
keesokan harinya chesa yang tengah mempersiapkan sarapan untuknya dan juga Alvian
selesai berkutat didapur chesa masuk ke kamar untuk melihat suaminya apakah sudah selesai bersiap-siap
seorang lelaki tengah menyisir rambut melihat pantulan kaca istrinya yang tengah berdiri menatapnya.
dia pun menoleh dan tersenyum pada istrinya.
" sini kak aku ban.." chesa terdiam
cup
" aku bilang apa hmm? tidak boleh panggil aku kakak tapi panggil sayang atau yank , kalau tidak bukan hanya ku kecup bibir mu tapi aku akan melakukan hal serupa semalam tadi" Alvian senyum licik
" iya ,yank "
" bagus , " Alvian mencium pipi istrinya
" sudah ? sarapan dulu yuk " ajak chesa.
******
" kamu dirumah saja ya , nanti aku jemput setelah urusan ku di kantor selesai " Alvian mencium kening chesa lalu pergi.
awalnya chesa ingin ikut Alvian ke kantor ,namun dibatalkan karena pagi tadi
" hati-hati dijalan " pesan chesa yang mengantar Alvian sampai depan pintu.
Hari ini Alvian pergi kekantor untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya.
karena Alvian membantu papanya mengurus salah satu cabang perusahaan papanya.
sesampainya di kantor beberapa rekan kerja menyapanya dan juga ada yang menanyakan kemana chesa.
saat tiba di ruangan Denny Syahputra , Alvian langsung menyerahkan surat pengunduran dirinya .
Denny yang melihat raut wajahnya Alvian berbeda terhadap dirinya bila dibandingkan dengan teman sekantor dia lebih ramah.
Alvian pun sudah selesai kini dia tengah menunggu chesa di basement parkiran apartemen.
tidak lama chesa pun tiba dan segera masuk kedalam mobil.
" yank nanti kita singgah di toko kue ya " ucap chesa sambil mengetikkan sesuatu.
"ehem.. sepertinya sudah terbiasa ya panggil yank " ledek Alvian.
" apaan sih , jadi ga mau aku panggil yank ya sudah aku panggil kakak lagi " chesa pura-pura ngambek
" iih.. ngambek, jangan gitu dong yank " Alvian meraih tangan chesa lalu menciumnya.
" ya sudah aku minta maaf lain kali aku tidak seperti itu lagi " Alvian berusaha membujuk istrinya.
" janji ya " ucap chesa
" iya janji "
chesa membalikkan wajahnya dan tersenyum,pada hal dia melakukan itu dengan pura-pura ngambek tapi malah di anggap serius oleh suaminya.
*****
" mamih ... " teriak kennan yang berlari ingin memeluk chesa.
" anaknya mamih , sudah makan nak ? " tanyanya
"sudah mih , mamih sama siapa datang ?" tanya kennan
Alvian barusan masuk dengan membawa sekotak brownies untuk anak sambungnya.
saat tadi di toko kue Alvian bertanya membeli brownies untuk siapa ,
chesa mengatakan kalau kennan sangat menyukai brownies.
" om Al , om bawa apa ? " tanya kennan
" hmm kok panggil om sayang ? mulai sekarang om Al itu sudah jadi papi kamu ,jadi kamu tidak boleh panggil om lagi ya tapi panggil Pa..Pi " terang mama Meira
" iya Oma "
" nih papi bawain brownies buat kamu " Alvian menunjukkan kotak kue yang ditangannya.
" bilang apa sayang sama papi "
" terimakasih papi " ucap kennan
" sama-sama " balas Alvian lalu mengelus puncak kepala kennan.
" sini Oma potongin , Ken ajak papi duduk dulu sana "
"iya Oma , yuk pih " ajak kennan.
selepas kennan dan Alvian pergi , tinggallah mama Meira dan chesa didapur.
Mama yang sedang memotong kue brownies ,chesa yang edarkan pandangannya keseluruh dapur.
__ADS_1
" ma, sejak kapan papa beli rumah disini ?" tanya chess bingung yang baru tahu kalau orang tuanya membeli rumah dijakarta.
