HASRAT TERLARANG SEORANG OB

HASRAT TERLARANG SEORANG OB
38


__ADS_3

Disekolahan, tepatnya di dalam sebuah toilet pria. Terlihat sepasang dua orang berbeda jenis hendak melakukan hubungan terlarang. Leci terlihat sangat pasrah ketika tubuh bagian atasnya dijamah Adi, tetapi untuk melakukan hal yang lebih, dia masih ragu dan takut.


"Ayo lah, Ci! kita sudah kepalang tanggung. Kita sudah berada di tengah permainan," bujuk Adi.


"Tapi, Di. Gue takut melakukannya. Takut kalau ada orang yang mengetahui perbuatan kita ini, kita bisa langsung di DO dari sekolahan. Lagian gue takut hamil, Di." ucap Leci dengan alasannya.


"Sudah lah, Ci. Kagak bakalan ada yang tau kok kalau kita berhubungan badan dalam toilet ini. Jika elo sampai hamil, gue janji akan tanggung jawab kok. Dan gue kagak akan lari jika sampai elo hamil nanti." bujuk rayu Adi amat terdengar lembut untuk menyakinkan Leci.


"Tapi gue takut sekali Di," ucap Leci gemetar.


"Sudah elo tenang yah, santai aja. Kagak usah takut, kagak bakalan ada orang yang tau kok tentang perbuatan kita di dalam sini. Sekarang kita lanjutkan lagi yah permainannya," pinta Adi tidak sabaran. Tanpa persetujuan Leci lagi, Adi segera melanjutkan permainan yang sempat tertunda tadi.


Leci bak boneka yang pasrah saja saat Adi melepaskan roknya. Logikanya saat ini seakan akan diperdaya oleh apa? Entahlah.


Setelah kain bawah Leci terlepas, Adi pun langsung bergegas untuk menanggalkan sendiri seragamnya tanpa kecuali hingga terlihat jelas tubuh naked itu.


Melihat pisang ambon milik Adi yang baru terlepas dari sarangnya, sontak membuat Leci terkejut dan dengan refleks dia pun langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Ayo dong, Ci. Kagak usah malu-malu begitu. Jauhkan tangan itu dari wajah elo, dan lihat baik-baik pisang ambon milik gue. Yang sudah sangat siap merobek jala gawang elo yang masih perawan itu," bujuk Adi lembut.


"Gue malu, Di," terang Leci seraya masih menutupi wajahnya dengan tangan.


"Coba berikan tangan elo, dan pegang pisang ambon gue dengan lembut." pinta Adi.


"Kagak Di, gue kagak bisa pegang pisang elo. Gue malu Di," kekeuh Leci menolak.


"Ci, elo pernah nonton film dewasa kagak?" tanya Adi.


Tak mau membuang waktunya, Adi dengan memaksa menarik tangan Leci dan langsung menuntunnya memegang pisang ambon miliknya.


Untuk sesaat Leci hanya terdiam terlihat hanya memegangi saja pisang ambon itu, tanpa sedikit pun memainkannya.

__ADS_1


"Ayo, dong Ci. Cepat mainkan pisang ambon milik gue itu, kaya elo nonton film-film dewasa gitu." bujuk Adi.


Sambil terus memalingkkan wajahnya, dengan perlahan-lahan tangan lembut Leci pun mulai berani memainkan pisang ambon miliknya Adi.


Meskipun rasanya tak sesuai dengan apa yang diinginkannya, Adi mencoba meresapi setiap sentuhan-sentuhan tangan lembut dari Leci dalam memainkan pisang ambonnya.


"Sekarang, coba masukan pisang ambon itu ke mulut elo yah" pinta Adi.


Meskipun agak sedikit jijik dengan pisang ambon itu, akhirnya Leci pun langsung memasukan pisang itu ke mulutnya dengan mata terpejam.


Klook ahhhhh...


Leci memasukan kemudian mengeluarkannya kembali pisang ambon itu dari mulutnya.


"Aya dong Ci, lebih lama lagi. Jangan ragu-ragu begitu dong, nanti keburu anak-anak yang lain istirahat loh." pinta Adi.


Mendengar itu, Leci pun langsung memasukannya kembali pisang ambon milik Adi ke dalam mulutnya. Dan dengan sangat rakusnya, mulut itu dengan lahap mengurut pisang itu seperti pada film yang pernah dilihatnya.


