Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 22. MAKAN CHICKEN ADOBO


__ADS_3

Melihat Amor dan Bernando sudah terlihat akrab menurut Fauzan, Fauzan merasa bahagia. Itu artinya bosnya sudah mulai membuka hati kepada seorang wanita. Tetapi Fauzan tidak mengetahui kalau Bernando sudah membuat Amor sangat kesal.


"Untung aku menyarankan agar Amor yang menjadi asisten pribadi Tuan Bernando." gumam Fauzan dalam hati sambil berjalan melangkah pergi meninggalkan ruang kerjanya, menuju kantin yang ada di area kantor.


Di tempat lain, terlihat Amor tergopoh-gopoh mengikuti langkah Bernando yang jalan seperti buru-buru. "Bisa nggak sih jalannya pelan-pelan saja, tidak perlu buru-buru seperti ini, membuatku ngos-ngosan saja." gerutu Amor saat melihat langkah Bernando terburu-buru.


"Kau jalan seperti kura-kura, Mau sampai kapan kau sampai Kalau kau jalan seperti itu? pantas saja aku menyuruhmu tadi pagi membeli sarapan pagi dan kopi untukku, semuanya dingin ternyata cara jalan kamu seperti ini.


Bernando sudah mulai mengomel membuat Amor menatapnya dengan tatapan tajam. Untung saja Bernando tidak menoleh ke belakang, hanya menatap lurus ke depan berjalan diikuti oleh Amor.


Bernando masuk ke dalam mobil miliknya. sementara Amor masih tetap berdiri di sana. "Cepat masuk, Kau pikir aku banyak memiliki waktu menunggumu?teriak Bernando yang mampu membuat Amor terhenyak. Amor langsung melangkah masuk ke dalam mobil itu, setelah ia membukanya sendiri.


"Aku bukan sopir mu. Kau pikir aku sopir pribadi Mu? cepat duduk di depan." perintah Bernando saat melihat Amor duduk di bangku penumpang. Amor langsung membuka pintu mobil, lalu masuk dan duduk di bangku samping kemudi. Kali ini, Fauzan tidak ikut bersama mereka, Bernando melajukan mobil itu menuju restoran ternama yang ada di kota Manila.


Dimana lagi kalau tidak di restoran llang llang yang lokasinya tidak jauh pusat kota Manila. restoran ini merupakan restoran milik keluarga Bernando. Di restoran ini dilengkapi dengan masakan khas Filipina, Asia, Amerika Jepang, China, dan Italia. Semua lengkap sesuai dengan selera.


Disana juga dilengkapi dengan diet khusus sesuai untuk vegetarian. Di samping lokasinya yang strategis, tempatnya juga sangat mewah membuat setiap orang yang berkunjung ke sana menjadi terpesona. Dan Citra rasa makanan yang disediakan di sana, mengunggah selera setiap pengunjung. Termasuk juga Amor.


Amor mengetahui restoran llang llang merupakan restoran ternama di kota Manila.


Saat Tuan Daniel dan nyonya Ellen masih ada, Amor sering sekali makan bersama dengan keluarganya saat mereka bosan di restoran hotel milik mereka.

__ADS_1


Sesekali mereka menikmati menu makanan di restoran asing.


"Terlihat pelayan yang bekerja di sana datang menghampiri Bernando dan juga Amor yang baru tiba di restoran.


"Selamat datang Tuan Bernando." sapa pelayan itu kepada Bernando. Terlihat pelayan itu menatap Amor dengan seksama.


"Siapa wanita ini yang bersama Tuan Bernando, apa Dia kekasih Tuan Bernando? sepertinya mereka pasangan yang serasi." gumam pelayan itu sambil mempersilahkan Bernando masuk ke ruang VVIP yang sudah disediakan di restoran itu.


Saat Bernando dan Amor sudah tiba di ruang VVIP yang sudah dipersiapkan oleh pelayan di sana, terlihat Amor sangat takjub melihat kemewaan restoran itu. Dari desain interiornya saja sudah terlihat kalau restoran llang llang memang restoran yang sangat mewah. Pelayan memberikan daftar menu kepada Amor dan juga Bernando.


