Hasrat Tuan Muda Arogant

Hasrat Tuan Muda Arogant
BAB 25.MERASA MALU _HTMA


__ADS_3

Saat Nyonya Alena larut dalam pikirannya. Bernando dan Amor tiba di rumah. Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 malam. Nyonya Alena sama sekali tidak mengetahui kehadiran Bernardo dan Amor yang sudah berada di dalam rumah tepatnya di ruang tamu. Bernando ingin melewati Nyonya Alena begitu saja.


Tetapi Bagi Amor itu hal yang tabu, Ia harus terlebih dahulu memberi salam kepada Nyonya Alena, Sebelum dirinya naik ke atas menaiki anak tangga masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat.


"Selamat malam Nyonya." sapa Amor membuat Nyonya Alena langsung terhenyak.


"Kalian sudah pulang? tanya Nyonya Alena dibalas anggukan dari Amor. Amor pun langsung berpamitan kepada Nyonya Alena. untuk segera berlalu ke kamarnya mengingat aktivitasnya hari ini cukup melelahkan.


Saat Bernando berlalu meninggalkan Nyonya Alena begitu saja tanpa memberikan salam, Nyonya Alena langsung memanggil putranya.


"Bernando berhenti! titah Nyonya Alena yang tak bisa dibantah oleh Bernando.


Bernando menghentikan langkahnya lalu perlahan menghampiri nyanyi Alena.


"Mom kalau membahas masalah yang tadi lebih baik tidak perlu. Bernando malas membahas yang tidak penting seperti itu.


"Kita harus segera ke rumah sakit secepat mungkin."ucap Nyonya Alena


"Memangnya Mami sakit?


"Jangan banyak bertanya, pagi-pagi besok kita harus segera ke dokter."perintah Nyonya Alena dibalas anggukan dari Bernardo.


Bernando sama sekali tidak mengetahui Mengapa Nyonya Alena meminta dirinya pergi ke rumah sakit bersama Nyonya Alena. Tetapi Bernando tidak ambil pusing. Ia pun langsung pergi meninggalkan Nyonya Alena setelah menyetujui kalau esok pagi mereka akan pergi ke rumah sakit.


"Aku akan memeriksa kamu ke dokter apakah kau normal atau tidak, Kau pasti bisa memiliki keturunan. Aku tidak mau kau tidak memiliki keturunan." ucap Nyonya Alena saat Bernando sudah pergi. Tiba-tiba Nyonya Alena teringat dengan Amor.


Nyonya Alena berniat untuk menghampiri Amor yang ada di dalam kamarnya.


Tok...

__ADS_1


tok....


tok....


Ketika Nyonya Alena mengetuk pintu kamar Amor, tidak ada sahutan dari sana. Bagaimana mungkin ketukan pintu itu terdengar. Sekarang Amir sedang membersihkan diri di dalam kamar mandi.


Beberapa kali Nyonya Alena mengetuk pintu kamar Amor. "Dia mungkin masih mandi." gumam Nyonya Alena sambil menunggu sebentar. Kemudian Nyonya Alena kembali mengetuk pintu kamar Amor. Dan ketika Amor mendengar suara ketukan pintu itu, ia pun berlalu ingin membuka pintu kamarnya setelah dirinya memakai pakaian tidurnya.


"Ada apa Nyonya, Apa ada yang bisa Amor bantu? tanya Amor penuh selidik


Nyonya Alena main nyelonong masuk ke dalam kamar Amor. Ia melihat sekeliling kamar Amor terlihat rapi dan wangi.


"Kamarnya Rapi juga, aromanya juga aku sukai." gumam Nyonya Alena dalam hati.


"Apa Kau terlalu lelah hari ini? tanyanya Alena penuh selidik.


"Tidak nyonya, Memangnya ada apa? tumben-tumbennya Nyonya menghampiri Amor ke kamar? tanya Amor karena dirinya sangat penasaran Mengapa tiba-tiba saja Nyonya Alena sampai datang ke kamarnya.


"Ada apa Nyonya? Katakan Saja." ucapnya begini Amor, kamu dengar sendiri apa yang dikatakan oleh teman-teman ku, saat berada di SM City mall, tentunya kau tahu bagaimana perasaanku saat itu. Saat teman-temanku mengatakan kalau putraku Bernando menyukai sesama jenis. Bagaimana menurutmu?tanya Nyonya Alena penuh selidik. Berniat meminta pendapat dari Amor.


