HASRAT TERLARANG SEORANG OB

HASRAT TERLARANG SEORANG OB
Bab 31


__ADS_3

Tidak puas, tangan nakal Royco pun mulai menanggalkan benang kurang bahan yang dipakai Madu. Hingga, terpampang jelaslah mata Royco disuguhi bukit kembar kenyal-kenyal kokek, minta dimainin. Sehingga pikiran kalut Royco yang tadinya dikuasai nama Markisa kini ambyar.


Hei! Royco bukan dewa atau pun malaikat yang bisa menolak gejolak hasrat. Dia tidak munafik, dia manusiawi yang tak luput dari kata khilaf. Laki-laki normal mana coba yang mampu menolak suguhan gratis dari wanita yang saat ini sudah naked di atas pangkuannya.


"Wow, sempurna," batinnya. Tangan itu pun bergerak tidak sabaran untuk kekok-kekok bermain sensual di bukit balon ku ada dua.


"Ahhhhkkh," racau Madu tanpa sadar saat Royco telah melahap ujung balonnya, hingga Madu layaknya menyusuiii bayi besar.


Bosan dengan itu, Madu langsung turun dari pangkuan, dan sedikit menjauh untuk melepaskan kain segitiganya. Terlepas kain itu darinya, Madu langsung memainkannya dengan memutar-mutar menggunakan ujung telunjuknya, dan langsung melemparnya ke arah Royco.


Royco terlihat tersenyum nakal sambil menggelengkan kepalanya, tak lama dia pun mengambil segitiga dan langsung berfantasi liar dengan mengendusnya.


"Heuuumm, ahhhhhh. Wanginya haruuumm." batin Royco saat mengendus kain segitiga itu.

__ADS_1


Dengan tubuh yang seluruhnya polos, Madu berjalan layaknya seorang model menuju ke bednya, dan langsung menaruh bokongnya di atas bed itu.


"Ayo, sini Mas." Madu seraya melambaikan tangannya memanggil Royco, dan langsung mengangkat kedua kakinya hingga terlihat duduk nongkrong di atas bed itu.


Tanpa pikir panjang Royco langsung menaruh segitiga milik Madu yang sempat diendusnya, dan langsung berjalan mendekati Madu yang sudah memasang posenya itu.


"Mas, kamu mainin serabi empuk ini yah." pinta Madu seraya menunjuk bagian tengahnya dengan semakin meluasakan kedua jenjang kakinya.


Royco pun menurut dan langsung berjongkok kebawah, hingga wajahnya terlihat menghadap kebagian serabi empuk yang di tunjuk Madu.


"Gila mamen, sungguh sangat luar biasa. Ini sungguh sangat mubazir jika cuma di lihatin saja." Royco membatin senang seraya tangan itu meraba dengan lembut serabi empuk yang sedikit gondrong, karena banyak ditumbuhi rumput liar di atasnya.


Tak ingin membuang waktunya, Royco pun langsung menenggelamkan wajahnya menelusup masuk di antara goa Madu untuk menikmati serabi empuk itu.

__ADS_1


"Arrgh, chupps chupps chupps." Royco begitu rakus dalam menikmati serabi empuk itu, bahkan lidahnya sampai terlihat menjulur keluar menjilat pinggiran serabi itu.


"No, Mas. Yes...yesss, Mas." rintih Madu dengan sedikit panggulnya terangkat, terlihat tangan itu pun menjambak-jambak manja rambut Royco, sesaat.


Namun sejurus...


"Eits!" Royco terkejut saat Madu mendorongnya hingga jatuh terduduk di lantai. Madu pun dengan cepat mendekat.


"Mas, aku ingin menikmati pisang ambon mu." pinta Madu seraya menurunkan zipper Royco dengan jari-jari lentiknya dan menatap penuh nakal wajah Royco.


Tuing wing wing wingg, pisang ambon langsung berdiri mengacung dengan sombong, dan terlihat berdenyut-denyut sendiri ingin segera bisa dimainin, saat pisang ambon itu baru terbebas dari sarangnya.


Madu langsung tersenyum penuh harap, saat matanya melihat pisang ambon yang sedang berdenyut-denyut pas menyentuh wajahnya.

__ADS_1


"Akhirnya kita bisa bertemu lagi sayang, setelah sempat kamu menggantungku kemaren. Awas saja kalau sampai kamu menggantungku lagi, aku akan langsung memotong dan menggorengmu bila perlu !" batin Madu seraya mengancam pisang ambon itu.


__ADS_2