Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 44. PENASARAN _HTMA


__ADS_3

Tuan Mark dan Qori sudah duduk di sofa. Terlihat Tuan Mark menatap putrinya dengan Tatapan yang sulit diartikan. Melihat cara jalan putrinya tidak seperti biasa. "Kamu kenapa, Sepertinya kamu berjalan pincang tanya Tuan Mark kepada putrinya.


Qori tersenyum sinis mendengar pertanyaan Tuan Mark kepadanya. Aneh bin ajaib, Kedua orang tuaku tidak mengetahui apa yang terjadi kepadaku. Aku punya orang tua, tapi serasa aku tidak memiliki kedua orang tua. "Mengapa ayah datang ke sini? apa ada sesuatu hal yang ingin tapi bicarakan?


"Kamu Kok bertanya seperti itu, Sepertinya kamu tidak senang melihat kedatangan ayah.


bukan tidak senang, tapi sepertinya ini aneh. tidak biasanya Ayah menemui Qori. Bahkan di saat maut ingin menjemput Qori saja, Ayah tidak pernah mau tahu.


"Maksud kamu?


Qori menatap Tuan Mark kembali tersenyum sinis. Tetapi dibalik senyuman itu, kedua kelompok matanya sudah berlinang air mata.


"Kenapa kamu menatap Papi seperti itu?


"Bagaimana mungkin Papi tidak mengetahui apa yang terjadi kepada Qori? hingga Qori berjalan pincang seperti ini.


Kalian orang tuaku. Tetapi kalian berperilaku seperti tidak orang tuaku. Harus aku akui, kalian memberikan fasilitas perusahaan untuk aku kelola. Tapi Qori juga butuh kasih sayang dari kalian berdua. Mami sibuk dengan urusannya sendiri. Sementara Papi sibuk dengan istri Papi yang lain. Tapi itu tidak masalah bagi Qori. Jika memang Papi bisa memiliki waktu untuk Qori.


Setidaknya sewaktu Qori benar-benar membutuhkan ayah. Tapi yang Qori rasakan, sama sekali tidak memiliki orang tua. Bahkan Qori merasa seperti orang yatim piatu. Qori tidak bisa menahan air matanya.


Tuan Mark berusaha untuk menenangkan putrinya. Ia pun meminta maaf kepada putrinya, dan bertanya kepada Qori Sebenarnya apa yang terjadi kepada Qori.


Qori memberitahu kejadian yang menimpanya. Membuat Tuan Mark terhenyak sekaligus emosi. Karena istrinya Nyonya Lara sama sekali tidak memberitahu apa yang terjadi kepada putrinya.


Bagaimana mungkin Mami memberitahu kepada Ayah, sementara Mami saja tidak mengetahui apa yang terjadi kepadaku. Justru orang lain yang lebib peduli dan selalu membantu Qori.


Untung saja, saat itu ada Amor membantu Qori keluar dari mobil itu. Kalau tidak Qori sudah menjadi tinggal nama. Amor Dan Bernando membantuku membawa ke rumah sakit. Dan mereka selalu memberikan dukungan kepadaku, mereka selalu menungguku di rumah sakit termasuk dengan Alex. Sungguh keluarga yang sangat luar biasa, tidak saling mengetahui antara satu dengan yang lain.

__ADS_1


Tuan Mark menghela nafas panjang. Ia pun merasa bersalah apa yang terjadi kepada putrinya, yang sama sekali tidak diketahuinya. Tuan Mark berusaha menghubungi Nyonya Lara. Tetapi sambungan telepon seluler itu tidak diangkat sama sekali.


Di saat yang bersamaan, Nyonya Lara dan nyonya Alena sedang berbicara di sebuah restoran ternama yang ada di mall kota Manila.


"Jeng sepertinya ponsel jeng berdering,tuh diangkat saja. Siapa tahu penting." ujar Nyonya Alena yang mendengar suara Deringan ponsel Nyonya Lara. Nyonya Lara melihat di layar ponselnya Kalau Tuan Mark yang menghubungi dirinya.


"Iya, langsung mematikan sambungan telepon seluler itu. Malas berbicara dengan Tuan Mart, karena ujung-ujungnya akan berdebat kembali." Jang Kenapa tidak diangkat?Siapa tahu penting.


