
selepas dari kejadian tadi Alvian sama sekali tidak bisa tidur, lalu dia memutuskan untuk pulang kerumah mertuanya walaupun jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi dia pun pergi kerumah mertuanya.
sesampainya di rumah mertuanya sudah ada yang menunggunya , Alvian tersenyum hangat melihat wanita yang sudah menambatkan dihatinya walaupun hanya beberapa bulan saja dinikahinya
" kenapa tiba-tiba telepon bilang mau kesini ?" tanya chesa pada Alvian yang sudah berdiri dihadapannya
" aku kangen saja sama kamu , dan kennan juga dia " Alvian menggelus perutnya.
" ayo masuk , udaranya dingin " Alvian menuntun chesa masuk kedalam rumah.
keesokan harinya semua anggota keluarga Manuel tengah berkumpul dirumah.
ketika chesa menyelesaikan masakannya ia hendak memanggil Alvian yang sedang berada di depan sedang bermain bola dengan kennan.
" yank , Ken makan dulu yuk sudah di tunggu omah dan opah ," ajak chesa
" iya sayang , yuk ken makan dulu tapi cuci tangan dulu ya " Alvian mengajak putranya masuk.
selesai makan siang seluruh anggota keluarga kembali disibukkan masing-masing.
papa pergi bermain golf dengan temannya , sedangkan mamanya pergi bersama besannya yaitu Meira sedangkan Erick pamit pergi keluar dengan temannya lalu Alvian tengah menemani Ken tidur siang namun disaat chesa sedang menyusun pakaiannya ponselnya Alvian yang berada di atas nakas berdering .
" Gilang " gumam chesa membaca panggilan nama yang tertera diponsel Alvian.
chesa membangunkan Alvian yang sedang tidur pulas
" yank , nih ada panggilan masuk dari Gilang " chesa membangunkan Alvian.
dengan mata sayup Alvian menerima ponsel yang diberikan chesa.
" hmm ada apa Lang ?" ucap alvian dengan suara seraknya
" sebentar " Alvian langsung beranjak dari kasurnya dan berjalan keluar dari kamarnya
Chesa hanya melihat suaminya pergi keluar begitu saja namun tidak seberapa lama Alvian pun kembali masuk kekamar dan berbicara pada chesa.
" sayang , malam ini aku harus keluar kota , sementara kamu disini dulu ya ." ujar Alvian
" kenapa ? kok tiba-tiba ?" tanya chesa bingung.
" iya , ada urusan mendadak, gimana ? kamu nggak apa-apa disini dulu ?" tanyanya Alvian
" i..iya kak aku disini dulu sampai kamu pulang."
" ya sudah sekarang aku pulang kerumah dulu ya , nanti aku telepon kamu ." ujar Alvian lalu masuk kedalam kamar mandi.
" apa aku perlu ikut pulang kerumah ? buat bantuin beresin pakaian kamu yank ."
" nggak apa-apa , nanti aku minta bibik bantuin, kamu disini saja aku nggak mau nanti kamu kecapekan bolak-balik oke ?" tanya Alvian yang sudah berpakaian rapi.
" iya , kamu hati-hati ya kalau ada apa-apa telepon aku ."
" iya , titip sayang dan cium buat Ken ." Alvian mengecup bibir chesa lalu mereka berdua keluar dari kamar meninggalkan putranya yang masih tertidur pulas.
" tolong pamitkan sama papa dan mama ya sayang, ya sudah kamu masuk sana ."
" iya nanti aku sampailah, kabari kalau sudah sampai."pesan chesa.
mobil Alvian pun pelan-pelan menjauh dari kediaman mertuanya.
didalam pikiran chesa muncul segala pertanyaan yang buatnya bingung,
sejak kapan Gilang bergabung kerja dengan Alvian dan kemana Alvian pergi ? katanya luar kota tapi kemana ?
****
" faster.. yes baby, you are really great "
" Auhh... "
begitulah leguhan seorang laki-laki dan wanita yang sedang bercumbu mesra hingga sampai pada puncaknya terselesaikan laki-laki tersebut merebahkan disamping wanita yang sudah terkulai lemas karena pergulatan mereka yang sudah tidak terhitung berapa kali dilakukannya.
" Nisya , jadilah milikku selamanya. " ucap seorang pria yang memainkan rambut panjangnya.
" kamu yakin ,kamu tahu aku tidak bisa memberikan keturunan lagi pada mu ." ucapnya sambil memakai pakaiannya
" tidak apa-apa ,kita bisa mengadopsinya ."
" maaf Fred aku sedang tidak ingin terikat dengan siapapun saat ini." tolak Nisya
" tapi aku tidak ingin berbagi tubuhmu denga laki-laki tua itu "
" dia sudah menceraikan ku , dan dia memberikan aku sebuah apartemen juga harta Gono gini yang akan diurus nya."ujar nisya
" bagaimana putrimu ? " tanya Fred
" dia mengambilnya ,biarkan saja aku juga tidak bisa merawatnya." ujar Nisya
Fred menggelengkan kepalanya, dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran wanita yang baru saja dia jamah.
