Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 8


__ADS_3

keesokkan paginya Alvian berangkat ke kantor agak terlambat dikarenakan semalam dia memikirkan perasaannya pada chesa yang baru bertumbuh dihatinya.


dan rasa itu berbeda setelah selama ini dia menyandang status seorang duda .


dilihatnya pintu lift akan tertutup dengan berlari-lari untuk menghentikan pintu lift tertutup dan hasilnya dia terselamatkan.


keadaan dalam lift agak ramai , akhirnya didalam lift sudah sedikit orang.


dan berhenti di lantai 5 tapi pagi-pagi dia sudah mendapat sambutan dari Robin .


" tumben lu kesiangan bro." ujar Robin


" iya terlambat bangun, semalam gue ngobrol sama bokap gue sampe gitu malam " bohong Alvian.


" nanti sore pulang kantor ke apartemennya Aulia dan chesa yuk , katanya dia sudah pulang dari rumah sakit. " ajak Robin. ia


" gue nggak bisa rob ,hari ini dirumah gue lagi ada acara.


sorry ya " ucap Alvian lalu berjalan masuk kedalam


ketika Alvian menghidupkan ponselnya begitu banyak notifikasi masuk dari segala sosmed dan chat masuk juga group chat .


dia menelisir pesan masuk saat melihat nama chesa disanan , dia pun membuka dan membalasnya dengan singkat


-chesa


*maaf ches baru aku balas , soalnya ponsel aku ketinggalan di mobil.


📨


chesa yang* sedang duduk menikmati sarapannya bersama kedua orang juga putranya.


" sepertinya papa harus beli apartemen disini " ungkp papa yang melihat ruangan apartemen yang ditempati chesa.


" ngapain sih pa ,habisin duit saja " ucap chesa


" disini pemandangannya bagus dan keamanan terjamin dan juga ruangannya juga elit , nanti tolong tanyakan ke Aulia ya apakah masih ada apartemen yang mau dijual." ujar papa.


chesa hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan papa.


" ma , Ken minta izin sama gurunya berapa hari ? nanti ketinggalan pelajarannya" ucap chesa pada mama nya yang sibuk ngechat.


" kata Oma, Ken libur 1minggu mih " jawab anaknya


" ya sudah lanjutin sarapannya , mamih mau mandi dulu " chesa mengusap lembut kepala kennan lalu berjalan masuk kamar.


setelah chesa selesai dengan mandinya , ia pun sedang duduk di pinggiran ranjang sambil mengecek ponselnya apakah ada chat masuk.


dan ternyata ada chat dari Alvian tapi isinya hanya menjelaskan tapi tidak bertanya apakah sudah pulang atau bagaimana kondisinya.


tokk.. tokk..


" kak kamu sudah siap ? bisa keluar sebentar ada yang mau papa dan mama bicarakan " kata mama meira


" iya ma , nanti chesa bentar lagi keluar " jawabnya


chesa pun menaruh ponselnya diatas nakas kembali dan berjalan keluar menemui kedua orang tuanya


chesa pun duduk di sebelah mamanya , ia bingung apa yang akan dibicarakan kedua orangtuanya .


ia melihat mamanya lalu ke papanya


" ada apa ma ? serius banget " tanya chesa.


" gini kak , papa dan mama ada rencana mau jodohi kamu "sarkas mama sambil melihat ekspresi chesa


" apa!!!..kenapa kok tiba-tiba jodohin aku " hardik chesa.


" chesa kalau ngomong sama papa dan mama suaranya jangan tinggi." timpal papa.


" kenapa pa ? apa alasannya?" tanya chesa lembut.


" karena mama lihat kamu butuh seorang pendamping dan juga kennan butuh seorang ayah disisinya" jelas mama.


" tapi ma , aku tidak kenal dengan lelaki yang mama dan papa jodohkan ini " tukas chesa.


