
Setelah menyampaikan seluruh Apa rasa sakit hati Amor dan begitu juga dengan Qori, anak buah Bernando membawa Nyonya Yuan dan juga Soraya ke kantor polisi. Agar mendapat hukuman sesuai dengan apa yang sudah mereka lakukan terhadap Tuan Daniel dan juga Nyonya Ellen dan juga Qori.
Agar mereka mempertanggungjawabkan semua perbuatan mereka. Bernando dan Amor Begitu juga dengan Qori mempercayakan Nyonya Yuan dan Soraya kepada pihak Kepolisian.
Setelah nyonya Yuan dan Soraya berada di kantor polisi, Bernando dan Amor berlalu dari sana. Begitu juga dengan Qori Dan Alex meninggalkan dan Soraya di sana. Amor dan Bernando berlalu menuju rumah utama keluarga Bernardo.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 50 menit, akhirnya mereka tiba di sana. Nyonya Alena yang sudah menunggu kedatangan mereka, langsung membuka pintu utama menyambut kedatangan Putra dan menantunya yang sangat ia sayangi.
Melihat Amor dan Bernando sudah turun dari mobil, Nyonya Alena langsung memeluk Amor dan juga Bernando. "Kau tidak apa-apa sayang?" tanya Nyonya Alena kepada Amor sambil memperhatikan raut wajah Amor yang terlihat ada membiru dan juga lebam, akibat tamparan-tamparan yang diberikan oleh Nyonya Yuan. Sebelum Bernando dan Qori berhasil menyelamatkan Amor dari tangan Nyonya Yuan.
"Amor tidak apa-apa mom, Amor baik-baik saja. Bagaimana dengan Mami, apa Mami baik-baik saja?" tanya Amor penuh selidik. "Mami baik-baik saja. Mami sangat mengkhawatirkan kalian. Jujur jantung Mami terasa akan copot karena mendengar kabar tentang kamu yang diculik oleh seseorang." ucap Nyonya Alena sambil kembali memeluk Amor.
"Sudah tidak apa-apa mom, aku baik-baik saja."
"Mom biarkan Amor istirahat dulu. Dia pasti sudah sangat lelah. Dia pasti trauma akan apa yang sudah terjadi di alaminya." ujar Bernando dibalas anggukan dari Nyonya Alena. Amor berpamitan kepada Nyonya Alena, untuk membersihkan diri terlebih dahulu baru ia akan istirahat.
Amor masuk ke kamar mandi, berniat untuk melakukan ritual mandinya. Setelah sekitar 15 menit lamanya, Amor selesai melakukan ritual mandinya dan keluar dengan menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya.
Sementara Bernando masih ngobrol bersama Nyonya Alena. Memberitahu kepada Nyonya Alena apa sebenarnya yang terjadi kepada Amor. Dan apa saja yang sudah dilakukan Nyonya Yuan dan Soraya kepada keluarga Amor yang sebenarnya.
Mendengar penuturan dari Bernando, Nyonya Alena benar-benar terhenyak. Tidak menyangka seorang wanita seperti Nyonya Yuan dan Soraya sanggup melakukan tindakan kriminal yang dapat menghilangkan nyawa seseorang.
Di sebuah kamar yang luas dan megah, Amor tampak sudah selesai menggunakan baju yang selayaknya digunakan saat dirinya tidur ia pun membaringkan tubuhnya.
__ADS_1
"Lebih baik aku langsung istirahat sekarang. tubuhku terasa pegal. Ini semua karena tindakan yang ingin menghabisiku." geram Amor. lalu ia pun membaringkan tubuhnya tanpa menghiraukan suaminya yang belum menghampirinya ke kamar.
Saat Amor sudah membaringkan tubuhnya, Bernando masuk dan melihat memberikan tubuhnya. Tapi ia masih menatap langit-langit kamar itu, membayangkan kejadian yang menimpanya beberapa jam yang lalu.
"Kamu belum tidur sayang?" tanya Bernando duduk di samping Amor. Amor menggelengkan kepalanya, menatap Bernando dengan tatapan penuh arti.
" Ya sudah, tidak perlu kamu pikirkan. Tidak apa-apa, mereka sudah mendapat hukuman atas apa yang sudah mereka lakukan kepadamu." ucap Bernando sambil memberikan kecupan hangat di kening Amor.
