
pov alvian
aku pun memilih kembali ke mobil dan memutuskan untuk bertemu dengan gilang dan meminta bantuannya untuk menyelesaikan permasalahan dia dan Nisya agar tidak diganggu terus.
tangan ku berhenti memutarkan kunci kontak mobilnya.
aku melihat seseorang yang sudah satu bulan berpisah jarak dengan ku ,aku tidak percaya dengan apa yang ku lihat
perempuan yang begitu ku rindukan kenapa bisa berada dihadapan ku dan bukankah ia sedang berada jauh dari ku
Aku melihat seorang perempuan memakai baju pink tengah berbicara dengan seorang laki-laki dan diantara mereka berdiri ada anak perempuan yang duduk di kursi roda.
ingin memastikannya lebih jelas aku kembali turun dari mobil dan berjalan menghampirinya
senyumnya , matanya , wajahnya , suaranya dan semuanya aku sangat merindukan itu semua
" chesa!"
aku melihat wajahnya yang tadinya sedang tersenyum kini berubah menjadi tegang dan sesuatu jatuh dari tangannya
tidak ingin menganggap ini mimpi aku pun langsung memegang tangannya
" sa.."
saat aku mau menyapanya seseorang menghampiri kami dan turun dari mobil
ternyata laki-laki yang kurang tampan dari ku , dia berterimakasih pada istriku dan dia juga menawarkan tumpangan pada chesa
" tidak perlu aku sudah datang menjemputnya " jawabku lebih dulu.
" baiklah kalau begitu terimakasih chesa" ucapnya dan langsung masuk kedalam mobil
ku lihat chesa melambaikan tangan pada anak perempuan yang melambaikan tangannya juga pada chesa
" buku kesehatan ibu dan anak " gumamku
" buku apa ini " tanya ku
ku lihat ia hanya terdiam dan terus memandang ku dan tiba-tiba seseorang datang memukul kepala ku dari belakang
plakk..
"aww.. ya!! " sontak memegang kepala ku dan langsung menoleh kebelakang
" apa !! apa!! mau marah ? , mau kamu apakan menantu mama hah !!" mama sudah meninggikan suaranya
" ma , malu dilihat orang " ucap chesa
" mobil kamu mana ?" tanya mama tiba-tiba
"disana." tunjuk ku
mama langsung menuntun chesa dan pergi meninggalkan aku yang masih berdiri disini
" hei orang bodoh , mau berapa lama kamu mematung di sana " mama memanggilku
saat mama memanggil lamunanku buyar dan dengan setengah berlari aku mengimbangi mereka yang sudah jalan meninggalkan ku.
" mama!!" aku memanggil mama untuk meminta penjelasan
" sayang kamu duduk dibelakang sama mama " mama mengajak chesa duduk dibelakang
" hah ?"
"apa , cepat jalankan mobilnya dan jemput cucuku lebih dulu baru setelah itu antar kami pulang " ketus mama
"ini aku lagi bermimpi atau gimana sih kenapa mama jadi bar-bar begini padaku " batin ku
plakk...
" ma, bisa tidak jangan kasar-kasar padaku " ucapku sambil mengelus-elus kepalaku yang dipukul mama
" sudah cepat jalan jangan banyak bicara kamu " ketus mama
aku pun langsung mengstater mobilku dan dengan pelan ku injak pedal gasnya dan melajukan mu.
" nanti kamu berhenti disekolah xxxxxx , dan turun jemput Ken " ucap mama saat kami sedang menunggu lampu hijau.
"sejak kapan kennan sekolah disini " batin ku
"loh ini kan... " batin ku
" sudah sudah jangan bengong kamu turun sana jemput anakmu , biar mama dan chesa tunggu dimobil saja "
" waaaahh!!! papiiiii " teriak kennan melihat kedatangan papihnya
ayah dan anak pun berpelukan saling melepas rindu lalu seketika mereka pun kembali kedalam mobil
Alvian menempatkan kennan duduk disampingnya
" kita langsung pulang saja " titah mama Rania
" baik ndoro " Alvian sengaja mengatakan itu
pov end
chesa yang sedari tadi memperhatikan suaminya yang menjadi bulan-bulanan mertuanya hanya tersenyum tapi ada rasa sedikit kasihan ketika mertuanya memukul kepala Alvian.
sesampainya mereka dirumah Dharmawan kennan langsung turun dari mobil dibantu oleh Alvian sedangkan mama Rania langsung masuk kedalam mencari artnya untuk menyiapkan masakan juga kamar tidur nya Alvian.
