Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 10. SUARA MERDU AMOR _HTMA


__ADS_3

Kau jangan asal bicara. Karena fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Mami tidak menyukai kau memfitnah orang lain." ucap Nyonya Alena kesal melihat putranya mengatakan kalau Qori tidur bersama beberapa orang pria.


Bernando terdiam. lalu tersenyum sini ke arah Nyonya Alena. Cantik dan seksi bukan tolak ukur bagi Bernardo untuk menjadikannya pendamping hidup. Jika wanita yang kerap sekali menggunakan pakaian yang kurang bahan, itu najis bagiku bukan malah aku tertarik kepadanya. Justru aku semakin jijik." ucap Bernando sambil menatap Nyonya Alena dengan tatapan penuh arti.


"Terus sampai kapan kau menikah lagi? umurmu sudah 35 tahun dan umur Mami sudah tidak muda lagi. Apa kau menginginkan Mami mati belum menimang cucu? kau Putra mami satu-satunya jadi harapan mami hanya kamu saja.


"Mami Tenang saja, jika sudah jodoh pasti akan datang juga. Jodoh tidak akan datang jika tidak dicari. jangan asal bicara kamu." sahut Nyonya Alena yang mampu membuat Bernando terkekeh. Kalau kau tidak mampu mencari pendamping hidup untukmu, mami bersedia melakukannya.


"Atau kau memang tidak menyukai wanita? jangan-jangan kamu belok."


"Maksud Mami apa?


"Siapa tahu kau menyukai terong sama terong sehingga kau tidak memiliki niat untuk menikah dengan seorang wanita." ucap Nyonya Alena asal membuat Bernando menggelengkan kepalanya lalu tertawa ngakak.


Mendengar suara tawa dari sang majikan, Amor penasaran. Ia bangkit berdiri ingin melihat sosok Bernando tertawa lepas. kalau dia tertawa seperti ini, Dia terlihat tampan dan menawan. gumam Amor di dalam hati. sembari menatap Bernando dan nyonya Alena secara bergantian.


"Andai Mami masih hidup, mungkin Amor dapat melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Bernando kepada Nyonya Alena. Tetapi apalah daya Sang khalik lebih sayang kepada Mami dan menjemputnya lebih awal." batin Amor sambil terus memperhatikan Nyonya Alena dan juga Bernando yang sedang menikmati menu makan malam di sana.


****


Drama makan malam kini telah usai, seluruh anggota keluarga yang berada di rumah utama keluarga Bernardo sudah beristirahat. tidak terkecuali dengan Amor. Ia sudah berlalu ke paviliun kamar yang ia tempati. saat dirinya sudah berada di dalam kamar, ia mencoba memejamkan matanya. "Kenapa aku tidak bisa tidur saat ini? gumam Amor di dalam hati sembari menatap langit-langit kamarnya.


Amor bangkit kembali karena ia tak kunjung dapat memejamkan mata. Ia memilih duduk di luar kamar menikmati udara malam. Sesekali ia mendendangkan lagu kesukaannya. Suara merdu Amor terdengar jelas ke kamar yang ditempati oleh Bernando.

__ADS_1


" Siapa yang bernyanyi malam-malam begini?" gumam Bernando di dalam hati sembari beranjak dari tempat duduknya mencoba mendengar arah suara wanita yang bernyanyi di malam hari.


Ketika Bernando berdiri di balkon kamarnya, ia terhenyak melihat Amor yang duduk santai di luar paviliun kamar yang ia tempati. Sambil memetik gitar dengan pelan mendendangkan lagu kesukaannya yang berjudul SECRET LOVE SONG yang sering didendangkan oleh artis ternama dari kota Manila yaitu morsette.


Suaranya merdu dan petikan gitarnya juga pas dengan nada suaranya." gumam Bernando di dalam hati terhipnotis dengan suara merdu Amor.


"Wah suaranya sangat merdu. Dia juga pintar main gitar, terlihat wanita ini memang bukan wanita sembarangan. Bernando bermonolog sendiri sembari memperhatikan Amor dari balkon kamarnya.


