Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 40


__ADS_3

" Alvian Dharmawan , apa kabar lama sudah tidak bertemu." sapa Fred yang sudah berdiri dihadapan merek berdua.


Alvian bingung bagaimana pria yang dihadapannya mengenalnya dan memanggilnya dengan nama lengkap


" maaf , apa aku mengenal mu ? " tanya Alvian bingung


" heh.. ternyata kau melupakanku " Fred berdecih kesal


" kau Fredly Kurniawan " tebak Gilang


" iya , kau benar ."


Alvian membelalakkan matanya dengan orang didepannya.


" boleh aku duduk disini ." ujar Fred


" silahkan." ucap Alvian


" apa aku boleh bertanya sesuatu pada mu ?" tanya Fred


" ehem aku ke toilet sebentar." bohong Gilang sengaja untuk memberikan mereka waktu bicara berdua.


disaat Gilang pergi meninggalkan mereka berdua.


Fred langsung menyerahkan sebuah ponsel pada Alvian


"apa maksud dari video ini.?'' tanya Fred


''bagaimana video itu ada di tanganmu ?" tanya Alvian balik


" apa hubungan mu dan Nisya ? apa kalian kembali rujuk kembali ?tanya Fred


" kau belum menjawab pertanyaanku " ucap Fred


"bagian mana ?" tanya Alvian


" apa kau dan Nisya kembali rujuk ?"


" apa ?? kata siapa ? nggak itu tidak akan pernah terjadi , karena sekarang aku sudah menikah " Alvian menunjukkan jari manisnya yang tersemat sebuah cincin emas putih disana


" dan ini buktinya " Alvian memperlihatkan foto preweddingnya dengan chesa


Fred bernafas lega karena dia mengira Nisya akan kembali lagi pada mantan suaminya.


namun ternyata itu tidak lah benar .


" sekarang jawab pertanyaan ku bagaimana video itu berada ditangan mu ?" tanya Alvian


" dia meninggalkan ponselnya , dan aku kesini juga untuk mengantarkan ini padanya namun kau mengirim pesan pada nya , dan aku penasaran siapa Alvian itu apa benar itu adalah seorang Alvian Dharmawan dan ternyata itu benar ."


" ada hubungan apa kau sama Nisya ? " tanya Alvian


" itu bukan urusanmu." ketus fred


" bolehkah aku meminta mu untuk menghapuskan video itu ?" ujar Alvian


" kenapa ?" tanya Fred


Alvian pun menceritakan semuanya sebab dia kesini bersama Gilang , dan menjelaskan tentang video itu .


kenapa bisa berada di Bali juga untuk apa dia bertemu dengan Nisya .


" jika kau ingin mencintainya bawalah dia kejalan yang benar , " ujar Alvian


" baiklah aku akan membantumu , tapi ini demi untuk seseorang " ucap Fred


"aku tidak peduli itu , tapi aku berterimakasih banyak telah membantuku ."


Fred menghapus video Alvian yang beradegan panas dengan seorang wanita yang wajahnya di blur.


namun Fred tahu jika itu adalah Nisya tapi Fred tidaklah mau menampakkan dirinya cemburu karena Nisya melakukan hal-hal yang tidak baik.


" sudah ku hapus , baiklah urusan kita sudah selesai aku pergi dulu." Fred pun berjalan keluar dari cafe namun sebelumnya dia berbicara dulu dengan Gilang yang Alvian tidak tahu.


" ternyata selama ini dia tinggal disini ? gua kira dia sudah meninggal." ujar Alvian yang masih menatap Fred berjalan keluar


" ternyata uang bisa mengubah segalanya , lihatlah dia yang dulu begitu dekil kini dia sangat tampan dan bersih putih , aku benar-benar tidak bisa mengenalinya." ujar Gilang


" iya , sudah yuk balik besok sore kita balik Jakarta urusan kita sudah selesai disini." ucap Alvian yang berjalan meninggalkan Gilang


" yakin sudah selesai, tapikan Nisya belum menyerahkan video itu " tanya Gilang


" nanti aku ceritakan ." ucap Alvian

__ADS_1


keduanya masuk kedalam mobil yang mereka sewa selama dibali


dan waktu juga sudah pukul tengah malam, mereka dua pun memutuskan pulang ke penginapan.