Alvian yang melihat istrinya akan berjalan masuk dia langsung memeluk istrinya dari belakang tanpa malu kalau dia kini sedang berada diluar rumah
chess yang mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa tersenyum karena ia juga merindukan suaminya.
Tiinn..
keduanya terkejut mendengar suara klakson , mereka menoleh kebelakang ternyata ada sebuah mobil sedan yang berada dibelakang mereka
" ya ampun Alvian kamu ini tidak tahu tempat apa ? kamu ini peluk chesa seperti ini tidak lihat tuh banyak orang lewat lihatin kalian, ckckck..." papa langsung berjalan masuk kedalam dengan menahan senyumnya
" tuh kan ,papa sudah marah " chesa langsung melepaskan tangan Alvian yang melingkar diperutnya.
" sayang , tungguin.." Alvian mengejar istrinya yang sudah masuk kedalam rumah.
masakan mbok sudah terhidang di atas meja makan ,dan semua keluarga Dharmawan sudah duduk di tempat masing-masing kecuali Alvian
__ADS_1
mama yang mengambilkan papa nasi juga sayur-sayuran
dan chesa yang menggambil nasi untuk Alvian dan kennan
" Ken , papih mana ? " tanya chesa
" papih lagi teleponan mih , katanya nanti dia datang " ucap ken
" sudah ayo kita makan dulu kasihan Ken " ucap papa Hans
" pa , ma aku pergi panggil kak Alvian dulu"
"iya " jawab papa Hans
sementara di depan rumah
" Lang , kita ketemuanya dirumah gue saja nanti malam , oke gue tunggu " ucap Alvian dan mematikan ponselnya
Alvian menengadah kepalanya ke atas , dia bingung harus bagaimana untuk
" kak , makan dulu yuk " " ajak chesa
"kamu hutang penjelasan dengan ku , muach" Alvian mengecup pipi chesa lalu pergi meninggalkannya yang berdiri mematung.
selesai dengan makan siang papa Hans pun kembali ke kantor bersama supirnya.
sedangkan mama Rania istirahat dikamar bersama kennan , dan chesa sedang membantu art didapur membersihkan piring kotor lalu Alvian sedang berkerja diruang kerja papanya walaupun dia tidak berangkat ke kantor namun dia tetap bisa berkerja dirumah.
selesai membantu chesa kepala chesa terasa pusing dan art yang melihatnya terkejut dan memintanya untuk duduk dan memberikan segelas teh hangat.
" non , apa perlu saya panggilkan den Alvian ?" ucap art
" tidak perlu mbok , ini sudah biasa begini bawaan bayinya " jelas Chesa
" waah non hamil , aduh selamat ya non sudah berapa bulan non ? " tanya art yang terlihat begitu senang
" sudah mau masuk 2 bulan mbok ," jawab Chesa
" selamat ya non " ucap artnya
"chesa , kamu kok tidak istirahat? tanya mama
" iya ma " jawab chesa
" ini mbok terimakasih ya , oh ya mbok tolong buatin kopi dan antarin ke ruang kerja bapak ya mbok " chesa pun pergi ke kamar untuk istirahat.
tokk..tokk..
" masuk " jawab Alvian
" ini den kopinya " art meletakkan kopii
"loh mbok aku kan tidak meminta kopi " ucap Alvian
" ini den ,tadi non chesa meminta saya untuk membuatnya juga mengantarkan ke den Alvian karena non chesa lagi tidak enak badan " jelas art
Alvian yang mendengarnya langsung terhenyak dan langsung bangkit dari duduknya.
Dengan langkah yang besar dia mencari istrinya yang sudah diberitahu oleh artnya kalau chesa sedang berada dikamar istirahat
Alvian menghampiri terlihat pintu kamar mandi yang tidak di tutup rapat.
tokk..tokk..
