
keesokan paginya Alvian terbangun karena tidak mendapati istrinya di samping.
Alvian melirik jam didinding menunjukkan pukul 6 pagi dia pun bangun dan bersiap siap untuk kekantor.
saat dia keluar dari kamar mandi Alvian tidak menemukan pakaian kantornya hingga mau tidak mau dia harus memakai pakaian santai dan memutuskan akan pulang ke rumah untuk berganti pakaian kantor.
" mbok , lihat chesa ?" tanya Alvian yang sedari tadi mencari istrinya tidak
" non chesa lagi jalan pagi den sama ibu " jawab art
" den , sarapannya sudah saya siapkan dimeja " timpalnya
" iya mbok terimakasih " ucap Alvian lalu berjalan keluar rumah untuk menunggu istrinya kembali.
lama Alvian duduk menunggu chesa pulang membuatnya mendengus kesal karena kelamaan menunggu dia pun langsung memutuskan pulang kerumahnya untuk berganti pakaian dan berangkat ke kantor karena hari ini dia ada rapat penting.
juga ingin menceritakan kalau hari ini dia akan pergi bertemu dengan Nisya , namun waktu sudah tidak keburu lagi.
setelah menitip pesan pada mbok , juga berpamitan pada Ken yang sudah berpakaian seragam sekolah.
dan setelah itu Alvian langsung pergi .
setibanya di kantor Alvian langsung masuk naik lift.
"selamat pagi pak " sapa viona yang sudah menunggu Alvian
" bagaimana apakah mereka sudah pada datang ?" tanya Alvian
" sudah pak , kenapa bapak bisa terlambat sih. " setiap berbicara dengan Alvian ,viona sengaja berbicara dengan suara manjanya
Alvian langsung masuk keruang meetingnya.
" maaf kalau saya terlambat " ucapnya kepada salah satu koleganya "
" tidak apa-apa pak , bisa kita mulai rapatnya?" ucap kolega
" bisa pak , "
Alvian pun memulai persentasinya.
rapat yang berjalan 30menit pun selesai dan hasilnya juga memuaskan Alvian mendapatkan tender yang sangat penting untuk perusahaan papanya.
Alvian kembali keruang kantornya dan kembali lanjut kerja dengan memeriksa beberapa file yang sudah terletak diatas meja kerjanya.
tokk.. tokk..
" permisi pak ada yang ingin bertemu " ucap viona
" siapa ? " tanya Alvian
" aku.. " Nisya langsung masuk kedalam ruangan Alvian
Alvian yang melihat kedatangan Nisya membuatnya sedikit terkejut karena Nisya datang dijam segini padahal sesuai janji temunya adalah malam hari.
Alvian meminta viona membuatkan minuman untuk Nisya dan viona pun pergi membuatnya.
" baik pak " ucap viona dengan rasa penasaran pada perempuan yang berpakaian seksi ini.
" silahkan duduk "
Nisya mendaratkan bokongnya di sofa dan menyilangkan kakinya.
mata Nisya terus menelusuri setiap inci ruangan Alvian .
" kenapa tiba-tiba datang , pada hal kita janji ketemunya nanti malam." Alvian langsung mengetik sesuatu pada Gilang.
" kenapa kamu duduk berjauhan mas , sini duduknya " Nisya menepuk sofa agar Alvian duduk disampingnya.
" aku sedang berada di kantor sya , nanti atasanku tiba-tiba datang ."
kedua alis Nisya bertaut mendengar Alvian mengatakan atasan , Nisya berpikir kalau Alvian adalah seorang CEO.
" sya kamu kenapa ?" tanya Alvian
tokk..tokk..
"silahkan diminum " viona meletakkan teh diatas meja dan pamit keluar
" mas apa aku boleh tanya sesuatu padamu ?"
"kenapa lama banget sih" batinnya
__ADS_1
"mas " panggil Nisya yang dari tadi Alvian mengabaikannya.