" kalau tidak begini saja kamu dan dia kenalan dulu bagaimana " ungkap papa


" terserah deh pa , tapi kalau aku tidak cocok dengannya aku boleh tolak kan" ujar chesa


" iya kamu boleh menolaknya " jawab papa


" kapan acara pertemuannya? " tanya chesa


"malam ini , kamu harus siap-siap ya nanti malam kita pergi makan malam bersama mereka ." kata mama Meira


" apa!!!! kenapa mama selalu mengambil keputusan sendiri sih dan tiba-tiba begini" hardik chesa .


" sudah-sudah jangan emosi terus nanti kepala kamu pusing lagi , sudah istirahat kamu sana


" telat , sudah keburu sakit ni kepala " gerutunya sambil berjalan masuk ke kamar .


anak yang akan dijodohkan malah Mama Meira yang sibuk mempercantik diri .


dia meminta izin kepada suaminya untuk pergi ke mall dan ke salon.


sedangkan papa hanya pamit pulang ke hotel bersama kennan .


-vania


bang kata mama jangan lupa malam ini pukul 7 ada jadwal makan malam bersamam rekan bisnisnya papa "


bukannya membalasnya Alvian malah mengabaikannya dan menyimpan ponselnya kedalam sakunya.


sebenarnya Alvian benar-benar berat untuk pergi makan malam pada keluargany yang nantinya akan ada perempuan yang akan di jodohkan untuknya

__ADS_1


selepas pulang dari kantor Alvian langsung pulang ke apartemen untuk bersiap-siap .


sesampainya di apartemen dia langsung masuk kedalam kamar mandi 15 menit kemudian dia pun selesai dengan ritual mandinya


Alvian memakai* baju kemeja lengan panjang dengan motif kotak kotak dan dimakai celana panjang abu-abu.


dan Alvian pun meraih kunci mobilnya dan berjalan keluar dari apartemennya.


sesampai di restoran chesa yang merasa deg-degan lalu ia mengatakan pada mamanya kalau dia akan ke toilet sebentar.


" buruan ya kak jangan lama-lama" pesan Mama dan chesa hanya mengangguk.


" Ran , maaf ya kita telat , sudah lama nunggunya ?" Meira langsung duduk bersama suaminya.


" gimana kabar kamu Hans ? ha-ha-ha lama tidak bertemu kulihat kau semakin muda , apa rahasia nya ha ? " ledek Liam dengan gelak tawanya.


" kamu itu seperti sedang meledekku ha-ha-ha... ,mana putrimu ? dan ini siapa Liam " tanya Hans melihat kennan duduk menatapi mereka berempat.


" sedang di toilet , katanya nanti dia nyusul." timpal Meira


" ini cucu ku , anaknya chesa " ucap papa Liam


" Ken Salim dulu sama opa Hans dan Oma Rania" ucap Liam pada kennan.


kennan pun menuruti perkataan opa Liam


tidak lama chesa pun duduk bergabung duduk bersama mereka.


chesa begitu bingung melihat kedua orang yang duduk didepannya.


" ches,kok ngelamun Salim dulu nak sana om dan Tante" ujar mama Meira


chesa pun menuruti ucapan mamanya dan mulai bercengkrama dengan perempuan didepannya.


" kenapa kok lama banget sih sampenya ??" bisik papa hans pada istrinya.


ketika Hans akan meneleponnya Alvian pun tiba dengan berkata.


" maaf pa ma aku ter..." Alvian terdiam melihat chesa


" loh kenapa ada Alvian disini ?" batin chesa.


" om Al " sapa kennan yang berjalan menghampirinya.


" ayo duduk dulu Al , dan Salim dulu sama om dan tante"


perintah mama Rania


" maaf ya Liam Mei adiknya Vania tidak bisa ikut hadir disini , di karenakan dia kerja " jelas Rania


" tidak apa-apa , lain kan masih bisa "ucap Meira


" karena Al sudah datang ayo kita makan malam ,kasihan kennan sudah lapar ya nak " ucap Hans


mereka semua pun menikmati makanannya dengan lahap , hanya terdengar kennan yang terus bersuara meminta diambilkan udang goreng tepung dan cumi goreng tepung.


setelah selesai dengan makan malam dan meminta mengambil piring kotor yang di atas meja.


