Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 31. PUJIAN UNTUK AMOR_HTMA


__ADS_3

Padahal mereka tidak mengetahui apa yang dilakukan Qori di belakang mereka. Yang mereka ketahui kalau karir Qori saat ini sedang bagus dan raut wajah, body yang oke membuat wanita-wanita sosialita itu membanggakan Qori. Nyonya Alena yang sudah mengetahui sebenarnya tentang Qori, Ia hanya tersenyum mendengar pujian dari para teman-teman sosialitanya terhadap Qori.


Ia juga tidak mau ambil pusing dan ikut campur urusan tentang Qori. Asalkan mereka belum mencampuri urusan keluarga Nyonya Alena. "kalian tenang saja nanti kalau Putraku menikah Pasti kalian mendapat undangannya." sahut Nyonya Alena dengan santai tanpa ada wajah marah.


Tanpa mereka sadari ternyata Amor dan Bernando juga berada di lokasi yang sama dengan Nyonya Alena bersama teman-teman sosialitanya. Terlihat penampilan Amor kali ini sangat jauh berbeda. Setelah Bernando membawa Amor ke sebuah butik ternama yang ada di kota Manila.


Amor sudah terlihat cantik dan menawan. hingga setiap kaum Adam yang melihat pasti akan terpesona. Nyonya Raina yang melihat keberadaan Bernardo di sana, cepat-cepat melangkah menghampiri Bernando. Takut kalau dirinya kehilangan jejak Bernando.


"Bernando kamu di sini juga? tanya Nyonya Raina yang tampak heran melihat keberadaan Bernando di sana. Ia mengira kalau Nyonya Alena datang bersama Bernando.


"Eh tante Reina." sahutnya sambil tersenyum.


"Kamu sama siapa ke sini? apa kamu yang menghantar Mami kamu ke sini, Mengapa tidak masuk bersama mami kamu?


"Maaf Tante, tapi Bernando tidak mengetahui Kalau Mami juga berada disini.


"Wow wanita yang di samping kamu ini cantik sekali. Siapa dia, apa dia kekasihmu? tanya Nyonya Raina kepada Bernando. Bernando mengembangkan senyumnya menatapnya Raina Yang penasaran siapa sosok wanita yang ada di samping Bernardo saat ini.


Apalagi seperti yang mereka bicarakan bersama teman-temannya kalau Bernando lelaki yang tidak normal sehingga Bernardo tidak menikah di usianya yang sudah 35 tahun. Hanya Nyonya Raina yang tidak percaya begitu saja, akan gosip yang beredar tentang Bernando.


"Kalian mau Kemana?kita gabung saja ke sana bersama mami kamu."ujarnya sambil langsung menarik tangan Amor berniat untuk duduk bersama dengan Nyonya Alena bersama teman-teman mereka yang hadir di sana.


Amor tidak bisa menolak. Ia hanya menatap ke arah Bernando. Seolah dirinya meminta persetujuan dari Bernardo. Bernando mengikuti langkah Nyonya Raina bersama Amor masuk ke restoran itu. "loh sayang kalian ada di sini? tanya Nyonya Alena kepada Amor yang baru tiba bersama Nyonya Raina dan juga Bernardo.


"Maaf mom, Tapi jujur tadi tidak ada niatan mampir ke resto ini. Tetapi tante mengajak Amor masuk, gabung dengan Mami dan teman-teman Mami." sahut Amor sambil menundukkan kepalanya.


"Iya jeng, tadi saya melihat Bernando bersama wanita cantik ini, jalan tepat di depan restoran ini. Jadi makanya saya buru-buru melangkah keluar dan menghampiri Bernando dan mengajaknya ke sini bersama Amor. Yang ternyata Amor Ini calon istri Bernando.


"Apa!

__ADS_1


"Calon istri?


"Kamu serius Alena?


"Iya, dia Amor calon menantu saya.


"Wah cantik benar, kalah dari Qori." sahut teman mereka yang satunya membuat Nyonya Lara sedikit kesal mendengar pujian salah satu teman mereka terhadap Amor.


Amor berusaha mengembangkan senyumnya semanis mungkin dihadapan teman-teman sosialita Nyonya. Ia tidak ingin kalau Nyonya Alena akan merasa malu dengan kehadirannya di sana.


Amor memberi salam kepada satu persatu teman-teman sosialita Nyonya Alena. terlihat para teman-temannya Alena menatap Amor dengan tatapan seksama. "dari aura kecantikan Amor yang terlihat begitu menawan, dan pakaian yang ia gunakan saat ini berkelas membuat setiap teman-teman Nyonya Alena semakin terpesona menatap Amor.


