HASRAT TERLARANG SEORANG OB

HASRAT TERLARANG SEORANG OB
BaB 21


__ADS_3

Braaak...


Tetiba pintu kamar hotel di buka paksa oleh petugas hotel yang di dampingi oleh maneger hotel serta satu security, Royco dan juga Markisa yang tengah tidur berdua sontak langsung terkejut.


Dan dengan panik mereka berdua bergegas menarik selimut, untuk menutupi tubuh polosnya dari pandangan orang-orang yang masuk dengan tidak sopan itu.


"Ada apa ini? kenapa kalian semua masuk dengan cara seperti ini? apa kalian semua tidak mempunyai sopan santun, haaa?" tanya Royco yang tengah bersembunyi di balik selimut.


Tak lama kemudian Ayah Markisa pun muncul di antara orang-orang itu, sehingga membuat Markisa dan juga Royco terkejut ketika melihatnya.


"Ayah...!" gumam Markisa terkejut.


Sementara Royco hanya tertunduk malu, saat dirinya melihat Ayah Markisa ada di antara orang-orang itu.


"Dasar kurang ajar ! " maki sang ayah geram saat melihat anaknya satu ranjang dengan seorang laki-laki di kamar hotel


Sang Ayah yang lagi berdiri di ambang pintu, kini langsung masuk dan berlari menghampirinya. Tak banyak kata dia pun langsung menarik paksa Royco dari ranjang hingga terjatuh.


Bhuukk...

__ADS_1


"Sini kamu! apa yang habis kamu lakukan dengan anak saya di kamar ini haaa?!" tanya sang Ayah dengan mencengkeram kuat rahang Royco.


Royco terdiam seribu bahasa tak bisa berkata-kata lagi saat itu, karena sadar dirinya salah membawa anak gadis orang masuk ke hotel.


"Ayo, jawab. Kenapa kamu diam saja haaa?!" bentak sang Ayah dengan sangat marah.


Bhuuuk...


Tiba-tiba kepalan tangan sang Ayah langsung menghantam keras di pipi kanan Royco, pusing serta nyeri mulai dirasakannya karena terlihat dari cairan merah yang memaksa keluar di sudut bibirnya.


"Ayah! jangan lakukan itu, yah." teriak Markisa dengan berlari menghampiri Ayahnya. Selimut dia balut asal-asalan ketubuh polosnya. Sementara Royco masih dihajar dengan tubuh polos.


Bhuuuk...


Terlihat cairan merah langsung mengalir di sudut bibirnya Royco, saat kepalan tangan Ayah sang gadis yang sudah dia tiduri menghantam keras lagi ke pipinya.


Belum puas dengan pukulannya, sang Ayah langsung melayangkan tendangan nya ke wajah serta tubuh Royco hingga bertubi-tubi.


Hingga membuat Royco meringkuk tak berdaya, menutupi wajah serta kepala dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Ayah, ku mohon Yah. Jangan pukul dia lagi, dia tidak bersalah. Aku yang salah, aku yang memintanya untuk di ajak ke tempat ini, hiks hiks hiks." Markisa menangis dengan tangan itu merentang menghalagi sang Ayah.


Merasa tak bisa menahan kemarahannya, sang Ayah pun dengan tiba-tiba langsung melayangkan tamparan kerasa di pipi Markisa.


Plaak...


"Dasar anak kurang ajar, Ayah kurang apa sama kamu Nak? sehingga kamu tega mencoreng wajah Ayah mu ini. Salah Ayah apa Nak? semua keinginan mu sudah Ayah penuhi." Maki sang Ayah.


"Hiks hiks hiks,"


Namun Markisa hanya bisa menangis, seraya mengusap pipi yang kena tampar sang Ayah.


Dua petugas hotel tidak bisa membantu Royco karena merasa laki-laki yang sudah berdarah-darah itu telah bersalah.


Adi yang memberitahukan Ayah Markisa, kalau Anaknya pergi bersama Royco ke sebuah hotel, tengah tersenyum jumawa di balik tembok sana.


Dirinya merasa puas bisa melihat OB yang sangat dibencinya itu, di buat babak belur oleh Ayahnya Markisa.


"Mampus kau OB, itu balasan atas rasa sakit hati gue kemaren." batinya mengumpat, Dan dirinya langsung berlalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2