HASRAT TERLARANG SEORANG OB

HASRAT TERLARANG SEORANG OB
Bab 44


__ADS_3

Suasana cafe tidak begitu ramai, hanya beberapa pelanggan saja termasuk Adi, kawannya, serta wanita karier yang sudah menyinggung Adi, dengan mengatainya anak bau kencur.


"Lihatlah! anak bau kencur ini akan menusukmu," kata Adi dalam hatinya seraya terus menatap wanita cantik yang rupa-rupanya pekerja kantoran terlihat dari style formalnya.


Perlahan-lahan, Adi mengeluarkan keris milik Royco dari dalam saku celana seragam sekolahnya. Namun terurungkan, karena wanita karier tersebut malah beranjak keluar meninggalkan table cafe.


"Bro, gue duluan ya. Ada hal penting dan ini uang untuk bayar minuman kita."


Adi baranjak cepat setelah menaruh uang dua ratus ribu di hadapan temannya. Dia pun semakin mempercepat langkahnya agar tidak kehilangan jejak wanita karier itu yang sudah berada di area parkir.


Sementara kawannya hanya terpaku heran melihat Adi yang terburu-buru pergi.


"Ehem." Adi berdehem tepat di belakang wanita itu yang terlihat sibuk mencari kunci mobilnya di dalam tas.


Wanita itu pun menoleh.


"Apa, mau meminta jajan dariku, bocah? Aku bukan Mak mu yang kamu intilin. Ada apa, eum?"


Wahai keris! buatlah wanita jutek ini menjadi wanita penurut bak kucing manis.


Adi segera mengucapkan permohonannya seraya menggenggam erat keris kecil itu yang ada di dalam saku celananya.


Deg...


Wanita tersebut seketika merasakan hal aneh dalam tubuhnya. Sekelebat angin dingin pun menerpa tubuhnya, padahal matahari sedang terik.


Ahai, sudah kena kayaknya. Senang Adi dalam hatinya karena wanita di hadapannya sudah terlihat linglung.


Mau mencoba, Adi pun memberanikan tangan nakalnya menghela poni samping sang wanita yang mau menutupi mata.


"Maaf, poninya nanti menutupi mata dan berakhir aku tidak bisa melihat mata serta wajah cantik mu." Gombal Adi. Wanita tersebut pun tersipu.


"Ah, bisa saja. Oh ya, aku Cerry." Wanita itu menjulurkan tangannya untuk mengajak Adi berkenalan.


"Just call me, Adi," sambut Adi menjabat tangan mulus itu. Dengan lancang pun, Adi mengecup punggung tangan wanita itu.


Anehnya, wanita yang bernama Cerry tersebut malah menyukainya dan malah menumbuhkan rasa gelagat aneh di dalam tubuhnya tentang hasrat wanitanya.


"Adi! Nama yang singkat." Puji Cerry seraya tersenyum menggoda. "Kita jalan-jalan, bagaimana Adi?" tawarnya.


Pucuk dicinta ulam pun tiba. Inilah yang diinginkan Adi.


"Dengan senang hati, Cantik! Tetapi aku tidak butuh jalan-jalan, melainkan ruangan pribadi yang bisa memberikan efek kesenangan untuk kita berdua."

__ADS_1


Kode keras! Sebagai wanita dewasa, Cerry amat paham betul keambiguan Adi. Dengan senang hati, Cerry menyahut manja.


"Ayo, kita ke unit apartemenku. Di sana sangat sepi." Cerry mengedipkan mata genitnya ke Adi.


Yes, aku dapat kakap betina yang berpengalaman. Tidak seperti Leci yang payah itu, dan berakhir di rumah sakit. Untung katanya mentalnya kena dan lebih menguntungkan diriku adalah Royco sialan itu yang mendapatkan getahnya. Memang sangat ampuh keris ini.


Adi berasa di atas angin saat ini. Rasanya, hidupnya amat indah dan mudah saat dia memiliki keris tersebut yang notabennya adalah milik orang lain.


...****...


Sekian menit lamanya, Cerry mengendarai mobil membawa Adi menuju ke unit apartemennya. Kini, mobil itu sudah sampai juga dalam pelataran halaman apartemen tempat tinggal Cerry.


Tanpa banyak kata, Cerry pun langsung keluar dari dalam mobilnya, disusul Adi yang ikut keluar juga melalui pintu sebelah.


"Adi, mari ikuti aku!" kata Cerry mendahului langkah itu menuju lobby, berbelok menuju lift dan menekan angka lima di tombol itu. Adi hanya ikut dengan perasaan tidak sabaran bermain di tubuh semok itu.


Boob* besar aduhai untuk di hisap seperti bayi, plus bokong wanita yang terus tersenyum salah tingkah itu, sangat padat nan sintal, seakan manggilin terus. Boleh di geplak nggak sih?


"Ahh, sabar tampan! lift ini punya cctv."


