
Nyonya Yuan sudah berusaha mencari keberadaan Tuan Gani. Tetapi ia sama sekali tidak menemukannya. Membuat Nyonya Yuan semakin emosi dan meminta kepada salah satu anak buahnya, untuk mencari tahu keberadaan Tuan Gani. Tidak tanggung-tanggung. Nyonya Yuan juga meminta salah satu ahli IT untuk melacak keberadaan Tuan Gani melalui sambungan telepon selulernya.
Saat sudah mengetahui keberadaan Tuan Gani saat ini di Kota Moskow. Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan." Kita harus segera berangkat ke kota Moskow." perintah Nyonya Yuan kepada beberapa anak buahnya.
Tanpa mengetahui keberadaan Soraya saat ini. Hari itu juga dan beberapa anak buahnya langsung menuju kota Moskow.
Sementara Bernando, Amor dan keluarga kecil Tuan Gani sudah kembali ke kota. Mereka sengaja memberikan akses agar Nyonya Yuan mengetahui keberadaan mereka di kota Moskow.
****
Kalian sudah kembali? Kenapa kalian tidak memberitahu Mami terlebih dahulu, jika kalian pergi ke kota Moskow." tanya Nyonya Alena penasaran Mengapa Bernando dan Amor terburu-buru berangkat ke kota Moskow
Nanti kami akan ceritakan kepada Mami sekarang. Bernando dan Amor masih terlalu lelah, ingin istirahat terlebih dahulu." ucap Bernando sambil langsung beranjak naik ke atas.
Nyonya Alena menghela nafas berat. " Ada apa ini sebenarnya. Ada sesuatu apa yang disembunyikan Putraku dan juga Amor dariku. Masalah apa yang tidak aku ketahui yang sedang mereka hadapi, pertanyaan demi pertanyaan timbul di hati nyonya Alena. Tetapi Nyonya Alena menunggu keduanya memberikan penjelasan kepadanya.
Amor pun berpamitan kepada Nyonya Alena. Tubuh terasa lelah melakukan perjalanan panjang dari kota Moskow ke kota Manila. Entahlah Apa yang akan terjadi, jika Tuan Gani tidak menyelamatkan aset keluarga Amor.
Jika memang aset keluarga Amor, jatuh ke tangan Nyonya Yuan pasti akan seluruhnya hancur berantakan.
Sementara di tempat lain, Qori yang telah duduk bersama Tuan masih menunggu kabar dari Nyonya Lara. Tuan Mark kembali menghubungi Nyonya Lara, berharap bersedia datang ke apartemen milik Qori sebenarnya Tuan Mark meminta Qori untuk ke rumah utama saja. Tetapi Qori menolak dia ingin tinggal di apartemen saja, dan dia tidak ingin menginjakkan kaki di rumah itu lagi. Setelah pertengkarannya dengan nyonya lara..
Terlihat Tuan Mark mengirimkan pesan Whatsapp kepada istrinya, tanpa sepengetahuan Qori sama sekali. Nyonya Lara melihat pesan Whatsapp dari suaminya. Ia pun memutar haluan langsung menuju apartemen Milik Qori
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit, Nyonya Lara tiba di sebuah apartemen mewah yang ada di kota Manila. Setelah mobilnya terparkir cantik di parkiran mobil, ia langsung menuju lift ke lantai 15. Kebetulan apartemen milik Qori berada di lantai 15.
__ADS_1
Saat Nyonya Lara sudah tiba di lantai 15. Ia langsung menuju apartemen milik Qori, ketukan pintu terdengar jelas di telinga Qori Dan juga Tuan Mark. Tuhan Mark langsung beranjak dari tempat duduknya untuk membukakan pintu.
"Biar Qori saja yang membuka pintu Ayah duduk saja di sini
Tidak, Biar Ayah yang membuka. Kau yang duduk ucap Tuan Mark sambil langsung berjalan melewati Qori dan membuka pintu itu. Yang ternyata Nyonya Lara yang mengetuk pintu terlihat Tuan Mark langsung mempersilahkan Nyonya Lara masuk ke dalam apartemen.
