Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 14. APA BADAN KU BAU?_HTMA


__ADS_3

Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Hingga sinar mentari menelisik kamar lelaki berparas tampan itu. Membuat tidur Bernando menjadi terusik. Bernando berusaha membuka kedua kelopak matanya mengumpulkan kesadarannya lalu bergeliat.


"Sudah jam berapa sih? matahari kok terik banget." gumam Bernando di dalam hati. ia Melihat jarum jam yang ada di atas nakas. "Sudah pukul 07.30 Mengapa aku bangun telat seperti ini?" gumamnya di dalam hati sembari menelisik seisi kamarnya yang sudah terlihat rapi dan pakaian kantornya sudah berada di atas tempat tidur.


Itu artinya Amor sudah melakukan aktivitasnya sesuai dengan Apa yang diucapkan oleh Bernardo dan nyonya Alena terhadapnya. Bernando langsung meloncat dari tempat tidur masuk ke dalam kamar mandi. Bernando berniat untuk melakukan ritual mandinya karena Jam sudah menunjukkan pukul 07.30. Itu artinya dia hanya memiliki waktu 30 menit untuk mandi dan menggunakan pakaiannya.


Amor masuk ke kamar Bernando setelah berulang kali mengetuk pintu. Bernando lagi-lagi tidak ada jawaban Amor. Amor khawatir kalau Bernando masih tertidur pulas. membuat dirinya kembali memberanikan diri masuk ke kamar Bernando, tanpa seizin Bernando.


Saat Amor masuk ke dalam kamar, ia sama sekali tidak menemukan Bernando."Di mana dia, mengapa dia tidak ada di sini?" gumamnya dalam hati sambil meneliti seisi ruangan. Tetapi ia tak kunjung menemukan sosok yang ia cari di sana.


Saat ia asyik membenahi sipray yang digunakan Bernando, Tiba-tiba Bernando keluar dari kamar mandi. Dengan hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya. Membuat Amor seketika langsung menjerit.


"Kau kenapa menjerit seperti itu?


"Kenapa Tuan keluar dengan menggunakan seperti itu?" ucap Amor sambil menutup kedua matanya dengan telapak tangannya. karena dia tidak sanggup menatap dada bidang dan tubuh sixpack milik Bernando yang membuat dirinya sedikit terpesona.


Amor berniat langsung keluar dari kamar itu. tetapi justru Bernando langsung menarik tangannya. "Kau mau ke mana pekerjaanmu belum selesai.


"Tapi tuan!


"Sudah, Jangan membantah selesaikan pekerjaanmu." ujar Bernando meminta kepada Amor Untuk segera menyelesaikan memasang sipray di atas tempat tidur yang selama ini ditempati oleh Bernando.


Amor menundukkan kepalanya tidak sanggup menatap dada bidang yang berfoto kotak-kotak itu."Aduh kalau melihat begini terus aku tidak sanggup." gumam Amor dalam hati sembari membenahi seprai yang ada di sana.


Sementara Bernando langsung mengambil pakaiannya dan kembali ke kamar mandi untuk menggunakannya Di sana. Karena ia tahu Amor tidak ingin melihatnya berlama-lama bertelanjang dada


Saat Bernando berlalu meninggalkan Amor ke kamar mandi Amor mengelus dadanya. "Ya ampun Tuhan sempurna kali makhluk Tuhan. di samping paras wajahnya yang tampan tubuhnya yang sixpack Aduh membuatku terpesona tetapi...... ,Amor langsung menggelengkan kepalanya tidak ingin berpikir lebih jauh.


Setelah Amor menyelesaikan pekerjaannya Di sana. Ia pun berlalu meninggalkan kamar yang ditempati oleh Fernando. "lebih baik aku pergi dari kamar ini, daripada aku membayang-bayangkan yang tidak-tidak." gumam Amor sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


"Iya melangkah keluar dari kamar Bernando tiba-tiba saja Nyonya Alena datang menghampirinya.


" Dimana Bernando mengapa dia belum keluar? tanya Nyonya Alena.


"Maaf Nyonya, Tuan muda saat ini sedang bersiap-siap ingin pergi ke kantor.


" Ya sudah kalau begitu kau pun bersiap-siaplah,Mami tidak ingin kalian terlambat.


"Baik nyonya." sahutnya sambil langsung berlalu ke dalam kamarnya. Amor langsung mengganti pakaiannya. "Aduh aku mau makai apa, pakaianku hanya begini saja." gumamnya di dalam hati. Melihat kemeja dan rok hitam yang ada di dalam lemari kecilnya.


