Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 13. MENJADI ASISTEN PRIBADI _HTMA


__ADS_3

Ia melihat Nyonya Alena sudah menghabiskan Kwek-kwek itu, lalu Bernando membuka suara. "Mom sepertinya aku memerlukan asisten di kantor. Tidak cukup hanya Fauzan saja.


Jika aku pergi ke luar kota, maka Fauzan harus ikut. Tidak ada yang dapat dipercaya untuk menghandle kantor selain Fauzan." ucap Bernando Nyonya Alena mengerutkan keningnya.


Nyonya Alena menata putranya dengan tata kentangnya. "kalau kau membutuhkan asisten cari orang yang dapat bisa dipercaya. Mami tidak ingin kau mendapat masalah nantinya. Karena jarang sekali kita menemukan orang sebaik Fauzan. Dalam memilih asisten kau harus berhati-hati."ujar Nyonya Alena kepada putranya.


"Sepertinya Amor dapat menjadi asisten ku mom."


"Amor?


"iya Amor, dia yang akan menjadi asistenku dan mengurus keperluanku selama aku bertugas.


"Tapi dia asisten rumah tangga."


"Bernando yakin dia mampu mom."


"Apa kau benar-benar yakin?


"Yes why not."


"Kalau memang itu dapat membantumu Mami setuju. Nanti akan kita carikan yang menggantikan Amor bekerja di rumah ini membantu Risma dan yang lainnya."tapi Citra rasa masakan Amor sudah melekat di lidah mami. Mami menyukai masakan Amor.


"iya, Bernando juga menyukai masakan Amur karena kita rasa masakan Amor pasti lidah Bernando.

__ADS_1


"Dia tetap bisa bekerja di rumah ini jika dia mau. Aku akan tetap memintanya tinggal di sini Walaupun dia menjadi asistenku di kantor.


Nyonya Alena menganggukkan kepalanya setuju dengan permintaan putranya. Nyonya Alena tidak pernah memaksakan kehendaknya kepada putranya. Yang penting keputusan putranya dapat membuat putranya bahagia.


Nyonya Alena meminta kepada Risma untuk memanggil Amor. "Bi Risma..... Tolong panggilkan Amor ke sini, ada yang ingin kami bicarakan kepadanya."titah Nyonya Alena kepada Bu Risma yang selama ini bekerja menjadi asisten rumah tangga di rumah utama keluarga Bernando.


"Baik nyonya."Bi Risma berlalu meninggalkan Nyonya Alena dan Bernando di sana. Mencari keberadaan Amor yang sedang mengerjakan sesuatu di dapur. "Amor....,kamu dipanggil nyonya dan Tuan Muda. Pergi temuin ke sana."ujar Ibu Risma meminta kepada Amor untuk segera menemui sang majikan.


Amor mengembangkan senyumnya Menatap Nyonya Risma dengan tatapan penuh tanya. Ia pun berlalu dari dapur menemui Nyonya Alena dan juga Bernando yang masih duduk di meja makan. "Maaf Nyonya apa Nyonya memanggil saya?" tanya Amor penuh selidik.


"Iya, kamu duduk, Apa kau sudah makan? tanya Nyonya Alena. Amor menggelengkan kepalanya. Pertanda dia jujur dia memang benar-benar belum makan sebelum sang majikan menyantap menu makan malam mereka.


"Kalau begitu Kau makan dulu, nanti temui saya dan Putra saya di ruang tamu." ujar Nyonya Alena sambil beranjak dari tempat duduknya menuju ruang tamu ingin menikmati siaran televisi yang tayang di salah satu televisi swasta luar. Yang kebetulan Nyonya Alena juga menyukai menonton televisi siaran drama Korea kesukaannya. membuat Bernardo terkadang kesal melihat Nyonya Alena yang senang sekali menonton drama Korea romantis. Padahal di usianya sudah menginjak paruh baya.


"Mami bisa saja sudah berusia paruh baya menyukai drama Korea romantis seperti ini." usia bisa paruh baya. Tetapi tidak mengurungkan keinginan Mami menyukai drama Korea romantis. Tidak seperti kamu! "Pantas saja di umur kau 35 tahun, kau tak kunjung menikah. Karena kau tidak menyukai hal-hal romantis." ucap Nyonya Alena mencibir putranya yang tak kunjung menikah di usia 35 tahun.


