Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 26. MABUK BERAT _HTMA


__ADS_3

Di sebuah klub malam terlihat Bernando dan Carlos sahabatnya sedang menikmati dentuman musik sambil meneguk minuman beralkohol yang sudah mereka pesan sebelumnya."Ada apa Sepertinya kau ada beban pikiran yang cukup berat? tanya Carlos penuh selidik kepada sahabatnya Bernando.


"Apa kau tahu, Mami mengira aku tidak memiliki hasrat kepada wanita. Bahkan dia menuduhku menyukai sesama jenis, Padahal aku masih normal aku masih memiliki hasrat kepada wanita. Aku belum menikah bukan berarti aku tidak menyukai wanita. Tetapi belum ada yang pas di hati yang mencintaiku dengan tulus tanpa melihat harta kekayaan keluargaku." ucap Bernardo jujur kepada sahabatnya di bawah pengaruh alkohol.


Saat ini Bernardo benar-benar sudah mabuk, Carlos sudah mencoba menghentikannya agar tidak meneguk minuman itu lagi. Tetapi Bernando terus memintanya kepada waitres yang ada di sana, Untuk tetap menuangkan minuman ke gelas kecil miliknya.


Hal itu membuat Carlos sedikit khawatir kepada sahabatnya itu. Jarang sekali Bernando mengajak Carlos menghibur diri di sebuah klub malam. Paling jika mereka hangout bareng mereka ngumpul di sebuah cafe atau restoran.


Saat ini Sepertinya dia benar-benar pusing akan ocehan ocehan teman sosialita Nyonya Alena. Jam sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari, terlihat Bernando sudah mabuk berat. Carlos pun meminta Bernando untuk segera pulang ke rumah.


Tetapi ia juga melihat sepertinya Bernardo tidak sanggup lagi untuk pulang sendiri. membuat Carlos memilih untuk menghantarkan Bernando langsung ke rumah utama keluarganya.


"Kita pulang, sudah cukup minum minumnya." teriak Carlos tetapi sepertinya Bernando mau tidak menghiraukannya.


Ia terus meneguk minuman yang ada di hadapannya. membuat Carlos semakin khawatir. Ia meminta kepada Waitres itu untuk tidak mengantarkan minuman lagi. dengan terpaksa Carlos menarik Bernando keluar dari Club' itu. Ternyata di sana ada juga Qori Dan juga Alex. Qori menghampiri Bernando dan Carlos.


"Ada angin apa Bernando hingga sampai ke tempat ini?" tanya Qori kepada Carlos. Bukan urusanmu, lebih baik urus saja lelaki pujaan hatimu itu." gerutu Carlos sambil langsung membawa Bernando keluar dari klub malam itu. Qori hanya menatap kepergian Carlos membawa Bernardo yang sudah mabuk berat


Saat sudah berada di parkiran mobil. Carlos merogoh saku celana Bernando berharap menemukan kunci mobilnya di sana. Setelah Carlos berhasil meraih kunci mobil milik Bernando, Carlos langsung membuka pintu mobil dan memasukkan Bernardo dalam keadaan mabuk.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Bernando terus saja menggerutu dan mengoceh menyebut-nyebut nama Amor. Membuat Carlos pun mengerutkan keningnya. Ia sama sekali tidak mengetahui kalau Bernardo sedang jatuh cinta kepada wanita yang bernama Amor. tetapi sepertinya Bernando enggan mengungkapkannya.


"Siapa Amor? Gumam Carlos di dalam hati. Carlos menepikan mobilnya lalu terus mendengar ocehan Bernando di bawah alam sadarnya. Carlos pun mendokumentasikan kondisi keadaan Bernando saat ini. Terkadang ia tersenyum saat menyaksikan itu semua. ternyata Bernardo sedang jatuh cinta tapi siapa Amor dan mengapa dia menyebut-nyebut nama Amor?" gumam Carlos di dalam hati.


kemudian Ia pun kembali melajukan mobilnya menuju rumah utama keluarga Bernando, 15 menit kemudian mereka pun tiba di pintu gerbang rumah utama keluarga Bernando saat mobil itu sudah berada di sana.


