
Waktu jam pulang sekolah, Adi pun telah sampai di pelataran rumahnya menggunakan moge kesayangannya.
Setelah memarkirkan kendaraannya, dia pun berjalan masuk kerumahnya tidak sabaran karena menyadari mobil Mamanya di jam segini sudah ada terparkir rapih di hadapan rumah.
"Tumben Mama pulang lebih awal sekali?" lirihnya.
"Eh, Tuan Muda," tegur ARTnya tepat di anak tangga pertama. " Kamar Tuan muda 'kan ada di bawah, lupa ya?"
"Kagak! Gue mau ketemu Mama! Ada di atas 'kan?"
Aduh, gimana nih? Nyonya kan sudah melarang untuk siapapun mengganggunya.
"Eh... Tuan, jangan ganggu Nyonya ya. Bibi mohon."
Permohonan itu justru membuat Adi penasaran juga khawatir secara bersama.
"Kenapa tidak boleh? Apa Mama lagi sakit?"
Bodohnya, ART itu mengangguk tanpa sadar. Lantas membuat Adi berlari naik ke atas.
Aduh, bego amat sih aku.
"Tuan__tuan!" panggil ART itu. Tapi Adi tidak mau mendengarkan.
Adi malah semakin cepat berlari menaiki anak tangga yang menuju kamar sang Mama, karena Panik mendengar dari ART-nya kalau sang Mama lagi sakit.
Braak...
"Ma ... !"
Adi terkejut saat membuka pintu kamar Madu, untuk sesaat dirinya langsung terdiam bak seorang patung.
Tenggorokannya seperti tersangkut ribuan jarum sulit untuk bernafas, dan seketika itu juga hatinya langsung hancur berkeping-keping hingga remuk tak berbentuk lagi.
Melihat sang Mama yang sedang tertidur pulas, sembari memeluk tubuh seorang laki-laki yang sama. Laki-laki yang dulu pernah dilihatnya menggenjot sang Mama di kamar ini juga.
__ADS_1
"Ma ... kenapa Mama melakukan hal buruk ini lagi ? tau nggak ? Mama tuh membuat hati Adi sakit untuk kedua kalinya Ma ... Apa istimewanya sih OB itu bagi Mama ? sehingga membuat Mama menjadi lupa diri," batin Adi sedih melihat sang Mama yang sudah banyak berubah.
"Eits!" Adi langsung di buat kaget saat dirinya mencoba menutup kembali pintu kamar sang Mama, karena dengan tiba-tiba saja matanya di silaukan oleh seberkas sinar terang yang berwarna kuning keemasan. Berasal dari kain kemeja yang berserak di lantai, sehingga membuat Adi sangat penasaran akan benda yang ada di dalam kain kemeja itu.
"Sinar apa itu ? " batin Adi penasaran.
Saking penasaran dengan sinar itu, Adi dengan perlahan-lahan langsung melangkahkan kakinya untuk masuk, dan menghampiri kain kemeja yang memancarkan sinar kuning keemasan itu.
Diraihnya kain kemeja itu dari lantai, kemudian dicari-carinya benda yang memancarkan sinar keemasan itu dari balik kemeja itu.
Tringg...
Tetiba sebuah benda jatuh dari dalam kantong kemeja itu, dan jatuhnya mengenai lantai saat Adi dengan sengaja membolak-balikan kemeja itu.
Sehingga membuat Adi semakin terkejut, saat melihat benda berbentuk keris kecil, yang menyerupai semar berwarna kuning keemasan menyentuh lantai.
"Astaga! benda apa itu ?" batinya penasaran.
Karena merasa penasaran dengan benda itu, Adi pun langsung meraih dan mengambilnya dari lantai.
Dan dengan perlahan Adi pun menutup kembali pintu kamar sang Mama, kemudian pergi turun menuju kamarnya.
"Tuan Muda," panggil Bibi sang ARTnya.
Yang dengan tiba-tiba saja, sehingga membuat Adi terkejut.
