HASRAT TERLARANG SEORANG OB

HASRAT TERLARANG SEORANG OB
Bab 35


__ADS_3

Disaat Adi mau masuk ke dalam kelasnya tetiba langkahnya terhenti karena tali sepatunya lepas. Dia pun berjongkok di tengah-tengah gawang pintu untuk membetulkan tali sepatunya.


Sementara dari arah belakang, Leci sedang asik berjalan tanpa melihat kedepan, mata dan tangannya sibuk teralihkan ke gawainya. Alhasil, Leci pun tanpa sengaja menabrak Adi yang masih berjongkok.


Gubrakk...


"Ah sial!" umpat Adi yang nyungseb.


"Ups, maaf. Gue kagak sengaja, lagian kenapa elo pake acara duduk di tengah pintu kelas sih? ngalangin orang lewat aja." Awalnya saja Leci minta maaf, tapi ujung-ujungnya tetap menyalakan Adi yang menurutnya salah.


"Hey! elo punya mata kagak ? siapa bilang gue sedang duduk di depan pintu? orang gue lagi benerin tali sepatu yang lepas juga!" kesal Adi dibuat dogkol oleh Leci.


"Mana gue tau elo lagi benerin tali sepatu atau kagak? yang jelas elo sudah ngalangin jalan gue aja. Awas gue mau lewat, males banget berdebat sama elo." ucap Leci.


"Eits, mau kemana lo? enak saja, elo main pergi begitu aja." ucap Adi yang menghadang jalan Leci agar tidak bisa masuk ke kelas.


"Mau apa lagi sih lo?" tanya Leci kesal dengan tubuh memberontak ingin menerobos tubuh Adi yang merentangkan tangan, menghadang.


Alih-alih bisa masuk, Leci malah terjebak dalam pelukan Adi. Laki-laki ini sengaja sekali menahan tubuhnya.


Pelecehan uih...


"ADI! Plak...


Tangan Leci spontan menampar Adi karena teman sekelasnya itu sudah sangat lancang yang main meremaaas kasar bongkahan dadanya.


"Rasakan itu! itu adalah hadiah atas kekuarang ajaran buat elo, cuih!" Leci yang amat marah, hingga spontan membuang ludahnya di depan Adi.

__ADS_1


Seketika itu juga Adi menjadi sangat marah sekali, wajahnya terlihat merah, dan dari kepalanya seakan mengeluarkan tanduk bak seekor banteng liar yang siap menyeruduk.


Betapa Adi saat itu di kuasai kemarahan yang sangat luar biasa, sehingga dia pun mempunyai tekad besar untuk membalas perlakuan Leci dengan keris yang dia ambilnya dari Royco.


"Awas lo ci, elo pasti akan membayar perbuatan ini. Gue bersumpah akan ngebuat elo bertekuk lutut di hadapan gue, dan akan gue bikin elo mencium kaki gue atas bantuan dari keris sakti," batin Adi yang sangat marah.


Tanpa berlama-lama lagi, Adi langsung mengambil sapu tangan dari saku celana sekolahnya. Dan dengan sapu tangan itu, Adi mengambil air ludah yang sempat di buang oleh Leci persis hadapannya.


"Wahai keris ajaib, saya mohon dan meminta, Buatlah orang yang mempunyai ludah ini, tergila-gila dan mengemis-ngemis cinta sama gue. Dan buat dia bertekuk lutut serta mencium kaki gue, karena orang itu sudah merendahkan bahkan sampai melemparkan air ludah ini." gumam Adi yang meminta bantuan kepada keris yang di bawahnya.


Degg, perasaan aneh mulai menghampiri diri Leci, karena dengan tetiba hatinya merasakan penyesalannya. Penyesalan akan tindakannya terhadap Adi, yang sudah menampar serta meludah di dekat Adi. Namun karena dirinya merasa benar akan tindakannya itu, Leci berusaha untuk mengelaknya.


"Ngapain coba gue merasa menyesalinya? Adi pantas mendapatkan itu." batin Leci yang mengelak.


Namun semakin Leci mencoba untuk mengelaknya, semakin besar juga rasa penyesalan itu menyerangnya.


