Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 27. RENGGUT PAKSA_HTMA


__ADS_3

Amor menatap heran kepada Bernardo Mengapa Bernando menyebut-nyebutnya namanya di bawah pengaruh alkohol. Amor berniat menyelimuti tubuh Bernando. Saat itu juga Bernardo langsung menarik tangan Amor Hingga Amor Terjatuh ke tubuh Bernando dan memberikan kecupan hangat di bibir Amor.


Perlahan kecupan itu semakin mendalam. Ingin rasanya Amor memberontak. Tetapi tenaga Amor kalah kuat dari tenaga Bernando, Walaupun Bernando di bawah pengaruh alkohol. Amor saat ini benar-benar bingung harus melakukan apa.


Tadinya dia sudah terlepas, apakah dirinya saat ini akan terlepas juga dari Bernando,apa tidak.. Bernando membuka paksa baju tidur yang dikenakan oleh Amor. Ingin rasanya Amor berteriak. Tetapi ia tidak sanggup melakukannya. Saat dia ingin berteriak Bernando langsung menutup mulut Amor dengan menggunakan mulutnya sendiri.


"Ya ampun Tuhan, apakah aku harus ternoda malam ini. Bernardo benar-benar seperti kerasukan setan, Ia mengungkung tubuh Amor hingga Amor tidak bisa berkutik.


berulang kali Amor memberontak, lagi-lagi dia kalah kuat dari Bernando.


Bernardo memberikan kecupan hangat di bagian gunung kembar milik Amor, dan memberikan tanda-tanda merah di sana pertanda kepemilikannya. Amor menangis memohon kepada Bernardo agar segera melepaskannya.


Tetapi Bernando yang di bawah pengaruh alkohol seolah tidak peduli. Bahkan ia melahap tubuh Amor dengan buasnya. Saat itu Amor benar-benar hancur, ketika Bernando merebut paksa kesuciannya di bawah pengaruh alkohol.


Bukan hal seperti ini yang diinginkan Amor. harta yang paling berharga yang ada di tubuh Amor yang selama ini dijaga Amor, kini di rebut paksa oleh Tuan Muda Arogant yang memiliki hasrat yang tak mampu dibanding siapapun.


Amor hanya menangis menutupi tubuhnya dengan selimut tebal yang ada di sana. Saat Bernando menyadari apa yang ia lakukan, Ia memohon maaf dan bersujud kepada Amor berharap Amor memaafkannya dan bersedia menikah dengan Bernardo.


Amor sama sekali tidak merespon apa-apa. Dia hanya menangis sesungguhkan. Ia berlalu ke kamar mandi, berniat untuk membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri, Ia pun mengenakan pakaiannya lalu meninggalkan Bernando begitu saja, di kamar yang selama ini ditempati Bernardo. Sekaligus kamar sebagai kamar Bernando merenggut paksa kesucian Amor.


Saat Amor sudah berada di dalam kamarnya. Ia menangis histeris, Ia tidak tahu harus berbuat apa saat ini. "Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan. Semuanya sudah hancur aku sudah kotor." teriak ia kembali masuk ke kamar mandi mengguyur tubuhnya dengan air shower. Walaupun sebelumnya Amor sudah membersihkan diri di kamar yang ditempati oleh Bernando. "


Aku tidak mau ini semua!!!!!!!teriaknya terus membasahi tubuhnya dengan air Shower yang ada disana. Berjam-jam Amor berada di kamar mandi tidak ada niatan untuk keluar dari sana.


Sementara Nyonya Alena sudah berada di ruang makan. Tetapi tak Bernando dan Amor tidak terlihat di sana. Nyonya Alena berniat untuk menghampiri putranya. Ia menaiki anak tangga, lalu masuk ke kamar Bernando yang terlihat terbuka lebar.


"Kau ada di sini, Ngapain kau masih di kamar apa kau tidak masuk ke kantor? Tanya Nyonya Alena. Tapi Bernando sama sekali tidak menjawab. Karena Ia sudah menyadari apa yang sudah ia perbuat kepada Amor.

__ADS_1


Bernando bingung apa yang akan ia lakukan saat ini. Ia benar-benar tidak mampu harus melakukan apa saat ini. Akhirnya Bernando menangis membuat Nyonya Alena bingung.