" 2 Minggu yang lalu ,mama pun tidak tahu kalau papa membeli rumah disini, saat akan menjelang pernikahan mu , papa mengajak kami kesini " jelas mama Meira
" sudah kamu antarkan dulu kue ini ke suamimu dulu biar mama yang buatkan minuman "
mama memerintahkan chesa mengantarkan kue untuk Alvian dan kennan yang sedang berada di ruang tengah.
mereka berdua terlihat begitu asik dengan game yang dimainkan.
"ini kuenya dimakan dulu " chesa meletakkan diatas meja.
disusul oleh mama Meira yang membawa minuman untuk mereka.
" Pi, nanti baru kita main lagi ya , sekarang kita makan dulu " ucap kennan sambil menyendokkan kue ke mulutnya.
" oh ma ,papa kemana kok dari tadi tidak kelihatan ?" tanya Alvian
" papa pergi bersama Erick menemui kolega bisnisnya " jawab mama.
" loh sejak kapan Erick mau ikut papa urus perusahaan" tanya chesa bingung.
" sejak dia pacaran katanya dia mau serius dan mau kumpulin uang yang banyak buat lamar kekasihy" mama Meira sambil mengangkat bahunya.
" baguslah ma kalau Erick punya pemikiran seperti itu." ucap Alvian.
" oh ya kalian disini sampai malam kan ? biar kita makan malam bersama-sama ya sekalian " ujar mama Meira
" iya ma , kita sampai malam disini " jawab alvian
disela-sela pembicara mereka bertiga ,kennan yang sudah selesai menikmati 2 potong kue dan segelas jus kini merengek untuk ditemani tidur siang.
Alvian pun menemaninya tidur siang , keduanya berjalan menaiki tangga.
mama yang sudah berada di dapur mulai mengecek persediaan didalam kulkas, chesa pun membereskan piring bekas kue dan gelas gelas kotor.
ibu dan anak sedang sibuk memasak untuk makan malam.
untuk sementara mama Meira hanya memakai pembantu serap karena mama Meira belum memutuskan untuk menepati rumah tersebut
tanpa terasa masakan pun selesai dan papa juga Erick pun telah pulang dan disambut hangat oleh sang mama dan chesa.
" loh kakak , sudah lama datangnya? " tanya papa yang baru tiba
" tadi sore pa , " jawab chesa.
" kak esa , sama siapa datangnya ? tanya Erick yang langsung memeluk sang kakak.
" sama kak Alvian ," jawab chesa .
" sekarang Alviannya mana ?" tanya papa Liam
" opa ,om " sapa kennan yang baru turun darii tangga
" Ken, papinya mana ? " tan weya chesa
"papi masih tidur mih , tadi Ken bangunin katanya iya iya terus ya sudah Ken tinggalin saja " ucap kennan panjang.
saat chesa berbalik untuk pergi memanggil Alvian terhenti karena Alvian sudah turun.
" pa , apa kabar " sapa Alvian lalu menyalami mertua.
" baik , ya sudah papa tinggal dulu ya mau mandi dulu nanti kita sarapan bersama " ucap papa Liam lalu pergi menaiki tangga.
" apa kabar bang , " sapa Erick
" baik ,tumben pakaian kamu rapi gitu " tanya Alvian penasaran.
" he-he-he iya mulai sekarang aku yang akan bantuin papa kerja di cabang 1 lagi " jawab Erick
" baguslah kalau begitu " Alvian menepuk lengannya Erick.
" ya sudah aku mau mandi dulu bang kak " pamit Erick
****
Acara makan malam pun dimulai semuanya makan dalam diam.
setelah selesai chesa membantu mamanya membersihkan piring kotor sedang para keempat lelaki itu tengah duduk diruang tengah sedang menikmati acara bola.
Alvian melihat kennan tertidur di pahanya, dia pun menggendongnya dan membawanya kedalam kamar.
dan Alvian pun turun dan kembali bergabung bersama .
" Al , boleh papa tanya sesuatu " ujar papa
Erick yang duduk di samping papa malah lebih asyik kepada camilannya.
" iya pa boleh, papa mau tanya apa ?" jawab Alvian
"apa kamu keberatan jika kennan untuk sementara tinggal bersama kami di Medan ?"
" kenapa begitu pa , ah maksud aku Sekarangkan kennan sudah jadi anakku kenapa masih tinggal dengan papa dan mama dimedan ?". ucap Alvian.
