Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 21. KUMAT LAGI_HTMA


__ADS_3

Hari-hari sudah berlalu kini Amor sudah menikmati hidupnya menjadi seorang asisten pribadi Bernando. Walaupun sikap Bernando yang terkadang Arogan dan emosional, Kini Amor sudah mulai terbiasa dengan sikap Arogan dan emosional Bernando.


Pagi-pagi sekali Amor sudah berkutat di dapur bersama Ibu Risma. Ibu Risma lebih senang bekerja dengan Amor daripada asisten rumah tangga lainnya yang senang sekali bergosip. karenanya Amor lebih mengetahui apa yang hendak ia kerjakan tanpa harus diminta oleh Nyonya Risma.


Nyonya Risma kepala asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Bernando. Ia begitu dekat dengan Amor, bahkan Amor sendiri senang sekali curhat kepada Nyonya Risma, saat dirinya kesal kepada Bernando.


Saat mereka sedang sibuk berkutat di dapur, Tak biasa biasanya Bernando datang ke sana. "Kalian masak sarapan apa? tanya Bernando yang tiba-tiba mengagetkan Amor.


"Eh copot.... copot.... copot! latah Amor yang mampu membuat Nyonya Risma dan Bernando tertawa ngakak.


"Eh maaf Tuan ada apa, ada yang bisa kamu bantu? tanya Amor sambil membungkukkan badannya.


"Aku tanya, kalian masak sarapan apa?


Nyonya Risma langsung nyengir.


"Maaf Tuan persediaan bahan makanan di kulkas sudah tidak lengkap lagi. Bibi lupa meminta uang bulanan kepada nyonya. Jadi kami hanya bisa memasak ini." ucap Nyonya Risma sambil menunjukkan omelet roti tawar yang sudah mereka hidangkan di atas meja.


Bernando menganggukkan kepalanya lalu pergi begitu saja meninggalkan kedua wanita berbeda generasi itu. Saat Jam sudah menunjukkan pukul 06.20 menit, Amor berlalu ke kamarnya untuk segera bersiap-siap pergi ke kantor. Karena ia tidak ingin Bernando lebih lama menunggunya.


Ketika Amor sudah memastikan penampilannya sudah terlihat rapi dan cantik. ia keluar dari kamar berniat ingin segera pergi ke kantor. Tetapi saat Amor sudah siap untuk berangkat dan Ia berlalu dari kamar yang ia tempati selama berada di rumah utama keluarga Bernando. Amor melihat mobil Bernando sudah pergi. Itu artinya dia meninggalkan Amor.


"loh kok tuan muda meninggalkanku?" gumamnya dalam hati. Apa dia marah karna kami tidak masak sarapan sesuai dengan seleranya? Amor bermonolog. Tiba-tiba saja notifikasi pesan Whatsapp masuk ke layar ponselnya.


Sepertinya Bernardo kumat lagi.


Sepertinya Bernardo ingin menyiksa Amor kali ini. Amor bukannya langsung berangkat ke kantor dia harus pergi ke beberapa tempat terlebih dahulu demi memenuhi permintaan Bernando.


Membeli sandwich dan kopi panas.


Amor memasuki sebuah restoran cepat saji dan menyampaikan pesanan yang diinginkan oleh Bernando. Setelah menunggu 15 menit kemudian, dia melanjutkan ke destinasi berikutnya.


"Bunga di ruangan saya sudah layu, cari bunga yang segar. Aromanya tidak menyengat." pesan Whatsapp Itu yang diterima oleh Amor dari nomor ponsel Bernando.


Amor langsung berlalu ke toko bunga yang lokasinya tidak terlalu jauh dari restoran tempat ia memesan sarapan pagi untuk Bernando.


"Selamat datang sapa karyawan toko bunga saat Amor masuk.


"Pagi Mbak, bunga apa yang bagus untuk di dalam ruangan? tanya Amor

__ADS_1


Karyawan toko menawarkan beberapa jenis bunga. lalu Amor menyetujui bunga-bunga yang dirangkai oleh pemilik toko bunga dan karyawannya. Tangannya mulai penuh seketika pesan dari Bernando kembali masuk


"Ada croffle di cafe lantai satu, beli satu porsi dengan saus blueberry.


Amor menghembuskan nafas lelah, mau bagaimana lagi dia membawanya? tangannya cuman ada dua. Apa bosnya tidak tahu akan hal itu?


