Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 13


__ADS_3

" sia***, bisa-bisanya aku dicuekin , awas saja kamu Alvian akan ku buat kau bertepuk lutut dihadapan ku lagi " geram Nisya yang sambil menyetir mobilnya.


Nisya tidak terima Alvian memperlakukannya seperti itu


berbeda saat ia bertemu dengannya sewaktu di mall.


pov chesa.


tidur ku terusik dengan karena panggilan alam yang tidak bisa di tahan membangunkan ku.


saat aku beranjak turun ada rasa berat dibagian perutku.


kulihat ternyata itu adalah tangan Alvian.


ketika aku melihat itu, ingin teriak namun aku sadar bahwa sekarang dia adalah suamiku.


kembali ke rasa sesak tadi menerpa pada intiku, ku coba membangunkannya namun tidak ada jawaban.


karena rasanya semakin menjalar aku pun langsung bangkit dari tidurku dan masuk kedalam kamar mandi.


setelah selesai dengan panggilan alam aku pun keluar dan ku raih gawai untuk melihat pukul berapa saat ini.


" baru jam 4 pagi " gumamku lalu duduk di sofa


" Kenapa tidak tidur lagi ?" Alvian yang tengah menatap ku.


" aku kalau sudah bangun sulit untuk tidur " jawabku.


Alvian pun dari tempat tidur , secepat kilat ku pejamkan mataku karena teringat Ku dia semalam hanya memakai boxer saja.


" kenapa ches, kok tutup matanya ? Alvian sudah duduk di samping ku


Alvian mengelus rambutku dan meraih tangan ku untuk digenggamnya.


aku pun menggeleng kepala.


" kalau tidak apa apa buka matamu , apa kamu malu melihatku ?" tanya Alvian.


aku mengangguk kepala, ada rasa hangat dipipi kanan ku


" jangan takut aku setiap malam akan tidur suka berpakaian seperti ini , dan lama-lama nantinya kamu aj. terbiasa.


jadi sekarang buka mata mu hmm" ucap panjang Alvian


ku coba pelan-pelan membuka mataku dan jantung ku berdetak begitu cepat.


Alvian yang terus menerus membelai wajahku.


lalu dia mengarahkan kepala ku di dadanya terdengar degup jantungnya yang cepat.


" apakah kamu mendengarkan itu sayang ?" tanya Alvian


" i..iya " jawabku.


" apa kau juga seperti itu " tanya Alvian .


" i..iya "


cup


"ayo kita tidur lagi, ini masih terlalu pagi dan aku tahu kamu belum siap untuk melakukannya tidak apa-apa aku akan menunggu sampai kamu siap., " Alvian menuntunku ku ke tempat tidur.


aku pun tidur didalam pelukan Alvian yang tangannya sebagai bantalan.


dia beberapa kali mengecup pucuk kepala lu.


aku berpikir haruskah malam pertama ku dilakukan saat ini tapi hati seolah mengatakan aku masih belum siap.


walaupun hal ini bukan untuk kali pertamanya.


pov end


tring.. tring...


ponsel Alvian berdering namun sang pemilik malah masih tidur yang posisi memeluk istrinya.


chesa yang mendengar suara dering ponsel pun terbangun.


" kak.. kak.. bangun itu ada yang telepon "

__ADS_1


" hmm.. biarin saja "


" diangkat dulu ,siapa tahu penting "


lagi ponselnya berdering kembali , chesa yang sudah bangun mengambil ponsel Alvian , nomor tidak dikenal yang tertera dilayar.


chesa memberikan ke tangan Alvian lalu ia bangun dan masuk ke kamar mandi.


setelah 20 menit kemudian chesa pun sudah selesai mandi,hanya memakai kimono dan di raihnya sebuah paper bag yang di atas meja , ia melihat suaminya sedang mengetik sesuatu tapi tidak tahu dengan siapa dia mengirim pesan atau chatting.


setelah selesai dengan berpakaian chesa memanggil Alvian untuk segera mandi.


