Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 23. TAK MALU_HTMA


__ADS_3

Buru-Buru Amor mengikuti langkah Bernando keluar dari ruang VVIP itu. "Tuan Kalau tidak ada membawa uang, Mengapa harus makan di sini? apa Tuan tidak merasa malu, pengusaha kaya seperti Tuan berhutang makan di restoran?" Amor berceloteh membuat Bernando menetapnya dengan tatapan tajam. Pelayan itu mengembangkan senyumnya mendengar celotehan Amor.


"Maaf Nona, Tuan Bernando tidak berhutang, karena Tuan Bernardo sendiri pemilik restoran ini." ucap pelayan itu yang mampu membuat Amor langsung terlihat menundukkan kepalanya.


"Puas kamu?" tanya Bernando yang tak mampu dijawab Amor.


Bernando dan Amor langsung berlalu dari restoran itu. Di dalam mobil mereka hanya diam saja. Bernando fokus menyetir tatapannya lurus ke depan. Sementara Amor membeli untuk menoleh ke jendela nako mobil. Melihat bangunan yang menjulang tinggi.


Sesekali ia melihat angkutan umum yang lewat di sana mendahului mereka. Amor jadi teringat saat dirinya menginjakkan kaki di bangku kuliah, menggunakan Jeepney saat Amor melihat Jeepney mendahului mobil yang dikendarai oleh Bernando.


Amor melihat Bernando melajukan mobilnya tidak ke arah kantor. Ia ingin bertanya kepada Bernando. Tetapi mulutnya seolah terkunci. Tidak mampu mengeluarkan kata-kata.


setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit kemudian, Mereka tiba di gedung berlantai empat.


Yang bertulisan Mark Company. Ya Mark company merupakan perusahaan milik Tuan Mark, ayah kandung Qori. Mereka sudah tiba di parkiran Mark Company. Bernando menghentikan mobil miliknya. lalu ia keluar diikuti oleh Amor.

__ADS_1


"Maaf Tuan, kita mau ngapain ke sini? tanya Amor penuh selidik. Lagi lagi Bernando tidak menjawab. "Kesambet apa sih ini orang? gumamnya di dalam hati sembari terus berjalan mengikuti langkah Bernando.


Bernando langsung berlalu ke lantai dua. di sana ada ruang kerja Qori. Bernando membuka ruang kerja Qori tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Ia melihat Qori bersama dengan Alex sedang bercumbu mesra di sana.


Bernando menggelengkan kepalanya, lalu ia meninggalkan ruang kerja Qori begitu saja. Sepasang kekasih itu langsung menghentikan aksi mereka. Qori mengejar Bernando yang di sana juga ada Amor.


"Bernando! teriak Qori memanggil Bernando agar tidak langsung meninggalkan ruang kerjanya.


"Kau lanjutkan saja dulu, kau sama sekali tidak ada malunya. Di saat seperti ini saja, kau masih sempat-sempatnya melakukan zinah seperti itu. Apa tidak ada tempat lain melakukan itu selain di ruang kerjamu? membuat aku sial saja." gerutu Bernando yang mampu membuat Qori nyengir kuda. bukan malah malu melainkan Qori tersenyum.


"Sudah tidak perlu dipikirkan, Ada apa kau datang kemari? tanya Qori penuh selidik.


"Iya, dia tahu. Karena dialah penyebabnya sehingga Soraya berniat untuk membunuhku.


"Maksud kamu?

__ADS_1


"Dia Alex, lelaki yang dicintai oleh Soraya.


Tetapi Alex tidak mencintai Soraya. Justru dia mencintaiku, dan memilih untuk pergi saat itu. Saat kami berada di sebuah klub malam yang sama dengan Soraya." ucap Qori yang mampu membuat Bernardo teringat Begitu juga dengan Amor.


"Ya ampun, apa tidak ada lagi lelaki lain selain dia? dan Lagian Bagaimana mungkin mereka melakukan itu tanpa ada ikatan pernikahan? Batin Amor. Tetapi ia pun tidak bisa berkata apa-apa. Dia hanyalah seorang asisten dan juga pembantu rumah tangga di rumah utama keluarga Bernando.


"Aku ingin menyampaikan kalau saat ini Soraya pergi melarikan diri. Dan orang-orang ku, masih mencari tahu di mana keberadaannya. Tapi tenanglah, aku akan meminta kepada anak buahku untuk tetap mencari keberadaan wanita picik itu. Tapi aku mohon kepadamu tolong jaga sikap kamu saat kau berada di kantor seperti ini. Nanti image kamu menjadi buruk di hadapan para karyawan. ujar Bernando dibalas anggukan dari Qori.


Bernando pun meminta kepada Qori untuk segera menangani perusahaannya dengan baik. Ia juga mengatakan mengurungkan niatnya untuk menghancurkan perusahaan milik Tuan Mark, asalkan Qori benar-benar berubah. Ia ingin membuat hidup Qori tidak melarat seperti apa yang sudah dikatakan Fauzan, jika mereka berniat menghancurkan perusahaan milik Mark Company.


"Jangan kau sia-siakan kesempatan ini, kalau kau menyia-nyiakan kesempatan yang aku berikan, kau salah. Perbaiki perusahaan ini yang sudah diambang kebangkrutan. Akibat pula Nyonya Lara." ujar Bernando dibalas anggukan dari Qori. Bernardo pun berpamitan kepada Qori. Amor sama sekali tidak angkat bicara di sana, selain dirinya berpamitan kepada Qori


Bernando dan Amor meninggalkan ruang kerja Qori berniat Langsung kembali ke kantor. Tiba-tiba saja suara deringan ponsel milik Bernando terdengar jelas ditelinga. Ia melihat nomor ponsel Nyonya Alena yang menghubungi dirinya.


Bersambung......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓


__ADS_2