"Kenapa kamu menangis, apa yang terjadi? tanya Nyonya Alena yang tidak biasa melihat putranya menangis pagi-pagi seperti itu.


Kamar Bernando terlihat hancur berantakan. "Ada apa, katakan kepada Mami Mengapa kau menangis seperti ini?


"Bernardo sudah melakukan dosa mom,"


"Bernando benar-benar salah,"


"Apa yang harus Bernando lakukan?"


"Memangnya dosa apa yang kamu lakukan?


Bernando tidak menjawab dia justru menangis. Meratapi kesalahan yang ia lakukan.


"Pasti Amor tidak akan memaafkan ku


"Memangnya Apa yang kamu lakukan terhadap Amor?


"Kau bau alkohol itu berarti kau mabuk tadi malam. Bernando menganggukkan kepalanya.


Dosa apa yang kau lakukan kepada Amor, sehingga kau seperti ini.


" Aku mencintai Amor mom, tetapi sepertinya Amor tidak mencintaiku. Aku sudah merenggut kesuciannya di bawah pengaruh Alkohol karena Bernando tidak ingin, Kalau Amor di miliki pria lain selain Bernando. Yang Bernando inginkan, hanya Amor yang akan menjadi pendamping hidup Bernando sampai maut memisahkan.


Aku merenggut paksa kesucian Amor. Amor pasti tidak akan memaafkan ku mom, kembali Bernando meretuki dirinya sendiri. Nyonya Alena memperhatikan bercak darah yang ada di atas sprei yang terpasang di tempat tidur Bernando.

__ADS_1


Nyonya Alena bukan marah justru ia tersenyum.


"Aku tidak perlu susah-susah membawa Putraku ke dokter. Ternyata Putraku normal, tidak masalah, jika Amor bersedia menikah dengan Bernando Aku tidak akan mempermasalahkan itu. Yang pasti aku melihat Amor wanita yang sangat baik.


"Sudah kamu tidak perlu menangis, nanti mami akan mencoba berbicara kepada Amor. Jika kau benar-benar mencintai Amor kamu menikahlah dengannya.


"Apa Mami merestui Bernando menikah dengan Amor?"


"Amor wanita yang baik, tidak ada alasan bagi Mami tidak merestui kalian. Asalkan Amor benar-benar bersedia menikah denganmu." ucap Nyonya Alena sambil mengelus pundak putranya. Ia tidak ingin putranya merasa terbeban akan ada yang terjadi malam itu.


" Lebih baik kau minta maaf kepada Amor terlebih dahulu. Nanti akan mami coba berbicara dengannya.


" Mudah-mudahan Amor bersedia memaafkan ya mom.


"Aku yakin kamu pasti memaafkanmu, karena dia wanita yang baik." sahut Nyonya Alena


"Kau tidak boleh seperti ini, sudah pukul 11.00 siang Kau harus makan. Mami akan menghampiri Amor di kamarnya. Dia pasti enggan turun ke bawah. Nyonya Alena meninggalkan Bernando begitu saja. Meminta Bernando agar segera bersiap untuk makan. karena Bernando sudah melewatkan sarapan paginya.


Nyonya Alena berniat menghampiri Amor di kamarnya. Nyonya Alena berulang kali mengetuk pintu kamar, yang ditempati oleh Amor. Tetapi tak kunjung menjawab. Bagaimana mungkin Amor mendengar suara ketukan pintu itu. Dia terus mengguyur tubuhnya yang kotor dengan menggunakan air shower.


Karena penasaran sekaligus khawatir kalau Amor melakukan tindakan yang tak diinginkan, setelah mendapat pelecehan dari Bernardo. Nyonya Alena mencoba membuka pintu kamar Amor yang ternyata kamar itu terkunci rapat. Hal itu membuat Nyonya Alena semakin khawatir, Ia Pun memanggil petugas keamanan yang berjaga di rumahku utama keluarga Bernardo.


Nyonya Alena meminta kepada petugas keamanan itu untuk segera, mendobrak pintu kamar yang ditempati oleh Amor. sekali dua kali petugas keamanan itu tidak berhasil mendobrak pintu tapi tetap pintu itu tidak terbuka. Bernando yang melihat itu semua langsung menemui Nyonya Alena dan petugas keamanan itu disana.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓


__ADS_2