Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 48. MERASA BERSALAH _ HTMA


__ADS_3

Tuan Mark menjadi merasa bersalah kepada putrinya. Tuan Mark dan nyonya Alena saling menatap satu sama lain. "Aku ingin istirahat." ucap Qori sambil langsung masuk ke dalam kamar dan menutup pintu. Sementara Tuan Mark dan nyonya masih duduk di sana.


"Apa kamu tidak bisa merubah sikap kamu itu lagi? tanya Tuan Mark kepada Nyonya lara


"Sikap yang bagaimana maksudnya?


"Sikap kamu yang terlalu cuek kepadaku, dan kau pula Putri kita. Dan Tolong perhatikan Putri kita, jangan kamu selalu asik dengan teman-teman sosialita kamu tanpa memperhatikan Putri kita.


"Kalau kamu bisa bersikap adil, aku pasti akan melakukannya. Tapi kalau kamu tidak bersikap adil, Aku tidak bisa menjamin itu.


"Mulai sekarang aku akan menetap tinggal di kota ini" sahut Tuan Mark kepada Nyonya Lara. Membuat Nyonya lara terhenyak dan menatap dan mencoba mencari kebohongan di matanya.


"Kau jangan bercanda, tidak mungkin kamu sanggup meninggalkan istri pertama.


"Aku akan menetap tinggal di sini. Kalau kamu tidak percaya lihat aja nanti, Nyonya Lara hanya terdiam tidak mampu mengeluarkan kata-kata.


Qori sebenarnya tidak tidur ia mendengar seluruh pembicaraan Nyonya Lara dan Tuan Mark yang ada disini, hanya berpura-pura masuk ke kamar dan membiarkan kedua orang tuanya, berbicara empat mata dari hati ke hati. Ia ingin memperbaiki hubungan kedua orang tuanya, agar menjadi keluarga yang utuh kembali.


****


Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Kini Amor sudah berada di dapur sementara Bernando masih tertidur pulas di kamar Amor. Nyonya Alena menghampiri Amor yang sedang membantu para asisten rumah tangga untuk menyiapkan sarapan pagi.


"Kau sudah bangun sayang? tanya Nyonya Alena.


Amor hanya melakukan kepalanya, lalu mengembangkan senyumnya kemudian menundukkan kepalanya.


"Sudah, tidak perlu malu. Mami paham kok. memang Putra Mami yang terlalu lebay." ucap Nyonya Alena yang mampu membuat nomor mengembangkan senyumnya.


"Tolong panggilkan Bernando supaya kita langsung sarapan bersama.

__ADS_1


"Iya mom, sahut Amor sambil melangkahkan kakinya naik ke atas berniat untuk membangunkan Bernando.


Saat Amor sudah berada di kamar, ia terhenyak melihat Bernando masih tertidur pulas.


"Sayang..., bangun. Mami sudah menunggu kita sarapan di bawah." ucapnya sambil menggoyang-goyang tubuh Bernando. Bukan malah langsung bangun, justru Bernando menarik tangan Amor. Hingga terjatuh ke pelukannya.


lalu ia memberikan kecupan hangat di bibir Amor. Membuat Amor Terhenyak mendapat serangan mendadak dari Bernando. Sayang jangan seperti ini, mani sudah menunggu kita ke bawah. Segeralah mandi, agar kita langsung sarapan. Kita harus langsung pergi ke kantor. Kasihan Fauzan hanya sendiri menangani kantor." ujar Amor sambil menarik tubuh Bernando agar bangkit dari pembaringannya.


Bernando dengan langkah gontai masuk ke kamar mandi. Sementara Amor masuk ke kamar milik Bernando, berniat untuk mengambil pakaian ganti untuk calon suaminya itu. Saat Bernando sedang melakukan ritual mandinya, Amor sudah membawa baju ganti dan meletakkannya di atas tempat tidur, berharap lelaki yang akan menjadi suaminya, dapat dengan cepat menyelesaikan ritual mandinya. Mengingat jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi.