Security yang bertugas menjaga keamanan di sana pun yang lagi tidur-tidur ayam tersentak ketika mendengar suara klakson mobil. Petugas keamanan itu pun langsung membuka pintu gerbang agar mobil yang dikendarai oleh Carlos dapat masuk ke dalam.


Saat sudah berada di pekarangan rumah Carlos menghentikan mobil itu lalu keluar dan membopong tubuh Bernando yang sudah mabuk berat. "Wah sepertinya Tuan Bernando sedang mabuk berat." gumam lelaki yang masih berusia 30 tahun itu yang berjaga di pos security.


Amor yang mendengar suara mobil masuk ke pekarangan rumah pun bangkit dari pembaringannya, ia melihat dari jendela kamarnya seseorang membopong tubuh Bernardo masuk ke dalam rumah.


Amor Turun ke bawah menuruni anak tangga melihat Bernando sudah mabuk berat, Amor mengerutkan keningnya. "Apa yang terjadi Tuan, mengapa Tuan Bernando seperti ini.


Amor menggelengkan kepalanya. Tiba-tiba Bernando mengeluarkan cairan yang begitu m dari mulutnya karena dirinya sudah muntah-muntah. Membuat seluruh pakaian yang ia gunakan terlihat basah dan jorok.


"Ya ampun Ada apa ini, mengapa Tuan Bernardo sampai seperti ini." Gumam Amor sambil menghampiri Bernando berniat untuk membersihkan tubuh Tuan Bernando.


"Tuan tolong bantu saya membawa Tuan Bernardo naik ke atas ke kamarnya. setidaknya bajunya bisa diganti nanti dia masuk angin." Carlos bukannya langsung membantu ia justru melihat Amor dengan seksama.

__ADS_1


"Siapa wanita ini kok manis banget."Batin Carlos.


"Tuan tolong bantu saya membopong tubuh Tuan Bernando."kembali Amor memanggil Carlos barulah Carlos tersadar akan lamunannya.


Carlos dan Amor membawa Bernardo masuk ke kamar. "Tuan Jangan pergi dulu, aku akan mengambil pakaian Tuan Bernando. Tolong bantu saya mengganti pakaiannya Kasihan dia nanti masuk angin."


Carlos yang di bawah pengaruh alkohol tetapi masih bisa sadar menganggukkan kepalanya. Amur mengambil pakaian tidur untuk Bernando. "Tuan Tolong pasangkan ini, aku akan keluar sebentar mengambil teh hangat." ujar Amor sambil melangkah pergi keluar dari kamar Bernando.


"Saat Amor sudah kembali lagi ke kamar itu, Dia tidak melihat Carlos disana lagi. Dia hanya melihat Bernando, yang masih tetap mengoceh. "Ada apa ini, kok Tuan Bernando menyebut nyebut namaku?" Amor bermonolog sendiri. Saat Amor berniat untuk memberikan teh hangat untuk Bernando, kangen Amor tiba-tiba ditarik Bernando.


Hingga Amor terjatuh ke tubuh Bernando. bibir keduanya saling bersentuhan. Membuat jantung Amor berdegup kencang. Ia ingin bangkit berdiri tetapi Bernando mengeratkan pelukannya. Membuat abor kesulitan untuk bangkit dari sana. "Jangan Pergi, tetaplah disini bersamaku." ucap Bernando di bawah alam sadarnya.


Amor berusaha untuk melepaskan diri. Ia tahu Bernando melakukan itu karena pengaruh alkohol. "Tuan jangan seperti ini, sadar Tuan."Amor berusaha untuk melepaskan diri. Hingga kemudian rasa pusing dan mual yang dirasakan oleh Bernando kembali menghampirinya.


Saat itu juga Bernando melepaskan pelukannya dari Amor.


"Syukurlah aku terlepas dari dia aku tahu itu pengaruh alkohol. Saat Bernando muntah-muntah, Amor tidak tega meninggalkannya begitu saja di sana. Ia pun memilih untuk membersihkan cairan-cairan yang keluar dari mulut Bernando. lalu ia mendudukkan bokongnya di atas sofa yang ada di sana.


Bersambung......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓


__ADS_2