Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 8. AMARAH NYONYA ALENA _HTMA


__ADS_3

Bernando yang menyaksikan itu pun langsung mengembangkan senyumnya menatap Nyonya Yuan dengan Tatapan yang sulit diartikan. Nyonya Yuan keluar dari sana. dan kembali masuk ke dalam mobil miliknya melajukannya dengan kecepatan tinggi.


"Biarkan saja. Kita ikuti arusnya Aku ingin mengetahui apa yang akan dilakukannya kepada tuan Gani. Jika dia berani melakukan sesuatu kepada Tuan Gani, aku akan turun tangan untuk menghabisinya langsung." ucap Bernando kepada Fauzan.


Tuan Gani merupakan salah satu kuasa hukum ternama di kota Manila.


Sepertinya Wanita itu sangat terobsesi dengan harta kekayaan mantan suaminya. pantas saja dia mengusir Amor dari rumah." batin Bernando di dalam hati.


Bernando dan Fauzan berlalu dari kantor kuasa hukum Tuan Gani, berniat untuk kembali ke kantor yang selama ini dipimpin oleh Bernando sendiri.


"Tuan kita mau ke mana? tanya Fauzan penuh selidik


"langsung ke kantor! sahutnya dengan wajah yang datar.


Fauzan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. "Sepertinya mobil ini tidak bergerak cepat. Jalannya sudah seperti bebek." sindir Bernando yang mampu membuat Fauzan langsung menginjak pedal gas mempercepat laju mobil yang ia kendarai.


Sekitar 15 menit kemudian, Mereka tiba di kantor yang menjulang tinggi gedung tertinggi di kota Manila. Bernando keluar dari mobil miliknya setelah Fauzan membuka pintu mobil untuknya. Kedua lelaki tampan ini masuk ke dalam gedung perusahaan.


Setiap orang yang melihat kehadiran mereka Langsung menundukkan kepala memberi hormat kepada Bernando dan juga Fauzan. Bernando sama sekali tidak membalas. Ia berjalan tatapan lurus ke depan sementara Fauzan mengembangkan senyumnya.


Ketika Bernando sudah tiba di ruang kerjanya. ia teringat melihat Nyonya Alena sudah duduk santai di kursi kerjanya. "Mami! ucap Bernando terhenyak melihat Nyonya Alena yang sudah duduk di sana sambil mengotak-atik layar laptop yang ada di sana.


Nyonya Alena mendongakkan kepalanya lalu menghempaskan sebuah file kepada Bernando.

__ADS_1


"Apa-apaan ini?sentak Nyonya Alena sambil menunjukkan file itu kepada Bernando.


Bernando tidak menjawab Dia hanya diam.


"Jawab.!!!! teriak Nyonya Alena. Tetapi Bernando tetap tidak menjawab pertanyaan Nyonya Alena.


"Bernando lagi-lagi tidak menjawab membuat emosi Nyonya Alena semakin memuncak. "Mami tidak mau tahu, kau perbaiki ini semua. kalau tidak mami yang akan turun tangan langsung. Apa kau ingin perusahaan ini bangkrut?"


"Apa yang kau perbuat selama ini? Mengapa bisa terjadi seperti ini?" tanya Nyonya Alena yang melihat laporan keuangan amburadul di sana.


"Bernando menatap Fauzan dengan tatapan penuh arti. Fauzan meraih laporan keuangan itu membuat Fauzan langsung terhenyak. Itu berarti di perusahaan yang mereka Pimpin selama ini, ada seseorang yang menyelundupkan keuangan perusahaan.


"Selidiki apa yang terjadi, aku tidak mau tahu." ucap Bernando kepada Fauzan. Fauzan menganggukkan kepalanya lalu melangkah keluar membawa file-file itu.


"Apa yang kau kerjakan selama ini,mengapa kau bisa teledor seperti ini? tanya Nyonya Alena.


"Kenapa kau diam saja? mami tahu, ini terjadi karena sikap Arogan mu itu kepada setiap orang. Bentak Nyonya Alena yang tak mampu dijawab oleh Bernando.


Pantang bagi Bernando untuk menentang ibu kandungnya sendiri. Lebih baik ia diam dan menenangkan diri, daripada harus menentang Nyonya Alena. Bernando bisa Arogant kepada semua orang, selain ibu kandungnya sendiri.


Tiba-tiba pesan Whatsapp masuk ke nomor ponsel milik Bernando. Bernando melotot membaca pesan Whatsapp itu. Rahangnya mengeras saat Pesan WhatsApp dari Fauzan masuk ke layar ponselnya. "kau sudah pasti tahu apa yang akan kau lakukan? jangan sampai membuatku kecewa. Lakukan! perintah Bernardo di dalam pesan whatsapp-nya.


Nyonya Alena masih menatap putranya dengan tatapan tajam. "Mami tidak mau tahu bagaimana caranya kau memperbaiki ini semua. Tetapi yang pasti mami ingin mendapatkan hasil yang lebih baik esok hari." titah nyonya Alena sambil beranjak dari tempat duduknya meninggalkan ruang kerja Bernando.

__ADS_1


Sepeninggalan Nyonya Alena. Bernando juga meninggalkan ruang kerjanya. Emosinya sudah semakin memuncak. Ketika ia mengetahui ada seseorang yang berniat untuk menghancurkan perusahaan miliknya.


"Bermain-main dengan Bernando itu berarti kau menggali kuburmu sendiri." gumam bernadu dalam hati sembari berjalan keluar dari ruang kerjanya.


"Dimana dia?


"Ada Tuan, dia sudah berada Di ruang rahasia.


Bernando memberi kode kepada Fauzan untuk segera mengikutinya masuk ke ruang rahasia itu. Fauzan keluar bersamaan dengan Bernando masuk ke sebuah ruangan yang tak seorangpun mengetahui selain Fauzan dan juga Bernando.


Bernando sudah melihat seorang pria dengan tangan terikat, mulut tertutup dan kaki juga terikat di sebuah kursi. Bernando menatap pria itu dengan tatapan membunuh. iya kembali melangkahkan kakinya mendekati pria itu. Pria itu menundukkan kepalanya.


"Berani kau macam-macam kepada Bernardo itu artinya kau menggali kuburmu sendiri." teriak Bernando sambil memberikan tamparan yang cukup hebat di wajah lelaki itu. Sampai pria itu menjerit kesakitan.


"Katakan Mengapa kau berani-beraninya menyunat dana keuangan perusahaan?


Pria itu tidak menjawab sama sekali. Membuat amarah Bernardo semakin memuncak. "Kau tidak mau menjawabku siap-siap saja kau mati di sini tanpa ada orang yang mengetahuinya." teriak Bernando. tetapi sekeras apapun Bernando berteriak tak seorangpun yang mendengarnya selain Fauzan yang ada di sana bersama pria itu.


"Katakan apa yang kau inginkan? sebelum kesabaranku habis. Pria itu menundukkan kepalanya tidak mampu berbicara kepada Bernando."Kau urus dia !" teriak Bernando kepada Fauzan setelah memberikan pelajaran kepada pria itu, hingga tubuh pria itu melemah tidak berdaya


Bernando meninggalkan Fauzan bersama pria itu di ruang rahasia. Dan kembali ke ruang kerjanya, ingin memastikan dana keuangan perusahaan kembali membaik. Sore itu para petinggi perusahaan diminta untuk meeting darurat. Para petinggi perusahaan langsung masuk keruangan meeting sesuai dengan perintah Bernando.


Bersambung......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓


__ADS_2