"Ya sudahlah aku menggunakan ini saja, mau gimana lagi. aku belum memiliki uang untuk membeli perlengkapan kantorku."Gumamnya di dalam hati. Saat ia larut dalam lamunannya ia memandang tubuhnya di depan cermin.


Dengan menggunakan kemeja yang pas di tubuhnya, membuat aura kecantikan Amor semakin terpancar. rambut dibiarkan tergerai begitu saja, wajahnya dipoles bedak tipis dan lipstik yang tipis di bibirnya membuat kecantikan Amor semakin mempesona.


"Sepertinya begini saja sudah cukup." gumam Amor di dalam hati sembari melangkah keluar dari kamarnya dengan menenteng tas sandang kecil miliknya. Ia Pun mengetuk pintu kamar yang ditempati oleh Bernando kembali. Berharap Bernando sudah siap berangkat ke kantor.


Tok...


Tok....


Suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga Bernando. tapi ia pura-pura tidak mendengarnya.


"Tuan, apa Tuan muda di dalam? teriak Amor.


"Masuk saja Amor." sahutnya dari dalam kamar. Amor masuk ke dalam kamar yang ditempati oleh Bernando.


"Tuan Nyonya meminta Tuan untuk segera turun ke bawah menikmati sarapan pagi.


"Siapa yang masak?

__ADS_1


"Maaf Tuan, saya yang memasaknya. Memangnya kenapa, apa Tuan tidak menyukai masakan saya?


Bernando tidak menjawab. lalu langsung beranjak meninggalkan Amor sambil memberikan tas kerjanya kepada Amor. sebelumnya Bernando menatap penampilan Amor yang membuat dirinya terpesona. Tetapi ia sengaja pura-pura tidak melihat itu. Ia melangkah menemui Nyonya Alena yang sedang menunggu dirinya menikmati sarapan pagi disana.


"Pagi mom....sapa Bernando saat melihat Nyonya Alena duduk sambil menyendok menu makanan yang ada di atas meja.


"Wah pagi-pagi banyak menu makanan tertata di meja, seperti ini makan besar." ucap Bernando sambil mengembangkan senyumnya.


"Sudah, tidak perlu banyak komentar. Lebih baik kau makan. Kau tidak melihat ini sudah jam berapa, kau seharusnya menjadi panutan di kantor untuk para karyawan karyawati yang ada disana. Bukan malah terlambat seperti ini. Fauzan sudah lama menunggumu di luar." ucap Nyonya Alena meminta kepada putranya agar segera menghabiskan sarapan paginya.


"Amor sekalian saja sarapan pagi di sini." titah Nyonya Alena meminta kepada Amor untuk segera sarapan pagi bersama mereka. Amor langsung mendudukkan bokongnya sedikit menjauh dari Bernando.


"Mengapa kau jauh-jauh duduk dariku, apa tubuhku bau? tanya Bernando yang mampu membuat Nyonya Alena langsung tertawa ngakak. Amor menundukkan kepalanya lalu ia pun menggelengkan kepala dengan pelan.


Kalau tubuhku tidak bau, Mengapa kau jauh-jauh duduk dariku." gerutu Bernando. padahal Amor hanya ingin membedakan siapa atasan dan siapa bawahan. Kau asistenku, jadi kau harus dekat-dekat denganku ucap Bernando yang mampu membuat Nyonya Alena mengembangkan senyumnya.


Saat menyantap menu makanan yang ada di atas meja, netra Bernando terus menatap Amor. Beberapa menit kemudian, mereka selesai menyantap menu sarapan pagi. Amor dan Bernando berpamitan kepada Nyonya Alena, untuk segera berangkat ke kantor.


" Jujur penampilan Kamu sangat cantik hari ini, kau berbeda dari hari sebelumnya." Puji Nyonya Alena yang melihat penampilan Amor yang terlihat cantik dan menawan.


"Terima kasih pujiannya Tuan, tapi sepertinya itu berlebihan bagik." sahut amor sambil mengembangkan senyumnya menatap Nyonya Alena dengan tatapan penuh arti.


Ia pun berpamitan kepada Nyonya Alena memberi salam dan mencium punggung tangannya Alena. Nyonya Alena mengelus rambut lurus rambut amor membuat Amor merasa mendapat perhatian dari ibu kandungnya sendiri.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓

__ADS_1


__ADS_2