" ehem.. Alvin terimakasih kamu sudah mau menuruti permintaan papa untuk luangkan waktumu hari ini.


langsung saja inti dari pertemuan kita dengan keluarga om Liam Manuel adalah menjodohkan kamu dan chesa Olivia.


apakah kamu bersedia ? Hans melihat Alvian tengah menatap chesa yang tengah tertunduk malu .


" pa, aku terima perjodohan dengan chesa , tapi apakah chesa mau menerima perjodohan ini ?" ujar Alvian


" chesa kamu mau menerima perjodohan ini ?, untuk status,kamu tidak perlu takut atau malu karena didunia ini tidak ada yang sempurna , seperti Alvian dia juga seorang duda . apakah kamu mau menerima perjodohan ini?" tanya Hans


chess terdiam menyelam kedalam pikirannya dirinya tidak menyangka baru mengenalnya 2 bulan lebih tapi pihak keluarga sudah mengatur perjodohan mereka.


" kalau kamu tidak bisa tidak apa-apa ches , no problem."ucap Alvian .


" tapii... " chesa melihat ke kennan.


" kamu ragu kalau Alvian tidak bisa menerima kennan ? " tanya Rania


" justru Tante lihat Alvian begitu perhatian dengan kamu , dan begitu dekat dengan kennan makanya Tante mengusulkan untuk menjodohkan kalian." jelas Rania


chesa melihat kedua orangtuanya, seakan mengerti tatapan matanya mama Meira berkata.


" semua terserah padamu , seperti kata mama kalau kamu tidak mau kamu bisa nolak " ucap mamanya sambil mengelus punggung putrinya.


" iya Tante aku terima" ucapnya singkat.


" syukurlah" ucap semuanya serempak


begitu juga menghela nafasnya langsung saat mendengar chesa menerima perjodohan ini.


" jadi untuk tanggal pernikahannya mereka 2 bulan lagi bagaimana ?" tanya Hans


" aku sih terserah Alvian dan chesa " ujar Liam


" baiklah kita serahkan untuk tanggal pernikahannya biar mereka bicarakan dulu , Al kalau sudah mendapatkan kepastian tanggalnya beritahu papa ." ucap Hans


" baik pa." balas Alvian.


" ya sudah kalau begitu aku dan istri ku pamit pulang dahulu besok sore saya akan kembali ke kota M " ujar Liam


" loh cepat sekali , apa tidak bisa lebih lama lagi ?" tanya Hans


" tidak bisa Hans , perkejaan kantor ku sudah terlalu lama ku tinggalkan, dan kasihan putra ku di rumah " jelas Liam .


" baiklah kalau begitu lain kali biar aku yang berkunjung kerumah mu ya " ucap Hans


" baiklah ku tunggu kedatangan kalian." ucap Liam sambil memeluk sahabatnya.

__ADS_1


" kennan salim dulu sama opa Hans dan Oma Rania " perintah Liam


" om.. biar saya yang antar chesa pulang soalnya ada yang mau saya bicarakan juga sekalian." Alvian meminta izin pada papanya chesa.


" iya , biar kennan ikut kami saja, kami langsung pulang ke hotel " ucap Liam .


lalu mereka berpisah didepan restoran papa dan mama nya chesa serta kennan masuk ke taksi online mereka langsung pulang ke hotel.


sedangkan papa dan mamanya Alvian juga memasuki mobil yang sudah di tunggu sang sopir.


" kamu tunggu disini sebentar , aku ambil mobil dulu " Alvian pun pergi mengambil mobil yang parkir agak jauh .


saat Alvian pergi mengambil mobil , chesa yang tengah berdiri menunggu Alvian malah ia dikejutkan dengan seseorang yang memanggilnya dari arah belakang.


" chesa " panggil seorang pria .


chesa pun berbalik melihat siapa yang memanggilnya.


dan saat dilihatnya orang tersebut jantung chesa bergemuruh cepat terasa sesak seolah sedang berada diruang kecil.


" chesa.. kamu apa kabar?" sapa Daniel sekaligus menanyakan kabar.


