Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 41. KOTA BOSKOW_ HTMA


__ADS_3

Nyonya Yuan, Raihan dan anak buahnya meninggalkan perumahan tempat Tuan Gani tinggal sebelumnya, dengan penuh kekesalan.


"Ke mana pria? pasti dia juga yang ingin menguasai harta kekayaan suamiku. Aku tidak akan tinggal diam dan tidak akan membiarkan itu terjadi.


"Jika aku menemukannya. Aku tidak akan segan-segan menghabisinya." umpat Nyonya Yuan yang terlihat emosi, karena tidak menemukan Tuan Gani di rumahnya. Tiba-tiba suara deringan ponsel Nyonya Yuan terdengar jelas di telinganya.


Kring ....


Kring ....


Kring ...


Suara deringan ponsel milik Nyonya Yuan. Ia meraih ponsel yang ada di tas sandang miliknya. Nyonya Yuan melihat di layar ponselnya nomor yang menghubungi dirinya tidak ada di list kontaknya.


Ia mengerutkan keningnya. Siapa tiba-tiba menghubungiku." gumamnya dalam hati sembari terus memperhatikan nomor ponsel itu.


Karena pemasaran, Nyonya Yuan pun akhirnya menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada yang menghubungi dirinya.


"Hallo, siapa ini?" tanya Nyonya Yuan dalam sambungan telepon selulernya dengan nada meninggi.


"Hallo Nyonya Yuan, kamu tidak perlu ngegas seperti itu berbicaranya. Santai saja. Apakah kamu mencariku? tanya seseorang yang ada di ujung telepon. Suara yang menghubunginya mirip sekali dengan suara Tuan Gani.


"Gani, kau di mana? Aku tahu kau juga menginginkan harta kekayaan suamiku. Dan itu tidak akan aku biarkan terjadi. Kau tidak memiliki hak akan hal itu. Yang memiliki hak atas harta kekayaan itu adalah aku istrinya.


"Ha....ha.....ha, bukan aku yang terlalu ambisius memiliki harta kekayaan milik Tuan Daniel dan nyonya Ellen. Tapi kamu wanita iblis. Aku tahu Kau pasti mencari cari ku ke kantorku dan juga ke rumahku. Dan aku juga mengetahui apa yang ingin kamu rencanakan. Aku tidak akan membiarkan wanita iblis sepertimu menguasai harta kekayaan sahabat baikku, camkan itu baik-baik.


Kau telah membunuh Nyonya Ellen dan kau juga telah membunuh Tuan Daniel. Dan sekarang kau ingin menguasai harta kekayaan milik Tuan Daniel, dan nyonya Ellen dengan cara menyingkirkan Amor .


"Oh, itu tidak mungkin akan terjadi. Aku tidak akan membiarkan putri dari sahabat baikku menderita, atas ulahmu."

__ADS_1


"Brengsek!!!!! kamu tidak memiliki hak untuk mengatur harta kekayaan suamiku. Itu hakku manusia keparat!!!!" teriak Nyonya Yuan di dalam sambungan telepon selulernya.


"Berteriak Lah sekencang-kencangnya. Kau tidak akan mendapatkan harta kekayaan itu sepeser pun jatuh Ketangan mu. Dan bersiaplah angkat kaki dari rumah sahabatku. ucap Tuan Gani di dalam sambungan telepon selulernya, lalu langsung mematikan telepon itu dengan sepihak. Membuat Nyonya Yuan sangat emosi.


Nyonya Yuan langsung menghubungi salah satu asistennya yang memiliki ilmu pengetahuan teknologi yang dapat ia andalkan untuk melacak keberadaan Tuan Gani. Saat anak buah Nyonya Yuan melacak nomor ponsel Tuan Gani, tetapi sialnya anak buah Nyonya Yuan tidak dapat mengakses nomor telepon tersebut. Karena sebelumnya Tuan Gani sudah merancangnya sebelumnya, sesuai dengan instruksi dari Bernando dan dibantu Bernando juga.


flash back.


Setelah mendapatkan informasi dari Fauzan Kalau Tuan Gani berada di kota Moskow, Bernando dan Amor langsung menyusul Tuan Gani ke kota Moskow, dengan menggunakan pesawat jet pribadi miliknya. Ia tidak ingin Tuan Gani menjadi bulan-bulanan Nyonya Yuan. Apalagi Tuan Gani sudah meminta kepada Fauzan, agar memberitahu kepada Bernardo dan juga Amor untuk segera menyusulnya ke kota Moskow.