Namun tetap saja Amor tidak bisa menolak permintaan Bernando. Dia susah payah menekan tombol lift, apalagi harus memindai label nama, supaya bisa memencet tombol lantai yang dituju.


Begitu sampai, tidak ada satupun karyawan yang berniat membantunya. Semua orang sudah sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


"Kamu kesusahan mengetuk pintu ruang Bos. syukurnya sang bos cepat merespon dan mempersilahkannya masuk.


"Kamu telat 5 menit." kata Bernando begitu Amor memasuki ruang kerjanya.


"Maaf Tuan saya belum cukup saya sudah berusaha secepat mungkin." ucap Amor dari balik buket bunga.


Bernando sama sekali tidak menjawab Dia sibuk berkutat di laptopnya.


"Kemarin kan sarapan saya."


Amor bergerak cepat dengan meletakkan tiga bungkusan berisi sandwich, kopi dan croffle di hadapan Bernando.


"Kelamaan, sudah keburu dingin. Saya kan maunya kopi yang panas. Sandwich-nya juga tidak enak melihat dari teksturnya.


Amor menelan ludah. Padahal dia sudah bergerak cepat yang dia bisa.


Kalau dikasih nilai kerjaan kamu ini, bukan nol lagi tapi minus."ucap Bernando yang dapat membuat Amor ingin menjerit mendapat hinaan dari Bernando


Amor hanya bisa menunduk. Benar kata Fauzan semalam. Sangat susah memenuhi ekspektasi seorang Bernardo.


"Ganti bunganya segera, jangan sampai keburu layu lagi.


Tanpa menjawab, Amor segera meraih pot berisi bunga layu dan keluar dari ruangan Dia menuju wastafel, untuk membuang air di dalam pot dan menggantinya dengan yang baru.


Bunga yang sudah layu dibuang ke tong sampah. Dan digantikan dengan yang masih segar. Dia bergegas Kembali menuju ruang kerja Bernando, Dan meletakkan pot tersebut ke tempat semula.


"Sudah Tuan." lapor Amor


"Lanjutkan kerjamu di sana." perintah Bernando tanpa mengalihkan pandangan dari laptop

__ADS_1


"Baik Tuan."


Amor melap keringat di kening dan menghela nafas saat melihat tumpukan berkas di atas meja.


Tidak mudah ya, namun mau bagaimana lagi. Dia harus segera menyelesaikan paling tidak setengahnya sebelum makan siang. Sebab Dia tahu, apakah Bos akan menyuruhnya hal yang lain.


Semua orang-orang benar-benar sibuk. membuat Amor pun sedikit kelelahan. Ia meneguk air mineral yang ada di atas mejanya yang disediakan oleh OB.


"Astaga ada ya Bos seperti ini." gumamnya di dalam hati.


****


Amor melirik jarum jam yang ada di dinding. dan sebentar lagi sudah masuk waktu makan siang. Dia meninggalkan pekerjaan dan berjalan menuju ruang kerja Bernando. Perintah masuk terdengar dan dia hanya melongokkan kepala untuk bertanya.


"Maaf Tuan mau makan siang apa?


"Saya makan di luar saja. Kalau kamu yang beli, antar yang ada saya tidak makan lagi. Kamu mau saya mati kelaparan? jawab Bernando dengan sarkas


Amor meringis pelan


"baik Tuan maaf. Kalau begitu saya permisi kembali bekerja.


Amor kembali ke meja kerjanya dengan langkah gontai.


Tak lama kemudian dia melihat Bernando keluar dari ruang kerjanya, dan beberapa karyawan mengangguk sekaligus menyapa pria itu.


"Syukurlah dia pergi sendiri untuk makan siang, tidak perlu aku dampingi." gumam Amor tersenyum Bahagia itu artinya Dia memiliki waktu untuk rehat sejenak. Tanpa melihat wajah Bernando yang terlihat kaku itu.


Baru saja ia tersenyum, karena merasa ia akan terbebas dalam waktu singkat tiba-tiba Bernando datang menarik tangannya.


"Ikut aku." ucap Bernando sambil langsung menarik tangan Amor, membuat Fauzan dan karyawan lainnya menatap heran ke arah Bernando.


Sepertinya Tuan Bernardo sudah mulai dekat dengan asisten barunya itu." gumam Fauzan di dalam hati sambil tersenyum.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓

__ADS_1


__ADS_2