Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 46. BELUM ISTRI _HTMA


__ADS_3

Qori beranjak dari tempat duduknya, melihat layar ponselnya yang menghubungi dirinya adalah Amor. Ia menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Amor. Ia tau Amor menghubunginya, untuk memberikan informasinya tentang perjalanan mereka ke kota Moskow.


"Ya Amor, selamat malam." sahut Qori di dalam sambungan telepon selulernya.


Ia Selamat malam Qori Bagaimana kabarmu hari ini? apa kau baik-baik saja dan bagaimana kondisi kakimu, Apa masih terasa sakit?


"Sudah agak mendingan. jawab Qori dengan nada suara parau. Dari nada suara Qori terdengar jelas di telinga Amor kalau saat ini Qori sedang menangis.


"Apa kau menangis?


"Katakan kepadaku, Mengapa kau menangis? kau jangan sungkan-sungkan bercerita kepadaku. Siapa tahu aku bisa membantumu." ucap Amor di dalam sambungan telepon selulernya.


"Aku tidak apa-apa, kau tenang saja.


Apa kau masih di kota Moskow?" tanya Qori penuh selidik


"Sebenarnya aku dan Bernando tidak di kota Moskow lagi. Sekarang sudah berada di Manila.


"Apa rencana semua berjalan dengan lancar?


"Puji Tuhan, semuanya berjalan dengan lancar tanpa ada kekurangan suatu apapun. dan sekarang aset milik almarhum kedua orang tuaku, sudah menjadi atas namaku. Jadi Nyonya Yuan dan juga Soraya tidak akan bisa lagi menguasai harta kekayaan kedua orang tuaku. Semua ini berkat dari Bernando."


sahut Amor merasa lega.


Setelah mereka berhasil mengalihkan kepemilikan aset, milik Tuam Daniel dan nyonya Ellen menjadi hak milik Amor. Itu semua berkat bantuan Tuan Hani dan juga Bernando.. Mungkin saja, kalau tidak ada mereka Amor tidak akan mampu merebut kembali harta kekayaan kedua orang tuanya.


Setelah selesai berbicara dengan Amor, kini Amor langsung memutuskan sambungan telepon selulernya lalu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Setelah selesai membersihkan diri.

__ADS_1


"Ada apa dengan Qori? dari nada suaranya Sepertinya dia habis menangis. Pasti ada sesuatu yang membuat dia menangis. Tapi apa ya? gumam Amor di dalam hati yang tidak mengetahui apa penyebab Qori menangis. Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinganya. Ia pun langsung beranjak dari tempat tidurnya, membuka pintu. Dan ternyata Bernando ada di sana.


"loh kok belum tidur? tanya Amor ketika melihat Bernando berada di depan pintu kamarnya.


"Ngak bisa tidur. Padahal tubuhku terasa lelah." ucap Bernando sambil langsung masuk ke dalam kamar. Lalu langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur milik Amor.


"Kalau kamu tidur di sini, terus aku mau tidur di mana?


"Di sampingku." jawab Bernando santai tanpa merasa bersalah.


"Astaga? bagaimana bisa Amor tidur di situ, kita belum ada ikatan pernikahan.


Tidak apa-apa. akun tidak akan ngapa-ngapain kamu kok. Percaya padaku. Amor menggelengkan kepalanya menatap Bernando dengan tatapan seksama.


"Ada apa sih, Kenapa mesti tidur di sini ? bukan ke kamarmu terasa nyaman.


Bernando langsung meraih tubuh Amor kepelukannya. Tidak akan ada seorang wanita pun yang dapat menggantikan kamu di hati ini. Di hati ini hanya ada Amot... Amor.... dan Amor." ucap Bernando langsung memberikan kecupan hangat di bibir Amor.


Membuat Amor pun langsung merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Ketika mendapat serangan mendadak dari calon suaminya itu. Kini Amor dan Bernando larut dalam suasana. Saat Bernando memberikan kecupan hangat di bibir Amor, perlahan kecupan itu semakin mendalam dan akhirnya Amor membuka rongga mulutnya. Agar Bernando lebih leluasa memainkan lidahnya di sana.


