
Nyonya Lara dan nyonya Yuan sepakat untuk masuk ke sebuah restoran ternama, yang lokasinya tidak jauh dimana teman-teman sosialita Nyonya Lara berada. Terlihat keduanya saling mengingat masa lalu, saat mereka masih duduk di bangku sekolah SMA.
Bahkan mereka juga saling bercerita tentang anak gadis mereka yang terlihat cantik dan menawan. Mereka saling memuji satu sama lain, nyonya Lara belum mengetahui apa yang dilakukan Soraya terhadap putrinya.
Padahal Soraya sendiri yang ingin mencelakai Qori. Tapi di dalam pemberitaan atas sogokan yang diberikan Nyonya Yuan kepada pihak Kepolisian, sehingga pihak kepolisian pun mengangkat pemberitaan kecelakaan yang menimpa Qori, merupakan kecelakaan murni tidak disengaja.
Sementara di tempat lain, tepatnya di salah satu rumah besar yang sudah lama tidak berpenghuni itu. Terlihat Soraya sudah sadarkan diri dan ia menjerit-jerit meminta dilepaskan oleh anak buah Bernando. lepaskan saya. Saya tidak akan mengampuni kalian. Jika aku sudah terlepas dari sini aku akan menghabisi kalian satu persatu." ucap Soraya meninggikan suaranya.
Anak buah Bernardo tertawa ngakak mendengar celotehan Soraya yang ingin memberikan pelajaran kepada anak buah Bernando. Soraya tidak mengetahui kalau para lelaki yang menahannya di sana, merupakan anak buah Bernando.
Mehmed menghubungi Bernando. Anak buah yang paling bisa diandalkan, untuk menjadi garda terdepan jika Bernando membutuhkan bantuan melakukan tindakan terhadap musuh-musuh Bernando yang ingin berniat jahat terhadap Bernardo.
kring ....
kring ....
kring....
Suara deringan ponsel milik Bernando terdengar jelas di telinga di telinganya dan juga teman-teman Nyonya Alena.
Bernando meraih ponselnya dari balik jasnya. Ia melihat kalau yang menghubungi dirinya merupakan anak buahnya yang ia percayakan untuk menangani Soraya.
"Maaf saya harus mengangkat telepon dulu. sepertinya ini sangat penting." ucap Bernando sambil bangkit dari tempat duduknya berlalu meninggalkan wanita-wanita itu. Sejujurnya Bernando Sudah malas duduk di sana bergabung dengan wanita-wanita sosialita. Apalagi sejak tadi mereka mempertanyakan hal-hal yang tak perlu dijawab oleh Bernando.
__ADS_1
Saat Bernando sudah agak jauh dari wanita-wanita itu, Bernando langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Mehmed.
"Hallo Bos, kami sudah tiba di lokasi yang Bos tentukan. Saat ini Wanita itu sudah sadar dan ia menjerit-jerit meminta dilepaskan. Untung saja mulut wanita itu, kami tutup dengan lakban hitam. Hingga suaranya nyaris tidak terdengar. Apa yang akan kita lakukan terhadap wanita ini? tanya Mehmed kepada Bernando.
"Tunggu aku disana, Aku akan segera tiba."ucapnya sambil langsung mematikan sambungan telepon seluler. Kini giliran Bernando yang menghubungi Qori. wanita yang dicelakai oleh Soraya. Wanita yang juga mencintai Bernando. Tetapi setelah Amor menyelamatkan dirinya paskah kecelakaan itu, ia pun akhirnya sadar dan tidak mau memaksakan Cinta dari Bernardo. Dan memilih untuk tetap menjalin hubungan dengan kekasihnya Alex.
Saat sambungan telepon seluler Bernando tersambung kepada Qori, Qori terhenyak kala Bernardo mengatakan kalau dirinya sudah menemukan Soraya. Dan saat ini Soraya sudah diamankan oleh anak buahnya. Itu berarti Bernardo tidak main-main dengan ucapannya, yang dikatakan sebelumnya kepada Qori.
"Bersiaplah, kita akan berangkat ke sana. persiapkan mentalmu, aku membawanya kepadamu. Ingat jangan sampai lepas kendali. Kita akan memberikannya pelajaran agar dia tidak melakukan tindakan sesukanya. Apalagi ini termasuk tindakan kriminal." ucap Bernando di dalam sambungan telepon selulernya kepada Qori.
