
Ketika Qori sudah tiba di lokasi dimana Soraya disekap oleh anak buah Bernando, terlihat Bernando dengan Qori masuk ke dalam rumah tua itu, berniat menghampiri Soraya. Bernando dan Qori melangkah masuk menghampiri Soraya.
Mendengar suara hentakan sepatu masuk ke dalam ruangan itu. Mata Soraya membulat, saat melihat kehadiran Qori dan lelaki yang wajahnya menghiasi layar kaca.
"Kenapa Qori bisa di sini? batinnya sambil menatap Qori dengan tatapan tajam.
"Hai Soraya kita bertemu lagi. Tentunya kau tidak menyangka aku bisa berada di hadapanmu. Kau mengira kalau aku sudah mati, Bukan? Tapi sayangnya dugaan kamu itu salah. Tuhan masih berbaik hati kepadaku dan diberikan kesempatan untukku agar aku bisa bernafas hingga saat ini.
"Aku tidak menyangka kamu mampu melakukan tindakan kriminal hanya untuk mendapatkan seorang lelaki. Ternyata kau serendah, mampu menyakiti orang lain demi ambisi mu. Sebenarnya kau bukan cinta kepada Alex, tapi lebih tepatnya kau terobsesi. Kau memang wanita yang sangat luar biasa.
Kau memiliki paras yang cantik tapi tidak secantik aku. Sehingga Alex lebih memilih Jalan denganku dibandingkan Kau, wanita sialan! ucap Qori yang nada suaranya semakin meninggi. Karena melihat raut wajah Soraya sama sekali, tidak ada penyesalan. Ia melakukan tindakan yang dapat menghilangkan nyawa Qori saat itu.
Kau sudah keterlaluan, kalau saja tidak ada wanita pemberani yang menyelamatkanku saat itu, pasti nyawaku akan melayang atas kehendakMu. Tetapi Tuhan masih sayang kepadaku dia memberikan jalan untukku agar aku tetap masih hidup dan dapat mengungkap Apa yang telah kau lakukan terhadapku. " ucap Qori sambil memberikan tamparan yang cukup keras di wajah Soraya.
Plak....
Plak...
Plak....
Soraya tersenyum sinis menatap Qori dengan tatapan tajam. Sementara Bernardo memilih masih diam. Selagi Qori berbicara dan melampiaskan unek-uneknya kepada wanita yang hendak membunuhnya dengan cara yang begitu picik.
"Jangan Kamu kira, aku tidak mengetahui apa yang kau lakukan terhadapku. Semuanya aku dengar pembicaraanmu dengan seorang Sopir Truk yang menabrakku saat itu. Dan sopir truk itu mengira, kalau aku sudah mati terbakar di dalam mobil yang aku kendarai.
__ADS_1
"Ya, itu bisa saja terjadi. Jika tidak ada seseorang yang membantuku. Kalau kau bermasalah denganku, seharusnya kau tidak melakukan cara seperti ini. Kau melakukan hal seperti ini, itu artinya Kau pengecut. Jika kau memang benar-benar wanita pemberani, dan ingin memiliki Alex seutuhnya, harusnya kau melakukannya dengan rapi.
"Tidak dengan cara murahan seperti ini, Apa kau tahu, tidak sulit bagiku Untuk menemukanmu. Karena aku memiliki sahabat yang begitu baik yang mampu membantuku dalam segala hal Apa yang aku inginkan. Jadi tolong jangan melakukan tindakan seperti ini lagi. Aku peringatkan sekali lagi kepadamu, jika kau masih ingin hidup.
Tetapi kalau kau memang ingin mati, lakukan saja sesuka hatimu." ucap Qori sambil menggertakkan giginya lalu memberikan tamparan lagi ke wajah Soraya. Hingga cap lima jari terlihat jelas di wajah Soraya yang terlihat sudah tidak terurus
Bernando melangkah maju menatap Soraya dengan tatapan tajam. "Kau tentu tahu aku siapa. Aku mampu melakukan apapun jika kau menyakiti orang-orang yang dekat denganku.
"Kau dan ibumu sama saja. Sama sama memiliki ide yang sama, cara membunuh orang lain. Memang buah tidak akan jauh dari pohonnya. Kamu melakukan begini, karna kau mewarisi sikap ibumu. Ibu mu juga sudah melakukan tindakan kriminal. Dan sudah menghilangkan nyawa orang lain. Aku memiliki bukti-buktinya.
Soraya teriak ketika mendengar apa yang diucapkan Bernando kepadanya.
"Cukup!!!!
