Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 36. SAHABAT BAIK_HTMA


__ADS_3

Kini Irene benar-benar merasa dirinya dipermainkan oleh takdir. Ia baru mengetahui kalau kedua orang tuanya meninggal dunia, akibat keserakahan ibu tiri dan adik tirinya sendiri. Aku tidak akan membiarkan ini berkelanjutan. Aku ingin kau melakukan tindakan secepat mungkin.


"Kau tenang saja, Soraya berada di tanganku saat ini, tidak akan berbuat semena-mena lagi. Bahkan Tuan Gani yang ia minta untuk mengalihkan kepemilikan Hotel milik keluargamu, menjadi atas nama Nyonya Soraya dan nyonya Tuan Gani sama sekali tidak menyetujuinya.


Bahkan Nyonya Yuan dan Soraya mengancam keluarganya untuk menghabisi nyawa Tuan Gani. Jika dirinya tidak bersedia melakukan apa yang mereka perintahkan. Tetapi sepertinya Tuan Gani memegang teguh, janjinya kepada almarhum Tuan dan nyonya sehingga ia pun sedikit tidak bergeming akan tawaran yang diberikan oleh Nyonya Yuan kepadanya.


"Tawaran?


"Maksud kamu apa?


"Iya, Nyonya Yuan menawarkan kerjasama dengan Tuan Gani. Agar Tuan Gani bersedia untuk mengalihkan kepemilikan hotel dan aset milik Tuan Daniel menjadi atas nama Nyonya Yuan dan juga Soraya. Dan kamu tidak akan mendapatkan apa-apa dari harta kekayaan milik orang tua kandung kamu.


"Bagaimana bisa kau mengetahui tentang jati diriku? dan bagaimana bisa kau mengetahui kalau Tuan Gani tidak bersedia membantu Nyonya Yuan menjadikan harta milik kekayaan kedua orangtua ku? tanya Amor yang masih belum memahami mengapa lelaki yang ada di hadapannya mengetahui siapa sosok jati dirinya.


Tidak sulit bagiku mencari tahu siapa jati diri seseorang. Karena aku memiliki anak buah yang handal di bidangnya. Termasuk mencari jati dirimu siapa sebenarnya, kau tenang saja. Kau tidak akan kenapa-kenapa, selagi kau masih berada di rumah ini. Aku pastikan mereka akan menyesal atas apa yang mereka lakukan terhadapmu dan juga terhadap Qori.


Mereka sudah membuat Qori cacat fisik, walaupun itu tidak terlalu terlihat. Tapi aku juga akan melakukan hal yang sama. Aku tidak akan mengotori tanganku sendiri. Aku akan meminta kepada siapa saja yang berani melakukan itu terhadapnya, tidak peduli bagiku membayarnya berapa.


Saat ini kau tidak perlu khawatir, kau berada di dekatku. Aku akan selalu menjagamu. Aku berjanji kepadamu akan tetap berada di sampingku. Soraya dan nyonya Yuan tidak akan berani macam-macam kepadamu. percayalah padaku." ucapnya sambil memberikan kecupan hangat di kening Amor.


"Tidurlah, Aku akan kembali ke kamarku." ucapnya sambil bangkit dari tempat duduknya, meninggalkan kamar, setelah meyakinkan Amor kalau dirinya baik-baik saja bersama dengan Bernando.


Di tempat lain, Terlihat Nyonya Yuan gelisah, saat dirinya tidak bisa menghubungi nomor ponsel putrinya. Mengapa nomor ponsel Soraya tidak bisa dihubungi. Ke mana anak itu? tanyanya dalam hati, setelah kembali dari restoran yang berada di salah satu mall ternama di kota Manila.

__ADS_1


Nyonya Yuan kembali menghubungi nomor ponsel milik Soraya. berulang kali ia menghubunginya tetapi tak kunjung ada respon sama sekali. Bahkan yang menjawab telepon selulernya merupakan operator dari Telkomsel.


Nyonya Yuan mencoba mengecek sosial medianya. Berniat untuk mengirimkan pesan messenger kepada Soraya. Tetapi hasilnya nihil. Tidak mendapat respon juga dari Soraya.


Nyonya Yuan mencoba mencari nomor ponsel milik teman-teman Soraya yang terdaftar di list kontaknya.