" kak mandi dulu , bajunya sudah aku siap dan aku taruh didalam kamar mandi "


" hmm.." Alvian pun pergi mandi.


selama di tinggal mandi ponsel Alvian berbunyi kembali.


sebuah pesan masuk,.


chesa mengabadikannya namun ponsel Alvian kini berdering ada panggilan masuk dari nomor tidak dikenal yang tadi.


chesa mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi memanggil Alvian namun tidak ada jawaban malah hanya terdengar suara gemericik air shower.


lagi ponselnya berdering lagi chesa menggeser pola hijau lalu mendekatkan ponselnya ke telinganya.


" mas , kok pesan ku tidak kamu jawab ,kamu kapan pulangnya?" ucap seorang perempuan


"hallo.." sapa chesa


ponselnya langsung dimatikan sepihak, chesa terus menatap layar ponselnya Alvian


" siapa dia ? kok panggil mas ?"


" mikirin apa hm.." ucap Alvian yang sudah memeluknya dari belakang


" eh.. ini kak tadi ada yang telepon,maaf kak kalau aku lancang " chesa mengembalikan ponsel Alvian.


mimik wajah Alvian langsung berubah saat dia melihat Panggilan masuk.


diliriknya chesa yang sedang mengemasi pakaian pengantin yang dia pakai dan memasukkan kedalam paper bag.


lalu dimasukkannya benda pipih ke saku celananya


" hari ini kita pulang kan kak ?, kalau hari ini kita pulang kita sarapan diluar saja sekalian kembalian baju pengantin ke bridal " ucap chesa.


" ya sudah, kamu sudah selesai?" tanya Alvian


" sudah mas , "


" ya sudah ayo sekarang kita perginya" Alvian mengambil paper bag dan sebelah tangannya mengandeng tangan chesa.


keduanya berjalan beriringan dan sesampainya di lobby mobilnya Alvian sudah disiapkan.


lalu keduanya pergi sarapan.


selesai sarapan Alvian mengantarkan chesa ketempat bridal dan mengembalikan baju pengantin yang semalam kenakan.


" wah pengantin baru cerah banget wajahnya , habis berapa ronde semalam ?" ledek Julia


" mbak Julia bisa saja " chesa malu bila membahas soal ranjang ,.


" kok panggil mbak sih , panggil nama saja lebih enak kalau kamu panggil mbak kesannya aku sudah tua ha-ha-ha... kamu sama siapa kesininya ?" tanya julia


" sama Alvian , dia nunggu dimobil , ya sudah mbak.. " ucapan chesa berhenti.


"eh..eh.. apa tadi " potong Julia.


" eh maksudku Julia aku pamit dulu "ucap chesa lalu keluar dari bridalnya Julia.


setelah selesai mengantarkan baju pengantin Alvian dan chesa pun langsung pulang ke apartemen sebelumnya tadi chesa meminta singgah ke mini market terdekat, untuk membeli bahan-bahan dapur dan juga beberapa sayur dan daging.


sesampainya di apartemen chesa memasukkan belanjaan kedalam lemari pendingin.


sedangkan Alvian yang sudah berganti dan duduk di sofa sambil menikmati acara televisi.


"nih kak,kopinya " chesa meletakkan diatas meja


" terimakasih sayang , duduk sini , " Alvian menepuk sofa yang disampingnya.

__ADS_1


" film apa kak ?, kakak suka film Korea ?" tanya chesa.


" iya ,tapi yang langsung tamat kalau yang episode gitu agak kurang."


