
Karena Amor sangat menghargai dan menghormati Nyonya Alena, sebagai orang tertua dan juga majikan yang sangat ia hormati. Perlahan Amor kembali memetik gitarnya dan menyanyikan lagu kesukaan Nyonya Alena. Sesuai dengan judul lagu yang di request oleh Nyonya Alena.
"Aku tidak menyangka kau mampu menyanyikan lagu legend seperti itu. lagu itu lagu masa-masa Mami saat duduk di bangku SMA." ucap nyonya Alena kepada Amar dibalas senyuman dari Amor.
Tiba-tiba suara deringan ponsel milik Bernando terdengar jelas di telinganya. Ia melihat di layar ponselnya kalau yang menghubungi dirinya salah satu anak buahnya, yang ditugaskan untuk melakukan penyelidikan kecelakaan itu, benar tidaknya Soraya dalam dibalik kecelakaan yang dialami oleh Qori.
Saat anak buah Bernando memberitahu dan memastikan kalau Soraya memang terlibat di dalamnya Bernando mengeraskan rahangnya. "Pastikan wanita sialan itu tidak lepas dari jeratan hukum. Dia sudah bermain-main dengan nyawa seseorang. Aku tidak akan mengampuninya.
Sekalipun Qori tidak siapa-siapa aku, setidaknya aku mengenalnya dan mengenali tante Lara." ucap Bernando kepada anak buahnya agar anak buahnya tidak melepaskan Soraya begitu saja.
"Bukti transfer kepada orang yang menabrak Qori sudah dipegang oleh anak buah Bernando. Setelah anak buah Bernardo menangkap sopir truk tangki itu, dan supir Truk tangki itu akhirnya buka mulut. Siapa orang yang memintanya untuk melakukan pembunuhan itu.
Pastikan pelakunya benar-benar dihukum seberat-beratnya.ujar Bernando di dalam sambungan telepon selulernya. lalu memutuskan sambungan telepon selulernya, kembali menghampiri Amor dan banyak Alena di sana. "Siapa yang menghubungimu Mengapa wajahmu seperti terlihat emosi?" tanya Nyonya Alena penuh selidiki.
Ternyata memang benar kecelakaan yang menimpa Qori itu disengaja. orang-orang ku sudah menemukan pelaku tabrakan itu. dan bukti transfer Sudah dipegang oleh anak buahku,tinggal menyeret Soraya ke dalam penjara.
"Soraya?
" Siapa itu Soraya?
"Putri tiri Tuan Daniel." sahut Bernando yang mampu membuat Nyonya Alena terhenyak
"Daniel?
"iya almarhum Tuan Daniel.
"Kenapa bisa seperti itu?
__ADS_1
"Entahlah Mom, yang pasti saat ini orang-orang ku sudah memburunya. Tetapi sepertinya dia sudah melarikan diri. Karena iya tahu jenazah Qori tidak ditemukan di lokasi kejadian. Mereka tidak mengetahui Qori selamat atau tidak.
Kami juga belum memberitahu kepada Nyonya Lara mengenai apa yang terjadi kepada Qori. Mungkin saja Nyonya lara mengetahui kecelakaan itu hanya pemberitaan di media massa.
"Apa media massa sudah mengetahui kalau Qori selamat.
"Mungkin saja mom, sehingga Soraya melarikan diri. Tapi Bernando tidak akan melepaskan Soraya begitu saja. karena Soraya sudah melakukan tindakan kriminal. Hal itu tidak bisa diampuni olehku.
Orang-orang yang ingin merebut nyawa orang lain, itu sudah tidak dapat diampuni. Nyonya Alena hanya mengganggukan kepalanya. "Lakukan yang terbaik, Mami tidak ingin kamu terseret mengenai permasalahan ini."
"Mami Tenang saja. kita memiliki cukup bukti-bukti untuk menjebloskan Soraya ke dalam penjara." sahut Bernando sambil menatap Nyonya Alena dan Amor secara bergantian.
Amor berpamitan kepada Bernando dan juga Nyonya Alena
"Aku duluan saja Nyonya,ingin istirahat." ucap Amor sambil beranjak dari tempat duduknya.
Sementara di tempat lain, Qori yang melihat pemberitaannya di media massa begitu terhenyak. Alex yang mengetahui kejadian itu langsung menghampiri Qori.
"Apa yang terjadi? Mengapa kau tidak memberitahu kepadaku, kalau kau mengalami kecelakaan saat itu? tanya Alex penuh selidik ketika Alex menemui Qori di kantor milik Tuan Mark yang saat ini sudah dikelola oleh Qori sendiri.
visual Qori
Ceritanya panjang, aku tidak akan bisa menceritakannya saat ini kepadamu. Apakah ini ada sangkut pautnya denganku? karena di media massa namaku tersangkut-sangkut di dalamnya.
"iya benar tebakanmu memang betul. karena kecelakaan ini ada sangkut pautnya kepadamu.
__ADS_1
"Kenapa bisa begitu?
karena Soraya sangat mencintaimu dan ia ingin kau menjadi miliknya. Dan ia juga ingin tidur bersamamu malam itu. Tapi kau memilih tidur denganku dibandingkan dirinya. Membuat dirinya memiliki rasa dendam tersendiri kepadaku.
Hingga akhirnya dia pun merencanakan sesuatu ingin merenggut nyawaku. Ia melakukannya membuat seolah-olah aku mati kecelakaan. Tapi aku mendengar supir truk tangki itu menyebut namanya kalau misinya berhasil menghabisiku.
Saat aku meminta tolong, Tak ada satupun yang mau menolongku. Hingga hampir ledakan mobil itu menempaku. Aku melihat percikan api sudah mulai menyala. Itu pasti mobil akan meledak nyawaku sudah di ujung tanduk.
Tapi ada seorang wanita pemberani langsung menghampiriku dan memaksa membuka pintu mobil itu dan menarikku keluarnya. Saat aku sudah keluar dan dituntunnya sekitar 2 meter mobil itu pun meledak. Untung saja wanita yang baik itu membantuku saat itu. kalau tidak nafasku sudah tidak ada lagi.
Qori memberitahu kejadian yang sebenarnya kepada Alex, membuat Alex menggelengkan kepalanya. Aku tidak menyangka Soraya sepicik itu. wanita seperti dia tidak pantas hidup di muka bumi ini." ucap Alex memperhatikan kaki Qori yang masih dibaluti perban.
Visual Alex
"Apakah masih terasa sakit?"tanya Alex penuh selidik.
"Tidak dokter terbaik sudah menanganiku. kau tenang saja. Aku sudah tidak kenapa-kenapa, karena ada yang menolongku saat itu." ucap Qori sambil menatap Alex dengan Tatapan yang sulit diartikan.
" Maafkan aku tidak ada di dekatmu saat kau mengalami kecelakaan itu. Tapi seharusnya kau memberitahuku langsung.." ucap Alex sambil mengelus wajah cantik Qori. Tidak apa-apa, itu tidak masalah bagiku. Yang penting sekarang, Aku sudah mengetahui siapa dalang dibalik kecelakaan yang menimpaku. Aku tahu dia pasti akan segera mendapatkan ganjarannya.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
__ADS_1