"Anda jangan menuduh saya sembarangan Anda bisa saya tuntut.
Aku akan menunggumu di pengadilan.
Kau pikir aku tidak tahu apa yang kau lakukan terhadap Qori. Dan apa yang dilakukan oleh Nyonya Yuan lie dimasa lalu terhadap Nyonya Ellen ibu kandung Amor? mendengar nama Amor disebut oleh Bernando, Soraya membulatkan matanya.
Ia bingung Mengapa Bernardo mengetahui sosok yang bernama Amor, merupakan Kakak tirinya. Yang telah mereka usir paksa Beberapa bulan yang lalu, dari rumah yang mereka tempati. Lebih tepatnya rumah peninggalan orang tua kandung Amor sendiri.
"Jangan berbicara omong kosong." Aku tidak memiliki urusan dengan anda. Lebih baik kau lepaskan aku dari sini. Jika kau tidak ingin menyesal kau telah menyekap aku di sini.
__ADS_1
"Ha...ham..ha Tuan Bernando tertawa ngakak mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Soraya. Membuat Qori pun ikut tertawa dengan Bernando saat itu.
"Seharusnya kau malu, tidak mampu menggapai apa yang kau impikan. Tapi kau menghalalkan segala cara untuk menggapai apa yang kau impikan. Sama halnya seperti yang dilakukan oleh Nyonya Yuan terhadap Nyonya Ellen.
Ia merencanakan pembunuhan dan membuat seolah-olah kecelakaan murni seperti apa yang kau lakukan terhadap Qori. Ibumu berniat ingin menguasai harta kekayaan yang dimiliki oleh Tuan Daniel. Ia menikah dengan Tuan Daniel bukan karena ia mencintai Tuan Daniel. Melainkan lebih tepatnya mencintai harta kekayaan yang dimiliki Daniel.
Kau bisa mewah seperti ini, itu karena harta kekayaan milik kedua orang tua Amor yang kalian rebut. Dan saya juga mengetahui apa yang kalian lakukan terhadap Tuan Gani. Memaksanya untuk mengalihkan harta kekayaan Tuan Daniel yang aturan jatuh Ke Tangan Amor, menjadi atas nama kamu.
Jangan kamu kira kalian terlepas dari pantauanku semua. Aku mengetahui segala apa yang kalian lakukan. " ucap Bernando kepada Soraya. Tetapi Soraya tetap hanya diam saja, dia tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Yang ia inginkan, ia ingin segera terlepas dari sana.
"Terserah kau mau bilang apa. Aku tidak akan peduli Yang penting saat ini aku menikmati hari-hariku. Jangan pernah urusi urusan kami. lebih baik urus saja di dirimu. Tidak perlu mengusik kehidupan orang lain." ucap Soraya dengan nada meninggi sama sekali tidak ada niatan meminta maaf kepada Qori dan Amor.
Sementara di tempat lain, tepatnya di salah satu restoran ternama di kota Manila Nyonya Alena dan Amor sudah berlalu dari sana. Setelah selesai berbicara panjang lebar dengan teman-teman sosialita Nyonya Alena. Terlihat Nyonya Alena sangat bangga, penampilan Amor kali ini terlihat sangat cantik dan ia tidak terlihat sebagai asisten pribadi Bernando.
Penampilan Amor kali ini benar-benar layaknya wanita sosialita. Sama seperti Nyonya Alena. Amor memuji rancangan tante Santi. "Pantas saja Nyonya Alena benar-benar mempercayakan rancangan busana, yang ia gunakan selalu kepada Tante Santi." gumam Amor dalam hati sembari memperhatikan langkah Nyonya Alena yang begitu anggun.
Ketika Amor dan nyonya Alena sudah berada di dalam mobil. Nyonya Alena langsung melajukan mobil miliknya menuju rumah utama Keluarga Bernando. Di sepanjang perjalanan terlihat nyonya Alena yang banyak bicara kepada Amor. Amor hanya menjawab seadanya saja. Kini kedua wanita berbeda generasi itu, sudah tiba di rumah utama keluarga Bernando. Nyonya Alena dan Amor keluar secara bersamaan dari dalam mobil berniat masuk ke dalam rumah.
"Mom, sepertinya Bernando belum pulang. kira-kira dia masih di kantor atau tidak ya? tanya Amor kepada Nyonya Alena mengkhawatirkan Bernando, yang tak kunjung pulang ke rumah. Padahal Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam
"lebih baik kamu langsung hubungi dia saja sayang."ujar Nyonya Alena tetapi Amor enggan melakukannya.
Bersambung......
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