****


" Fred , kamu habis dari mana ?" tanya Nisya pada Fred yang baru saja pulang entah darimana


" aku pergi bertemu dengan seseorang ,ada apa ? apa kau merindukanku baby " Fred langsung mencium Nisya


" Fred apa kau melihat ponselku ?" tanya Nisya yang sudah melepaskan ciuman fred


" tidak, memangnya kamu taruh mana ?


" mana aku tahu ,kalau aku tahu , aku tidak akan menanyakan padamu Fred ." ketus Nisya


" maksud aku sebelumnya kamu taruh dimana sayang " ujar Fred


" sepertinya aku meninggalkan dirumah tapi ketika aku kembali ke rumah tapi tidak menemukannya."


" kalau begitu biar coba aku Miss call ya " bohong Fred tapi matanya terus melirik Nisya yang menatapnya


"aku pasti akan membuatmu berubah ke Nisya yang ku kenal dulu ." batinnya Fred


"bagaimana apa ada yang mengangkatnya?''


Fred menggelengkan kepalanya


" apa mungkin terjatuh ya ?" gumamnya Nisya dan berjalan keluar mencari ponselnya


"maafkan aku Nisya " lirihnya


Fred kembali melanjut jalan masuk kedalam rumah untuk mengganti pakaiannya.


dan meninggalkan Nisya yang sedang mencari ponselnya diluar rumah.


" s**lan bagaimana bisa hancur lebur begini " umpat Nisya ketika melihat layar ponselnya retak parah.


" bagaimana sayang , apa kau sudah menemukannya?" tanya Fred baru selesai mandi dengan rambutnya yang masih basah.


" nih ." tunjuk Nisya pada layar ponselnya yang sudah retak parah.


" sudahlah besok aku akan membelikan yang keluaran terbaru." ucap Fred


" tapi kenapa ?" tanya Fred


" tidak apa-apa, terimakasih ya sayang sudah begitu pengertian." Nisya mengalungkan tangannya di leher Fred


" jangan bilang begitu. aku akan selalu memberikan apapun yang kau mau tapi alangkah bagusnya kalau kamu mau menikah denganku."


" mulai lagi deh " dumel Nisya


" tuh cemberut lagi, sini sini aku jinakin dulu " Fred langsung mengangkat Nisya dan berjalan ke kamar


sedangkan Nisya hanya tertawa dan berteriak ketika Fred menggendongnya ala bridal style sambil berlari-lari menuju ke lantai dua


membuatnya mencengkram baju Fred dengan erat.


******


Alex dan Gilang pun tiba di bandara Soekarno Hatta, kepulangannya disambut hangat oleh Kris dan viona yang sudah berdiri menunggu mereka keluar.


" bagaimana pak apa sudah beres semuanya." tanya Kris sambil menyetir.


" lancar selancar jalan tol ." jawab Gilang


" Alhamdulillah kalau begitu pak, saya juga turut senang." ucap kris


"Kris kamu antar saya pulang dulu kerumah mertua saya, setelah itu baru kamu antar Gilang pulang." ucapnya


" mengerti pak " jawabnya


" ini untuk kalian " Alvian memberikan tiga amplop coklat pada mereka


" terimakasih sudah membantuku ini imbalannya terimalah." ucap Alvian


" terimakasih pak " ucap Kris dan Viona bersamaan


" thanks bro " ucap Gilang


" baiklah , vio 2 hari kedepan aku tidak masuk urusan kantor kau dan Kris yang urus ya ." ucap Alvian dan langsung turun dari mobilnya.


" wah.. kenapa dia semakin lama semakin menyebalkan." dumel viona

__ADS_1


" kamu baru menyadarinya, kalau aku sudah lama tapi untungnya aku masih bisa bertahan ." sambung Gilang


Kris pun menjalankan mobilnya tanpa ikut nimbrung menjelekkan bosnya.


padahal dia juga agak kesal pada bosnya yang sering menyerahkan semua pekerjaan kantor padanya .


padahal dia hanya asisten pribadi yang siap mengantarkannya kemana saja bukan seperti yang harus siap sedia mengerjakan pekerjaan kantornya.