" sayang.." panggil Alvian
bukannya chesa yang jawab malah mamanya yang keluar menghampirinya
" ma , chesa kenapa ?" tanya Alvian
" biasa bumil selalu begini " jelas mama
" bumil ?.." Alvian bingung mendengarnya
" ma , biar nanti aku yang jelasin ke Alvian," ujar chesa yang keluar kamar mandi
mama dan anak menuntun chesa untuk rebahan di ranjang king size
mama memberikan minyak kayu putih pada Alvian dan memintanya untuk membasuh punggungnya.
seakan mengerti dengan situasi mama Rania pergi meninggalkan anak dan menantunya didalam kamar.
" sudah baikan ?" tanya Alvian
" Hem sudah, " jawab chesa
Alvian terus memandangi wajah istrinya yang terlihat tirus tidak seperti dulu.
" kamu sakit apa ? , jangan bikin aku takut !" Alvian menggenggam tangan istrinya
" aku tidak sakit ," jawab chesa
" kamu yakin ? kamu tidak coba menutupi dari aku kan,"
"aku tidak apa-apa , sudah biasa aku seperti ini.
dulu waktu hamil Ken juga seperti ini , sudah biasa kak " jelas chesa
Alvian bingung apa maksud ucapan istrinya tentang dulu waktu hamil Ken dengan yang tadi dia muntah-muntah.
seakan mengerti maksud istrinya Alvian membelalakkan matanya.
chesa yang mengerti hal itu tersenyum dan mengangguk kepalanya
" ada dia disini " chesa menuntun tangan Alvian ke perut yang masih rata.
" maksudnya kamu hamil ??, tunggu bukankah dokter itu bilang kamu keguguran ? terus kenapa sekarang kamu bilang kamu hamil ? maksud apa sih ?" Alvian membondong semua pertanyaan pada chesa
tidak ingin salah paham chesa pun menceritakan semuanya pada Alvian , apa maksudnya chesa menghindari Alvian sampai ia meminta kepada keluarganya untuk merahasiakan kehamilannya.
selesai mendengar cerita chesa ,Alvian langsung memeluknya dan melayangkan kecupan di setiap wajah istrinya.
chesa yang mendapat perlakuan seperti itu menitikkan air matanya.
dia masih diberi kepercayaan sama yang di atas.
__ADS_1
"jadi hanya aku saja yang tidak tahu kamu hamil , hah ternyata begitu buruknya aku dimatamu " Alvian mengusap wajahnya
"dan selama satu bulan ini kamu dijakarta?" timpal Alvian
" iya , aku dan ken tinggal di apartemen yang papa beli "jelas chesa
"hei , kenapa kok nangis ?" chesa melihat air mata Alvian menetes
" tidak apa-apa ,aku merasa aku adalah seorang papa yang jahat sampai-sampai kamu harus menyembunyikan hal ini , maafkan aku sayang maaf ,aku janji akan merubah semuanya demi kamu , Ken dan dia " Alvian mengusap perut chesa.
" benarkah ?"
"percayalah pada ku kali ini "
"sudah jangan nangis lagi , Malu kalau Ken tahu papihnya yang di bangganya sekarang menangis seperti anak kecil " chesa menghapus air mata Alvian.
" sudah kamu istirahat dulu , aku mau bereskan pekerjaan ku dulu nanti aku kembali , ya " Alvian memberi kecupan di kening chesa dan kecupan diperut chesa.
Alvian Dharmawan yang begitu bahagia akhirnya hari ini dia bisa bertemu dengan istrinya kembali dan sebuah kejutan dari istrinya yang sedang hamil.
tidak ingin hanya bahagia sendiri Alvian langsung bergegas mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu pada Gilang.
seulas senyuman manis yang masih bertahan diwajahnya dan dia juga mengucapkan terimakasih dan puji syukur pada Tuhan telah memberikan kesempatan untuk merasakan kebahagiaan ini.
*****
" kamu dari mana Nisya ?" tanya Alex
" kamu nggak lihat ini , ya aku habis shopping lah " jawabnya dengan acuh.
" kerjaan kamu itu-itu saja , apa kamu tidak bisa memberikan perhatian mu pada candy !, dia butuh kehadiran mu , dia juga pengen di perhatiin kamu" sarkas Alex
bukannya menjawab malah Nisya langsung masuk ke kamarnya meninggal Alex yang terus memanggilnya.
