
Di sebuah perumahan elite, tepatnya di kota Moskow. Terlihat Bernando, Amor dan Tuan Gani beserta istrinya sedang duduk di ruang keluarga "Aku yakin Nyonya Yuan tidak akan tinggal Diam. Dia pasti mencari cara untuk tetap dapat merebut harta kekayaan milik Tuan Daniel, yang sudah sah menjadi milik kamu Amor.
"Aku juga yakin seperti itu. Karena aku mengetahui Nyonya Yuan memang menginginkan harta kekayaan itu. Dan ia mampu melakukan apapun untuk dapat menguasai harta itu. Termasuk dengan membunuh Nyonya Ellen dan Tuan Daniel apalagi dengan kita yang tidak siapa-siapa. Pastilah dia rela melakukan hal yang lebih tragis, seperti yang dilakukannya kepada Tuan Daniel.
Amor menghela nafas panjang. Ia khawatir akan keselamatan Bernando. Kenapa kau melakukan ini untukku. Aku tidak ingin kau kenapa-kenapa. Lebih baik hentikan saja ini semua." ucap Amor karena dirinya khawatir Bernando akan menjadi target Nyonya Yuan kembali.
"Kamu jangan khawatir. Aku tidak akan apa-apa. Aku sangat mencintaimu Amor. jadi aku ingin yang terbaik untukmu.Tidak perlu seperti itu." ucap Bernando sambil meraih tubuh Amor kepelukannya. Lalu memberikan kecupan hangat di kening Amor.
Tiba-tiba suara dengan ponsel milik Bernando terdengar jelas di telinganya. Ia melihat nomor ponsel Nyonya Yuan yang menghubunginya.
__ADS_1
"Di mana kau manusia keparat!!!! aku tidak akan mengampunimu. Aku akan menghabisi kalian semua." teriak Nyonya Yuan di dalam sambungan telepon selulernya.
Hal itu membuat Amor begitu khawatir. Karena nyonya Yuan pasti akan nekat melakukan apa saja untuk meraih apa yang ia inginkan. Bernando yang khawatir akan ancaman nyonya Yuan. Hingga Bernando meminta beberapa ada Buahnya untuk berjaga di rumah utama keluarga Bernando. termasuk menjaga Nyonya Alena, dari nyonya Yuan. Mereka tidak mengetahui kalau Nyonya Yuan merupakan teman sosialita Nyonya lara ibu kandung Qori.
"Tenang saja Nyonya, tidak perlu berteriak-teriak seperti itu. Kalau kau marah-marah seperti itu, maka kau akan lebih cepat tua nanti." ucap Bernando di dalam sambungan telepon selulernya. Membuat Nyonya Yuan semakin kesal.
Tetapi hingga saat ini Bernando tidak memberitahu kepada Nyonya Yuan, tentang keberadaan Soraya yang ada di tangan mereka. Nyonya Yuan mengetahui putrinya berada di kota Antipolo untuk menghindari agar Qori yang merupakan korban dari kejahatan Soraya, tidak mengejarnya dan tidak mengetahui keberadaannya.
"Jeng Lara, menghubungiku. Pasti dia ingin bertemu denganku." gumam Nyonya Yuan sambil tersenyum Menatap layar ponselnya.
__ADS_1
Nyonya Yuan menekan tombol hijaum sambungan telepon seluler itu pun tersambung kepada Nyonya Lara.
"Hello Jeng, Bagaimana kabarnya saat ini. Aku merindukan mu kasu boleh aku ingin kita bertemu kembali. ingin ngobrol-ngobrol bersama. Apa kamu memilik waktu? tanya Nyonya Yuan penuh dengan harapan. Terlihat Nyonya Yuan menghela nafas Sebenarnya hari ini dia sudah sangat kesal. Karena Tuan kami berhasil melarikan diri darinya. Tetapi untuk menghibur dirinya, Ia pun menyampaikan waktu."
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak "Antara kutub Utara dan Selatan.(YOU & ME)