"apa judulnya kak ?" tanya chesa


" obsessed "


sepasang suami istri begitu menghayati cerita film Korea yang mereka tonton.


dan kini dibagian scene 21+ dimana seorang perempuan dan lelaki sedang berada didalam mobil Jeep dan hujan turun dengan derasnya.


keduanya terbawa suasana berawalan dari pegangan berbicara lalu m3ng3cup bibir hingga berlanjut menjadi c****n panas dan si perempuan berpindah duduk dipangkuan lelaki , karena terbawa ***** , perempuan yang sudah naked dan si lelaki yang sudah bertelanjang d4d4 , akhirnya terjadi adegan .........


Alvian dan chesa yang menyaksikan adegan itu menjadi salah tingkah , chesa yang mendadak merasakan nafasnya tersengal ia pun berdiri dan pergi menyiapkan bahan masaknya.


tapi Alvian meraih pergelangan tangan chesa , chess yang terjatuh duduk kembali dan terus menatap Alvian yang semakin mendekat wajahnya.


chesa yang memejamkan matanya merasakan adany deru nafas diwajahnya , chesa merasakan sesuatu menyentuh bibirnya dan berubah menjadi ******n panas.


Alvian menghentikan ci**annya.


" boleh aku meminta hak ku ? "tanya Alvian pada chesa


chesa mengangguk kepalanya , seolah mendapat izin dari chesa Alvian langsung melu*** bib**nya chesa sambil menggendong dengan ala bridal style ke kamar.


Alvian merebahkan chesa di atas ranjang ,dia pun membuka kaosnya juga celana selutut nya,


pelan-pelan menc**m b*b*r chesa hingga turun ke leher sambil membuka kancing baju chesa.


" jangan di tahan sayang jika keluarkan suara mu " Alvian kini sudah membuka baju chesa dan celananya.


na*su Alvian sudah benar-benar tidak bisa ditahan lagi.


dia pun membuka pakaian dalam dan celana da*am chesa .


Alvian yang terus menatap lekuk tubuh istrinya yang sangat menggoda , terlihat begitu mulus dan dibagian gunung kembarnya begitu menggoda.


Alvian pun meluncur aksinya tidak ada yang dilewatkannya di setiap inci tubuh istrinya.


setelah selesai melakukan pemanasan Alvian pun mengagahi chesa.


" sayang kenapa itu mu begitu sempit ah.." Alvian terus memompa chesa


chesa yang terus mengigit bibir bawahnya karena menahan suara kenikmatannya.


" keluarkan sayang tidak apa-apa jangan ditahan " bisik Alvian.


" Ah... kak " chesa mengeluarkan suara.


"begitu dong sayang , mulai sekarang jangan panggil aku kakak lagi ,panggil aku sayang "


" i..i.. iya ah.. ah.. " chesa mencengkeram ujung bantal


Alvian merasa semakin lama semakin nik**t ,hingga sampai diujung kenikmatan cairan benihnya Alvian ditumpahkan kedalam rahim chesa.


lalu Alvian menarik selimut menutupi tubuh polos istrinya dan dia membaringkan diri disamping chesa.


rasa lapar menghinggapi chesa , ia terbangun dan melihat jam didinding ternyata sudah pukul delapan malam.


chesa terkejut lalu ia segera turun dari ranjangnya,


namun tangan Alvian masih memeluknya.


dengan pelan ia memindahkan tangan suaminya lalu dipungguti bajunya ya berserakan dilantai


walaupun terseok-seok ia berjalan


chesa yang sudah selesai mandi dan berjalan keluar kamar nampak sedang memikirkan sesuatu.


"apa pesan makanan melalui via aplikasi saja ya " gumam chesa lalu membuka aplikasi sambil melihat menu makanan.


30 menit kemudian bel pintu berbunyi


" terimakasih ya pak , kembaliannya buat bapaknya saja " ucap chesa


" terimakasih mbak "


chesa menata makanan pesanannya di atas piring , lalu ia masuk ke kamar untuk membangunkan Alvian. ternyata Alvian sudah bangun dan sedang mandi.

__ADS_1


Chesa pun menyiapkan pakaian Alvian dan duduk menunggunya diluar.


................... bersambung ...................


__ADS_2