
"Iya maaf, Mas ... Mas, aku benar-benar tulus loh mencintaimu. Seandainya saja kamu mau menjadi Ayah untuk Adi, segala yang aku punya di dunia ini semuanya akan aku berikan kepada Mas. Sebagai tanda rasa cintaku terhadap Mas. Bagaimana Mas, Mas bersedia menjadi suamiku?" tanya Madu dengan iming-imingnya.
Bukanya senang dengan tawaran dari Madu, Royco justru tertawa terbahak-bahak mendengarnya, seakan ucapan Madu hanya dianggapnya lulucon belaka.
"Haaa haaa haaa, kamu jangan bercanda kalau saya menjadi Ayah untuk Adi. Yang ada, saya sama dia hari-harinya akan berantem terus. Lagian apa istimewanya dari saya sih? Saya kan cuma seorang OB, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya pun masih sangat kurang. Ini malah kamu ingin menjadi istri dari seorang OB, apa kamu nggak malu?" tanya Royco.
"Entahlah Mas, kenapa aku bisa seperti ini? semenjak kamu menyentuh tubuhku untuk pertama kalinya, hidupku seakan lebih bergairah dan kenikmatan sesaat yang Mas berikan tempo hari, belum pernah aku rasakan dari laki-laki lain. Sehingga membuatku terus memikirkan Mas, dan hari-hariku seakan ingin selalu bisa di sentuh oleh Mas." ucap Madu dengan memasang wajah nakalnya.
"Kamu gila yah? itumah bukan cinta, melainkan nafs. Jadi kamu menginginkan saya bukan karena benar-benar tulus mencintai saya, melainkan cuma ingin kepuasan saja dari saya." ucap Royco.
__ADS_1
"Terserah kamu menyebut itu apa Mas, yang jelas, aku ingin mengulangi perbuatan itu lagi bersama Mas." ucap Madu.
"Dalam kondisiku seperti ini?" tanya Royco dengan kaget.
"Ya enggak lah, Mas. Tunggu sampai Mas benar-benar pulih kondisinya, kalau seperti ini bukan mendesah yang ku dapat, melainkan kecewa karena tak terpuaskan." ucap Madu.
"Kalau hanya sekedar memuskanmu aku bisa memberikannya, tapi kalau untuk di jadikan seorang suami maaf. Aku pasti akan menolaknya menta-menta." ucap Royco tegas.
"Eits tunggu dulu, tidak segampang itu saya memberikan kepuasan terhadap mu sayang." ucap Royco licik.
__ADS_1
"Huuuu dasar laki-laki sudah di kasih enak, mau mintanya lebih. Oke, katakan saja apa keinginan Mas?" ucap Madu yang mengerti maksud ucapan Royco.
"Uang yang kamu transfer kemaren semuanya sudah habis, sekarang aku butuh uang lagi untuk membayar biaya perawatan ku selama di rumah sakit ini." ucap Royco.
"Mas nggak usah risau, karena semua biaya perawatan Mas selama di rumah sakit, semuanya sudah aku bayar lunas. Dan mengenai uang yang diminta Mas tadi, Mas tenang saja. Secepatnya aku akan mentransfer uang itu ke rekening Mas," ucap Madu.
Kedatangan Madu ke rumah sakit untuk menjenguk Royco, ternyata membawa kesenangan tersendiri baginya. Karena kehadiran Madu mampu membuatnya, bisa melupakan kejadian buruk yang baru saja dialaminya.
Meskipun hanya sesaat, tapi baginya itu sudah cukup membuatnya melupakan kejadian pahit itu. Kejadian pahit yang akan selalu dikenanganya, karena begitu sangat membekas di hatinya.
__ADS_1
Kejadian pahit yang mungkin tidak akan pernah hilang dari memori ingatannya, karena begitu sangat kejam perlakuan yang di lakukan oleh Ayah dari gadis yang baru saja memiliki hatinya.
"Pak komite, saya akan menantangmu ! sejauh apapun engkau mencoba memishakan anakmu dari hidupku, maka saya akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa mendekatkannya." Royco membatin seraya mengepalkan kedua tangannya.