Fred begitu sangat mencintai Nisya sejak dulu hingga kini, dulu dia harus rela mengalah pada Alvian yang dipilih Nisya dan harus terima Nisya menikah dengan Alvian.
__ADS_1
namun ketika dia mendengar Nisya dan Alvian bercerai dia gencar mengejar Nisya kembali walaupun dia tahu bahwa Nisya sudah tidak bisa hamil lagi yang dia tidak tahu karena apa.
juga dia tahu sosok wanita materialis namun dia tidak mempermasalahkan itu.
sedangkan dilain tempat seorang laki-laki yang baru saja menapakkan kakinya di bandara Ngurah Rai Bali bersama Gilang sahabatnya.
sebelum mereka menemui wanita yang dicari , mereka terlebih dahulu mencari penginapan lalu pergi makan karena waktu sudah menunjukkan pukul sore hari.
setelah selesai dengan urusan penginapan ,Alvian dan Gilang kini berada di sebuah restoran yang terdekat dengan penginapan mereka.
" bagaimana apa dia sudah menghubungi mu ?" tanya Gilang ada Alvian yang sedang melihat ponselnya.
" belum , sejak di mengirimkan video itu ponselnya tidak bisa dihubungi lagi, cuma sebelumnya dia mengirim pesan mengatakan dia yang akan menghubungi lagi." ucap Alvian
" orang rumah sudah pada tahu semua ?"
" belum ."
" yang mendapatkan video ini hanya kita bertiga ." ucap Gilang
" bertiga? siapa saja ?" tanya Alvian
" aku , kau dan Kris ."
" s*alan " umpat Alvian
" sudah kita makan dulu lalu kita kembali ke penginapan dulu nanti kita tunggu saja dia menghubungi mu ." unsur Gilang.
selesai makan Alvian dan Gilang kembali ke penginapan .
sesampainya di penginapan Alvian segera hubungi istrinya melalui video call
"hallo.. " jawab perempuan yang dirindukannya
" hallo sayang.. maaf ya baru telepon sekarang ,tadi aku kelaparan banget jadi makan dulu baru hubungin kamu "jelas Alvian
" iya nggak apa-apa." ucap chesa
"kamu lagi apa sayang "tanya Alvian
" lagi istirahat dikamar." jawab chesa
" kamu kenapa ? sakit ? kan aku sudah bilang jangan terlalu" tanya Alvian
tokk..tokk..
"bentar yank , " ucap chesa karena ada yang mengetuk pintu kamar.
" oh ya terimakasih sayang " ucap Chesa tak lupa mencium anaknya.
" hallo... wah papih jadi dilupain nih sama mamih ." ucap Alvian yang video call nya masih nyala
" hallo papih.. papih kapan pulang" Ken langsung mengambil ponsel mamihnya ketika mendengar suara Alvian.
" non saya keluar dulu kalau perlu apa-apa panggil saja. " pamit si mbok.
" iya mbok , terimakasih ya mbok " ucap chesa
chesa melihat pembicaraan putranya ketawa entah apa yang dibicarakan mereka.
setelah selesai berbicara Alvian minta ponselnya dihadapkan ke perutnya chesa sebentar.
" sayang , sehat-sehat ya didalam jangan nakal ya kalau papih nggak ada kasihan mamihnya , tar papih sudah pulang baru ya kamu boleh minta makan apa aja sama papih. "
" dek , "
" ya.. "
" aku sekarang sedikit dibali , mgkn aku disini 3 hari saja ,kamu pengen oleh-oleh apa ?" tanya Alvian pada chesa
" aku nggak pengen apa-apa , cuma kamu kesana kok nggak ajak aku ? " chesa mengerucutkan bibirnya
" kenapa ? kamu pengin kesini ?" tanya Alvian
" he'em.."
" ya sudah nanti kalau dedek bayinya sudah lahir aku bawa ya, kamu mau kemana saja aku bawa kamu pergi oke , Sabar ya sayang." pujuk Alvian
" iya , ya sudah yank aku mau kasih Ken tidur dulu besok dia sekolah"ucap chesa
" iya sayang ,kamu juga istirahat ya besok aku telepon lagi,love you
" love you too "
keduanya menutupnya.
selesai berbicara dengan istri dan anaknya Alvian pergi berganti pakaian dan membersihkan diri.
namun baru akan masuk ke kamar mandi ponselnya kembali berdering.
Nisya calling...