"Kalau kau tidak ingin disinggung mengenai status pernikahan, Mengapa kau tidak menikah?" gerutu Nyonya Alena yang mampu membuat Bernardo semakin kesal.


Saat perdebatan antara ibu dan anak itu masih berlanjut, Amor tiba di ruang tamu menghampiri Nyonya Alena dan Bernando yang sedang berdebat mengenai status pernikahan Bernando.


"Maaf Nyonya, nyonya memanggil Amor? kembali Amor menghampiri Nyonya Alena dan Bernando yang sedang berdebat.


"Iya silakan duduk." ujar Nyonya Alena meminta kepada Amor untuk duduk di dekat Bernando. Sejujurnya ia sangat enggan duduk di samping Bernando. Tetapi Amor juga bingung Mengapa tiba-tiba sang majikan memintanya untuk duduk di sana.

__ADS_1


Saat Amor duduk di samping Bernando Nyonya Alena mengembangkan senyumnya. yang entah apa yang ada di dalam pikiran Nyonya Alena. Yang pasti sepertinya ada sesuatu hal."Katakan saja Bernardo Apa yang kau inginkan dari Amor." Ujar Nyonya Alena


"Begini Amor, to the point saja. Aku ingin kau menjadi asisten pribadiku di kantor. Karena aku sangat kewalahan mengurus pekerjaanku di kantor, jika aku berada di luar kota." ucap Bernando membuat Amor Terhenyak.


"Tapi Tuan, bagaimana mungkin saya menjadi asisten pribadi Tuan di kantor. Tuan sendiri mengetahui berkas-berkas Saya tidak ada disini." ucap Amor kepada Bernando.


"Saya tidak memerlukan berkas-berkas kamu. Yang penting kau bisa bekerja dengan cekatan, rajin dan Jujur. Aku paling tidak suka dibohongi. Jika kau berbohong Aku tidak bisa mengampuninya." ucap Bernando kepada Amor membuat Amor pun langsung terdiam.


"kau bisa tetap tinggal di sini, setiap hari kau mengurus keperluanku di rumah dan di kantor. Gaji yang aku berikan kepada kamu dua kali lipat dari gajimu sekarang. fasilitas akan aku berikan." ucap Bernando kepada Amor. Tidak langsung menjawab, ia melirik ke arah Nyonya Alena pertanda dirinya menginginkan pendapat dari Nyonya Alena.


Nyonya Alena yang paham akan itu langsung angkat bicara. "Kau bisa tetap tinggal di sini mengurus keperluan pribadi Bernando, mulai dari rumah sampai di kantor. Kau ikut dia ke mana saja." ucap Nyonya Alena kepada Amor yang tidak dapat dibantah Amor.


Karena perintah Nyonya Alena itu merupakan perintah yang tak bisa ia bantah. Karena ia menganggap Nyonya Alena seperti ibu kandungnya sendiri, yang sudah lebih dulu menghadap sang khalik. Apalagi sepertinya Nyonya Alena menyayangi Amor, Walaupun dia hanya seorang asisten rumah tangga yang bekerja di rumahnya.


Saat mereka sudah sepakat Amor menjadi asisten pribadi Bernando. Bernando meminta kepada Amor untuk pindah dari kamar yang selama ini ia tempati ke kamar yang letaknya tidak jauh dari kamar Bernando. "Mulai sekarang, kau tidur di kamar yang letaknya di samping kamar Bernando.


Karena hari ini kau bukan asisten rumah tangga lagi, melainkan asisten pribadi Bernardo."ucap Nyonya Alena dibalas angguk kan dari Amor.


Sekarang bersiap-siaplah kau istirahat bawa barang-barang kamu ke kamar yang ada di sebelah kamar Bernando." ucap Nyonya Alena dibalas anggukan dari Amor, lalu ia pun berpamitan kepada Nyonya Alena dan juga


Bernando yang masih duduk di ruang tamu.


Bersambung......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓


__ADS_2