya " jawab Alvian.


" mas sama siapa " tanya Nisya


"ini perempuan tadi pagi ada basuh muka nggak sih ,masa dia nggak lihat Alvian sama siapa pake tanya segala " batin chesa.


chesa menulikan pendengarannya ,ia sengaja lebih fokus memilih daging sapi yang segar dari pada mendengar omongan basi.


" aku ya sama istriku, sayang kenalin ini Nisya mantan istriku dan Nisya ini istriku " Alvian sengaja merangkul pinggang chesa.


" chesa , Nisya " keduanya berkenalan.


" ya sudah kalau begitu aku duluan ya mas ," pamit Nisya yang sengaja berjalan lenggak-lenggok.


****


semenjak pulang dari berbelanja chesa tidak banyak bicara, Alvian yang sedang menyetir kadang meliriknya.


saat tiba di apartemen chesa yang baru tiba langsung masuk ke kamar dan berganti pakaian rumahan lalu kembali ke dapur dan memotong sayuran.


Alvian yang sedang berada di balkon menelepon seseorang entah siapa itu dan dia sambil melirik chesa yang tengah menumis sayur.


setelah selesai memasak chesa menghidangkan masakannya ,ia mengedarkan pandangannya tidak melihat suaminya yang tadi berada di balkon.


"kemana Alvian ?"


selesai meletakkan sayuran yang dimasaknya cheaa berjalan masuk ke kamar untuk mandi terlebih dahulu. dan saat ia masuk ke kamar ternyata suaminya sedang sibuk dengan laptopnya.


" masakannya sudah siap " ucap singkat chesa

__ADS_1


"iya , aku mandi dulu."


" iya pakaiannya sudah aku siapkan ," ucap chesa.


dari tadi Alvian terus melihat chesa yang terus membereskan rumah dari hal cuci piring kini beralih mengepel lantai.


sejak selesai berbelanja tidak ada percakapan itu pun hanya memanggilnya untuk makan bersama .


setiap Alvian menanyakan sesuatu selalu dijawab singkat .


saat dilihatnya chesa tengah menjemur pakaian Alvian menghampirinya dan membantunya.


" kamu kenapa ?, sejak pulang dari belanja kamu kebanyakan diam " Alvin membuka pembicaraan terlebih dahulu.


chesa tidak menjawab pertanyaan Alvian, ia terus menjemu pakaiannya sambil membalikkan badannya


" sayang kamu kenapa hmm ? apa aku ada berbuat kesalahan ? " Alvian membalikkan badannya chesa.


" tidak apa-apa aku hanya capek , tolong kerjakan dulu aku mau istirahat " chesa langsung berjalan pergi ke kamar.


begitu alvian yang baru selesai menjemur pakaian dia pun menyusul istrinya dikamar.


saat diambang pintu Alvian samar-samar mendengar isakan tangis.


chesa yang merasa ranjangnya sedikit bergerak buru-buru ia menghapuskan air matanya.


" kamu kenapa sih , tadi bilangnya mau istirahat ini malah nangis " tanya Alvian membelai rambutnya.


chesa menjawabnya dengan gelengan kepala.


" ya sudah kalau tidak mau bicara ,kalau aku ada salah aku minta maaf" Alvian menghela nafas dan langsung memeluk istrinya.


5menit kemudian Alvian memeluk istrinya , dia merasa tidak ada pergerakan dari istrinya lalu di intip ternyata istrinya tertidur pulas dengan wajah yang sembab dan hidung yang merah.


lamanya chesa tidur yang nyenyak , ia pun terbangun saat matanya terbuka hal pertama yang ia lihat dadanya seorang lelaki.


menengadahkan kepalanya ke atas dilihatnya wajah pria tampan yang sedang serius menonton televisi.


" sudah bangun hmm " Alvian mencium puncak kepalanya chesa.


" sudah jam berapa ?"


" jam 7 malam , nanti kita makan diluar saja "


setelah selesai makan malam chesa pun membereskan pakaian Alvian masuk kedalam koper juga keperluan dia sendiri dan tidak lupa oleh-oleh untuk sahabatnya


Alvian yang baru masuk kedalam kamar pun menatap istrinya hanya menyusun pakaian dan itu juga terlihat hanya ada 1koper saja


"kok cuma pakaian aku saja, pakaian kamu tidak disiapkan?"


'' tidak , dirumah papa pakaian ku masih ada " chesa meletakkan koper Alvian di samping lemari dan langsung mencuci muka dan sikat gigi.


selesai dengan rutinitas malam juga skincare nya chesa langsung merebahkan dirinya di atas kasur.


cup..


" sayang aku menginginkan dirimu " bisik Alvian.


" aku lagi capek , dan besok kita harus bangun lebih pagi takut nanti terlambat ke bandara " ucap chesa.


" hulf.. ya sudah kami istirahat " ucap Alvian lalu turun dari ranjang.


dia menuntaskan hasratnya didalam kamar mandi


akhirnya Alvian dan chesa telah sampai di Medan , begitu keluar dari bandara chesa langsung memanggil taksi ,supir taksi memasukkan barang bawaan penumpang lalu mengantarkan mereka ke tempat tujuan.


