
Hal sulit sedang Royco jalani disaat dirinya sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit, tanpa ada teman bahkan keluarga yang datang untuk menjenguknya.
Royco merasakan kesepian di dalam hatinya saat dirinya benar-benar tidak berdaya, sehingga membuatnya merindukan adanya sesosok seorang Ibu disampingnya.
Ibu yang selalu menggendong nya di saat masa kecilnya dulu, Ibu yang selalu merawatnya di kala sakitnya dulu, Ibu yang selalu bisa meringankan segala kesusahan di dalam hatinya. kini dia harus melewati kesulitan itu sendirian, tanpa ada seorang Ibu yang mampu meringankan beban di hatinya itu.
Butir-butir air mata pun terlihat sangat jelas memaksa keluar dari sudut mata Royco, tak mampu di bendungnya lagi. Saat dirinya merindukan seorang Ibu untuk hadir menghapus segala kesulitan itu.
"Ibu, Royco kangen Bu. Royco ingin Ibu ada di dekat Royco, hapuskan segala kesulitan Royco Bu." dalam tangis Royco membatin.
Brakk
Tetiba pintu kamar tempat Royco dirawat terbuka lebar, nampak seorang wanita cantik nan elegan. Dengan wangi parfum yang mampu membangkitkan gairah bagi yang menciumnya, terlihat langsung melangkah masuk untuk menjenguk Royco.
__ADS_1
"Hey, apa kabar. Bagaimana keadaan mu, Mas? apa kamu sudah baikan?" tanya Madu, seraya meletakan bucket buah yang di bawah nya di atas nakas.
Royco terkejut melihat Madu wanita yang dulu pernah ia taklukkan dengan keris emasnya, kini tiba-tiba nampak datang untuk menjenguknya.
"K---kamu, tau darimana kalau aku sedang dirawat?" tanya Royco gugup.
"Tau dari anakku lah, bahkan tentang penggrebekan itupun aku tau. Oh iya Mas, kenapa sih, kamu lebih memilih berhubungan dengan gadis yang masih bau kencur itu. Ketimbang sama aku? padahal 'kan aku sudah memberikan motor sport sesuai dengan keinginan mu? tapi kamu malah memilih bercinta dengan gadis itu?" tanya Madu dengan bertubi-tubi.
"Oke--oke, saya tidak akan membahas hal itu lagi. Tapi biarkan aku disini yah, aku kangen sama Mas. Kan kita sudah lama nggak ketemu, boleh 'kan?" tanya Madu penuh manja.
"Tadi, sempat aku mendengar kamu tau hal ini dari anakmu benar?" tanya Royco penuh tanda tanya tentang kejadian yang menimpanya.
"Benar Mas, bahkan kata anakku juga. Dia yang memberitahukan kepada Ayah dari gadis itu. Kalau Mas dan gadis itu lagi berdua-duaan di dalam kamar hotel." ucap Madu dengan polosnya.
__ADS_1
"Kurang ajar, berarti ini semua ulah dari anakmu itu. Kenapa sih, anakmu itu sampai sebegitunya membenciku?" tanya Royco kesal.
"Sudahlah Mas, dia itu masih ABG. Jadi pikirannya masih sangat labil, hari ini bilang A, besok laginya sudah bilang B, jadi masih berubah-ubah. Nggak usah di pikirin lah, lebih baik Mas mikirin tentang hubungan kita selanjutnya. Kedepannya akan bagaiman Mas?" tanya Madu ingin tau kelanjutan hubungannya dengan Royco.
"Maaf, aku sudah mencintai seseorang. Dan hati ini sudah menjadi miliknya," ucap Royco jujur.
"Gadis itu, Mas?" tebak Madu.
"Iya," Jawab Royco singkat.
"Halaaa, gadis itu masih bau kencur Mas. Paling juga cuma cinta nyet, jadi Mas boleh kok mainin dia. Asalkan hati dan pisang ambon yang Mas punya, Mas berikan hanya kepada aku, soalnya aku kangen sekali sama pisang ambon Mas punya." ucap Madu nakal.
"Kamu ini yah, mesum saja yang di pikirin. Apa kamu nggak lihat kondisi ku sekarang, haaa?" tanya Royco marah.
__ADS_1