HASRAT TERLARANG SEORANG OB

HASRAT TERLARANG SEORANG OB
Bab 50


__ADS_3

Malam yang gelap minim cahaya, seorang pria tua mengendarai mobilnya di jalan yang sekitarnya sebuah semak semak hutan. Pria tua itu akan menuju ke pedesaan.


Namun tiba tiba.... Ckiit, pria tua itu segera menginjak pedal remnya karena di tengah tengah jalan ada orang yang tergelepar.


"Aduuh, itu orang kesusahan betulan atau sekedar tipu tipu ya? aku takutnya itu begal?" pria setengah baya itu ragu. Antara iba dan takut yang mungkin kemodusan penjahat saja.


"Tapi kalau benar orang yang butuh pertolongan bagaimana? kasihan juga kalau tidak ditolong."


Setelah lama berandai andai, ia pun memantapkan hatinya untuk menolong orang itu.


"Bismillahirohmanirohim," ia berdoa dulu sebelum turun.


Selesai berdoa pria tua itupun langsung turun dari mobilnya, dan dengan perasaan sedikit takut takut. Pria tua itu pergi menghampiri sesosok orang yang lagi tergeletak di tengah jalan.


"Dek," Panggil pria tua itu yang langsung memasang kuda kudanya, manatahu sesosok orang yang tergeletak itu tiba tiba menyerangnya.


Namun, seperkian menit pria tua itu memasang kuda kudanya, tak ada reaksi sedikitpun dari sesosok orang yang tergeletak itu.

__ADS_1


"Dek, adek ini kenapa? kenapa adek tiduran di tengah jalan? ayo minggir, mobil saya mau lewat." ucap pria tua itu yang berdiri tidak jauh dari tubuh yang sedang terkapar.


Namun tak ada sedikit pun suara dari orang yang sedang terkapar itu, sehingga pria tua itupun memutuskan untuk mendekatinya dan langsung berjongkok di samping tubuh itu.


"Dek," panggil pria tua itu mengulang.


"Hey, Dek----Se...se...setan!" pria itu terbata-bata dalam bereriak ketika orang yang tak lain adalah Royco menoleh kepadanya. Wajah pucat serta penuh bekas luka garukan Royco, membuatnya takut.


Pria tua itupun berlari, bermaksud kabur dari Royco. Tetapi, kenapa ia hanya berlari di tempat? astaga, kakinya dicekal setan.


"Ya Tuhan, lindungi aku dari setan---"


"To...lo...ng. Tolong aku..." pinta Royco dengan suara lemah terputus putus.


"Tolong?" ulang sang pria. Ia berpikir, tidak mungkin ada setan meminta pertolongan serta bisa menyentuh manusia? Fix, orang yang terbaring itu adalah manusia.


"Tolong aku, Pak tua. Aku mohon bantuan darimu, semua anggota tubuhku terasa sulit untuk digerakan, bantu aku untuk mengobati luka luka ini," pinta Royco seraya terus memohon dengan suara seraknya.

__ADS_1


Untuk sesaat pria tua itu langsung terdiam, seraya menatap dalam dalam wajah Royco yang buruk rupa karena luka bekas garukan.


"Kamu bukan setan 'kan?" tanya pria tua itu memastikan.


"Iya, Pak tua. Aku bukan setan. Aku manusia seperti Anda." terang Royco dengan suara lemah dan serak.


"Baiklah, saya akan menolongmu." ucap pria tua itu.


Pria tua itupun langsung membantu dan membangunkan tubuh Royco yang lemas tak berdaya. Pak tua pun terlihat sangat kewalahan membawa Royco masuk kedalam mobilnya.


"Kamu tenang yah, nanti saya akan langsung mengobati lukamu, jika kita sudah sampai ke rumah saya." ucap pria tua yang terlihat ngos ngosan.


Royco terlihat mengangguk setuju yang sudah dibaringkan oleh pak tua itu di kabin belakang.


Sejurus, Royco yang sudah sangat lemah, akhirnya memejamkan matanya, pingsan.


"Kasihan amat ya orang itu," lirih pak tua seraya menoleh kebelakang yang sudah duduk di kabin kemudi. Mobil itupun tancap gas menuju ke sebuah desa kelahirannya.

__ADS_1


__ADS_2