
Amor sudah terlihat gelisah karena sudah menunggu Bernando berjam-jam di rumah. Tetapi Bernando tak kunjung pulang. Hingga Amor memutuskan untuk menghubungi nomor ponsel Bernando.
Tut....
Tut ....
Tut....
Suara ponsel milik Amor. Berharap sambungan telepon selulernya tersambung kepada Bernando.
Saat sambungan telepon seluler itu tersambung, Amor sulit untuk mengeluarkan apa yang akan ia bicarakan kepada Bernando.
"Hallo Sayang, ada apa menghubungiku?
"Kau di mana? Mengapa sudah malam seperti ini belum pulang. Apa kau masih di kantor?
"Tidak, sebentar lagi aku akan pulang. Kau tunggu saja tidak perlu mengkhawatirkanku.
"Ya sudah, kau hati-hati di jalan." Amor Langsung mematikan sambungan telepon selulernya. Ia sedikit gugup saat dihadapkan berbicara kepada Bernando.
Sementara Nyonya Alena mengembangkan senyuman melihat Amor yang tampak gelisah menunggu kehadiran Bernando di rumah. Itu artinya Amor juga memiliki perasaan yang sama seperti putranya. Sama sama saling mencintai.
Nyonya Alena memilih untuk masuk ke dalam kamarnya dan meninggalkan Amor di ruang tamu. Menunggu Bernando yang belum pulang dari tempat di mana Soraya saat ini disekap oleh anak buah Bernando.
__ADS_1
Sementara di tempat lain, setelah Bernando mendapatkan sambungan telepon seluler dari Amor. Ia kembali menyerahkan kepada anak buahnya untuk menangani Soraya saat ini. Memberikan pelajaran dan juga hukuman agar Soraya tidak berbuat semena-mena terhadap Qori Dan juga Amor.
Pihak kepolisian sudah disogok oleh Nyonya Yuan, hingga pihak kepolisian menyatakan kecelakaan yang dialami Qori itu murni karena kecelakaan. Jadi tidak ada gunanya Soraya kita serahkan ke kantor polisi. Lebih baik kita hukum saja di sini Tuan." ucap salah satu anak buah Bernando yang paling dapat diandalkan di antara anak buah Bernando.
Tampaknya Bernando setuju akan usulan anak buahnya. Ia Pun menyerahkan segala urusan mengenai Soraya kepada anak buahnya, dan berniat segera pergi dari sana. Apalagi setelah mendapat sambungan telepon seluler dari Amor.
"Lebih baik kita langsung pergi saja dari sini. serahkan semua kepada anak buahku. Kamu tenang saja, yang penting kau sudah puas memberikan hukuman kepada wanita sialan itu." ucap Bernando kepada Qori.
"Terima kasih, kau sudah membantuku membalaskan segala apa yang sudah ia lakukan kepadaku. Wanita iblis seperti dia seharusnya enyah dari muka bumi ini. Tapi karena engkau tidak memperbolehkanku bertindak lebih sadis dari yang ia buat, aku menghargaimu.
"Aku hanya tidak ingin kau terlibat masalah ke jalur hukum, yang dapat merugikan kamu dan juga Nyonya Lara Ibu kandungmu. Aku tahu hubungan kerjasama di antara perusahaan milik kedua orang tuamu, memang sudah lama terjalin dengan perusahaan milik ku. Hal itu yang ku jaga dari kejadian yang menimpamu. Sehingga aku turun tangan untuk menangani permasalahanmu dengan Soraya.
"Apapun alasanmu, sehingga kau mau membantuku menyelesaikan permasalahanku dengan Soraya, Aku tetap mengucapkan terima kasih kepadamu. mungkin kalau tidak ada kamu, Soraya akan berlehah-leha di atas penderitaanku dengan Amor. Walaupun aku belum mengenal Amor dekat, tetapi aku merasa Amor itu wanita yang baik dan cocok untuk pendamping hidupmu. Kalau menurutku Jangan pernah kau sia-siakan wanita sebaik Amor.
"Kau tenang saja, aku sangat mencintai Amor. tidak ada wanita lain yang mampu menaklukkan hatiku selain Amor, setelah Larissa menghianatiku dan memilih menikah dengan lelaki lain, dibandingkan diriku. Tetapi Mungkin Tuhan lebih sayang kepadaku. Tuhan membuka mataku untuk melihat penghianatan Larissa sebelum hubungan kami semakin serius.