"ini pak uangnya , terimakasih ya pak " ucap Alvian pada supir taksi yang baru menurunkan barang bawaan mereka.


" ayo yank " ajak chesa.


" loh non esa sudah pulang toh , waduh sama suami juga nih , selamat ya non semoga samawa dan semoga cepat dapat momongan " ucap mang Asep pengurus taman


" amin pak terimakasih, oh ya mama ada dirumah ?" tanya chesa


" ada non , silahkan masuk non , den barangnya biar saya saja den yang bawa."


" iya , terimakasih pak " ucap Alvian .


chesa dan alvian masuk kedalam rumah saat tiba diruang tengah tidak ada siapapun.


chesa mempersilahkan suaminya untuk duduk dahulu dan dia beranjak pergi ke dapur .

__ADS_1


" ma " panggil chesa.


" kakak , kamu kapan sampainya " tanya mama Meira sambil memeluknya


" baru saja , bik apa kabar " sapa chesa pada art yang bernama Yani yang sudah lama berkerja dengan keluarganya.


" baik non ,non kabarnya gimana , selamat ya non sudah menempuh hidup baru semoga Samawa ya non "


" terimakasih bik , " ucap chesa.


" suami kamu ikut ? " tanya mama


" ikut ma ,dia lagi duduk diruang tengah sekalian aku kesini mau bikini kopi buat kak Alvian " ucap chesa.


*******


ketiganya berbincang-bincang tanpa sadar hingga akhirnya mama Meira terlonjak kaget.


" ya ampun mama lupa jemput Ken , ya sudah mama pergi dulu ya " ucap mama


" ma,mama boleh tidak biar aku dan chesa yang jemput Ken sekalian mau kasih kejutan " Alvian melirik ke istrinya.


"ya sudah, ma biar aku sama kak Alvian saja menjemputnya " timpal chesa.


" ya sudah kalau begitu ,kalian berangkat saja sekarang kasihan dia nanti nunggunya kelamaan , oh ya kalian pakai mobil Erick saja ya " ujar mama


chesa yang hendak bertanya kembali langsung di potong mama untuk cepat-cepat pergi.


karena Ken sudah jamnya pulang sekolah.


seorang bocah kecil berumur 6 tahun tengah duduk di taman bersama temannya yang juga sedang menunggu jemputan.


" ini sekolahnya Ken ?" tanya Alvian


" iya , yuk "


Alvina berjalan cepat agar dapat mengimbangi chesa yang sudah berjalan terlebih dahulu.


" kamu ini bukannya tungguin suaminya kamu mau aku diculik sama ibu-ibu disana " tunjuk Alvian ke arah para ibu yang melihatnya.


manik mata Ken menatap didepan dari kejauhan dia melihat dua orang bergandengan tangan berjalan ke arahnya.


setelah berjalan lebih dekat Ken membelalakkan matanya lalu berlari sambil berteriak.


"papih.. mamih... "


" hap.. jangan lari-lari boy nanti kamu jatuh bagaimana hmm " ucap Alvian yang sudah mengendong kennan


" maaf papih, habisnya Ken senang sekali lihat papi datang "


" jadi Ken cuma senangnya sama papi ? jadi sama mami tidak senang hmm " chesa pura-pura ngambek


" mamih kok ambek sih , Ken juga senag bisa lihat mami tapi Ken lebih senang bisa seperti teman Ken lainnya.


yang pulang sekolahnya dijemput sama papi dan maminya " ucap Ken panjang lebar


dengan kedatangan chesa dan Alvian ke sekolah untuk menjemput kennan kini menjadi bahan ghibah ibu-ibu disekolah.


karena baru kali ini mereka melihat ibunya kennan datang bersama suaminya.


dan ada yang ghibah bersyukur jika dia menikah.


sebenarnya chesa mendengar omongan mereka tapi apa boleh buat dia memilih menulikan pendengarannya


" sayang ini kita langsung pulang ? " tanya Alvian sambil menyetir


" memangnya mau kemana lagi ?, lagian dirumah mama sudah masak banyak " chesa sambil menunjuk arah jalan untuk Alvian .


" kemana ya enaknya , Ken kamu maunya kemana hari ini ? " tanya Alvin sambil melirik kaca mobilnya yang mengarah kebelakang.


" papih gimana kalau kita ke fountaint makan es cream saja" jawab Ken


" coba tanya sama mamih boleh tidak, soalnya papih kurang tahu daerah sini " ujar Alvian


" oke hanya makan es cream ya , nanti kita makan siang dirumah soalnya Oma sudah masak banyak "


" oke mami ,oke sayang " ucap Alvian dan Ken barengan


chesa pun menunjukkan jalan ke tempat tujuan mereka dengan rasa yang bahagia Ken tidak berhenti-henti berceloteh


dan bercerita bahwa dia memamerkan kepada teman sekolahnya kalau sekarang dia sudah punya papih.

__ADS_1


................... bersambung ...................


__ADS_2