Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 19. PETIKAN GITAR _HTMA


__ADS_3

Keesokan paginya Amor mengetuk pintu kamar milik Bernando. Ia sengaja membangunkan Bernando hari ini, agak kesiangan mengingat hari ini, hari weekend. tentunya Bernando tidak masuk kantor dan waktunya untuk rehat, setelah beberapa hari melakukan aktivitasnya yang menguras tenaga dan pikiran.


Tok ...


tok ...


tok ...


Suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga Bernando. Sebenarnya pagi ini Bernando sudah terbangun. Tetapi ia memilih untuk Diam tidak menjawab agar Amar masuk dengan sendirinya. Karena tak kunjung mendapat jawaban, Amor membuka pintu kamar yang ditempati oleh Bernando.


"Ya ampun Tuan muda, Amor ketuk pintunya tak kunjung mendapat jawaban. Ternyata Tuan muda sudah bangun. Nanti Amor masuk ke sini tanpa mendapat izin, lagi-lagi Amor yang salah." Gerutu Amor sambil memanyunkan bibirnya membuat Bernando langsung terkekeh melihat raut wajah Amor yang terlihat kesal menatap Bernando.


Wajahmu jelek kalau lagi manyun seperti itu. ucap Bernando dengan wajah yang datar membuat Amor menatap Bernando dengan tatapan tajam. "Jangan menatapku seperti itu. Aku tidak suka.


"Amor hanya terdiam, lalu membenahi tempat tidur." Ini kamar anak kecil apa kamar orang dewasa? sudah seperti kapal pecah saja."gerutu Amor yang masih dapat didengar oleh Bernando. Bernando hanya tersenyum mendengar ocehan Amor dan nada yang sangat kecil.


" Duduk! perintah Bernando kepada Amor ketika melihat Amor sudah selesai membersihkan kamar dan membenahi spray tempat tidur yang ditempati oleh Bernando.


Amor melangkah gontai duduk di hadapan Bernando. "Di mana gitarmu?


"Gitar apa Tuan?


"Aku sering mendengarmu bernyanyi dengan sambil memetik gitar.

__ADS_1


"Oh gitar Itu, bukan punyaku Tuan. Tapi gitar itu milik anak Nyonya Risma yang sedang berada di di kota Davou. Nyonya Risma meminjamkannya untukku, karena putranya saat ini tidak di sini." ucap Amor sambil menundukkan kepalanya.


"Dimana gitar itu sekarang?


"Ada di kamar saya Tuan. Memangnya ada apa?


"Coba kamu ambil."Amor menganggukkan kepalanya lalu meninggalkan bernando di sana, mengambil gitar milik putra dari Nyonya Risma yang dipinjamkan Nyonya Risma kepada Amor.


Amor kembali ke kamar milik Bernando dengan membawakan gitar itu.


"Maaf Tuan, ini gitarnya." ucap Amor sambil memberikan gitar itu kepada Bernando.


"Aku ingin kau bernyanyi lagu, Yang pernah kau nyanyikan saat kau duduk di depan kamar paviliun itu.


"Secret of love." sahut Bernando sambil mengembangkan senyumnya.


"Tapi suara saya tidak bagus Tuan, bisa-bisa nanti gendang telinga Tuan pecah mendengar suara Fals saya." ucap Amor membuat Bernando langsung terkekeh.


"Aku tidak akan memintamu bernyanyi di sini, jika suaramu tidak aku sukai. Aku sudah mendengar kau bernyanyi aku menyukainya." ucap Bernando sambil mengembangkan senyumnya.


Bernando berusaha meminta Amor untuk menyanyikan lagu itu di hadapannya sendiri. Tapi sepertinya Amor enggan untuk melakukannya. "Tuan Bisa saja mengundang Morsette menyanyi di sini untuk menghibur Tuan. Karena suaraku tidak sebagus artis papan atas. Aku hanya menyanyi di kamar mandi." ucap Amor sambil terkekeh Bernando yang mendengar celotehan Amar pun langsung tertawa.


"Ayolah menyanyilah untukku satu kali ini aja. aku lagi bad mood." ucap Bernando

__ADS_1


Amor mulai memetik gitarnya perlahan ia mengeluarkan suara merdunya. Bernando benar-benar menikmati suara merdu Amor yang dapat menghipnotis dirinya. Ia Pun diam-diam merekam video saat Amor memetik gitar dan menyanyikan lagu kesukaannya.


Beberapa lagu dinyanyikan oleh Amor di hadapan Bernando, membuat Bernando begitu bahagia. Saat Amor menyanyikan lagu terakhir, Tiba-tiba nyonya Alena masuk ke kamar yang selama ini ditempati oleh Bernando.


Membuat Amor seketika langsung menghentikan petikan gitarnya dan menoleh ke arah Nyonya Alena.


"Astaga, kalian dicariin ternyata ada di sini. ucap Nyonya Alena yang juga terpesona mendengar suara Amor.


"Jangan hanya Bernando saja yang mendengar suara merdu mu itu, Mami juga ingin mendengar suara merdu dan petikan gitarmu yang dapat menghipnotis mami." ucap Nyonya Alena sambil langsung mendudukkan bokongnya di samping Amor.


Membuat Amor mengembangkan senyumnya.


"Nyonya bisa saja. Sejujurnya Amor tidak terlalu pintar untuk bernyanyi dan main gitar. hanya saja hobi memetik gitar dan juga bernyanyi. Tapin lebih cocoknya sih bernyanyi di kamar mandi." ucap Amar sambil terkekeh.


"Ayo dong bernyanyi lagi. Aku ingin mendengar suaramu. tadi mami sempat mendengarnya." mohon Nyonya Alena meminta kepada anak untuk mendendangkan lagu kesukaannya. lagi-lagi Amor tidak bisa membantah. Bagi Amor tidak ingin membantah apa yang diinginkan oleh Nyonya Alena darinya.


Karena ia sangat menghargai dan menghormati Nyonya Alena, sebagai orang tertua dan juga majikan yang sangat ia hormati. Perlahan Amor kembali memetik gitarnya dan menyanyikan lagu kesukaan Nyonya Alena. Sesuai dengan judul lagu yang di request oleh Nyonya Alena.


"Aku tidak menyangka kau mampu menyanyikan lagu legend seperti itu. lagu itu lagu masa-masa Mami saat duduk di bangku SMA." ucap nyonya Alena kepada Amar dibalas senyuman dari Amor.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓


__ADS_2