Setelah 15 menit kemudian, Bernando menyelesaikan ritual mandinya. Ia sudah melihat pakaiannya berada di atas tempat tidur. Ia mengembangkan senyumnya. Kurang cepat aku menikah. Kalau sudah ada istri, Ternyata enak.al Ada yang menyediakan baju dan sarapan pagi." ucapnya sambil tersenyum mencari keberadaan Amor


Tetapi Amor sudah tidak ada di sana. Karena Amor sudah terlebih dahulu Turun ke bawah menghampiri Nyonya Alena, yang sedang menunggu mereka di ruang makan. Saat sudah memastikan penampilannya terlihat rapi, Bernando Turun ke bawah, sesuai dengan apa yang dikatakan Amor sebelumnya. Kalau Nyonya Alena sudah menunggu dirinya di sana.


"Hallo selamat pagi mom, Maaf sudah membuat Mami menunggu." ucap Bernando sambil memberi salam kepada Nyonya Alena. "Sepertinya kamu bahagia banget hari ini. Terlihat wajah kamu berseri-seri, ada apa sih? tanya Nyonya Alena penasaran.


Nyonya Alena menjewer telinga putranya. "Kamu memang selalu berbicara asal saja. tidak memikirkan orang samping kiri, kanan Bagaimana kalau asisten rumah tangga yang ada di sini mendengarnya? tidak apa-apa hanya Mami dan Amor yang mendengarnya. Karena bagaimanapun Mami itu Mami kamu. dan Amor istri kamu kelak.


" Oh iya, semua persiapan pernikahan kalian sudah 95% rangkum. Jadi kalian hanya mempersiapkan diri jangan bertingkah yang aneh-aneh. Mami tidak ingin pesta pernikahan kalian ini, terhalang sesuatu apapun pernikahan yang cukup meriah dan megah itu menjadi impian Mami.


Karena hanya kamu Putra mami satu-satunya. Sepertinya media pasti akan meliput pernikahan kalian. Jadi kalian harus mempersiapkan diri. Tampak Amor sangat tegang, karena Nyonya Alena memberitahu kalau pernikahan mereka akan disorot media.


" Apa tidak sebaiknya pernikahan kita tertutup saja mom, tidak terbuka dengan media?" tanya Amor sambil menundukkan kepalanya. "Tidak bisa begitu dong sayang, karena bagaimanapun Bernando merupakan pebisnis handal dan juga rekan bisnisnya juga harus mengetahui pesta pernikahan ini.


Lagian Mami ingin menunjukkan kepada khalayak ramai, kalau kamu itu menantu mami, istri dari Bernardo. Memangnya kenapa sayang? Kalau media menyorot pernikahan kalian? Amor menggelengkan kepalanya. Nah untuk itu, tidak ada masalah lagi. bukan? Jadi kalian bersiaplah pernikahan kalian sudah tinggal 3 hari lagi.


lebih baik kalian tidak perlu ke kantor. Biarkan Mami dan Fauzan yang menangani kantor saat ini." ucap Nyonya Alena yang mampu membuat Bernando terhenyak. Bagaimana Mami menangani kantor, sudah saatnya Mami istirahat dan Bernando yang bertanggung jawab di kantor.


"Ini hanya sementara waktu. Mami tidak meminta pendapat darimu. Yang intinya Mami tidak ingin kau pergi ke mana-mana lagi, yang mampu membuat Mami khawatir. kalau pesta pernikahan kalian ini tidak berjalan dengan lancar." ujar Nyonya Alena.

__ADS_1


Di luar sana, banyak yang menyayangimu dan banyak juga yang membencimu. Apalagi rival bisnismu, pasti Mereka menginginkan sesuatu hal terjadi kepadamu, agar pesta pernikahan kamu tidak berjalan dengan lancar sesuai dengan keinginan kita mereka pasti berniat untuk menghancurkan rencana kita yang sudah matang, berusaha menghancurkan reputasi keluarga kita. Jadi Mami berharap kamu menuruti apa kata mami Jangan membantah.


