
Di rumah keluarga Bernando terlihat Amor selalu melakukan aktivitasnya sehari-hari dengan penuh semangat. Berharap suatu saat nanti ia dapat menggapai cita-citanya. merebut kembali yang seharusnya miliknya. kali ini Amor mendapat tugas dari nyonya Risma untuk membersihkan kamar milik Bernando.
Amor mengetuk pintu kamar Bernando tapi tak kunjung ada jawaban. Satu kali Sampai tiga kali Amor mengetuk pintu tetapi tidak ada jawaban juga. Terlihat pintu terbuka kecil, Amor memberanikan diri masuk ke dalam kamar milik Bernando.
Amor tidak melihat siapapun di sana. Tetapi kamar terlihat berantakan. Banyak botol minuman bekas yang ada di atas meja beserta kulit kulit kacang. Amor membersihkan meja dan lantai yang sangat kotor. Kulit kacang berserakan di mana-mana.
"Dimana penghuni kamar ini,Mengapa tidak ada di sini. kamarnya kotor sekali." Amor bermonolog sendiri sambari terus membersihkan lantai meja dan keseluruhan ruangan yang ada di sana. Termasuk juga tempat tidur yang sprei nya sudah tidak beraturan lagi.
"Ini yang tidur di sini anak kecil apa orang dewasa?" Kok semuanya acak-acakan. kembali Amor bermonolog sendiri, sambil terus mengganti sprei yang sudah terlihat kotor, dan basah ada tumpahan minuman di sana.
Ketika Amor hampir selesai membersihkan kamar itu. Tiba-tiba ia dikejutkan dengan kehadiran Bernando yang baru keluar dari kamar mandi. "Ngapain kau di kamarku? tanya Bernando setengah berteriak.
"Maaf Tuan saya hanya mendapat perintah untuk membersihkan kamar Tuan."
"Tidak ada seorangpun yang berani sembarangan masuk ke dalam kamarku. Apa kau tahu apa yang menjadi hukumanmu jika kau datang ke kamarku tanpa seijin ku? tanya Bernando dengan nada suara yang meninggi apalagi Ia di bawah pengaruh alkohol.
Visual Bernando
"Maaf Tuan tapi saya hanya menjalankan perintah."sahut Amor sambil menundukkan kepalanya tidak berani menatap Bernando sama sekali.
"Mengapa kau tidak mengetuk pintu terlebih dahulu?
"Maaf Tuan, Tapi sebelumnya Amor sudah mengetuk pintu sampai beberapa kali. Tetapi tak kunjung ada jawaban.
Amor melihat kalau pintu terbuka. Sehingga Amor masuk tanpa seizin Tuan, apalagi ketika Amor melihat kamar ini sangat jorok sekali. tujuan Amor ke kamar ini, hanya untuk membersihkan kamar Tuan. Tidak ada yang lain."Amor memberanikan diri menjawab pertanyaan Bernando.
__ADS_1
Karena menurutnya dia benar tidak ada yang salah yang ia lakukan. Bernando menatap Amor dengan tatapan tajam, keluar dari sini sebelum aku kehilangan kendali." teriak Bernando yang mampu membuat Amor terhenyak, dan langsung beranjak dari sana pergi meninggalkan kamar yang selama ini ditempati oleh Bernando.
Visual Amor
****
Malam hari telah tiba, Kini makan malam sudah dipersiapkan oleh Amor dan juga Nyonya Risma. Sedangkan asisten rumah tangga lainnya sudah pergi istirahat mengingat tugas mereka sudah selesai. tinggal hanya Amor dan Ibu Risma yang masih setia menunggu perintah dari majikan.
Bernando turun ke bawah. Ia sudah melihat makanan tertata rapi di meja makan sementara Nyonya Alena belum ada di sana.
"Di mana mami? tumben tumbennya dia belum ada di ruang makan." gumam Bernando di dalam hati.
Ia mendudukkan bokongnya di sana. Tiba-tiba saja Nyonya Alena sudah datang menghampiri Bernando yang ingin menyantap menu makanan yang ada di hadapan mereka.