__ADS_1
" iya papa ngerti, maksudnya papa biarkan dia selesaikan ujian kenaikan kelas, setelah itu baru dia tinggal bersama kalian. bisa kan Al " jelas papa Liam
" bisa pa, nanti Ken selesai ujian papa bilang saja nanti biar aku yang pergi menjemputnya " ucap Alvian.
" ya sudah pa kalau begitu kami pamit pulang dulu " ucap chesa.
" baiklah kalian hati-hati ya dijalan " pesan papa
"telepon mama kalau sudah sampai ya kak " ucap mama Meira
" hati-hati bang, bye kak " Erick mengantarkan mereka sampai depan pintu.
Alvian dan chesa pun masuk kedalam mobil dan berlaju pergi dari kediaman Manuel.
*****
sesampainya di apartemen
chesa langsung masuk ke kamar untuk membersihkan diri.
sedangkan Alvian yang merebahkan diri di atas tempat tidur.
" kak, bangun jangan tidur dulu, mandi dulu baru tidur " ucap chesa yang baru keluar dari kamar mandi.
" kak " chesa menepuk-nepuk tangan Alvian
" aaaa.." teriak chesa
Alvian menarik chesa hingga jatuh ke dada Alvian.
ches yang tersadar dengan yang diucapkannya pun langsung menutup mulutnya.
" kenapa hmm ? sudah tahu kesalahannya atau kamu sengaja ya " Alvian mengerat pelukannya.
" maaf kak eh sayang aku lupa ,namanya juga aku belum terbiasa " chesa mengerucut bibir.
"mau ngapain yank " tanya chesa panik dengan Alvian yang membalikkan posisinya.
kini posisi chesa berada dibawah Kungkungan Alvian , Alvian yang berada diatas chesa terus mendekat dan mulai bermain dibagian leher chesa dan meninggalkan bekas kiss mark .
" wow , aku rasa kamu memang sengaja yank panggil aku seperti itu. nih buktinya kamu masih pakai kimono "
ketika Alvian menarik tali kimono chesa , tangan chess dengan cepat mencegahnya.
" kenapa kok di pegang, dosa loh kalau nolak permintaan suami " ucap Alvian
"Bu..bu..bukan gitu , kamu mandi dulu ya baru nanti kita lanjutin " chesa gelagapan
" janji ya , oke aku mandi dulu "
cup Alvian mencium pipi chesa lalu masuk kedalam kamar mandi.
10 menit berlalu Alvian sudah selesai, dia hanya memakai handuk yang dililitkan di pinggangnya.
dia melihat istrinya sedang berbicara dengan seseorang ditelepon.
chesa yang hanya memakai daster berbahan kain satin melihat Alvian tengah berdiri menatapnya.
chesa menunjukan sepasang baju tidur yang sudah disiapkannya dan diletakkan di atas ranjang
" iya ma, iya mama juga , hati-hati ya ma, kalau sudah sampai kabarin ya , bye ma " ucap Chesa lalu mematikan ponselnya.
" iss kamu ya yank bikin aku terkejut saja" Alvian tiba-tiba memeluknya dari belakang.
" mikirin apa " tanya Alvian
" nggak sih aku mikir 3hari lagi aku mesti balik Medan dan menyerahkan surat pengunduran diri " jawab chesa
Alvian terlihat begitu candu bermain dan terus mencium tekuk leher chesa.
chesa yang mulai merasa ada yang dalam dirinya ,ia mencoba mencari alasan untuk melepaskan diri dari Alvian.
" aku ambilin baju ya yank ,nanti malam kedinginan " alasan chesa mengendurkan pelukan Alvian
" yank.. ak "
Alvian langsung membungkam mulutnya chesa dengan bibirnya ,dengan l***tan lalu berpindah ke leher dan semakin turun ke dua gundukan chesa.
dan terjadilah pergumulan panas mereka menjadi panjang dan di temani hujan deras yang semakin membuat mereka saling menghangatkan.
............................ bersambung..............................
***terimakasih buat likenya dan juga view-nya.
boleh tanya pendapat para reader?.
gimana kesan kalian membaca novel ku ini ?
bagus kah ? , biasa saja ? atau jelek ?
mohon komentarnya ya dan bila ada yang salah mohon memberitahu dimana letak kesalahannya dan di next cerita aku ubah.
terimakasih banyaaak semuanya.
__ADS_1
salam sehat sejahtera buat kalian 💕💕💕💕***