__ADS_1
" hallo " jawab Alvian
" hallo mas , kamu sudah datang ke Bali? nggak sangka aku sangking terlalu cintanya kamu padaku sampai kejar aku kesini "
" katakan apa yang kau mau ." ketus Alvian
" wow . kamu suka banget ke intinya nya "
" cepat katakan aku tidak ingin bertele-tele." Alvian mencoba menahan emosinya.
" baiklah baiklah aku ingin uang 600 juta " jawab Nisya
" bagaimana videonya ?" tanya Alvian
" kita akan bertemu di cafe xxx pukul 10 malam ini , sampai jumpa di sana mas " ucap Nisya dengan manja.
setelah selesai berbicara dengan Nisya , Alvian langsung membersihkan dirinya dengan segera.
lalu dia menghampiri Gilang yang berada di sebelah kamarnya dan menceritakan persoalan Nisya yang meminta uang sebesar 600juta sebagai pengganti.
" ya sudah sekarang kita berangkat ." ucap Gilang
keduanya langsung melesat pergi ke tempat yang dijanjikan mereka.
****
" hai...baby kenapa kau begitu cantik malam ini apa kau akan pergi ?" tanya Fred yang memeluknya dari belakang
" iya , aku akan pergi sebentar dan kembali membawa uang." jelas Nisya
" maksudnya? kamu akan bertemu dengan pria hidung belang dan melayaninya begitu?" Fred sudah mulai emosi
" tidak Fred , aku sedang tidak mood bermain dengan pria lain dulu , aku sedang ada urusan penting."
" mau ku antar ?" tawar Fred
" tidak perlu,aku bisa naik pakai mobil mu kesana " tolak Nisya
" cepatlah kembali aku menunggumu." ucap Fred sambil melihat keindahan lekuk tubuh Nisya yang sedang berganti pakaian dihadapannya.
" aku pergi dulu ya " pamit Nisya namun tangannya ditahan Fred
" sebelum kamu pergi aku ingin bermain sebentar boleh ?"
"tidak fred nanti make up ku rusak capek-capek aku mempolesnya nanti ya aku kembali baru kita main ,biar aku yang melayani mu nanti oke , muach." Nisya mengecup bibirnya lalu pergi
Fred melihat ponsel Nisya ketinggalan di meja riasnya , Fred mengambil dan mengejar Nisya yang sudah pergi , tidak ingin ketinggalan jauh dia memakai motor sport nya yang berada di garasi.
fred terus mengejar mobil Nisya namun tidak bisa mengimbanginya.
setelah melihat mobilnya yang dipakai Nisya terparkir di sebuah salah satu cafe
namun sebelum dia masuk ada pesan masuk dari seseorang tertera nama seseorang yang sedikit dikenalinya
"Alvian ?" gumam Fred
penasaran dengan isi pesan yang masuk , dia membukanya beruntung ponsel Nisya tidak memakai kata sandi atau password
Fred membaca semua isi pesan Alvian yang berisi pembahasan video dan uang sebesar 600juta .
Fred kembali membuka galeri video matanya membola ketika melihat video yang berisi dua orang yang naked sedang berada diatas ranjang namun hanya berdurasi 1menit saja video itu.
Fred penasaran dengan pria yang bernama Alvian , dia pun masuk ke dalam cafe dan ingin melihat apakah benar lelaki yang ada di video itu adalah orang yang dulu dia benci yang telah mengambil pujaan hatinya hingga dia harus rela mengalah.
" berikan nomornya rekeningnya maka kau juga berikan video itu , aku ingin segera menyelesaikan urusan kita." ketus Alvian yang sudah mengeluarkan ponselnya bersiap mengetikkan jumlah uang.
" sebentar... " Nisya tidak menemukan ponselnya
" kenapa?"tanya Gilang
"kemana ponselku?" gumam Nisya
Alvian berdecih kesal karena dia ingin segera menyelesaikan permasalahannya dengan nisya namun entah drama apa dibuatnya.
" maaf , untuk malam ini kita batalkan saja dulu , ponselku ketinggalan mungkin besok kita bisa bertemu lagi disini." ucap Nisya
" jangan bermain-main denganku Nisya atau ku ledakkan kepala mu nanti ." ucap Alvian sambil mengertakkan giginya.
" aku serius mas , ponselku ketinggalan besok kita akan bertemu lagi disini , aku balik dulu." Nisya langsung berjalan keluar
seorang yang duduk agak jauh dari mereka duduk hanya melihat interaksi mereka bertiga pun terkejut ternyata hal yang membuatnya penasaran terjawab sudah.
dia sengaja menunggu Nisya pergi lalu dia memutuskan untuk menghampirinya.
" Alvian Dharmawan , apa kabar lama sudah tidak bertemu." sapa Fred yang sudah berdiri didepannya.
Alvian bingung dengan pria yang dihadapannya bagaimana bisa tahu nama lengkapnya.
sedangkan Gilang mencoba mengingat-ingat nama pria yang dihadapannya.
................... bersambung...................
__ADS_1