Nyonya Risma dan Amor yang berjaga di dapur duduk di sebuah kursi plastik. sembari mengupas rempah-rempah yang akan mereka gunakan esok harinya. "Amor sepertinya ada sesuatu yang kau pikirkan ada apa? tanya Nyonya Risma kepada Amor yang melihat raut wajah Amor terasa asing baginya.
Apalagi seluruh dokumen penting yang dapat digunakan untuk melamar pekerjaan di beberapa perusahaan, semuanya tinggal di rumah peninggalan kedua orang tuanya.
"Kalau aku tidak bekerja di sini, Aku mau bekerja di mana lagi? aku pasti harus tetap bertahan di sini." batin Amor. walaupun terkadang di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia berlawanan dengan sikap Bernando yang begitu emosional dan Arogant.
Nyonya Alena mencicipi menu makanan yang dihidangkan di sana. lagi-lagi Nyonya Alena dikejutkan dengan Citra rasa masakan yang ada di meja makan. "siapa sebenarnya sosok wanita ini, Mengapa tidak terasa asing bagiku menu makanan yang ada di meja ini?
gumam Nyonya Alena di dalam hati.
Nyonya Alena menyantap menu makanan yang terhidang di sana dengan lahap. Begitu juga dengan Bernando. Saat Nyonya Alena dan Bernando menikmati menu makanan, Nyonya Alena lagi lagi mengingatkan Bernando untuk segera melepas masa lajangnya. Bahkan Nyonya Alena juga sempat menyinggung masalah Qori.
__ADS_1
"Bagaimana hubungan kamu dengan Qori? Mau sampai kapan kau terus hanya berpacaran saja dengannya. Mengapa kau tidak menikah saja? tanya Nyonya Alena penuh selidik kepada putranya yang sudah sangat menginginkan kalau Bernardo memiliki pendamping hidup.
Apalagi saat Nyonya Alena sedang bepergian dengan teman-teman arisan atau teman-teman sosialitanya selalu mempertanyakan hal itu. lagi-lagi teman sosialitanya mengatakan kapan dia memiliki cucu. Boro-boro memiliki cucu, menantu saja belum punya." gerutu Nyonya Alena kepada teman-teman sosialitanya.
Ibu kandung Qori yang merupakan teman sosialita Nyonya Alena. Sudah meminta kepada Nyonya Alena untuk segera melamar Qori menjadi menantunya.Tetapi entah mengapa lagi-lagi Bernando menolak untuk melamar Qori.
"Mom...., bisa tidak, jangan membahas itu sekarang? Jangan membuat mood makan ku hilang." gerutu Bernando yang mendengar pertanyaan yang sama dipertanyakan oleh Nyonya Alena kembali kepadanya.
"Kalau kau tidak ingin hal yang sama mami pertanyakan. Seharusnya kau menikah. mami pasti akan menyetujui wanita manapun yang kau bawa menjadi pendamping hidupmu. asalkan dia wanita yang baik yang mencintai kamu dengan tulus apa adanya. Mami juga tidak ingin memaksa kehendak mami untuk menjadi pendamping hidupmu. Kamu sendiri yang memilih bukan Mami.
karena yang menjalani kehidupan rumah tangga nantinya, kamu sendiri dengan istrimu. Bernando tersenyum bahagia ketika mendengar apa yang diucapkan oleh Nyonya Alena yang terakhir.
"Aku suka dengan kata-kata Mami yang terakhir ini, bukan malah meminta Bernando melamar Qori wanita murahan itu.
"Apa maksudmu mengatakan Qori wanita murahan?
"Memang Qori wanita murahan."
"Jaga bicaramu Bernando, Bagaimana jika Qori dan kedua orang tuanya mendengarnya.
"Biarkan saja, Qori memang dia wanita murahan mau bilang apa mereka.
"Apa maksudmu?
"Qori sudah tidur dengan beberapa orang pria, dan itu dilihat dengan mata kepala Bernando sendiri. Apa Mami menginginkan wanita seperti dia menjadi menantu Mami di rumah ini? tanya Bernando penuh selidik. Membuat Nyonya Alena terhenyak seolah tidak percaya apa yang dikatakan oleh Bernando kepada Nyonya Alena.
Bersambung......
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