Cerry memberi peringatan ke Adi yang saat ini anak Madu itu berdiri di belakang Cerry, dengan tangan meraba bokong Cerry.


"Oh, sorry!" Adi tercengir bodoh bak anak tengil.


Lift pun berdenting, di susul pintu otomatis itu terbuka.


Keduanya keluar, berjalan sebentar menuju depan pintu unit Cerry.


"Inilah tempat tinggalku yang penuh kata hening." kata Cerry seraya menekan pasword unitnya.


Adi tidak mendengar itu, otak mesumnya sudah berfantasi liar sedari tadi.


Sampai dalam ruangan. Adi dipersilahkan duduk oleh Cerry di kursi tamu.


"Kamu mau kemana?" kata Adi tidak mau menunggu lagi ingin segera menuntaskan hasratnya.


"Aku mau mandi dulu, sedikit bau matahari," terang Cerry.


"Anak bau kencur ini sangat bisa membantumu menggosok punggung lho." Adi beranjak ke sisi Cerry, lalu berbisik nakal. "Kamar mandi adalah salah satu tempat menarik."


Anehnya, wanita yang tadinya ketus pakai banget. Kini mengangguk patuh begitu saja.


Sampai di dalam kamar mandi. Adi segera meloloskan seluruh benangnya, Cerry yang melihat itu sedikit melengos dan membatin.

__ADS_1


" Besar juga isinya."


"Cer!"


"Eum, Eh..." Cerry terkejut karena Adi mendoronghnya ke arah wastafel.


"Aku bukain, boleh?" tanya Adi. Dan tanpa mendapat izin, Adi sudah melepaskan kancing kemeja Cerry hingga semuanya sudah sama sama naked.


"Cerry, buahmu sangat besar. By the way, anak bau kencur ini sangat pintar ngempeng lho." Adi ingin membuktikan hinaan Cerry di cafe tadi, kalau tidak selamanya anak kencur terus jadi anak kencur, dia bisa membuat wanita dewasa ini berteriak nikmat karenanya kok.


"Ayo, Adi! Silahkan, Sayang!"


Dan Adi pun menyambutnya, rakus-rakus dia menyusuuu ke Cerry. Kiri kanan terus dipilingnya ujung buah besar itu.


"Aaaahhhh, Ad-i, Iya...Eummm. Terus yes. Ohhh!" racau desaaah Cerry dengan tangan tidak mau diam pun. Sensasi permainan lidah Adi seakan akan membuat darahnya mendesir desir. Cherry terus menekan kepala Adi hingga wajah Adi tenggelam di kedua bongkahan itu. Cherry terus saja meracau enak....yes oh yeak...ah, dengan sesekali menggigit kecil bibirnya.


Bosan dengan buah itu. Adi menegakkan tubuhnya dan saling bertatapan penuh hasrat bersama Cherry.


Hemmp..


Tidak mau membuang waktu, Keduanya saling bertukar saliva dengan lidah mereka terus membelit. Tangan Adi kini ikut bermain dengan menelusiri ke arah rumput liar Cherry.


Tangan kanan Cherry pun sudah mendapatkan mainan di bawah sana. Cherry mengurut pelan pisang besar Adi dengan cepat tapi penuh perasaan.


"Oooh, Aaahhh... yes, terus ya..." Adi melepaskan ciumannya dan meracau nikmat.


Demi permainan seimbang. Adi menuntun satu kaki Cherry untuk di buka lebar lebar. Hingga kini kaki Cherry terangkat satu dan menumpu di atas sisi wastafel.


Adi segera memasukkan jari jarinya keliang serabi Cherry dan mengocok nya dengan ritme cepat.


"Aaarhh. Adi, E-enak! Oh...yes, Adi sayang!"


"Iya, ahhh, Cherry... Uhh, terus urut. Eummm, Ahhh!" Adi tidak kalah hebatnya meracau. Inilah yang diinginkan Adi, wanita liar yang saling memuaskan.


Tidak kuat dengan hasrat yang sudah di atas ubun. Adi menarik jarinya, lalu menyuruh Cherry berbalik dengan posisi sedikit berbungkuk.


"Ayo, Adi! tunggu Apa lagi? Ahh...Cepat masukin." Pinta Cherry ingin segera ditusuk tusuk dari belakang menggunakan pisang besar Adi.


"Sabar sayang, aku mau menjilatnya dulu. Oh, pasti gurih."


Ahhh, ohhhhh.... Yes, Ah...


Cherry semakin berteriak enak dan semakin membuka lebar lebar kedua kakinya agar Adi semakin mudah menikmati serabinya di bawah sana. Enak pakai sumpah! Batin wanita dewasa itu. Teenyata permainan anak SMA rasanya laki laki dewasa. Ini baru mulut Adi yang bekerja, bagaimana kalau sudah pisang itu yang menusuknya... minta nambah terus kayaknya.

__ADS_1


"Adi, Ayo tusuk aku, Sayang. Tapi... aahhh, ini saja enak kok.... Ahhhh."


__ADS_2