Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 52. PAKET BULAN MADU _ HTMA


__ADS_3

"Sayang tolong bawain handuknya dong, aku lupa bawanya." teriak Amor dari dalam kamar mandi.


"Ya sudah, keluar saja sayang!!! kan nggak apa-apa, nggak ada orang juga kan? hanya suami kamu yang tampan ini saja di sini." ucap Bernando berniat menjahili istrinya Tetapi Bernando tetap memberikan handuk yang diminta Amor.


Amor keluar dari kamar mandi. Dengan menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya membuat kulit putih mulusnya terlihat jelas di mata Bernando.


"Wah, sungguh indah ciptaan Tuhan." gumamnya dalam hati. Lalu Bernando langsung memeluk Amor dari belakang. membuat Amor sangat terkejut. Amor berniat untuk mengambil baju gantinya tetapi sebelum Amor mengambil baju gantinya, Bernardo sudah langsung meraih tubuh Amor ke pelukannya.


"Jangan seperti ini Sayang, lebih baik kamu langsung mandi pasti Tubuh kamu sudah terasa berat. bukan?


"Ngak ah, karena adanya kamu di sini membuat suasana hati ku semakin damai.


"Sudah dong Sayang, tidak perlu terlalu lebay seperti itu. lebih baik kamu sekarang mandi." ucap Amor berharap Bernando segera melakukan ritual mandinya.


"Tanpa mandi juga aku masih wangi sayang." sahut Bernando sembari mendekatkan tubuhnya kepada Amor.


"Humn...., badan kamu lengket begini bau, tahu." ucap Amor kepada suaminya akhirnya daripada kena semprot sama istri kesayangannya itu. Bernando pun berlalu dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya.


Sementara di tempat lain, Nyonya Yuan yang merasa gagal melakukan rencana A, dan rencana B yang sudah matang-matang mereka rencanakan. Membuat dirinya sangat kesal. Ia pun memberikan tamparan yang cukup hebat kepada anak buahnya, yang gagal melakukan rencana mereka.


Aku tidak akan tinggal diam. Wanita pembawa sial itu harus mati. Aku merasa terancam jika dia masih hidup." ucap Nyonya Yuan yang belum mengetahui kalau atas nama kepemilikan aset milik Tuan Daniel dan Nyonya Ellen sudah jatuh ke tangan Amor 100%.

__ADS_1


Amor dan Bernando sengaja tidak langsung mengambil alih perusahaan itu, termasuk hotel dan restoran milik Tuan Daniel yang selama ini ditangani oleh Nyonya Yuan dan juga Soraya. Di bawah kekuasaan Nyonya Yuan, terlihat hotel dan restoran itu semakin redup.


Karena mereka sama sekali tidak memiliki skill dan kemampuan untuk menjalankan bisnis hotel dan juga restoran yang dimiliki oleh Tuan Daniel. Tetapi keduanya ambisius ingin memiliki harta itu, keseluruhan tanpa memberikan sedikitpun kepada Amor. Hal itu yang tidak diinginkan oleh Tuan Gani.


Sehingga Tuan Gani berupaya menyelamatkan aset milik Tuan Daniel. Sekalipun dia menjadi incaran dari Nyonya Yuan kesetiaannya terhadap sahabatnya. Membuat dirinya rela melakukan apapun, untuk tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai kuasa hukum Tuan Daniel dan nyonya Ellen.


Bernando dan Amor sangat bersyukur ternyata Tuan Gani, salah satu kuasa hukum yang begitu jujur. Jarang sekali di dunia ini kita menemukan seorang kuasa hukum, yang jujur Jika memang dia mau, Tuan Gani dapat melakukan apa saja terhadap aset milik Tuan Daniel dan juga Nyonya Ellen. Tetapi ia tidak melakukannya, karena kepercayaan itu lebih penting baginya. Daripada harta yang akan ia dapatkan dari Tuan Daniel dan juga Amor.


"Aku benar-benar tidak akan membiarkan anak pembawa sial itu menghirup udara bebas. Segera lenyapkan wanita pembawa sial itu, bagaimanapun caranya. Aku tidak mau tahu." perintah Nyonya Yuan agar anak buahnya segera melakukan rencana C yang sudah mereka rencanakan sebelumnya.