"lagi mikirin apa sih mas dari tadi aku ajak ngomong juga malah kamu cuekin " Nisya kesal dengan Alvian yang tidak menjawabnya
" maaf-maaf memangnya kamu tadi ngomong apa ?" tanya Alvian
" kebiasaan deh , aku mau tanya apa kedudukan mas dikantor ?"
" wakil direktur ." jawab Alvian.
" Alvian bagaimana hasil rapat tadi ?." seorang laki-laki berpakaian rapi masuk kedalam ruangan Alvian.
"baik pak dan mereka juga menyukai dan juga mereka sudah menandatangani kontrak perjanjiannya " ucap Alvian yang langsung berdiri melihat kedatangan atasannya.
Nisya yang melihat hal itu langsung ikut berdiri .
" baiklah silahkan kau lanjutkan pembicaraan mu "
Nisya yang penasaran dengan pria yang barusan menatapnya juga tersenyum padanya
membuatnya langsung bertanya pada Alvian siapa laki-laki itu
"mas , dia itu siapa ?" tanya Nisya yang terus melihat ke pintu.
"dia itu atasanku " jawab Alvian
" mas , keluarga kamu kan kaya kenapa kamu menjadi bawahan seorang atasan ?" tanya Nisya penasaran.
" huft... kamu tahu sejak kejadian di cafe itu aku diusir dan dihapus dari ahli waris dan istriku ingin bercerai dengan ku " bohong Alvian
" jadi sekarang mas tinggal mana ?" tanya Nisya lagi
" maaf sya sepertinya hal ini kita bicarakan nanti malam saja karena perkerjaan ku banyak dan harus segera menyerahkan berkas itu pada atasanku " ucap Alvian
" hemm baiklah aku pulang dulu mas ," Nisya langsung berjalan pergi tanpa embel-embel cipika-cipiki
Alvian menghela nafasnya yang berat, hari ini dia harus mengarang cerita tentang kehidupan yang sudah berantakan.
dan Alvian terpaksa mengatakan kalau istrinya minta cerai.
hal itu dia lakukan demi menjauhkan dirinya dari Nisya.
****
"sekalian saja , mama juga mau pergi ke kantor papa , oh ya Ken biar mama yang jemput ya karena mama mau bawa dia pergi ke mall, sebentar mama ambil tas dulu "
" sudah yuk pergi " ajak mama
mama Rania meminta supir mengantarkan chesa ke kantor Alvian terlebih dahulu dan setelah itu baru mereka pergi menjemput Ken dan pergi arisan.
chesa baru kali pertamanya menginjakkan kakinya di kantor Alvian yang tinggi namun bila dibandingkan dengan kantor papa Hans , kantor Alvian belum apa-apanya.
.banyak mata orang yang melihatnya namun seorang receptions mengenalnya pasal ia pernah menghadiri pernikahan Alvian dan chesa
senyum ramah yang chesa balas pada receptions yang melihatnya
"selamat siang bu, apa ada yang bisa saya bantu?" ucap receptions dengan ramah
"siang , saya adalah istrinya pak Alvian dan saya mau tanya pantai berapa ruangan pak Alvian "
" ruangan pak Alvian berada di lantai 15 buk " jawab receptions yang bernama Hana Yori
"terimakasih.... Hana " ucap chesa
Hana mengikuti arah mata chesa yang melihat ke seragamnya bagian kiri tertera namanya
hana pun membungkukkan setengah badannya
chesa pun berjalan menuju lift namun manik matanya menangkap seorang wanita berambut pirang panjang tengah berjalan gemulai dengan heels yang tinggi
ternyata Nisya berjalan melewati chesa begitu saja.
hal itu membuat chesa bingung , ada hal apa membuat perempuan itu datang ke kantor suaminya.
tidak ingin terusan memikirkan hal itu chesa langsung masuk kedalam lift dan menekan tombol lift yang menuju ke ruangan suaminya.
sesampainya di lantai 15 chesa hanya melihat 1 pintu disana dan ada 1 meja yang terletak disana yang terlihat seorang perempuan yang sedang sibuk dengan kaca dan lipstiknya
"permisi , apakah Alvian ada di ruangannya ? " tanya chesa
Viona yang melihatnya dengan tatapan sinis karena ia melihat pakaian chesa yang tidak terlihat mewah ia melihat hanya memakai dress selutut dan memakai sepatu flat , ia juga mendengar chesa menyebut nama Alvian tanpa pak
__ADS_1
" ya , anda ini siapa ? dan mau apa ?" tanya viona dengan sinis.