" baik " jawabnya singkat.


" kamu sama siapa disini ? " tanyanya lagi .


" tadi lagi acara makan malam keluarga " jawabnya ketus.


"kenapa lama sekali sih dia pergi ambil mobilnya" batin chesa.


" keluarga ? papa dan mama kamu disini ?" tanyanya lagi


" iya "


" terus kennan sama siapa ?sama Erik ?" Daniel berdiri lebih dekat pada chesa .


" ikut juga "


"loh kok kamu tidak kasih kabar , jadi sekarang dimana kennan " ucap Daniel sambil melirik sekitar mencari kennan.


" sudah pulang ke hotel sama papa " jawabnya chesa.


chesa mengetikkan alamat hotel dimana papa dan mamanya nginap.


ia juga memberitahukan bila besok sore mereka sudah pulang ke kota M.


namun dari kejauhan Alvian melihat chesa sedang berbicara dengan seorang lelaki berpostur tubuh tinggi dan berpakaian rapi .


Dan chesa seperti sedang mengetik sesuatu .


" ches yuk " Alvian yang sudah berdiri disampingnya chesa.


" ya sudah kalau begitu aku masuk duluan, " pamit Daniel


kini keduanya dalam perjalanan pulang ke apartemen tidak ada pembicaraan diantara mereka.


sesampainya di apartemen Alvian mengatakan kalau dia ingin berbicara sebentar.


" ches, kita duduk disana ya biar lebih enak ngobrolnya " Alvian menunjuk ke sebuah bangku taman .


chesa menurut dan mengikutinya dari belakang lalu mereka duduk bersebelahan.


" ches, sebelumnya terimakasih kamu mau menerima perjodohan ini , dan jujur saja kemarin tuh saat kamu masih dirumah sakit aku mau menyatakan perasaan ku sama kamu" ucap Alvian yang tengah menatap chesa.


"*to the points banget " batinnya chesa.


Alvian mengelus* pucuk rambut chesa yang duduk diam.


" ches , kamu kenapa kok diam ?" tanya Alvian


" tidak apa-apa kak , aku juga ingin mengatakan terimakasih juga karena kakak sudah menaruh perasaan pada ku , tapi kalau boleh jujur aku juga menerima perjodohan ini juga karena keputusan ku sendiri.


cuma aku harap kakak bisa menerima kennan juga." ujar chesa panjang.


" kamu bicara apa sih , ya tentu kakak akan sayang kennan dan memperlakukannya seperti anakku sendiri " Alvian tersenyum melihat chesa.


" berarti status kita sudah pacaran ya kan " timpal Alvian dan chesa hanya mengangguk .


" untuk tanggal pernikahan kita , aku ingin kita menikah sebelum kamu kembali ke kota M ,nanti sekalian aku bisa daftarkan ke catatan sipil dan mengurus semuanya." kata Alvian


" nanti aku pikir-pikir dulu y kak ," ucap chesa


lamanya kedua terdiam entah keberanian dari mana Alvian menggenggam tangan chesa dan dia mengamati jari-jari chesa dengan diam-diam.


" kak aku boleh minta 1 hal ?" tanya chesa.


" apa ? " jawabnya


" tentang hubungan kita ini bisa tidak kita sembunyikan dulu dari teman teman kantor " tanya chesa.


Alvian yang mendengarnya langsung melihat ches dengan pernuh kebingungan


" aku takut ingin memberikan mereka kejutan nanti pas bagi undangan buat mereka ketika kita mau menikah "bohong chesa.


" siapa pun tidak boleh tahu ya ? termasuk Robin dan Aulia? " tanya Alvian.


" iya kak " jawabnya.


" baiklah aku setuju, ya sudah sana masuk istirahat , kamu juga baru sembuh , aku juga mau pulang dulu " ucapnya


"iya kak , hati-hati dijalan ya kabari kalau sudah sampai rumah" pesan chesa lalu melambaikan tangan pada Alvian.


lalu berjalan masuk ke lift dan Alvian berjalan menuju mobilnya yang sedang terparkir.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2