"Kau cantik sekali sayang." ucap Nyonya Raina memuji kecantikan Amor.


"Terima kasih Tante atas pujiannya. Tapin sepertinya masih cantikan tante dibandingkan Amor." sahut Amor sambil menatap Nyonya Raina yang begitu memperhatikan Amor semenjak melihat Amor dan Bernando di sana.


"Jangan dong Jeng dia kan calon menantu saya." ucap Nyonya Alena yang tidak rela kalau Nyonya Makaspak ingin menjodohkan putranya dengan Amor.


"Tidak Jeng, kan saya katakan tadi kalau bukan Bernando yang calon suaminya, itu artinya saya tidak melanjutkan keinginan saya untuk menjodohkan Putra saya dengan wanita ini." sahutnya sambil mencoil dagu amat yang terlihat mempesona.


Nyonya Alena sudah terbakar api amarah dan emosi ketika melihat teman-temannya memuji kecantikan Amor yang merupakan calon istri Bernando. Karena ia mengetahui Qori sangat mencintai Bernando.


"Oh ya Bernando kapan kalian menikah? tanya Nyonya Makaspak kepada Bernando.


" Tidak lama lagi kok Tante, tapi ingat ya Tan, kalau Bernando menikah tante Harus hadir ke pesta pernikahan Bernando." sahut Bernando sambil mengembangkan senyumnya menatap Nyonya Raina dengan tatapan penuh arti.


"Kalau masalah hadir, kamu jangan khawatir. Tante pasti akan hadir di acara pernikahan kamu. Sekarang tante tanya sama kamu. Kamu mau apa dari Tante kado pernikahan kamu?


"Kalau masalah itu terserah tante saja. Yang penting tante ikhlas memberikannya, Bernando pasti akan senang menerimanya." sahut Bernando sambil menarik kursi, agar Amor dapat duduk dengan leluasa. Karena ia melihat Amor hanya berdiri saja, semenjak mereka bertemu dengan Nyonya Alena dan teman-temannya.

__ADS_1


Dikala teman-temannya memuji Amor dan Bernando, Nyonya Lara tampak semakin kesal dan ia pun langsung berpamitan pulang meninggalkan teman-temannya. padahal sebelumnya dia yang menggebu-gebu menantang Nyonya Alena kalau Bernardo itu lelaki yang tidak menyukai wanita. Bahkan putrinya yang cantik jelita juga ditolaknya.


"Kenapa langsung pergi? tanya Nyonya Makaspak yang melihat nyonya Lara langsung meninggalkan teman-temannya.


"Maaf saya ada pekerjaan penting, baru saja mendapatkan pesan Whatsapp dari kantor."jawab Nyonya Lara tentunya berbohong sambil melambaikan tangannya kepada teman-temannya.


Disaat Nyonya Lara berjalan keluar dengan buru-buru, Ia tidak sengaja menabrak seorang wanita paruh baya yang seumuran dengannya. Hingga barang belanjaan wanita paruh baya itu terjatuh.


"Maaf saya tidak sengaja."ucap Nyonya Lara mau minta maaf kepada wanita paruh baya yang ada di hadapannya.


"Kamu Lara, bukan? ucap Nyonya Yuan yang melihat Nyonya Lara Di hadapannya berdiri menghadap kepadanya.


"Yuan?


"Ya, saya Yuan teman satu sekolah saat SMA dulu." sahut Nyonya Yuan membuat Nyonya Lara langsung mengembangkan senyumnya.


"Sudah sangat lama kita tidak bertemu. Kamu ke sini bersama siapa? apa dengan suami kamu?


"Tidak, aku hanya sendirian saja ke sini. semenjak suamiku meninggal." sahut Nyonya Yuan sambil menundukkan kepalanya.


"Maaf saya tidak mengetahui kalau suami kamu sudah meninggal. Sepertinya kita harus mencari tempat untuk saling bercerita. Aku ingin bercerita panjang lebar denganmu. sudah lama juga kan kita tidak bertemu? jadi tidak ada salahnya kita ngobrol dulu. apa kamu sibuk?


"Tidak, kebetulan aku saat ini tidak terlalu sibuk."sahut Nyonya Yuan disambut dengan senyuman dari Nyonya Lara. kalau begitu kita duduk saja di sana sambil menikmati hidangan yang ada di sana. Kita juga dapat memandang indahnya kota Manila di siang hari, dari dinding kaca yang tembus pandang sambil menikmati menu makanan yang ada di restoran itu." ujar Nyonya Lara dibalas anggukan dari Nyonya Yuan.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓

__ADS_1


__ADS_2