" saya mau mengantarkan makan siang dan saya is .." belum sempat chesa menjawabnya
Viona terlebih dahulu memotongnya
" ya sudah sini , dan ini tip untuk kamu viona memberikan uang 20 ribu pada chesa sebagai tip
chesa bingung dan bertanya-tanya dalam hati maksudnya apa dengan memberikan uang 20ribu
" kamu ngapain lagi ya sudah pergi sana " viona mengusirnya
" bu chesa " panggil Kris
Kris adalah asisten Alvian yang dulu nya mengikuti papa Hans kemana-mana , karena saat ini Alvian menepati dicabang perusahaan papanya , dan Hans meminta kris mengikuti Alvian saja.
Kris juga mengenal chesa karena dia juga menghadiri acara pernikahan mereka berdua , tapi tidak dengan viona yang baru saja berkerja 1bulan yang lalu dan tentu saja ia tidak mengenali chesa
" kamu kenal sama dia ? " tanya viona pada Kris
" iya , ini istrinya pak Alvian , " jelas Kris
" silahkan masuk Bu, pak Alvian sedang berada di ruangannya " Kris mempersilahkan chesa untuk langsung masuk.
"tunggu aku ambil ini dulu " chesa mengambil rantang susun yang terletak di atas meja kerja Viona dan melempar senyum pada viona.
Kris mengikuti chesa dari belakang, dia bermaksud untuk menanyakan ingin minum apa namun belum selangkah dia sudah di cegat oleh viona yang wajahnya terlihat ketakutan.
" kamu serius kalau dia itu istrinya pak Alvian?" tanya viona lagi untuk lebih memastikan dengan pendengarannya
" iya ,kenapa , apa kau membuat kesalahan ?" tanya Kris
Viona menganggukkan kepalanya dan mengepalkan tangannya yang dingin.
Viona pun menceritakan pada Kris
tokk..tokk...
" masuk " jawab Alvian dengan suara baritonnya
Alvian tidak tahu kedatangan chesa , dan chesa juga sengaja tidak mengabarinya kalau hari ini ia datang untuk membawanya makan siang.
" ada apa vio , cepat katakan aku harus segera menyelesaikan tugas ini , dan nanti panggilkan Kris untuk menyiapkan makan siang ku " titah Alvian tanpa melihat orang yang didepannya.
" ehem" chesa mendehemkan suaranya
" sayang " Alvian terkejut dengan kedatangan istrinya
" kamu kesini kok ngabarin , kamu sama siapa kesini? " Alvian menghampiri chesa dan menuntunnya duduk.
" kejutan , tadi aku diantar sama mama karena mama mau ke kantor papa juga mau pergi Arisan." jelas chesa
" jadi Ken siapa jemput?" Alvian merapikan rambut panjang chesa
" mama mau ajak dia ke mall jadi mama yang akan menjemputnya.
"gitu " Alvian menganggukkan kepala.
Alvian kini mendekatkan wajahnya ke perut chesa dan mengecup perut chesa
" kapan jadwal cek kandungan ?"tanya Alvian
"lusa , kenapa ?" chesa menyusun makan siang yang dibawanya
" aku temani ya " Alvian menerima nasi yang diberikan chesa
" iya , makan dulu kak "
" ck kok gitu lagi panggilannya ,"
" yank.." ucap chesa
" nah gitu dong kan , "
muach..
Alvian mengecup bibir tipis chesa dengan cepat hingga membuat Chesa matanya melotot.
sedangkan Alvian pura-pura fokus ke makanannya pada hal matanya melirik kesamping.
"kebiasaan" gerutu chesa
__ADS_1
" sayang, nanti ada yang mau aku katakan tapi tunggu aku selesai makan " Alvian kembali meneruskan makan siangnya
................... bersambung...................