Amor mengembangkan senyumnya, menatap Nyonya Alena dengan tatapan seksama. kemudian Amor angkat bicara. "Nyonya tenang saja, Tuan Bernando baik-baik saja. jangan terprovokasi dengan omongan-omongan para teman-teman nyonya.


Karena sepertinya Nyonya sudah terhasut dengan omongan mereka. Percayalah apa kata hati nyonya, tentang Tuan muda Bernardo. Itu pasti benar adanya. Seperti yang Amor lihat, saat ini Tuan muda Bernando masih terpusat mengurus bisnis yang selama ini ya kelola. Sehingga dirinya tidak memiliki waktu untuk memikirkan hal-hal pribadi seperti mencari pendamping hidup. Tetapi kalau dikatakan belok Sepertinya itu tidak benar." ucap Amor


"Bagaimana mungkin kamu mengatakan kalau itu tidak benar? jelas-jelas kamu lihat sendiri sampai sekarang, Putra Saya tidak memiliki kekasih. Bahkan Qori yang sudah terlihat cantik dan seksi putri dari seorang pengusaha kaya. Tetapi ia juga menolak melamar Qori. padahal kedua orang tua Qori sudah menginginkan Bernardo menjadi menantu mereka.


Bukan karena Tuan muda Bernardo tidak memiliki hasrat melihat seorang wanita, Tetapi karena penghianatan seorang wanita yang membuat dirinya lebih berhati-hati untuk memilih pasangan hidup. Itu saja yang aku tau." sahut Amor dibalas anggukan dari Nyonya Alena.


"Bagaimana caranya kita buat agar Bernando bersedia menikah?

__ADS_1


"Aku yakin dan percaya Tuan muda Bernando akan bersedia menikah, jika Wanita itu sudah benar-benar ia cintai dan wanita itu juga mencintainya dengan tulus."sahut Amor membuat Nyonya Alena pun mengembangkan senyumnya mendengar jawaban dewasa dari Amor.


Sementara di dalam kamar Bernando, Bernando masih teringat dengan apa yang dikatakan oleh Nyonya Lara dan teman-temannya. Mereka mengatakan kalau Bernando tidak menyukai seorang wanita.


"Bagaimana mungkin teman-teman Mami beranggapan seperti itu tentangku. Ini tidak bisa dibiarin." gumamnya kesal. Bernando mencoba untuk memejamkan matanya. Tetapi beberapa jam kemudian ia tak kunjung terpejam.


Karena tak kunjung bisa terpejam, Ia pun menghubungi salah satu temannya. "Temani aku minum malam ini, aku lagi pusing." ucapnya di dalam sambungan telepon selulernya. Dan akhirnya mereka pun sepakat malam itu pergi ke sebuah klub malam untuk menghibur diri.


Bernando keluar dari kamarnya, lalu ia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Mendengar suara deruan mobil Bernardo keluar dari rumah, Nyonya Alena bangkit dari tempat duduknya tepatnya saat di kamar Amor, melihat mobil Bernando keluar dari pekarangan rumah melalui jendela kamar Amor.


"Mau kemana dia malam-malam begini tidak minta izin pula itu."tanya Nyonya Alena sedikit cemas kepada putranya.


Nyonya Alena berpamitan dari kamar Amor. meninggalkan Amor sendiri disana.


Ia masuk ke dalam kamar utama Nyonya Alena. Nyonya Alena langsung meraih ponselnya yang berada di atas nakas. berniat menghubungi putranya.


Tut....


Tut....


Tut.....


suara ponsel Nyonya Alena, tetapi tak kunjung mendapat jawaban dari Bernando


"Mengapa dia tidak mengangkat ponselnya apa dia masih marah kepadaku? Seharusnya aku yang marah kepadanya. Karena dia sudah membuatku malu di hadapan teman-temanku. Kenapa dia jadi yang marah? Nyonya Alena bermonolog sendiri sambil langsung menghempaskan ponselnya di atas tempat tidur.


"Memang anak ini, tidak bisa dibilang." gerutu Nyonya Alena sambil membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang berukuran King size itu. Suara ejekan dari teman-teman Nyonya Alena, masih terngiang di pikirannya. "Besok aku akan mengetahui hasilnya, setelah Putraku kubawa ke dokter." batin Nyonya Alena.


Bersambung......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓


__ADS_2