Jangan seperti itu Jang. Jika ada orang yang menghubungi kita, mungkin itu penting sehingga dia menghubungi kita.


Nyonya lara mengembangkan senyum manisnya. Tidak penting, Bahkan dia tidak penting sama sekali.


"Maksud jeng bagaimana?


"Sudah, tidak perlu dibahas. lebih baik kita bahas yang lain saja.


Nyonya Alena meraih ponsel itu, dan ia melihat nomor ponsel Bernardo yang menghubungi dirinya.


"Ada apa Sayang? tanya Nyonya Alena di dalam sambungan telepon selulernya kepada putranya.


"Mami di mana sekarang?


"Mami lagi di rumah atau tidak?


"Tidak sayang, mami sedang makan di restoran bersama teman Mami. Memangnya ada apa nak?


"Kalau boleh habis makan mami langsung pulang ya.

__ADS_1


"Memangnya ada apa Sayang, Sepertinya kamu khawatir.


Pokoknya habis makan Ini, mami langsung pulang ke rumah. Dan tolong jaga diri mami baik-baik, selamat Bernando ada di kota Moskow. Mungkin besok atau lusa Bernardo sudah kembali ke kota Manila. Untuk sementara waktu Fauzan yang menangani kantor.


"Okey, baiklah. Setelah makan, Mami akan segera pulang ke rumah. Setelah selesai berbicara dengan Bernando. Nyonya Alena langsung menghabiskan menu makanan yang ada di hadapannya. lalu Nyonya Alena langsung berpamitan kepada Nyonya Lara untuk segera kembali ke rumah.


"Jeng, maaf aku harus segera pulang. Karena ada sesuatu yang penting." ucap Nyonya Alena, untuk memenuhi permintaan putranya. karena ia mengetahui jika putrinya. mengatakan seperti itu pasti ada sesuatu. sehingga Nyonya Alena menurut apa yang dikatakan oleh putranya.


Kalau begitu kita sama-sama pulang saja. Aku pun akan mau pulang ini sudah hampir malam juga. "Ya sudah, kita Langsung pulang saja. Karena tidak asik duduk sendiri di sini." sahut Nyonya Lara sambil langsung melangkahkan kakinya, ikut bersama Nyonya Alena keluar dari restoran itu. Tentunya setelah membayar menu makanan yang mereka santap sebelumnya.


Nyonya Alena masih bertanya-tanya dalam hati. Mengapa tiba-tiba saja putranya meminta dirinya segera pulang dan tidak bepergian lagi kemana-mana, dan meminta kepada Nyonya Alena agar lebih berhati-hati. "Ini pasti ada sesuatu yang tidak beres. Sehingga tiba-tiba saja, Bernando dan Amor pergi ke kota Moskow." gumam nyonya Alena selama dalam perjalanan.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit, Nyonya Alina tiba di rumah. Terlihat salah satu asisten rumah tangga langsung bernapas lega saat melihat Nyonya Alena sudah berada di rumah. "Syukurlah Nyonya sudah kembali. Bibi sudah sangat khawatir." ucap Ibu Risma kepala asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Bernando.


"Memangnya kenapa Bi? kok sepertinya Bibi khawatir sekali? tanya Nyonya Alena yang belum mengetahui apa-apa. "Tuan Bernando meminta Bibi, agar selalu menjaga Nyonya di rumah. Dan tidak membiarkan Nyonya keluar rumah, selama Tuan Bernardo tidak ada di kota ini.


Memangnya ada apa sih Bi?sepertinya Bernando Kwatir sekali kepadaku. Tidak seperti biasanya. Apa yang Putraku sembunyikan sebenarnya Bi? coba cerita kepadaku. Apa yang tidak aku ketahui? tanya Nyonya Alena yang begitu penasaran, Mengapa putranya sampai menyuruh asisten rumah tangga dan juga petugas keamanan di sana, untuk tetap bersiap menjaga Nyonya Alena.


"Maaf Nyonya, Bibi juga tidak mengetahui. sehingga Tuan Bernando meminta bibi dan asisten rumah tangga lainnya, Begitu juga dengan petugas keamanan untuk selalu menjaga umurnya di rumah ini. Meninggalkan Nyonya Alena untuk sekedar membuat minuman.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak "Antara kutub Utara dan Selatan.(YOU & ME

__ADS_1


__ADS_2