Melihat kedatangan Nyonya Lara, terlihat Qori memicingkan matanya. "Ngapain Mami datang ke sini?
"Qori,Kenapa kamu bertanya seperti itu? "Sayang, bagaimanapun Mami tetap Mami kamu." ucap Tuan Bernando berusaha untuk menenangkan suasana.
"Qori tersenyum sinis, menatap Nyonya Lara dan juga Tuan Bernando secara bergantian. "Kalian merasa seperti orang tuaku? tapi kenapa ya, selama ini aku tidak merasakan kasih sayang orang tua? ke mana kalian selama aku membutuhkan kalian? Qori berpura-pura tegar di hadapan Nyonya Lara dan Tuan Mark. Tapi sebenarnya di dalam hatinya bagai tersayat-sayat melihat kedua orang tuanya yang seolah tidak peduli terhadapnya.
"Jangan berbicara seperti itu Qori, bagaimanapun Papi dan Mami merupakan kedua orang tua kamu.
Tuan Mark langsung meraih tubuh putrinya ke pelukannya. "Sudahlah, Maafkan Ayah! Yang Lalu biarlah Berlalu, mulai sekarang ayah akan selalu stand by di kota ini.
"Apa?
"Stand by di kota ini?
"Ngak salah tuh?
"Istri kamu yang di Santa Barbara mau kamu kemanain? pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan oleh Nyonya Lara kepada Tuan Mark
"Itu bukan urusanmu,itu menjadi urusanku. Kau Lebih baik intropeksi diri sendiri, Mengapa putrimu sampai mengatakan seperti ini. Aku percayakan putriku Qori terhadapmu. Tapi apa yang kau lakukan, kau sama sekali tidak peduli terhadapnya. Justru kau lebih sibuk dengan teman-teman sosialita mu. Jika saja Qori tidak menyelamatkan perusahaan ini, mungkin perusahaan kita akan jatuh bangkrut. Itu semua akibat ulah kamu.
__ADS_1
Kau benar-benar tidak bisa memanage keuangan, hanya karena hobimu yang membeli barang-barang branded yang tidak penting itu.
Aku sudah periksa semua laporan keuangan perusahaan.
Bahkan keuangan perusahaan kamu ambil hanya untuk memenuhi keinginan kamu yang ingin memiliki barang branded limited edition. Mulai sekarang aku tidak akan mengizinkanmu lagi. Jangan kamu kira, kalian terlepas dari pantauanku walaupun aku di kota Santa Barbara." chat Tuan Mark kepada nyonya Lara.
Terserah kamu mau bilang apa, aku sudah tidak peduli sama kamu.
"Tidak apa-apa kalau kau tidak peduli denganku. Tetapi kau harus peduli dengan putrimu Qori. Karena bagaimanapun Qori itu merupakan Putri kandungmu.
Kau di kota ini, tetapi kau tidak mengetahui apa yang terjadi kepada putri kita. Justru orang lain yang memperhatikan Qori. Di mana akal sehatmu?
"Jangan bertanya sama aku tentang akal sehat. Tanya kepada dirimu sendiri, Apakah kau sudah memiliki akal sehat atau tidak? kalau kau memiliki akal sehat, seharusnya kau bisa membagi waktumu untukku dan untuk istri pertamamu.
Aku yakin, kau sama sekali tidak menyayangiku dan menyayangi Qori. Kalau kau memang tidak menyayangi kami lagi, lebih baik kamu tinggalkan kami dan tidak perlu kamu datang ke sini." ucap Nyonya lara. Qori hanya diam saja mendengar pertengkaran kedua orang tuanya, tanpa ada niatan ikut campur sedikit.
Qori beranjak dari tempat duduknya, melihat layar ponselnya yang menghubungi dirinya adalah Amor. Ia menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Amor. Ia tau Amor menghubunginya, untuk memberikan informasinya tentang perjalanan mereka ke kota Moskow.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak "Antara kutub Utara dan Selatan.(YOU & ME
__ADS_1