Tetapi ketika Nyonya Yuan menghubungi nomor ponsel beberapa dari teman Soraya Tak ada satupun yang mengetahui Dimana keberadaan Soraya saat ini. Aku harap anak itu baik-baik saja di sana. Jangan mencari masalah lagi, karena situasinya belum aman." batin Nyonya Yuan sambil langsung membaringkan tubuhnya setelah meletakkan ponselnya di atas nakas.


Di tempat lain, terlihat Qori sudah merasa lega. Karena ia merasa puas sudah memberikan hukuman kepada Soraya atas bantuan Bernando. Walaupun itu tidak sebanding dengan apa yang ia rasakan saat Soraya merencanakan kecelakaan itu terhadap Qori.


Tapi setidaknya Qori dapat melampiaskan sakit hatinya kepada Soraya, saat dia memberikan tamparan yang cukup hebat di wajah cantik Soraya. Hingga cap lima jari tercipta di wajah putih mulus milik Soraya.


"Kau memang teman baikku Bernando. Hal itulah yang membuatku jatuh cinta kepadamu. Tapi sayangnya, kau sudah mencintai wanita lain. Aku tidak ingin memasakan kehendak ku. Mencintai seseorang itu bukan harus memiliki, bukan?


Di kala kedua orang tuanya tidak peduli terhadapnya, Bernando memberikan perhatian kepada Qori, itu sudah melebihi dari cukup bagi Qori. Memiliki sahabat yang baik seperti Bernardo. Walaupun Bernando melakukan itu semua, bukan hanya untuknya. melainkan juga untuk wanita yang sangat dia cintai. Wanita yang menyelamatkan Qori dari kecelakaan maut yang dialami Qori beberapa minggu yang lalu.


Tiba-tiba suara Deringan ponsel Qori terdengar jelas di telinganya. Ia melihat di layar ponselnya kalau yang menghubungi dirinya merupakan nomor ponsel Ayah kandungnya dari kota Santa Barbara.


"Hallo ayah, ada apa menghubungiku malam-malam seperti ini?


"Bagaimana keadaanmu saat ini, apa kau baik-baik saja? tanya Tuan Mark yang mengetahui kabar tentang kecelakaan yang menimpa Qori.


"Sadis bener ini orang tua, sudah beberapa minggu berlalu Baru kali ini dia bertanya mengenai keadaanku." gumam Qori dalam hati, meratapi bagaimana perhatian ayah dan ibunya terhadapmu yang sama sekali seolah tidak peduli.

__ADS_1


"aku baik-baik saja Ayah, ngapain juga ayah menghubungiku setelah sudah lama kecelakaan itu berlalu. Itu sudah basi bagiku. lebih baik ayah bertanya yang lain saja. Apa ada yang bisa Qori bantu, sehingga ayah menghubungiku?


"Tidak, Ayah hanya ingin memastikan kondisi kau baik-baik saja atau tidak.


Tumben Ayah bertanya seperti itu ada angin apa ini sekarang? aku Jadi curiga ada sesuatu yang ingin Ayah sampaikan kepadaku." Qori menuduh Tuan Mark ingin meminta bantuan darinya.


"Kau jangan langsung berpikir negatif tentang ayah. Ayah menghubungimu karena Ayah merindukanmu. Apa kau memiliki waktu bertemu dengan ayah?


"Memangnya Ayah sekarang di mana? tanya Qori penuh selidik.


"Ayah masih berada di Santa Barbara. Tapi malam ini juga ayah akan segera berangkat ke Manila.


"Oh ya sudah, tentukan saja di mana tempatnya. Qori pasti akan datang." sahut Qori di dalam sambungan telepon selulernya.


"Ayah akan datang langsung ke rumah. Ayah berharap kau berada di rumah." ucap Tuan Mark.


"Maaf Ayah, tapi aku tidak bisa bertemu dengan ayah di rumah. Tetapi kalau Ayah ingin bertemu dengan Qori, datanglah ke apartemen Qori. Qori akan menunggu ayah di sana." ucapnya sambil langsung mematikan sambungan telepon selulernya membuat Tuan Mark berdesis. itu berarti ada yang terjadi di antara Nyonya Lara dengan putrinya Qori.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓

__ADS_1


sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke karya baru emak. "Antara kutub Utara dan Selatan (You & me)"


__ADS_2