" hei.. muach lagi lamunin apa hmm" Alvian memeluk istrinya dari belakang saat mendapati istrinya sedang berada dikamar


" kamu itu bikin aku terkejut saja , tapi katanya kamu 3 hari disana ?" tanya chesa


" diluar dugaan sayang pekerjaannya cepat selesai ya aku cepat pulang , dan ternyata aku cepat pulang." Alvian kembali mengecup pipi chesa yang agak tembem


" Ken mana ?"


" Ken pergi les badminton ." ucap chesa yang merapikan baju Alvian dari koper ke lemari


" sejak kapan ?"


" baru hari ini dimulai "


" sama siapa dia perginya ? "


" diantar mama , kamu sudah makan ?" tanya Nisya


" sudah , aku mau mandi dulu ,tolong siapkan bajuku ya" Alvian masuk ke kamar mandi


dari luar terdengar suara Alvian bernyanyi , terlihat sekali kalau hatinya sedang berbunga-bunga.


chesa tersenyum mendengar Alvian bernyanyi sambil menyebutkan namanya


sambil menunggu Alvian selesai mandi chesa duduk menonton film drama Korea kesukaannya sambil menyenderkan punggungnya di senderan ranjang


" perasaan dari kemarin nonton ini terus sih yank , ga tamat tamat ." ucap Alvian sambil menggosok rambutnya yang basah


" nih bajunya ."


" terimakasih mamih " Alvian mencium pipi chesa kembali


tanpa malu Alvian Menganti pakaiannya dihadapan istrihya


tapi chesa tidak memperdulikannya malahan chesa lebih peduli dengan drama koreanya.


" hai anak papih pinter banget ya nggak rewel di sana selama papih nggak ada ." Alvian berbicara pada perut chesa


chesa yang asik menonton drama Koreanya lama-lama terganggu karena tangan Alvian mulai menyusup masuk kebagian atasannya.


" kamu ngapain yank ?" tanya chesa yang melihat tangan Alvian masuk kedalam pakaiannya


" pengen lihat dedek bayinya yank " jawab Alvian


" masih lama , sabar aja nunggunya." ucap chesa


" bukan gitu , tapi ini pengen masuk lihat dedeknya ." Alvian menuntun tangan chesa memegang juniornya yang sudah ker*s


" aku masih pengen nonton, nanti aja ya " ucap chesa


" ck.. ya sudah kalau ini boleh ?" tunjuk Alvian ke p***dara chesa


" boleh ya ,aku nggak ganggu kamu nonton kok , ya yank ya.." pujuk Alvian


" sebentar , kamu kunci dulu pintunya nanti ada yang tiba-tiba masuk lagi." ucap chesa memerintah suaminya mengunci pintu kamar.


Alvian pun dengan cepat-cepat mengunci pintu kamarnya dan membuka bajunya melempar kesembarangan


lalu dia merebahkan dirinya disamping chesa yang tidurnya miring , lalu dia dekat wajahnya di b*** d*** istrinya lalu dia mengeluarkan yang kanan.


" kok makin besar yank ?" tanya Alvian bingung melihat ukuran yang di chesa agak membesar


" namanya juga ibu hamil ." jawabnya sambil matanya masih menatap layar televisi.


tidak menunda-nunda lagi Alvian melahapnya dengan pelan-pelan dan tangan sebelahnya mer***s sebelah


chesa merasa jantungnya berdegup kencang yang dapat Alvian dengar .


" tuh kan ada yang pengin." Alvian langsung mematikan televisi.


Alvian langsung melepaskan baju yang ada diri chesa dan terpampang jelas dihadapannya langsung membuatnya melahap dengan rakus seperti orang kehausan.


chesa dan Alvian pun melakukan hubungan layaknya suami istri biasanya


dengan anjuran dokter Alvian melakukan dengan pelan agar tidak melukai bayi yang didalam perutnya.

__ADS_1


................... bersambung...................


__ADS_2