
"Apa Mami ingat Mami mengatakan kalau Bernardo ini belok, tidak mencintai wanita? Mami itu salah. Tapi entah mengapa tidak ada seorang wanita pun yang mampu membangkitkan hasrat Bernando hanya seorang Amor, yang mampu melakukan itu melihat wajah Amor saja hasrat yang aku miliki bangkit begitu saja.
Nyonya Alena menggelengkan kepalanya. putranya membicarakan hal vulgar seperti itu. kepadanya di hadapan Amor pula. Amor sudah merasa malu mendengar pokok pembahasan antara Nyonya Alena, dan juga Bernardo. Wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.
"Lihat mom, Istri aku sudah malu tuh. Lebih baik mami keluar dan istirahat. Besok kita bicarakan, apa yang ingin mami bicarakan kepada Bernardo. Biarkan kami istirahat di sini.
"Kau memang benar-benar nggak bisa dibilangin. Awas aja kalau kau menyakiti menantuku. Kalau aku mengetahui kau menyakiti menantuku, Mami yang akan menjadi lawanmu." ucap Nyonya Alena sambil meninggalkan kamar yang ditempati Amor.
Saat Nyonya Alena meninggalkan kamar itu, Bernando langsung tertawa cengengesan sementara Amor sudah menetapnya dengan tatapan tajam.
"Kalau sudah begini, mau ditaruh di mana mukaku. Kamu senang sekali membuatku merasa malu di depan mami.
"Ngapain kau harus malu sayang, kau itu istriku. Sudah sewajarnya dong kita tidur bersama. Siapa tahu dengan kita bercocok tanam sekarang, kita akan langsung memiliki momongan. Kan, Mami juga yang beruntung langsung mendapat cucu. Ucap Bernando Sambil tertawa cengengesan. Sementara Amor hanya menggelengkan kepalanya, lalu meraih ponselnya dan membuka beberapa aplikasi yang ada di layar ponselnya.
Daripada kamu marah-marah tak jelas seperti ini, lebih baik kita langsung tidur saja. Pasti kau merasa lelah, bukan?" tanya Bernando langsung menggendong tubuh Amor naik ke atas tempat tidur. Dan membaringkannya tempat di sampingnya.
"Sudah, jangan cemberut seperti itu. Mami juga pasti akan paham situasinya. ucap Bernando sambil langsung memberikan kecupan hangat di kening dan bibir Amor. Amor mencoba untuk memejamkan matanya. entah karena belaian dari Bernando, hingga Ia pun akhirnya tertidur pulas, saat dirinya memegang ponsel dan melihat salah satu akun sosial media yang dapat menghibur dirinya.
__ADS_1
Tapi Kini beberapa menit kemudian, setelah Dia membaringkan tubuhnya dipelukan Bernando, ia Langsung tertidur pulas. Bukan malah dirinya yang menonton di layar ponselnya, melainkan ponsel yang menonton dirinya.
Bernando yang melihat Amor sudah tertidur pulas, Ia pun akhirnya menyimpan ponsel Amor dan meletakkannya di atas nakas. Lalu kembali membenahi tempat tidur, untuk Amor berharap Amor tidurnya merasa nyaman.
Entah karena faktor kecapean, akhirnya Bernando juga memejamkan matanya. Lalu tidak menunggu lama Bernando juga Langsung tertidur pulas mengarungi alam mimpinya.
Sementara di tempat lain, terlihat Qori masih menatap kedua orang tuanya yang saling menyalahkan. Kini Qori angkat bicara.
"Kalau kalian datang ke sini hanya untuk bertengkar, dan tidak mencari solusi bagaimana keluarga ini kedepannya lebih baik. Kalian keluar dari apartemen ini. Aku ingin istirahat." ucap Qori dengan nada meninggi membuat Nyonya lara dan Tuan Bernando sontak terdiam, melihat Qori yang sudah sangat emosi melihat keduanya.
Tuan Mark kembali duduk di tempatnya semula. Sementara Nyonya Lara duduk di dekat Qori. Keduanya pun saling menatap dengan tatapan tajam. "Begini saja, daripada kalian berkelahi begini, lebih baik kalian tidak perlu peduli kepadaku. Capek mendengar suara kalian seperti ini. Bukan mencari solusi, malah mencari-cari kesalahan satu sama dengan lain. ucap Qori menatap kedua orang tuanya secara bergantian.
Bahkan orang tuanya sangat peduli dengan mereka. Aku salut dengan Nyonya Alena, Nyonya Alena begitu perhatian kepada putranya. Walaupun dia memiliki seorang anak laki-laki, tetapi Nyonya Alena tidak pernah membiarkan Bernando begitu saja. Nyonya Alena terus memantau putranya dan merangkul putranya dalam keadaan apapun.
Bahkan di saat teman-teman sosialitanya mengatakan putranya tidak menyukai seorang perempuan melainkan menyukai sesama jenis, Nyonya Alena yang langsung menangani semuanya. Bahkan dia memastikan kalau putranya tidak seorang gay atau menyukai sesama jenis.
Apa kalian pernah melakukan hal itu terhadap Qori? tidak, bukan!" jadi jangan salahkan Qori mencari kesenangan Qori sendiri, dengan pergi ke sebuah klub malam karena itu merupakan tempat di mana Qori dapat merasa bahagia.
__ADS_1
Nyonya Alena, Bernando memang keluarga yang begitu saling memperhatikan. Walaupun ayah kandung Bernando sudah tidak ada lagi. Bahkan Nyonya Alena tidak memperdulikan Siapa wanita yang menjadi menantunya. baginya harta tidak menjadi patokan untuk menjadi menantunya. Tetapi memiliki hati yang baik dan berakhlak , itu yang diimpikan oleh Nyonya Alena menjadi menantunya.
Sekarang daripada berdebat, lebih baik kalian selesaikan dulu masalah kalian. Baru kalian datang ke sini. lebih baik Papi dan Mami pulang ke rumah, dan selesaikan masalahnya di sana. Aku tingkat Ini mendengar perdebatan kalian ini. Aku ingin istirahat Besok ada pekerjaan penting yang harus aku kerjakan di kantor." ucap Qori yang mampu membuat Nyonya Lara dan Tuan Mark langsung terdiam, tidak mampu berkata apa-apa lagi.
Tuan Mark menjadi merasa bersalah kepada putrinya. Tuan Mark dan nyonya Alena saling menatap satu sama lain. Aku ingin istirahat." ucap Qori sambil langsung masuk ke dalam kamar dan menutup pintu.
Sementara Tuan Mark dan nyonya lara masih duduk di sana. "Apa kamu tidak bisa merubah sikap kamu itu lagi? tanya Tuan Mark kepada Nyonya lara
"Sikap yang bagaimana maksudnya?
"Sikap kamu yang terlalu cuek kepadaku dan kepada Putri kita. Dan Tolong perhatikan Putri kita. Jangan kamu selalu asik dengan teman-teman sosialita kamu tanpa memperhatikan Putri kita.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak "Antara kutub Utara dan Selatan.(YOU & ME