Klook klook klook ahhhh...


pinta Adi yang mulai merasakan kenikmatan permainan dari Leci. Leci yang sudah mulai mengerti cara memainkan pisang itu. Terlihat semakin rakus menyesap habis pisang itu, hingga masuk dan tenggelam dalam mulutnya.


"Ahhhh, iya Ci. Terus Ci. Enak Ci, terus seperti itu Ci. Lebih liar lagi Ci, " pinta Adi seraya terus membimbing Leci.


Klook klook klook...


Ahhhhhhhhhhh...


"Cukup Ci," pinta Adi yang menyudahi.


Selepas itu, Adi pun langsung menuntun Leci untuk merebahkan tubuhnya ke lantai toilet, dengan tangan itu langsung melepaskan kain segitiga yang masih menempel pada panggulnya Leci.

__ADS_1


Nampak terlihat jelas bongkahan serabi empuk milik Leci, dengan sedikit ditumbuhi rumput liar yang sangatlah masih halus di atasnya, begitu sangat memanjakan mata Adi.


Sehingga membuat tangan nakal itu tak sabar dan langsung merabahnya, dengan sangat lembut bongkahan serabi empuk milik Leci.


"Ci, lo tahan yah. mungkin ini akan sedikit terasa sakit," ucap Adi seraya melebarkan jenjang kakiLeci.


Dengan perlahan-lahan, Adi mulai menuntun masuk pisang ambonnya ke dalam mulut goa nikmat milik Leci.


"Auwww sakit Di," pekik Leci, dengan merapatkan kembali jenjang kakinya.


Teriakan Leci, membuat Adi langsung mencabut kembali pisang ambonnya dari goa nikmat milik Leci.Tak lama Adi kembali merentangkan jenjang kaki dari Leci.


Agar lebih memudahkan jalan pisang ambon miliknya bisa masuk dengan mudah ke goa milik Leci, kepala Adi pun langsung menelusup masuk diantara jenjang kaki dari Leci. Untuk mengendus dan menyesap memberikan cairan pelicin diantara bibir mulut goa nikmat itu.


"Ci, tahan sekali lagi yah. Kali ini gue pasti berhasil membobol jala gawang elo yang masih rapat ini." pinta Adi.


Untuk kedua kalinya, Adi kembali menuntun pisang ambonnya, untuk bisa menerobos masuk ke dalam goa nikmat kepunyaan Leci.


"A--a--auw sakit Di," rintih Leci yang ikut mengiringi langkahnya Adi dalam membobol gawangnya. Namun Adi tak menghiraukannya, Adi justru memegang kuat jenjang kaki Leci seraya menekan panggulnya.


Slebb ahhhh, untuk sesaat Adi terdiam saat dirinya berhasil menenggelamkan pisang ambonnya masuk ke dalam goa nikmat milik Leci.


Terlihat sangat jelas oleh Adi bercak merah mengalir keluar, saat pisang ambonnya berhasil merobek selaput darah milik Leci. Terlihat juga butiran air bening memaksa keluar dari sela-sela sudut mata Leci, saat dirinya tak kuat menahan perih yang amat saat selaput daranya telah terobek oleh pisang ambon milik Adi.


Tak lama kemudian Adi dengan perlahan-lahan, mulai menghentakkan panggulnya maju mundur hingga berulang-ulang kali. Suara merintih kesakitan dari Leci, terus terdengar mengiringi langkahnya Adi dalam mencapai nikmat.


Ahhhhh ahhhh ahhhh...


Adi yang terus bergoyang menghentakkan panggulnya semakin cepat, mulai merasakan tanda-tanda kalau pisang ambonya akan memuntahkan lahar putihnya.


Ahhhhh ahhhh ahhhh arrghh arrghh arrgh...

__ADS_1


Adi pun sampai dan dengan kuat menekan panggulnya kebawah, memuntahkan lahar putihnya di dalam rahim Leci.


"Haa haa, makasih Ci dengan kenikmatan yang baru elo kasih ke gue. Gue kagak akan melupakan hal ini seumur hidup gue," bisik Adi dengan terus menindi tubuh Leci. Wanita itu hanya diam membisu.


__ADS_2