Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 61. AMOR JATUH PINGSAN _HTMA


__ADS_3

Sekitar Dua bulan sudah berlalu. Kini Amor sudah sah mengambil alih perusahaan milik kedua orang tuanya, dan juga rumah peninggalan kedua orang tuanya juga sudah beralih kepadanya. Yang selama ini dikuasai oleh Nyonya Yuan dan juga Soraya .


Tetapi walaupun seperti itu, Seorang Istri harus ikut dengan suaminya. Karena bagaimanapun Amor sudah sah menjadi istri dari Bernando.


Untuk menangani perusahaan milik keluarga Amor, Bernando juga tidak tinggal diam. Ia tetap saja memantau perkembangan perusahaan itu, walaupun Amor yang menanganinya.


Pagi hari yang indah matahari sudah mulai terbit di ufuk timur. Pagi ini Amor bangun lebih awal. Karena rasa pusing dan mual yang ia rasakan. "Aduh aku merasa pusing, rumah ini seolah berputar apa yang terjadi kepadaku?" gumamnya dalam hati. Ia ingin berusaha bangkit dari pembaringannya.


Setelah bersusah payah untuk bangkit dari pembaringannya, akhirnya Amor pun berhasil ingin berjalan masuk ke kamar mandi mengeluarkan seluruh isi perutnya


Karena rasa mual yang ia rasakan. Amor memegangi dinding untuk berjalan masuk ke kamar mandi.


"Uek.....uek....Uek..." Amor mengeluarkan seluruh isi perutnya, membuat Amor sampai keringat dingin tak mampu membopong bobot tubuhnya. Tapi ia tetap berusaha untuk bisa kembali ke tempat tidur.


Bernando yang menyadari istrinya tidak ada di atas tempat tidur, ia pun bangkit dari pembaringannya. Mencari keberadaan istrinya." Di mana Amor? gumamnya dalam hati. Netranya meneliti seisi ruangan dan akhirnya Bernando melihat Amor sedang kembali lagi ke kamar mandi, untuk mengeluarkan seluruh isi perutnya.


Bernando berlari menghampiri istrinya."Kamu kenapa sayang?" tanya Bernando penasaran melihat wajah istrinya sudah terlihat pucat, dan keringat bercucuran di wajah pucat istrinya.


"Entahlah sayang, kepalaku terasa pusing. semuanya seperti berputar. Dan aku merasa mual." ucapnya dengan nada suara kecil karena ia sudah tidak berdaya lagi. Saat Amor berbicara dengan Bernando, tiba-tiba Amor terjatuh. Untung saja dengan sikap Bernando langsung menangkap tubuh Amor hingga Amor tidak langsung terjatuh ke lantai.


Bernando panik. Ia berteriak minta tolong berharap asisten rumah tangga atau nyonya Alena dapat membantu dirinya. Bernando langsung berlari membopong tubuh Amor keluar dari kamar, ia menuruni anak tangga sembari berteriak memanggil Nyonya Alena.


"Sayang kamu bangun, bangun sayang." ucap Bernando kepada Amor yang tak kunjung sadarkan diri. Nyonya Alena yang mendengar suara teriakan putranya langsung terburu-buru keluar dari kamarnya.

__ADS_1


" Ada apa kau berteriak-teriak?" tanya Nyonya Alena. Mom, aku tidak tahu kenapa istri aku jatuh pingsan. Tadi Amor mengeluhkan dirinya merasa pusing dan mual muntah.


Aku ingin membawa istriku ke rumah sakit. minta Fauzan untuk menghantarkan kami ke sana." ucapnya sambil langsung membawa Amor masuk ke dalam mobil


"Fauzan tidak ada di rumah. Dia sudah lebih awal berangkat ke kantor. Katanya ada pekerjaan penting yang harus ia kerjakan. Jadi pagi-pagi sekali, Dia sudah pergi untuk mempersiapkan bahan meeting pukul 09.00." ucap Nyonya Alena kepada Bernando.


"Oh iya, Bernando lupa, kalau Fauzan ada meeting bersama klien yang dari kota Antipolo." ucap Bernando.