"Ah Bibi, bikin kaget gue aja sih! kenapa Bibi masih ada disini sih?!" tanya Adi marah.
"Maaf Tuan Muda, kenapa Tuan Muda berjalan seperti orang layaknya seorang pencuri?" tanya Bibi polos.
"Bukan urusan Bibi, sudah sana-sana. Bibi pergi saja! nggak usah banyak tanya dengan apa yang gue lakukan!" usir Adi terhadap ARTnya.
Tanpa banyak kata-kata sang Bibi pun berlalu pergi, namun di tengah langkahnya tetiba Adi menghentikannya.
"Bi...tunggu dulu!" Adi dengan ketus memanggil ARTnya, dan sang Bibi pun berhenti untuk menoleh.
__ADS_1
"Ada apa Tuan?" tanya Bibi dengan hormat.
"Bi, jangan kasih tau Mama yah, kalau tadi gue masuk kamarnya. Awas loh, kalau Bibi sampai bilang ke Mama, gue akan pecat Bibi. Mau saya pecat Bibi?!" ancam adi dengan membentak.
"Nggak Tuan, Bibi masih betah kerja disini. Jangan pecat Bibi yah," ucap sang ART dengan kaget.
"Baik, Bibi bisa pergi sekarang." usir adi halus.
"Baik Tuan," ucap Bibi berlalu pergi.
Dalam hati sang Bibi merasa kesal akan kelakuan Tuan Mudanya, yang seenak udelnya sendiri main bentak dan main pecat.
Huuuu dasar anak yang tak punya akhlak, sama orang tua berani bentak-bentak. Kalau bukan anak majikan heeee sudah gue pites loh, sekarang biarlah dia seperti itu nanti juga dia kuwalat sendiri.
Adi dengan tergesah-gesah pergi menuju kamarnya, sesampainya di kamar Adi langsung menutup rapat-rapat pintu kamarnya, kemudian menguncinya langsung dari dalam.
Tak lama Adi pun langsung mengeluarkan keris itu, kemudian dilihat-lihatnya keris itu sampai detail sembari membolak-balikannya.
"Hemmmm, unik juga yah nih keris? di sekolah nanti, gue harus mencoba keampuhan nih keris dan dengan keris ini, akan gue taklukan semua gadis-gadis cantik di sekolah, dan dengan keris ini juga, gue akan renggut semua keperawanan mereka satu persatu. Terutama Markisa, oh iya Markisa kan sudah pindah yah? biarlah, kan masih banyak siswi cantik selain Markisa di sekolah. gue jadi kagak sabar ingin mencoba keris ini secepatnya, pagi cepatlah datang karena gue sudah tidak sabar lagi ingin mencoba keris ini" racau Adi tersenyum licik.
Keesokan harinya...
Hari yang di tunggu-tunggu oleh Adi, akhirnya kini datang juga, nampak Adi telah sampai ke sekolahnya dan langsung memarkirkan moge kesayangannya.
Adi berjalan dengan begitu sangat percaya diri sekali, dengan keris itu sekarang kesombongannya sudah sangat terlihat jelas.
"Hallo cantik," sapa Adi dengan tengil seraya mencubit manja pipi gadis yang di sapanya.
Entah itu karena karisma nya dari seorang Adi, atau mungkin itu benar tuah dari keris yang di pegangnya. Karena terlihat pipi sang gadis langsung merah merona, saat adi menyapa serta mencubit manja pipinya.
Melihat itu, Adi terlihat begitu sangat senang sekali, karena tuah dari keris itu bisa langsung dirasakannya sendiri. Bahkan sudah di saksikannya dengan mata sendiri, sehingga dia pun semakin berani untuk mencoba keampuhan dari keris emas itu lagi.
"Kira-kira gue harus mencoba keampuhan nih keris pada siapa yah ? " Gumam Adi terlihat senang dan bingung menentukan targetnya.
Maaf yah readrs tulisan author agak acak adul, itu karena author ngantuk. Maaf jika bikin kecewa.
__ADS_1