"s***, kapan kau akan sadar Nisya " gumamnya
wajah segar dan senyuman yang tersungging di wajahnya , sambil merapikan rambutnya Nisya terus bernyanyi
seperti suasana hatinya sedang bagus.
Alex yang barusan masuk ke kamar dan meletakkan beberapa lembar surat dari tagihan kartu kreditnya.
" hai Lex.. apa ini ?, " Nisya hanya melihat sekilas beberapa lembar tagihan kartu kredit dan kembali memoles wajahnya dengan beberapa skincare yang tidak dimengerti Alex.
Alex derdecih melihat Nisya yang tidak merespon apapun.
" What do you see?" tanya Nisya melalui pantulan kaca
"kau kemanakan uang itu semua " tanya Alex ketus
"yes for shopping, you know the paradise for women, yes shopping" jelasnya
" jangan takut Lex uangku tidak akan habis ,kamu cukup urus anak yang memalukan itu baik-baik " ucapnya
" nisyaaa" hardik Alex yang langsung menarik tangan Nisya
" kenapa kau jadi kasar seperti ini Alex ,i kenapa apa aku salah bicara tentang anak itu ?
" ibu macam apa kau , " Alex menghempaskan tangan Nisya lalu pergi keluar.
Alex mendongakkan kepalanya memikirkan sesuatu hal yang tidak bisa dia mengerti.
kenapa dia masih bisa bertahan disini yang jelas-jelas memuakkan baginya .
disaat pikirannya kalut , sekelebat bayangan senyuman Kimmy tersirat di pikirannya.
dia kembali memikirkan masa lalu awal dia bertemu dengan wanita yang melahirkan Kimmy.
yang memohon padanya untuk menolongnya dari amukan istri pertama dari pria tua yang sudah menghamilinya.
namun hanya sekejap saja perubahan sikap aslinya terlihat.
suatu ketika disaat pria tua itu kembali disaat istri pertamanya meninggal.
disaat Nisya melahirkan Kimmy dan dia berjanji akan selalu memberikan segalanya kebutuhannya.
setiap bulan dia akan mengirimkan uang pada Nisya.
bagaimana pun dia adalah suami Nisya walaupun mereka hanya menikah siri
drrttt...ddrrtt...
"hallo tuan " jawab Alex
" ya Alex , bagaimana kabar putriku apakah dia baik-baik saja dan apa kabar dengan Nisya ? apa dia ada di rumah ? " tanya seorang pria yang dikenal bernama Rangga
" baik tuan , seperti biasa dia selau sibuk dengan urusannya,iya dia ada dirumah " jawab Alex
" baiklah lex kalau begitu ,oh ya jangan katakan padanya kalau aku menghubungi mu , aku mohon jaga putriku disaat aku tidak ada , baiklah kalau begitu aku tutup dulu "
rasanya Alex ingin pergi dari rumah ini namun dia takut Nisya akan memperlakukan Kimmy dengan tidak baik.
bingung dengan semuanya,Alex memilih untuk beristirahat saja besok dia harus menggantikan tuannya untuk meeting dengan perusahaan Manuel.
***
Alvian memarkirkan mobil yang baru saja kembali bertemu dengan sahabatnya untuk membahas rencana mereka yang sudah disusun
dia kembali pulang jam sudah menunjukkan pukul 23:22 seluruh penghuni rumah sudah pada tidur.
dia memasuki rumah yang memang Alvian mempunyai kunci cadangan.
dia dan chesa juga kennan sementara tinggal dirumah orang tuanya, karena permintaan papa Alvian pun menuruti keinginan papanya.
demi kesehatan dan keselamatan menantu dan cucunya.
sebelum memasuki kamar Alvian mendengar suara televisi dari dalam kamar , dia pun langsung masuk dan ternyata yang menonton ketiduran di sofa hanya televisi yang menyala.
cup.
"kenapa tidur disini sih sayang" Alvian mengendong chesa ke tempat tidur
" huft lumayan berat " gumamnya lalu pergi membersihkannya dirinya.
................... bersambung...................
__ADS_1
🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