"Sudahlah, lupakan saja. Yang Lalu biarlah Berlalu. Jangan pernah disesali, Tuhan sudah menyiapkan jodoh yang lebih baik untukmu dibandingkan Larissa.
"Iya aku yakin itu, Amor wanita yang dikirimkan Tuhan untuk jodohku." sahutnya sambil langsung menaiki mobil miliknya berpisah dengan Qori. Karena Qori harus mengendarai mobilnya, sendiri sedangkan Bernando bersama sopir pribadinya yang selalu setia menemaninya.
Qori berlalu lebih dulu meninggalkan mobil Bernando. Sementara mobil yang ditumpangi Bernando mengikuti mobil Qori dari belakang. Mengingat perjalanan mereka lumayan jauh sampai ke apartemen yang ditempati oleh Qori selama ini. Setelah ia meninggalkan rumah kedua orang tuanya.
Di sisi lain, Nyonya Lara dengan nyonya Yuan sepakat bertemu kembali setelah bertukar nomor ponsel masing-masing. Agar komunikasi mereka semakin lancar, setelah beberapa tahun belakangan ini semenjak mereka lulus SMA. Sudah sangat lama tidak bertemu membuat keduanya mengingat masa-masa lalu mereka saat bersama.
__ADS_1
Entahlah Apa yang terjadi, jika Nyonya Lara mengetahui apa yang dilakukan oleh Soraya terhadap putrinya Qori. Sekarang kedua wanita paruh baya itu, masih menikmati pertemuan mereka tanpa mengetahui apa yang terjadi antara Soraya dengan Qori selama ini.
Pertemanan kedua wanita itu semakin dekat, setelah pertemuan mereka di salah satu mall ternama di kota Manila. Nyonya Yuan tidak menyangka bertemu kembali dengan teman sma-nya. Nyonya Lara membuat keduanya pun sama-sama bahagia.
Keduanya pun berlalu dari restoran itu kembali ke rumah masing-masing. Ada raut bahagia di wajah Nyonya Lara, dapat bertemu kembali dengan teman lamanya Begitu juga dengan Nyonya Yuan.
***
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu jam. Mobil yang dikendarai Qori pun memasuki parkiran apartemen miliknya. Saat Bernando sudah memastikan Qori kembali dengan selamat ke apartemen miliknya, Ia pun langsung berlalu dari sana kembali ke rumah utama keluarga Bernando. Ia tidak ingin membuat Amor terlalu lama menunggu dirinya.
Sekitar 20 menit kemudian, mobil yang dikendarai oleh anak buah B ernando sudah tiba di pintu gerbang rumah utama keluarga Bernardo. Petugas keamanan yang bertugas di sana, langsung membuka gerbang dengan lebar. Agar mobil yang dikendarai oleh supir pribadi Bernando dapat masuk dengan leluasa.
Mendengar suara deruan mobil milik Bernando, terlihat Amor bangkit dari tempat duduknya untuk membuka pintu utama menyambut kepulangan Bernando.
Bernando turun dari mobil miliknya, buru-buru melangkah masuk ke dalam rumah.Ia sudah melihat Amor berdiri di pintu utama, menatap Bernando dengan tatapan penuh tanya. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, baru Bernando tiba di rumah. Padahal Amor menghubunginya sekitar pukul 07.30 malam Tetapi entah mengapa Bernando kembali selarut ini.
"Maaf sayang, aku telat pulang." ucap Bernando. Amor tidak menjawab ia hanya berjalan meninggalkan Bernardo langsung duduk di ruang tamu. Diikuti oleh Bernando duduk tepat di samping Amor. Dari mana saja, sudah jam segini baru pulang dari kantor? padahal Amor sudah menghubungi ke kantor kau tidak ada di sana?" tanya Amor sambil melirik jarum jam yang ada di pergelangan tangannya.
"Masih belum menikah, kau sudah seperti ini. Bagaimana kalau sudah menikah? aku jadi berpikir dua kali untuk menerima lamaran kamu. Walaupun aku sudah kau nodai. Tapi lebih baik sakit sekarang, daripada lebih sakit nantinya.
"Maafkan aku sayang aku terlambat pulang. Aku akan menjelaskan sama kamu, sedetail mungkin. Kalau kau tidak percaya, kau bisa tanyakan kepada Sopir pribadiku, dari mana saja kami hari ini setelah aku pergi dari restoran meninggalkanmu bersama mami." ucap Bernando berharap Amor bersedia mendengarkan penjelasannya.
Bersambung......
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