Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 30. KAPAN MENIKAH _HTMA


__ADS_3

Di kota Antipolo provinsi Rizal Filipina. Terlihat anak buah Bernando sudah berada di hotel yang sama dengan Soraya. Setelah nyonya Yuan pergi meninggalkan Soraya di kamar. Salah satu anak buah Bernando menghampiri resepsionis yang ada di sana untuk mengalihkan perhatian. Sementara yang lainnya pergi kamar Soraya.


Dengan menggunakan dinas karyawan hotel, anak buah Bernando mengetuk pintu kamar Soraya. Membuat Soraya tidak merasa curiga.


Ia mengira kalau yang datang menghampirinya, petugas kebersihan hotel. saat anak buah Bernando sudah mengetuk pintu, Soraya yang melihat dari lubang pintu melihat yang mengetuk pintu kamarnya, salah satu pelayan yang bertugas di hotel itu. Membuatnya langsung membuka kamar itu.


"Maaf ada apa ya?


"Kami petugas kebersihan yang ditugaskan untuk membersihkan kamar ini. ucap salah satu anak buah Bernando sambil mengedipkan matanya sebelah ke salah satu rekannya. Sebelumnya mereka sudah mendapatkan dinas petugas kebersihan itu, dari salah seorang karyawan yang bekerja di sana.


Tentunya setelah bernegoisasi dengan karyawan itu, dan memberikan imbalan yang cukup besar. Sehingga dirinya bersedia memberikan baju dinasnya untuk mereka gunakan. Tetapi ia tidak mengetahui Apa tujuan anak buah Bernando meminjam dinas miliknya.


Kedua anak buah Bernando sudah berada di kamar. lalu salah satu di antara mereka diam-diam menutup mulut Soraya dengan sapu tangan yang ada di tangannya, membuat Soraya kehilangan kesadarannya akibat obat bius yang mereka berikan di sapu tangan itu.


"Misi berhasil! sekarang tinggal Bagaimana caranya kita membawa wanita sialan ini keluar dari hotel ini."ucap kedua pria itu. Kini kedua pria itu membawa tubuh Soraya dari pintu belakang. Tentu sebelumnya mereka sudah melihat daerah mana saja yang tidak ada cctv-nya, agar mereka dapat leluasa membawa Soraya keluar dari hotel itu.


Saat Soraya dan kedua pria itu sudah keluar dari hotel dan berada di dalam mobil. Salah satu diantara mereka menghubungi rekannya. yang sedang berbicara dengan resepsionis yang ada di lobby hotel.


Ketika rekannya mengatakan kalau misi mereka berhasil, pria itu berpamitan kepada resepsionis yang bekerja di hotel itu. Membuat resepsionis itu bingung apa tujuan lelaki itu datang ke hotel tempat ia bekerja.


"Apa-apaan sih, datang-datang ke sini hanya untuk bertanya-tanya." gerutu salah satu wanita cantik yang berdiri di meja resepsionis.

__ADS_1


Terlihat pria itu sudah berada di mobil yang sama dengan kedua rekannya. Bersama dengan Soraya yang mulutnya sudah tertutup dengan lakban hitam. Tangan diikat dan kaki juga diikat.


Mereka khawatir jika Soraya sudah sadarkan dir,i ia akan memberontak dan berusaha melarikan diri. Dengan menggunakan helikopter yang sudah disediakan sebelumnya, mereka membawa Soraya ke kota Manila.


Sesuai dengan instruksi Bernando meminta kepada anak buahnya agar segera membawa Soraya ke hadapannya hidup-hidup. Ia yang akan memberikan pelajaran sendiri kepada Soraya.


Berharap Soraya dapat berubah dan tidak seenaknya melakukan tindakan yang merugikan orang lain.


Setelah melakukan perjalanan melalui jalur udara, anak buah Tuan Bernando yang membawa Soraya, sudah tiba di kota Manila. sebelumnya Tuan Bernando sudah memberitahu lokasi di mana anak buahnya membawa Soraya.


