
Madu langsung meraih pisang ambon itu kemudian memasukannya ke mulut, tak lama dia pun mengeluarkannya kembali.
"Cuih," tetiba Madu meludahi kepala pisang itu, memberikan pelumasnya dan dengan perlahan-lahan langsung mengurutnnya kembali hingga berulang-ulang kali.
"Ahhh ahhh yessss," rintih Royco karena sensasi aneh mulai di rasakannya, disaat Madu mengurut pisang itu semakin cepat.
Pegal dengan tangannya, Madu memasukan kembali pisang ambon milik Royco ke dalam mulutnya dan langsung mengurutnya dengan cepat.
"Klook klook ahhhhh." dengan rakus mulut Madu mengurut pisang ambon itu, hingga menerobos masuk ke dalam kerongkongannya. Sampai terlihat air liurnya jatuh dan membanjiri bukit kembarnya.
"Ahhhh ahhh ahhhh," Dengan mata terpejam Royco terus merintih, menikmati permainan Madu yang bak orang kesetanan.
"Klook klook klook ahhhhh." Madu mengurut pisang itu, sambil sesekali mengeluarkannya untuk mengambil nafas, kemudian mengurut nya dengan tangan.
"No, yess yessss yesss," Royco yang dibuat tak berdaya dengan permainan Madu, sehingga keluar suara laknat tanpa dia sadari.
__ADS_1
"Klook klook klook ahhhhhh," Madu yang berulang-ulang kali mengurut pisang ambon itu dengan melulutnya, dan sesekali menjilati kepala pisangnya.
"Ahhhhhhhhhhhh," sambil menahan kepala Madu dengan tangannya, Royco menghentakan panggulnya kuat-kuat. Dirasa mau sampai dia pun langsung mengeluarkan pisang ambonnya dari mulut Madu.
"Uhuk uhuuk hooweek." Madu sampai terbatuk-batuk, saat Royco dengan kasar mengentakkan panggulnya maju mundur.
Setelah itu Royco langsung berjalan menuju ke bed, dan langsung menjatuhkan tubuhnya polosnya di atas bed itu dengan terlentang.
"Haaa haaa haaa," Royco yang terlihat ngos-ngosan, dan dada bidangnya sampai kembang kempis.
Melihat itu, Madu langsung menyusulnya, tak lama dia pun ikut menjatuhkan tubuh polosnya di samping Royco. Dan dalam hitungan detik, Madu pun memiringkan tubuhnya hingga langsung memeluk tubuh polos Royco.
"Iya," jawab Royco dengan merapikan posisinya.
Tanpa banyak kata lagi, Madu langsung melangkahkan kakinya dan membelengguh tubuh polos Royco. Tangan Royco pun, tak lupa menuntun masuk pisang miliknya menuju lubang nikmat duniawi milik kebanggaan Madu.
__ADS_1
Slebb ahhh, untuk sesaat Madu langsung terdiam seraya membenarkan kunciran rambutnya. Hangat disertai denyutan dari dalam sana, mulai terasa pada dinding-dinding rahim Madu. Pada saat pisang ambon milik Royco dengan sangat mudahnya masuk ke dalam V nya yang basah.
Terlihat tangan nakal Royco, merema* dengan kuat bokong sintal dari Madu, tak lama Royco pun menamparnya.
Plakk...
Kode dari Royco, agar Madu segera menggoyang pisang ambon yang sudah terjepit di dalam sana. Madu mengerti dan langsung bergerak naik turun, menggoyang pisang ambon itu berulang-ulang.
Nampak terlihat oleh Royco, kedua bukit kembar sedang mumbul naik turun, mengikuti gerak sang empu dalam mencari puncak kenikmatannya, seakan melambai-lambainya untuk segera dimainkannya.
Kokek kokek, tangan itu pun merema*nya dengan lembut, sesekali telunjuknya memilin boba ujung bukit kembar kepunyaan Madu.
"Ahhhh ahhhh ahhhh," rintih Madu dengan menggigit ujung bibirnya sendiri, seraya terus bergoyang di atas tubuh polos Royco.
Royco langsung membangunkan badannya, dan madu langsung mengalungkan tangannya di pundak Royco. Terlihat mereka saling berpangkuan, dalam mencari puncaknya masing-masih
__ADS_1
"Ahhhh uhhhhhh ahhhhhh," suara laknat dari mulut mereka, seakan menghiasi permainan panas itu.
...****...