"Perintah Nyonya , akan segera kami lakukan. Nyonya Tenang saja." ucap salah satu anak buah Nyonya Yuan. Ada beberapa anak buah Nyonya Yuan, yang mau memata-matai rumah yang ditempati oleh Bernando. Mereka sebenarnya ingin mencari celah agar mereka dapat menculik Amor. Tapi sepertinya kesempatan itu belum bisa mereka lakukan. Karena sampai sekarang, Amor belum muncul keluar dari rumah Bernando.


****


Nyonya Alena sengaja tidak membangunkan keduanya, karena nyonya Alena merasa pasangan suami istri yang baru sah menikah satu malam. Pasti mereka cukup lelah mengingat aktivitas mereka hari itu cukup melelahkan.


Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi. Sinar mentari menelisik kamar yang ditempati oleh Bernando dan juga Amor. Hingga sinar mentari mengenai netra Amor, membuat tidurnya menjadi terusik. Amor mulai bergeliat. Perlahan membuka kedua kelopak matanya. lalu melirik ke arah suaminya yang masih tertidur pulas di sampingnya.


" Ternyata dia masih tidur, pasti semalam Dia sangat lelah." gumam Amor dalam hati sembari berusaha melepaskan pelukan Bernando darinya. Perlahan Ia pun duduk dan menyandarkan tubuhnya dashboard. Lalu ia pun meneliti seisi ruangan, berusaha mengumpulkan kesadarannya.


Ia Melihat jarum jam yang ada di dinding Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi. Membuat dirinya terhenyak dan langsung beranjak dari tempat tidur, masuk ke dalam kamar mandi berniat untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Amor masih melihat Bernando tertidur pulas. ia merasa tidak tega membangunkan suaminya. Amor turun ke bawah ia melihat Nyonya Alena sudah duduk menikmati sarapan pagi yang sudah disediakan oleh para asisten rumah tangga yang bekerja di sana.


"Maaf ya, mom, Amor terlambat bangun kali ini." ucap Amor meminta maaf kepada Nyonya Alena. Karena dirinya merasa melakukan kesalahan telat bangun pagi itu.


"Tidak apa-apa sayang, mami paham kok. kalian pasti lelah semalam.


Mami juga pernah mengalami hal yang sama seperti yang kalian alami saat ini. Jadi bawa santai saja tidak perlu dipikirkan. lebih baik sekarang kamu sarapan, tidak perlu menunggu Bernando karena aku tahu Bernando pasti akan bangun kesiangan." ucap Nyonya Alena dibalas angguk kan dari Amor, sambil langsung duduk di dekat Nyonya Alena.


"Oh iya, hari ini Mami duluan berangkat ke kantor. Kalian nikmati saja dulu bulan madu kalian. Ini paket bulan madu untuk kalian. segeralah berangkat. Mami ingin mendapat kabar baik dari kalian. Setelah kalian pulang dari bulan madu." ucap Nyonya Alena sambil memberikan sebuah amplop putih yang berisikan paket tour bulan madu yang sudah diatur oleh Nyonya Alena sebelumnya.


Karena nyonya Alena sudah membicarakan hal perjalanan bulan madu, yang akan dilakukan oleh Bernando dan Amor kepada salah satu travel agency yang akan menangani perjalanan Bernando dan Amor ke negara yang selama ini diimpikan Amor, untuk ia jalani yaitu kota California.


Salah satu kota yang menjadi impian Amor, belum tercapai. Untuk melakukan perjalanan ke sana, Tetapi sepertinya untuk saat ini, Amor dan Bernando pasti akan melakukan perjalanan bulan madu sesuai dengan yang diinginkan Amor selama ini.


Amor benar-benar bahagia mendapat perhatian penuh dari sang ibu mertua. Walaupun dirinya sedikit sungkan menerima paket bulan madu itu. Tetapi ia juga tidak dapat menolaknya, sehingga ia masih tetap setia terdiam di sana."


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya emak



__ADS_2