Sementara Amor yang tidak menyadari kalau Bernando memperhatikannya, dari atas balkon ia kembali mendendangkan sebuah lagu kesukaannya yang berjudul YOU ARE THE REASON. yang kebetulan lagu itu juga lagu kesukaan Bernando.


Lagi-lagi Bernando dibuat terhipnotis dengan suara merdu Amor. Bernando menikmati suara itu dengan alunan gitarnya. Hingga yang ketiga kalinya Amor mendendangkan lagu yang berjudul "AKIN KA NA LANG "(yang artinya jadilah milikku) lagi-lagi Amor mendendangkan lagu kesukaan Bernando.


Membuat Bernando setia mendengar suara merdu Amor dari atas balkon. Ingin sekali dirinya menghampiri Amor di paviliun itu. Tetapi ia enggan melakukannya. "Suara wanita ini benar-benar luar biasa. Aku tidak menyangka. Kalau dia diorbitkan pasti dia akan menjadi artis terkenal." lagi-lagi berrnando bermonolog sendiri takjub dengan nada suara merdu milik Amor.


Sementara Bernardo juga masuk ke dalam kamar miliknya. Setelah mendengar dendangan lagu dari Amor beberapa lagu .


Tidak menunggu lama, Bernando pun akhirnya tertidur pulas mengarungi alam mimpinya.


****


Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Membuat tidur pria tampan itu menjadi terganggu. Akibat sinar mentari masuk melalui celah-celah gorden dan menyinari wajah tampan pria yang sedang tertidur pulas.


Bernando bergeliat, lalu ia perlahan membuka kedua kelopak matanya. Berusaha mengumpulkan kesadarannya lalu bangkit duduk bersandar headboard. Sudah jam berapa ya? Kok sinar matahari cerah sekali pagi ini." gumamnya sambil meraih jam miliknya yang diletakkan di atas nakas.

__ADS_1


Ternyata sudah pukul 08.00 aku sudah telat ke kantor." gumamnya dalam hati sembari langsung loncat masuk ke dalam kamar mandi berniat untuk membersihkan diri.


Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Bernardo langsung memakai pakaian kantor dan terlihat sudah rapi. Ia tidak ingin membuat Nyonya Alena lebih marah kepadanya, setelah apa yang terjadi di perusahaan milik mereka akhir-akhir ini.


Ia tidak menyangka di perusahaan miliknya ada seorang penyusup yang berniat ingin menghancurkan perusahaan milik mereka. Tapi untungnya Fauzan dapat langsung menemukan orang itu, hingga saat ini Fauzan masih memberikan hukuman kepada orang itu.


Bernando Turun ke bawah berniat untuk segera berangkat ke kantor. "Kau kok buru-buru?sarapan dulu." teriak Nyonya Alena yang melihat putranya sudah beranjak ingin langsung keluar dari rumah. Bernando kembali menghampiri Nyonya Alena memberikan salam dan mencium punggung tangan Nyonya Alena.


"Sarapan dulu nanti baru pergi ke kantor." ucapnya.


"Tidak mom, Pagi ini aku ada meeting penting dengan klien yang berasal dari Santa Barbara. ucap Bernando sambil hendak pergi meninggalkan Nyonya.


"Tunggu!" jika kau tidak sempat sarapan, setidaknya kau membawa bekal." ucap Nyonya Alena sambil meminta Amor untuk membuat bekal kepada Bernando.


Dengan gerak cepat, Amor membuat bekal untuk Bernando."Ini Tuan bekal sarapan pagi untuk Tuan." ucap Amor memberikan kotak bekal kepada Bernando. Bernando menatap Amor dengan Tatapan yang sulit diartikan.


Ingin sekali Bernando berbicara panjang lebar dengan Amor. Tetapi lagi lagi ia tidak mampu melakukannya. Dengan sikapnya yang angkuh dan Arogan membuat dirinya seperti kehilangan harga dirinya jika berbicara dengan wanita yang selama ini ia bentak.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓

__ADS_1


__ADS_2