Kini ketiga anak Buah Tuan Bernando sudah berada di sebuah rumah, yang sudah lama tidak dihuni. Biasanya jika jika tuan Bernando mendapati penghianat di perusahaan miliknya, atau yang ingin berniat jahat kepadanya, ia selalu menghukum musuh-musuhnya di rumah di rumah kosong yang tidak berpenghuni itu.


Sementara di tempat lain, tepatnya di rumah utama keluarga Bernando. Amor sedang berada di taman belakang, merawat tanaman yang ada di sana. Apalagi Amor sangat menyukai bercocok tanam. Seperti yang ia lakukan saat berada di rumah peninggalan kedua orang tuanya. Ia selalu menanam sayuran yang mudah dirawat. Tidak hanya sayuran, bunga-bunga yang indah selalu dirawat oleh Amor.


Nyonya Alena mengembangkan senyumnya menatap calon menantunya dengan Tatapan yang sulit diartikan lalu ia pergi begitu saja tanpa menegur Amor sama sekali. karena mendapatkan sebuah telepon dari teman sosialitanya yang mengatakan kalau mereka sudah menunggu nolnya Alena di sebuah restoran ternama yang ada di kota Manila.


Nyonya adalah berlalu dari rumah pertama keluarga Bernando menuju restoran di mana keberadaan teman-teman sosialitanya.


setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit kemudian dengan kecepatan sedang Nyonya Alena sudah tiba di parkiran restoran. supir pribadi yang selalu setia menemani Nyonya Alena bepergian ke mana-mana menghentikan mobil itu lalu membuka pintu agar Nyonya Alena dapat keluar dengan leluasa.


Nyonya Alena meminta kepada sopir pribadinya agar pulang lebih dulu beristirahat mungkin saja mereka agak lama membahas yang bagus mereka bahas makhluk wanita sosialita selalu ada saja yang mau mereka bahas.

__ADS_1


Saat Nyonya Alena sudah tiba di restoran itu, terlihat teman-temannya sudah menunggu.


"Dari mana saja sih Nyonya Alena, kok kali ini telat?tanya Nyonya Lara ibu kandung dari Qori.


"Biasa dong Jeng, ada pekerjaan sedikit Pagi ini ada pertemuan penting di kantor. "sahut Nyonya Alena sambil mengembangkan senyumnya. Ia pun duduk di depan Nyonya Lara. Sementara yang lainnya sudah berbisik-bisik yang entah apa yang mereka bicarakan. Yang pasti Nyonya Alena sama sekali tidak mengetahuinya.


"Bagaimana Nyonya Alena, tentang putra Anda, kapan akan menikah? seperti postingan yang kemarin yang mengatakan kalau Anda sebentar lagi akan melakukan pesta besar. "Saya menjadi penasaran wanita mana yang mau menikah dengan putra Anda Bernardo.' sahut wanita yang satunya sambil mengedipkan matanya sebelah ke arah temannya.


Nyonya Alena mengembangkan senyumnya. Kalian Tenang saja. Sebentar lagi Kalian juga akan mendapatkan undangannya. Kabar baik dari Putraku akan segera menikah tiga minggu ke depan." sahut Nyonya Alena


"Apa minggu depan?


"Yang bener dong."


"Terus Qori kemana dong?" Tanya teman Nyonya Alena dan juga Nyonya Lara.


"Kalian tidak perlu mengkhawatirkan putriku. pria mana yang tidak jatuh cinta kepada putriku, melihat kecantikan dan karirnya yang okey, pastilah banyak lelaki yang terpesona melihatnya. Apalagi kalian sudah melihat bukan, siapa sosok putriku." sahut Nyonya Lara percaya diri.


"Iya, kami tahu siapa Qori memang cantik. dan dia memimpin perusahaan milik papanya. Sudah pasti dong banyak lelaki yang mengejar-kejar Qori. Nyonya Rania yang ikut hadir di acara mereka kali ini. Walaupun Nyonya Rania jarang-jarang dapat berkumpul dengan teman-temannya. Karena kesibukannya bekerja sebagai salah satu petinggi negara.


Bersambung......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓


__ADS_2