
Royco pun terkejut dan langsung menunduk untuk melihat, wajah orang yang telah memintanya masuk kedalam mobil.
"Kamu ... ?" tanya Royco terkejut.
"Nggak usah kaget gitu dong, ayo cepat masuk Mas." pinta Madu seraya membuka pintu mobil nya.
"Iya, tapi kita mau kemana?" tanya Royco penasaran.
"Sudah, Mas masuk saja. Nanti juga Mas tau sendiri kita mau kemana?" ucap Madu.
Tak mau berdebat Royco pun menurut untuk segera masuk kedalam mobil Madu, tanpa tau maksud dari Madu mengajaknya pergi.
"Mas, kamu kenapa? kok wajahmu terlihat gusar sih?" tanya Madu seraya mengemudikan mobilnya dan sesekali melihat ke arah Royco.
"Saya dipecat dari pekerjaan menjadi OB, saya bingung harus mencari pekerjaan di mana lagi?" ucap Royco gusar
"Itu bagus dong Mas," ucap Madu simple.
"Kamu ini bagaimana sih? orang dipecat kok bilang bagus," ucap Royco.
__ADS_1
"Ya bagus, setidaknya Mas 'kan bisa nyari pekerjaan yang lain. Jangan cuma bisanya menjadi seorang OB, atau kalau nggak Mas bekerja sama saya saja. Bagaimana Mas, Mas mau bekerja sama saya?" tanya Madu.
"Memangnya kerja apaan?" tanya Royco.
"Heemm, jadi pemuas ku." ucap Madu nakal seraya menaruh telunjuk di bibirnya.
"Otak mesum kamu itu nggak hilang-hilang yah dari pikiranmu? dari kemaren, itu saja yang ada dalam pikiran kamu." ucap Royco.
"Lagian aku harus mikirin apa'an lagi selain kepuasan dari kamu Mas? harta aku sudah punya, kemewahan itu pun sudah aku dapatkan. Sekarang apa lagi coba yang harus aku pikirin?" tanya Madu.
"Kenapa kamu tidak mencoba mencari kepuasan dari laki-laki lain saja? kenapa harus mencari kepuasan dari aku? kan banyak tuh laki-laki di luaran sana, yang mempunyai bentuk tubuh yang bagus bahkan atletis. Kenapa harus aku yang kurus bahkan kerempeng," ucap Royco.
"Oke oke, saya mau memuaskan mu. Kapan dan di mana kita akan melakukannya?" tanya Royco terpaksa.
"Sekarang juga di rumah aku kita melakukannya, mumpung Adi belum pulang dari sekolahnya. Oke Mas?" ucap Madu tersenyum nakal.
"Oke," ucap Royco terlihat pasrah.
"Nah, gitu dong. Makasih yah Mas, sudah mau bersedia." ucap Madu seraya meletakan tangan kirinya di atas pisang ambon milik Royco.
__ADS_1
Royco terdiam terus menatap pemandangan yang ada di depannya, sesekali menengok ke sebelah kiri melihat pemandangan yang ada di sampingnya.
"Sudah sih, fokuslah mengemudi saja jauhkan tangan mu dari pisang ambon saya." pinta Royco.
"Kenapa Mas, takut berontak yah pisang ambon Mas dari sarangnya kalau terus di pegangin?" ucap Madu sedikit menggoda Royco.
"Bukan begitu, kamu 'kan sedang mengemudikan mobil jadi nggak baik jika tidak fokus menyetir, bahaya tau." ucap Royco dengan memperingatkan.
"Iya Mas, Mas bisa berikan tangan mu?" pinta Madu.
"Untuk apa?" tanya Royco bingung.
"Berikan saja Mas," ucap Madu memaksa.
Royco pun langsung memberikan tangannya ke Madu, Madu pun langsung meraih tangan itu kemudian menuntunnya untuk merema*s bukit kenyalnya.
"Ahhhhh ahhhh ahhhh," Desah Madu saat tangan itu merema* dengan lembut bukit kenyalnya. Mendengar itu Royco langsung menarik kembali tangannya.
"Loh, kenapa Mas?" tanya Madu sedikit kecewa saat Royco menarik tangannya kembali.
__ADS_1
"Bahaya, kamu sedang mengemudi." jawab Royco. "Saya masih mau hidup," sambungnya.