"Ya sudah, kamu yang nyetir mobil, biar Mami yang menemani Amor di bangku penumpang." ucap Nyonya Alena dibalas anggukan dari Bernando.


Setelah memastikan Amor dan nyonya Alena duduk dengan nyaman di bangku belakang, Bernardo melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah sakit terdekat.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit, akhirnya mereka tiba di rumah sakit. Bernando memarkirkan mobilnya di parkiran Rumah Sakit, lalu buru-buru keluar. Bernando berteriak minta tolong kepada dokter dan suster yang bertugas di sana. Berharap mereka dapat langsung memberikan pertolongan kepada istrinya. Ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Amor, istri yang sangat ia cintai.


"Istri saya mengalami mual muntah dan ia merasa pusing. Lalu ia jatuh pingsan, setelah ia muntah-muntah di kamar mandi." terang Bernando kepada dokter itu.


"Maaf, tapi sepertinya Nyonya Amor tidak kenapa-kenapa. Menurut pemeriksaan saya Nyonya Amor baik-baik saja. Itu biasanya dirasakan oleh wanita yang lagi hamil muda. Tapi saya tidak bisa memastikan Apakah Nyonya Amor benar-benar hamil, atau tidak. untuk memastikannya lebih baik Tuan Bernando memeriksakannya langsung ke dokter kandungan.


"Tapi menurut pemeriksaan saya, Nyonya Amor hamil saat ini.


"Apa?


"Istri saya hamil? tanya Bernando penasaran.

__ADS_1


"Saya belum bisa memastikannya. Untuk itu, kami anjurkan kepada Tuan, untuk langsung memeriksakan ke dokter kandungan. Nanti akan saya rujuk ke sana.


Katakan langsung kepada dokter kandungannya datang ke sini.


"Maaf kalau pemeriksaan kandungan lebih baik langsung ke ruang kerjanya. Karena di sana alat-alatnya lebih lengkap untuk melakukan USG memperjelas benar tidaknya kalau Nyonya Amor benar hamil atau tidak.


"Ya sudah, bawa istri saya ke sana. Aku tidak mau tahu sekarang juga. Dokter itu menggelengkan kepalanya, sepertinya Bernando juga tidak sabar ingin mengetahui benar tidaknya istrinya sedang hamil.


Tapi, dokter itu tidak bisa berkata apa-apa. Ia hanya bisa menuruti permintaan Bernando. Karena ia mengetahui siapa sosok Bernando sebenarnya. Setelah tiba di ruang kerja dokter kandungan, Amor pun diperiksa oleh dokter kandungan yang merupakan salah satu dokter handal di rumah sakit itu.


"Selamat pagi Tuan. aku akan memeriksa Nyonya Amor.


"Silakan dokter." sahut Bernando. Dokter itu pun langsung melakukan pemeriksaan, habis itu dia juga melakukan USG. dan ternyata dari hasil USG yang dilakukan dokter itu, kalau saat ini Amor benar-benar sedang hamil.


"Selamat ya Nyonya, Tuan. Nyonya Amor saat ini positif hamil. Dan usia kandungannya sudah 2 bulan." ucap dokter itu kepada Bernando membuat Bernardo bersorak ke kegirangan. Apa kamu serius mengatakan itu kepadaku ?tanya Bernando penuh selidik. Ya saya pastikan kalau Nyonya Amor sedang hamil. Ini buktinya." ucap dokter itu sambil menunjukkan layar monitor USG dan menerangkan apa saja yang terdapat di layar komputer itu.


Bernando langsung meraih tubuh Amor kepelukannya. Walaupun kondisi Amor saat ini masih lemas. Tapi ia benar-benar bersyukur atas kehamilan Amor saat ini. "Terima kasih sayang, kau sebentar lagi akan menjadi seorang ibu. dan aku menjadi seorang ayah." ucapnya sambil kembali memberikan pelukan dan kecupan di wajah cantik istrinya. Ia seolah tidak peduli dengan kehadiran dokter dan suster di sana. Karena dirinya benar-benar sangat bahagia.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak " PERJUANGAN CINTA ABIMAYU"


__ADS_2