HASRAT TERLARANG SEORANG OB

HASRAT TERLARANG SEORANG OB
BaB 22


__ADS_3

Geruh tak berbunyi malang tak berbau; kemalangan yang datang tanpa bisa di ketahui, seperti itu yang menggambarkan nasib Royco saat itu.


"Kenapa nasib gue seperti ini ? disaat gue sudah benar-benar memberikan hati gue ke Markisa, orang tuanya malah menghajar gue habis-habisan. Apa gue harus membalas perlakuannya dengan keris yang gue milik ? atau gue harus menerimanya ? sebagai wujud pengorbanan gue untuk Markisa, biarlah. Mungkin ini sudah menjadi sebab akibat buat gue. **G**ue yang sudah menanam keburukan, gue juga yang harus menuainya." Royco membatin. seraya merangkak, mencoba meraih pakaiannya yang tak jauh dari sisinya.


Sementara sang Ayah tengah memungut pakaian Markisa yang berserakan di lantai, tak lama dia pun langsung melemparkannya ke wajahnya Markisa.


"Ambil ini, dan cepat pakai." Sang Ayah dengan geram.


Markisa terdiam dengan isak tangisnya, merasa tidak berarti lagi didepan sang Ayah. Karena sang Ayah membentaknya dengan sangat kasar sambil melemparkan pakaian itu di wajahnya.


"Ayo cepat! kenapa diam? masuk sana ke kamar mandi, dan pakai bajumu! bentak Ayah dengan kasar.

__ADS_1


Sambil menangis Markisa pun langsung berlalu pergi menuju ke kamar mandi, sambil mendekap erat pakaian di dadanya.


Setelah itu terlihat sang Ayah berjalan pergi mendekati Royco yang tengah merangkak tidak berdaya, yang mencoba sekuat tenaga sedang berusaha meraih pakaiannya itu.


Dan dengan sengaja sang Ayah langsung menginjakan kakinya di atas tangan Royco, saat tangan Royco berhasil menggapai pakaiannya.


Terlihat Royco meringis kesakitan menahan sakit, saat tangannya dengan sengaja diinjak oleh Ayahnya Markisa.


Merasa iba melihat Royco yang sudah berdarah-darah, namun terus mendapatkan perlakuan buruk dari Ayahnya Markisa, salah satu petugas hotel pun akhirnya mencoba untuk menolong Royco.


"Maaf Pak, ini sudah di luar batas. Ini namanya penyiksaan Pak, tak baik untuk bapak lakukan lagi. Bapak bisa kena pasal penganiayaan pak, Bapak bisa di penjara karena melakukan ini," ucap salah satu pegawai hotel yang merasa iba.

__ADS_1


"Siapa kamu? berani sekali mengatakan hal itu terhadap saya, sebelum saya di penjara gara-gara melakukan hal ini. Saya terlebih dahulu melaporkan anda-anda ke polisi, karena anda-anda sudah berani mengijinkan anak yang masih di bawah umur masuk bersama laki-laki ke hotel. Mau saya laporkan anda ke polisi?!" bentak Ayah Markisa.


Pegawai hotel itupun langsung tertunduk, tidak berani lagi menolong Royco dan memilih untuk melangkah mundur.


Sang Ayah terlihat tak perduli dengan rintihan-rintihan sakit Royco, dia malah sengaja berjongkok sehingga Royco semakin kesakitan dibuatnya karena tekanan injakan itu semakin kuat.


"Auwww sakit Pak, tolong lepaskan tanganku." teriak Royco kesakitan.


"Dengarkan ini baik-baik OB. Kalau sampai Markisa hamil, dan mengandung anak kamu. Saat itu juga saya akan mencari mu dan langsung membunuhmu, karena saya tidak sudih jika mempunyai menantu seorang OB. Camkan itu baik-baik." ucap Ayah dengan menekan kuat injakan kakinya terhadap tangannya Royco, tak lama diapun melepaskan injakannya.


Royco langsung berguling-guling dengan tubuh masih polos, terus memegangi tangannya seraya berteriak-teriak sakit, saat tangannya terlepas dari injakan yang di lakukan oleh Ayahnya Markisa.

__ADS_1


__ADS_2