"Kau memang teman yang paling bisa diandalkan. Terima kasih kau sudah membantuku mencari wanita sialan itu."
"Bukan hanya kamu yang disakitinya, Tetapi wanita yang sangat aku cintai juga sudah di sakiti
"Wanita yang kau cintai?
"Kekasihku Amor, juga sudah disakitinya. tetapi ia tidak mengetahui kalau Amor merupakan calon istriku. Dan aku akan membalaskan semua rasa sakit hati Amor terhadapnya. Walaupun Amor melarangnya, Aku tidak ingin wanita itu berleha-leha di bawah penderitaan kekasihku. Cepatlah, kita akan segera bertemu di sana Aku akan share lokasinya." ujar Bernardo di dalam sambungan telepon selulernya.
"Baiklah, aku akan segera berangkat dari sini kamu share lokasi." sahut Qori lalu Bernando langsung mematikan sambungan telepon selulernya memberikan alamat Di mana keberadaan Soraya saat ini kepada Qori.
Setelah selesai berbicara di dalam sambungan telepon seluler kepada Qori, Bernando kembali menghampiri wanita-wanita sosialita dan juga Amor kekasihnya. "Sayang Kita pulang yuk, soalnya ada telepon darurat dari kantor. Ada sesuatu yang harus aku kerjakan disana. "
"Tidak usah, kau pergi saja. Amor pulang bareng sama mami saja." ucap Nyonya Alena menimpali perkataan Bernando
__ADS_1
"Kamu tidak apa-apa sayang, pulang sama Mami? tanya Bernando penuh selidik. Ia tidak ingin membuat Amor kecewa kepadanya. Ia juga tidak ingin membawa Amor bertemu dengan Soraya dan juga Qori.
Karena ia mengetahui Amor wanita yang sangat baik, dan dia tidak akan tega melihat Soraya dihukum oleh Bernardo dan juga Qori.
"Tidak apa-apa, aku pulang sama mami saja, pergilah dan hati-hati di jalan jangan terlalu lama pulang." ujar Amor perhatian Kepada Bernando.Membuat hati Bernando begitu menghangat, setelah mendengar Amor memintanya untuk segera pulang setelah menyelesaikan tugas-tugasnya.
"Kamu tenang saja sayang, aku akan segera pulang setelah tugasku selesai."sahut Bernando sambil langsung memberikan kecupan hangat di kening Amor dan berlalu meninggalkan Nyonya Alena dan teman-temannya disana.
Sepeninggalan Bernando terlihat Nyonya Raina mengembangkan senyumnya. "Jeng, ternyata Bernando so sweet juga ya." ucap Nyonya Raina yang mampu membuat Nyonya Makaspak tertawa cengengesan.
"Iya, jadi teringat saat aku pacaran dulu sama papanya anak-anak."timpal Nyonya makaspak Membuat wanita-wanita sosialita itu pun langsung tertawa serempak. Amor menunduk malu. Wajahnya sudah memerah bak kepiting rebus.
"Tidak perlu malu sayang, mami dan tante ini juga pernah merasakan hal yang sama seperti yang kalian rasakan. Kami hanya mengingat masa-masa muda dulu, saat masih pacaran dengan suami kami." ucap Nyonya Raina kepada Amor yang melihat Amor tertunduk malu.
Perlahan Amor mendongakkan kepalanya, dan berusaha mengembangkan senyumnya. menatap Nyonya Alena dan teman-temannya yang begitu antusias kepo dengan hubungan Amor dan Bernando.
Sementara di tempat lain, tepatnya di rumah besar yang sudah lama tidak berpenghuni itu, yang lokasinya sedikit jauh dari pusat kota Manila. Terlihat Bernando memarkirkan mobilnya di depan rumah itu. Ia sengaja tidak langsung masuk, agar Qori dapat melihat Bernando disana dan mengetahui lokasi itu berada.
Sekitar 10 menit menunggu, akhirnya Qori tiba di sana. Dimana wanita sialan itu?" tanya Qori kepada Bernando.
"Kau tenang saja, kau harus bisa menahan emosimu. Jangan lepas kendali. Aku tidak ingin kau terjerat ke jalur hukum, jika kau melakukan tindakan yang dapat merugikan kamu sendiri." ucap Bernando kepada Qori.
Bersambung......
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