Amor masih saja terdiam. Ia tidak mampu berkata-kata hari ini. Besok kalau kondisi u sudah membaik, kita akan mengambil alih perusahaan milik ayah dan ibu kan kamu. Jangan khawatir, rumah itu akan tetap menjadi milikmu dan seluruh aset milik kedua orang tua kamu sah menjadi milikmu." ucap Bernando kepada Amor sambil mengelus rambut Amor yang tergerai begitu saja.
Amor menganggukkan kepala,lalu mulai memejamkan matanya. "Ya sudah, kau tidur saja aku akan mandi dulu. Aku akan langsung menghampirimu setelah aku selesai mandi." ujar Bernando sambil langsung berlalu masuk ke kamar mandi.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya. Bernando menatap istrinya belum juga tertidur membuat Bernando pun semakin khawatir. Maka apa belum tidur sayang,
Bayang-bayang kekejaman yang dilakukan oleh Nyonya Yuan, masih terngiang di kepalaku." ucap Amor sambil meneteskan air matanya. Bernando meraih tubuh istrinya kepelukannya lalu memberikan kecupan hangat di kening Amor.
" Lupakan saja, tidak perlu diingat-ingat hal seperti itu. Lebih baik kita sekarang bercocok tanam saja. Siapa tahu sebentar lagi benih cinta kita akan tumbuh di sini." ucap Bernando sambil mengelus perut Amor yang masih rata dan mengedipkan matanya sebelah kepada Amor. Berniat untuk menghibur istrinya.
Amor mengembangkan senyumnya. "Kamu memang paling bisa membuatku tersenyum." ucap Amor sambil memeluk suaminya dan menaruh kepalanya ke tangan Bernando.
Bernando mendekap tubuh Amor kepelukannya. Hingga Bernando membaringkan kecupan hangat di bibir manis Amor. Perlahan kecupan itu semakin mendalam. Hingga Amor merasakan sensasi yang sangat luar biasa, dan getaran yang cukup hebat terjadi di tubuhnya.
Tangan Amor mulai mengeratkan pelukannya membuat Bernando semakin ingin melakukan yang lebih dan lebih lagi terhadap istrinya. Bernando perlahan memainkan lidahnya di rongga mulut Amor. Hingga lidah mereka saling bertautan di sana.
__ADS_1
Tangan Bernando sudah mulai bergerilya. membuat Amor bergelinjang. Seolah dirinya seperti cacing kepanasan, ingin mendapatkan sesuatu yang lebih dan lebih lagi. Bernando yang belum menggunakan apa-apa hanya menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya, langsung terlepas begitu saja.
Kini tubuh Amor sudah tidak ada melekat sehelai benang pun. Hingga keduanya benar-benar larut dalam suasana malam ini. Bernando dan Amor sama-sama mencapai puncak yang mereka inginkan.
"Terima kasih sayang, Kau memang benar-benar wanita yang sangat luar biasa. Aku mencintaimu." ucap Bernando sambil memberikan kecupan hangat di kening dan di bibir Amor.
"Sama-sama sayang, aku juga sangat mencintai dan menyayangimu."sahut amor
" Semoga benih cinta kita segera tumbuh di sini." ucap Bernando kepada Amor kembali Bernando mengelus perut Amor yang masih rata.
Entah karena faktor kelelahan, kini keduanya tertidur pulas mengarungi alam mimpinya. Tanpa menggunakan sehelai benang pun, melekat di tubuhnya hanya ditutupi dengan selimut tebal yang tersedia di sana.
Sementara di tempat lain, kini Nyonya Yuan dan Soraya sudah merasakan bagaimana dinginnya Di balik jeruji besi. Soraya menyalahkan Nyonya Yuan atas apa yang terjadi terhadap mereka saat ini. Keduanya saling menyalahkan.
Bahkan Nyonya Yuan juga menyalahkan beberapa anak buahnya yang tidak becus melakukan tugas yang ia berikan. Tetapi itu sudah tidak ada gunanya lagi. Semuanya sudah berlalu mereka harus merasakan hukuman atas apa yang sudah mereka perbuat, terhadap keluarga Amor dan juga Qori.
Sedangkan Nyonya Lara yang mengetahui cerita sebenarnya tentang Nyonya Yuan, setelah Qori memberitahu segalanya. Membuat Nyonya Lara terhenyak dan tidak Sudi menganggap Nyonya Yuan menjadi seorang temannya. Bahkan mulai saat ini nyonya Yuan merupakan musuh dari Nyonya Lara. Karena mereka sudah berani menyakiti putrinya. Putri satu-satunya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak "Perjuangan cinta Abimayu"