Amor merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Hingga Ia pun membalas kecupan dari Bernando kedua lidah mereka saling bertautan di sana. Tangan Bernando sudah mulai beralih ke bagian gunung kembar milik Amor.


Hingga Amor merasakan getaran yang cukup hebat di tubuhnya. Ia tidak dapat menahan rasanya, ada de$@han demi de$@han terdengar jelas di kamar itu. Hingga ketukan pintu kembali terdengar di telinga mereka, membuat keduanya sontak langsung menghentikan aksi mereka.


"Sayang, Siapa yang mengetuk pintu?" tanya Bernardo kepada Amor. Amor juga tidak mengetahuinya, tapi sebentar Amor akan membuka pintu. Bernando langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, Pura-Pura tidak mengetahui siapa sosok yang datang menghampiri Amor.


Ternyata Nyonya Alena yang mengetuk pintu. Tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu, Nyonya Alena langsung masuk ke dalam kamar. Dan melihat putranya sudah tidur di sana. Nyonya Alena menggelengkan kepalanya melihat putranya sudah tidur bersama dengan Amor. Padahal keduanya belum ada ikatan pernikahan walaupun pernikahan mereka tinggal menghitung hari.

__ADS_1


Sebelumnya Nyonya Alena mencari putranya ke kamarnya. Tetapi ia sama sekali tidak menemukan Bernando di sana. Sehingga Nyonya Alena berniat untuk bertanya kepada Amor. Yang ternyata Bernando berada di kamar Amor, membuat Nyonya Alena sedikit Geram melihat putranya.


Nyonya Alena berkacak pinggang menatap putranya dengan tatapan tajam. "Kamu mau ngapain tidur di sini?! tanya Nyonya Alena kepada Bernando.


"Ngak bisa tidur di kamar mom?


"Ngak bisa tidur di kamar? kan ini juga kamar, Kenapa kamu katakan nggak bisa tidur di kamar?


"Beda mom, ini kamar istriku dan di kamarku tidak ada dia. Karena tidak bisa aku memejamkan mata, Bernando langsung ke sini. Pasti di sini dengan pelukan istriku, aku akan bisa tertidur pulas ." ucap Bernando tanpa merasa bersalah. Amor belum istrimu tapi calon istrimu Camkan itu. Jadi jaga batasanmu."


"Apa bedanya mom, kan sebentar lagi Amor juga istriku. Ampun deh, ngomong apa sama kamu. Kau sudah mengganggu istirahat menantuku, Lebih baik kau keluar dan masuk ke kamarmu, daripada kau harus mengganggu menantuku."


"Amor saja nggak mengatakan apa-apa kok mom, jadi Mami yang keberatan? Nyonya Alena menggelengkan kepalanya menata putranya itu dengan tatapan penuh arti. Sementara Amor sudah sangat khawatir kalau Nyonya Alena akan marah besar kepadanya telah mengizinkan Bernardo masuk ke sana.


"Daripada begini, lebih baik pernikahan kalian dipercepat saja.


"Itu lebih baik mom,"


"Kalau boleh sekarang juga Bernando menikah dengan wanita kesayanganku. Apa kau tahu mom hanya Amor yang dapat membangkitkan birahiku. Tidak ada wanita lain yang entah mengapa hanya Amor saja yang mampu membuatku merasakan sensasi yang sangat luar biasa


"Apa Mami ingat, Mami mengatakan kalau Bernardo ini belok. Tidak mencintai wanita? Mami itu salah, tapi entah mengapa tidak ada seorang wanita pun yang mampu membangkitkan hasrat Bernando. Hanya seorang Amor yang mampu melakukan itu, melihat wajah Amor saja, hasrat yang aku miliki bangkit begitu saja.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak "Antara kutub Utara dan Selatan.(YOU & ME


__ADS_2