Perasaan gelisah dan rasa ingin bertemu dengan Adi pun, kini muncul dengan tiba-tiba menyerang Leci, seakan perasaan itu dengan sengaja membuat hati Leci tersiksa.


"Di, hiks hiks hiks. Maafkan gue," tetiba Leci langsung menangis sedih sambil melirik Adi yang masih berdiri di ambang pintu, karena pengaruh keris itu.


Melihat itu Adi langsung tersenyum jumawa, karena dengan waktu hitungan menit saja keris sakti itu sudah menunjukan keampuhannya.


"Ci, rasakan itu. Sebentar lagi, lo bakalan ngejar-ngejar gue, dan sebentar lagi lo bakalan ngemis-ngemis cinta sama gue, untuk sementara, biarlah elo seperti ini dulu. Nanti gue akan menyuruh elo berlutut lalu mencium kaki gue. Habis itu, baru gue bikin masa depan lo suram dengan mengambil kegadisan lo itu Ci." gumam Adi tersenyum licik.


Sebelum murid-murid yang lain mengisi penuh bangku kelas, dan sebelum guru pengajar datang untuk mengajar, Adi sudah terlebih dulu pergi meninggalkan kelasnya dengan masih menggendong tas sekolahnya.


Melihat itu Leci yang sudah tak bisa lagi menahan gejolak perasaan yang sedang menyiksanya, langsung terbangun dari duduknya dan berlari untuk mengejar Adi.

__ADS_1


"Di, tunggu dulu." panggil Leci seraya mengambil tas sekolahnya.


Namun Adi tak menghiraukannya, dia sengaja melakukan hal itu. Berharap Leci pergi untuk mengejarnya, benar saja yang diinginkan oleh Adi.


Karena terlihat Leci sedang berlari mengekor di belakang Adi, berusaha sekuat tenaga berusaha mengejarnya.


"Di, tunggu. gue mohon berhenti dulu, gue mau minta maaf." teriak Leci dengan berlari terus mengekor di belakang Adi.


Adi sengaja menghentikan laju larinya, ingin tau apa yang akan Leci katakan kepada nya.


"Ngapain elo ngejar gue? bukanya tadi lo menampar serta meludah di hadapan gue, seakan-akan jijik dengan gue." ucap Adi berpura pura polos.


"Maaf Di, gue kagak berniat melakukan hal itu. itu gue lakukan kagak di sengaja, maafin gue yang sudah merendahkan serta menampar pipi elo itu." pinta Leci terlihat tulus.


"Enak yah, lo bilang maaf. Setelah lo nglakuin hal itu sama gue, semudah itu kah, lo bilang maaf ke gue? kagak bisa! gue kagak bisa maafin lo." ucap Adi yang kembali berlari pergi dari hadapan Leci.


"Di, gue mohon. Jangan lari dari gue Di, gue amat menyesal melakukan hal itu sama elo." teriak Leci yang kemudian kembali berlari mengejar Adi.


Tak ada rasa capek bagi Leci saat itu, karena pengaruh keris emas itu, yang membuatnya harus mengejar-ngejar Adi untuk mendapatkan maaf darinya.


Setelah terus berlari tak terasa Adi pun sudah sampai, di tempat parkiran moge besar kesayangannya. Dia ambil helm kemudian di pakainya helm itu di atas kepalanya, namun dengan tiba-tiba saja Leci dengan sangat cepat mencabut kunci yang menempel di kontak moge nya Adi.


Sehingga membuat Adi merasa sangat kesulitan, dalam mencoba menyalakan kontak moge nya.


"Ci, berikan kunci motor gue sekarang!" bentak Adi kesal.


"Nggak, gue nggak akan memberikan kunci ini sebelum elo memberikan maaf ke gue." ucap Leci yang langsung menyembunyikan kunci itu pada area terlarangnya.

__ADS_1


"Tadi gue 'kan sudah ngomong ke elo, gue nggak bisa maafin elo semudah itu. Jadi elo jangan berharap bisa mendapatkan maaf dari gue," ucap Adi sambil duduk di atas motor besarnya.


__ADS_2