Amor yang selalu menyukai makanan khas negaranya sendiri, memesan menu makanan Chicken Adobo. Makanan favorit saat dirinya masih kecil. Nyonya Ellen senang sekali memasak chicken Adobo.


Karena memang Amor juga menyukainya. Makanan ini juga banyak diminati masyarakat Filipina. Bahkan dari negara tetangga, jika bepergian di kota Manila, selalu memesan Chicken Adobo. Selain Citra rasanya yang khas memanjakan lidah setiap orang yang memesannya.


Biasanya kalau di Indonesia minuman ini seperti es campur. Dalam bahasa Filipina halo-halo yang berarti aduk-aduk. Makanan ini rasanya sangat enak. Biasanya makanan ini digunakan dari kacang merah, kolang-kaling nangka, agar-agar, sagu mutiara, nata de coco susu kental manis dan es krim.


Membuat Citra rasa minuman halo-halo ini semakin mengunggah selera. Melihat dan mendengar pesanan Amor yang menyukai makanan khas Filipina. Bernando mengembangkan senyumnya. Itu artinya selera keduanya hampir sama.


Tetapi minuman yang dipesan oleh Bernardo bukanlah halo-halo, melainkan buko padan. kalau di negara ini, buko pandan dinamai es kelapa muda. Minuman ini memadukan serat serutan kelapa muda, susu kental manis, cream keju, dan agar-agar.


"Kau menyukai masakan khas Filipina? tanya Bernando penuh selidik kepada Amor. Amor menganggukkan kepalanya. Bernando terdiam sementara pelayan itu berlalu meninggalkan keduanya. Tidak menunggu lama pelayan itu kembali menghampiri Amor dan juga Bernando, membawa nampan berisikan menu makanan pesanan mereka.

__ADS_1


Amor mengetahui harga menu makanan di sana cukup fantastis. "Tuan tidak membebankan pembayaran menu makanan Yang aku makan ini kepadaku kan Tuan? Karena jujur saja, Amor tidak memiliki uang yang begitu banyak membayar menu makanan mahal seperti ini.


Kalau Tuan membebankan menu makanan yang saya makan di sini kepada Amor, lebih baik Amor makan di warung pinggir jalan." ucap Amor Was-was. Bernando mengembangkan senyumnya perlahan menyantap menu makanan yang sudah dihidangkan pelayan itu.


Kau kalau mau makan, makan saja. Tidak perlu bertanya ini dan itu apa kau tidak merasa lapar? aku tidak memiliki banyak waktu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tidak penting itu." ucap Bernando sambil langsung terus menyantap menu makanannya.


Melihat menu makanan Bernando sudah hampir habis, Amor akhirnya langsung menyantap menu makanan itu. Kalau makan pelan-pelan saja, jangan terburu-buru. lihat mulutmu belepotan." ucap Bernando sambil melap sisi bibir Amor yang terlihat bekas makanan di sana.


Amor merasa sedikit malu. lalu menundukkan kepalanya. "Sudah lanjutkan saja makan.


"Tadi saja dia bilang aku harus cepat-cepat makan. Sekarang dia menyuruhku pelan-pelan. Gerutu Amor di dalam hati.


Drama makan siang pun telah usai. Bernando memanggil pelayan itu untuk melakukan pembayaran. Amor sama sekali tidak tau pemilik restoran itu merupakan keluarga Bernando.


Saat pelayan itu menghampiri Bernando, pelayan itu pun langsung memberikan bil menu makanan yang dipesan oleh Bernando dan juga Amor. Bernando langsung menandatangani Bill itu, lalu pelayan itu meninggalkannya begitu saja membuat Amor mengerutkan keningnya.


"loh Tuan hutang di sini, kalau aku tahu Tuan berhutang di sini, ngapain kita harus makan di restoran mahal ini." gerutu Amor. Tetapi Bernando memilih untuk tidak menjawab. Ia bangkit dari tempat duduknya, berjalan meninggalkan Amor begitu saja. Buru-buru Amor Langsung kembali mengikutinya.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓


__ADS_2