Itu artinya keadaannya pasti darurat. Tuan Gani tidak ingin harta kekayaan milik sahabatnya jatuh ke tangan Nyonya Yuan dan juga Soraya. Saat mereka sudah tiba di kota Moskow, Tuan gani sudah mempersiapkan pengalihan nama kepemilikan harta warisan milik Tuan Daniel dan nyonya Ellen. Dan saat ini, harta warisan milik Tuan Daniel dan nyonya Ellen sudah sah menjadi milik Amor. dan itu tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun.


"Kenapa Tuan Gani langsung meminta kami datang ke kota ini? tanya Tuan Bernando kepada tuan Gani yang sangat penasaran.


"Nyonya Yuan sudah berencana untuk menghabisiku. Dan disaat mereka akan menghabisiku, surat-surat berharga yang aku simpan, pasti akan mereka rebut.


Aku tidak ingin itu terjadi lagi. Sehingga aku melarikan diri ke kota ini, dan membawa istri dan anakku berkelana di sini. Bernando terharu mendengar kesetiaan Tuan Gani terhadap sahabatnya. "Jujur aku salut dengan kesetiaan Tuan Gani. Untuk itu, kami tidak akan tinggal diam. Kami akan memberikan selayaknya yang harus Tuan memiliki." ucap Bernando kepada Tuan Gani. Tidak perlu Tuan, saya hanya ingin menjalankan amanah dari sahabat saya.


Saat pengalihan nama tersebut sudah berhasil, Bernando meminta Tuan Gani untuk segera menghubungi Nyonya Yuan untuk memberitahu kalau Nyonya Yuan tidak akan berhasil memiliki harta warisan yang ditinggalkan oleh Tuan Daniel dan nyonya Ellen kepada putri tunggalnya Amor.


Flash off


"Brengsek!!!!


"Manusia keparat!!!! umpat Nyonya Yuan lie setelah Tuan Gani memutuskan sambungan telepon selulernya.


"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Aku sudah berkorban untuk mendapat harta warisan yang ditinggalkan suamiku." teriaknya saat berada di dalam mobil.


Sementara di tempat lain, Soraya yang sudah terlihat lemah. Memohon kepada anak buah Bernardo untuk memberikannya setetes air agar dirinya dapat bertahan, dan kerongkongannya yang sudah sangat mengering.

__ADS_1


"Tolong berikan aku air sedikit saja." mohon Soraya kepada anak buah Bernardo.


Anak buah Bernando menghampiri Soraya. lalu membuka lakban hitam yang menutup mulut Soraya. Perlahan Galio meneteskan air dari keran yang disambungkan menggunakan selang ke mulut Soraya.



Visual Soraya


"Kau ingin air, bukan. Ini aku berikan air sebanyak-banyaknya untukmu." ucap Galio sambil mengalirkan air keran itu ke mulut Soraya hingga Soraya tersedak dan basah kuyup . Galio tertawa ngakak melihat Soraya yang tidak berdaya.


"Kalau kamu merasakan penderitaan seperti ini, bagaimana penderitaan Qori dan Nona Amor?" ucap Galio sambil tertawa ngakak membuat Soraya membulatkan netranya.


"Siapa Kalian? Mengapa kalian membawaku kemari dan ada hubungan apa Tuan Bernando dengan Qori Dan juga Amor.


Aku tidak memiliki masalah kepada Tuan Bernando dan kalian! Mengapa Tuhan Bernando menculikku dan kalian membawaku ke sini?" tanya Soraya dengan nada meninggi.


"Jaga nada bicaramu, kalau kau tidak ingin peluru pistol ini akan menembus kepalamu." ucap Galio sambil mengembangkan senyumnya menatap Soraya yang terlihat ketakutan, saat Galio menodongkan senjata kepada Soraya.


"Jangan menatapku seperti itu. Aku tidak suka!" teriak Galio menatap Soraya dengan tatapan tajam.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak "Antara kutub Utara dan Selatan.(YOU & ME)


__ADS_1


__ADS_2