Bernando hanya terdiam, lalu kembali angkat bicara. Ada banyak asisten dan anak buahku yang menjagaku, dan menjaga Amor mom jadi tidak perlu Mami khawatir. Sudah Mami katakan, jangan pernah membantah. Aku tahu kalian pergi ke kota Moskow. Karena ada sesuatu yang kalian tutupi, dari Mami.


Sekarang lebih baik kalian terus terang kepada Mami. Apa yang kalian tutupi, kepada Mami sehingga kalian buru-buru berangkat ke kota Moskow? tanpa memberitahu Mami terlebih dahulu." tanya Nyonya Alena meminta penjelasan kepada Amor dan juga Bernando.


Bernando menghela nafas panjang. Ia juga tidak mau menutupinya lagi dari Nyonya Alena. Hingga akhirnya Bernando pun memberitahu hal yang sebenarnya terjadi. Saat ini, nyonya Yuan mengincar Tuan Gani yang merupakan kuasa hukum dari keluarga Amor.


Tuan Daniel mempercayakan aset miliknya diserahkan kepada tuan Gani, agar Tuan Gani dapat menjaga aset itu, dengan baik. Dan setelah waktunya tiba, aset itu dialihkan menjadi atas nama Amor dan itu tidak diinginkan oleh Nyonya Yuan dan juga putrinya Soraya.


Dan saat ini nyonya Yuan terus mengejar Tuan Gani, sampai mereka mengejar Tuan Gani ke kota Moskow. Yang ternyata kami mengetahui itu semua, dan akhirnya Tuan Gani langsung mengalihkan aset milik Tuan Daniel dan nyonya Ellen menjadi atas nama Amor. Berharap Nyonya Yuan dan Soraya tidak bisa mengganggu gugatnya lagi.


Dan sepertinya, Nyonya Yuan ingin sekali memiliki harta kekayaan itu. Dia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Termasuk ingin membunuh Tuan Gani, selaku kuasa hukum keluarga Amor.


Mendengar keterangan dari Bernando, Nyonya Alena terhenyak. Ia penasaran Bagaimana sosok Nyonya Yuan yang sebenarnya. Membuat dirinya terlihat kesal. Mami jadi penasaran Bagaimana sih, orangnya wanita yang bernama Yuan ini. Mami ingin langsung berhadapan dengannya." ucap Nyonya Alena yang tampak geram mendengar penuturan dari Bernando.


Lebih baik Mami tidak usah bertemu dengan wanita iblis itu. Karena Wanita itu seperti psikopat. Amor tidak ingin terjadi sesuatu kepada Mami. Karena Amor sangat mengetahui siapa sosok ibu tiri Amor sendiri.


Saat ini, Soraya berada di tangan anak buah Bernando. Jadi Mami tidak perlu khawatir, semuanya sudah Bernando handle. Nyonya Yuan tidak akan mampu melakukan yang lebih jauh, karena Sekarang putrinya berada di tangan kita. Nyonya Alena sedikit khawatir Tapi ia berusaha percaya kepada putranya. kalau putranya dapat menyelesaikan masalahnya dengan baik.


Terbukti saat ini aset milik keluarga Amor sudah jatuh kembali ke tangan Amor. Tinggal menunggu waktunya, agar Amor muncul ke permukaan setelah pesta pernikahan Bernando dan Amor berlangsung. Bernando sengaja tidak langsung mengambil alih perusahaan milik keluarga Amor, sebelum pesta pernikahan mereka berlangsung. Karena ia tidak ingin di acara pesta pernikahannya ada gangguan sedikitpun.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak "Antara kutub Utara dan Selatan.(YOU & ME

__ADS_1


__ADS_2